Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 52


__ADS_3

"Hari ini hari pertamaku bekerja sebagi guru les privat. Duhh kok deg-deg an banget ya," Ucap vella


Jam setengah 3 sore dia berangkat, setengah jam perjalanan dia sampai di depan rumah bima. Vella langsung disambut oleh kanza. Kanza mengajak vella masuk ke dalam.


"Kak aku mau belajar di teras dekat kolam renang, nggak papa kan?"


"Nggak papa dong sayang. Yuk kesana, kita mulai belajarnya."


Vella cepat sekali mengakrabpi kanza, menurutnya kanza juga sangat mudah diajari. Sampai vella bingung sendiri kenapa sampai guru lamanya tidak betah dengan alasan susah mengajari kanza.


Weni menghampiri mereka membawakan kue dan minuman. Vella sangat bersyukur mendapat pekerjaan seperti ini. Dia diperlakukan sangat baik disana dan juga tidak ada orang yang akan merasa tersaingi olehnya disana.


...----------------...


Pernikahan fadly dan siska akhirnya diundur sesuai keinginan fadly. Dia ingin mamanya tau sifat asli dari siska. Selama satu minggu dia sengaja tidak datang ke kantornya. Semua urusan diserahkan kepada siska. Tapi selama kantor di handle oleh siska banyak sekali keluhan dari partner yang menggunakan sistim cod untuk jualannya. Uang dari customer belum terbayarkan. Padahal biasanya hanya dalam 1 hari uang sudah cair ke rekening partner. Fadly merasa kalau ini pasti ulah siska. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kantor sekarang juga untuk mencari sumber permasalahan.


"Loh fadly kok udah rapi aja, mau kemana?" Tanya bu ira


"Mau ke kantor mi." Jawab fadly


"Akhirnya kamu mau ke kantor lagi. Mami ikut mau ketemu calon menantu mami. Udah lama nggak ketemu dia." Ucap bu ira


Sejak saat diundurnya pernikahan, memang fadly melarang siska untuk datang kerumah. Dia beralasan ingin menenangkan diri dirumah dan tidak menerima kedatangan siapapun. Kalau siska masih ngeyel, fadly tidak segan-segan membatalkan pernikahannya.


Fadly pun membiarkan mamanya ikut, dia berfikir biar sekalian mamanya tau kalau siska itu tidak baik untuk dijadikan menantu.


Sampai di kantor jaya ekspedisi, Fadly menyuruh karyawan lain diam dan tidak heboh dengan kedatangannya kembali ke kantor. Bu ira langsung mencari-cari keberadaan siska. Fadly menyuruh mamanya untuk tidak berisik. Bu ira tidak mengerti apa maksud anaknya itu. Fadly mengajak bu ira mengintip di pintu ruangannya. Di dalam terlihat siska sedang duduk di kursi milik fadly.


"Hari ini aku bakal ambil uang kantor lagi buat shopping dan uang setoran hari ini sebagian buat nombok uang setoran kemarin. Trus transfer ke partner yang komplain itu. Buat partner hari ini bilang aja kalau masih ada gangguan transfer. Beres deh. Duit sebanyak ini mana bisa gue anggurin doang hahaha." Ucap siska yang kesenangan memegang banyak uang

__ADS_1


Bu ira kaget mendengar semua ucapan siska. Dia langsung masuk membuat siska terkejut.


"Siska! Apa-apaan kamu," Teriak bu ira


"Tante... sejak kapan tante disitu?" Tanya siska gugup


"Eh ada mas fadly juga, Aku seneng loh mas udah balik mau kesini lagi." Ucap siska mengalihkan pembicaraan.


"Nggak usah ngalihin pembicaraan, saya udah tau kamu yang nguras uang buat setoran partner kantor ini. Kamu mau bikin usaha saya ini gulung tikar," Ucap fadly dengan kesalnya


Siska mengelaknya dan terus mencari-cari alasan yang tepat. Namun dia sudah tidak bisa membela diri karena fadly dan bu ira sudah mendengar secara jelas omongannya tadi.


"Saya tidak sudi punya menantu macam kamu gini. Pernikahan dibatalkan!" Ucap bu ira


Siska tidak terima dengan ucapan bu ira, bukannya menyadari kesalahannya dia malah dengan beraninya memaki bu ira di depan fadly. Bahkan siska dengan sadar mendorong bu ira dan setelah itu dia kabur dengan membawa mobil pemberian bu ira.


"Nggak papa kok, tuh anak emang nggak waras ya. Berani-beraninya dia dorong mami sampai hampir jatuh. Udah pecat aja dia, kalau perlu laporin polisi sekalian." Ucap bu ira


Setelah tau sifat siska yang seperti itu, bu ira meminta maaf pada fadly. Kemarin-kemarin saat fadly bersikeras meminta membatalkan pernikahan, bu ira sama sekali tidak menggubrisnya. Dia merasa sangat menyesal telah memaksa fadly berhubungan dengan perempuan jahat seperti siska. Bu ira bersyukur sekali hari ini dapat melihat sifat aslinya.


Fadly juga menceritakan tentang kejahatan yang dilakukan siska terhadap vella. Saat ini bu ira malah jadi merasa bersalah telah menganggap vella gadis yang berperilaku buruk. Bu ira berjanji pada fadly kalau dia akan meminta maaf pada vella. Dan kalaupun fadly mau menikah dengan vella bu ira menyetujuinya.


Siska pulang kerumahnya dengan wajah kesal. Dia gagal menjadi istri orang kaya. Orang tuanya dirumah menyambutnya, ayahnya langsung meminta uang padanya untuk membeli rokok.


"Minta duitnya dong," Ucap ayah siska


"Duit, duit, duit teruuss aja yang diminta. Aku itu lagi kesel yah. Aku nggak jadi nikah sama fadly." Ucap siska dengan raut wajah masam


"Apa?! Kenapa bisa gitu?" Tanya ibu siska

__ADS_1


"Karena aku ketahuan pakek uang kantor buk." Jawab siska dengan santainya.


"Kamu ini ya bodoh banget ngapain pakek uang kantor segala. Kurang selangkah lagi loh padahal buat jadi istri fadly." Ucap ibu siska


"Ibu pikir kemaren-kemaren aku ngajak belanja itu pakek uang siapa hah?! Udalahlah nggak usah marah-marah kya gitu. Aku masih bisa kok menggaget pria lebih kaya. Yang terpenting kan aku udah dapet mobil itu." Ucap siska menganggap semua enteng.


...----------------...


Jam 5 sore, vella masih berada di rumah bima. Sebenarnya dia sudah selesai membantu kanza belajar. Tapi kanza masih menahannya disana. Kanza sangat nyaman sekali bersama vella. Mereka duduk di ayunan taman belakang rumah.


"Kak aku seneng banget semenjak ada kakak disini. Dari dulu aku selalu kesepian." Ucap kanza


"Loh masak sih, kan ada kak bima, kakek surya trus sama mama papa kamu juga. Mbak weni juga selalu ada sama kamu kan sayang," Ucap vella dengan lembut.


"Iya tapi mereka semua sibuk sama urusan masing-masing kak. Dari kecil aku tuh pengen banget diperhatiin sama mamah, tapi mamah selalu mentingin urusannya sendiri kak." Ucap kanza


Vella jadi merasa kalau sebenarnya kanza ini tidak sakit mental. Dia bercerita layaknya gadis yang normal.


"Kak sebenarnya aku udah sembuh dari lama. Pasti kakak udah tau cerita tentang aku dari kak bima. Aku sudah tidak trauma lagi di dunia luar rumah. Aku bersikap seperti ini biar dapat perhatian mamah." Ucap kanza lagi


Ternyata selama ini kanza berpura-pura seperti ini agar dapat diperhatikan oleh mamanya. Dia juga sengaja menjelekkan nilai sekolahnya sampai membuat guru lesnya tidak betah agar mamanya sendirilah yang akan menemaninya belajar. Tapi nyatanya bu sarah malah pergi ke korea untuk waktu yang cukup lama tanpa memikirkan kanza.


"Hayo ngomongin apa nih?" Tanya bima yang tiba-tiba saja sudah berada disana.


"Eh mas bima, cuma ngobrol ringan aja sama kanza." Jawab vella menutupi semua hal yang sudah diungkapkan oleh kanza padanya.


Kemudian bima mengajak vella ngobrol sebentar tapi sedikit menjauh dari kanza. Dia menanyakan bagaimana perkembangan kanza. Vella menjawab sangat baik, kanza ini anak yang pintar menurutnya. Vella juga mengatakan kanza ini sangat mudah memahami saat dijelaskan. Dia memastikan kalau ujian nanti kanza sudah benar-benar siap. Bima bersyukur mendengar itu. Setelah itu vella dan bima kembali mendekat pada kanza. Entah kenapa kanza tersenyum-senyum sendiri melihat vella dan bima yang berjalan berdampingan. Tiba-tiba kanza mengucapkan suatu hal yang tak terduga.


"Kalian cocok deh, kenapa nggak nikah aja?"

__ADS_1


__ADS_2