
Vella sudah sampai dirumah, dia langsung masuk kedalam. Tapi keadaan rumah sangat gelap. Semua lampu padam. Vella terlihat kebingungan dan kembali keluar mencari nino untuk bertanya. Tapi nino tidak ada entah dia kemana.
"Semuanya pada kemana? Kok gelap gini. Apa listrik komplek ini padam? Tapi rumah tetangga kok terang semua." Ucap vella bingung
Vella kembali melangkah masuk ke dalam dan mencoba menghidupkan lampu. Namun tidak bisa juga, sepertinya listrik dirumahnya memang padam. Tapi tiba-tiba dia melihat cahaya sangat terang dari arah kolam renang. Vella langsung melangkah kesana dengan sangat hati-hati.
"Surprise....." Teriak bima sambil membawa bucket bunga besar untuk vella.
"Aaa mas bima..." Vella sangat berdecak kagum melihat semua kejutan yang di siapkan oleh suaminya.
Bima langsung menuntun istrinya untuk duduk. Alunan biola pun terdengar, menambah suasana romantis makan malam mereka berdua. Vella masih tidak menyangka bima menyiapkan ini semua untuknya. Padahal menurutnya hari ini tidak ada acara spesial.
"Yaampun mas, kamu siapin ini semua sendirian?"
"Iya sayang, ini semua aku siapin buat kamu. Suka kan?"
"Suka banget mas, aku nggak nyangka banget. Aku tadi mikirnya kamu bookingin salon buat aku karena mau ada acara penting."
Makanan dihidangkan, mereka berdua menikmati makan malam sambil diiringi alunan biola. Suasana begitu romantis. Bima sangat bahagia melihat istrinya tersenyum lebar.
"Sayang kita dansa yuk, pelan-pelan aja nggak papa kan," Ajak bima, vella pun menurutinya. Mereka berdansa bak pangeran dan putri cinderella.
"Kamu benar-benar cantik sayang, Sepertinya aku jatuh cinta lagi untuk kesekian kalinya sama kamu." Ucap bima sambil menatap mata indah vella.
Meskipun sudah menikah vella masih saja malu-malu dan menjadi salah tingkah saat bima melontarkan kata-kata seperti itu. "Ah mas bisa aja deh,"
Anis, bi inah dan nino mengintip majikan mereka yang sedang bermesraan itu. Mereka ikut bahagia melihatnya.
"Nis kamu nggak pengen kaya gitu?" Tanya nino
__ADS_1
"Ya pengen lah mas, Mbak vella itu beruntung banget punya suami kaya pak bima. Aku juga mau punya suami bersifat kaya pak bima gitu." Jawab anis
"Jangan ketinggian kalau ngayal nis, kamu itu cocoknya saman nih.." Ucap bi inah bercanda sambil menunjuk kearah nino.
"Iya nis saya ini kan pak bima versi low budget. Sama saya aja deh." Dengan pdnya nino menawarkan diri. Anis melihat kearah nino dengan tatapan yang jelas menggambarkan kalau dia tidak mau. Anis langsung pergi kembali kedapur disusul oleh bi inah.
"Walah walah, saya kan juga nggak kalah ganteng dari pak bima." Ucap nino sambil membenarkan rambutnya dan kemudian kembali ke depan.
Vella dan bima masih berdansa, tiba-tiba perut vella terasa kram lagi. Dengan sigap bima menuntunya duduk dan memberikan air minum. Bima mengelus perut vella dengan penuh cinta.
"Nak sayang kamu jangan bikin mama sakit ya, kamu harus sehat di dalam sana." Ucap bima dengan halus.
"Aku nggak papa kok mas, kan wajar kram dikit." Ucap vella.
Posisi bima sekarang berlutut dibawah vella. Sepetinya itu moment yang pas untuk memberikan hadianyanya. Bima mengambil kotak berpita dari dalam kantung jasnya.
"Uwaaahh.." Vella berdecak kagum melihat isi kotak itu.
"Mas ini kan cincin koleksi limited editionnya anastasya jewelry? Ini kan mahal mas," Ucap vella
"Itu kado spesial buat kamu sayang dan juga calon anak kita." Ucap bima
Bima memasangkan cincin ity ke jari vella. Terlihat sangat cantik berkilauan. Dulu vella hanya bisa membayangkan saja memakai cincin mahal seperti ini. Sekarang dia sudah mendapatkannya dari suami tercintanya. Vella memeluk suaminya dengan penuh cinta.
"Mas lain kali jangan beliin yang mahal-mahal kaya gini. Bukannya aku nggak suka, tapi aku nggak enak sama mama sarah. Mas tahu sendiri kan pandangannya sama aku kaya gimana,"
"Itu urusan aku sayang, udahlah kan nggak ada salahnya aku cuma pengen nyenengin istriku. Nggak usah dipikirin ya,"
Mereka berfoto mengabadikan moment makan malam romantis itu. Kemudian bima menguploadnya di sosial medianya. Tak terasa sudah jam sembilan malam. Mereka menyudahi acara makan malam romantisnya. Bima menggandeng tangan istrinya menuju ke kamar.
__ADS_1
Vella terlihat sudah sangat tidak nyaman memakai gaun itu. Bima membantunya untuk melepas gaun itu. Saat melihat istrinya hanya memakai pakaian dalam. Bima jadi ingin melakukan sesuatu. Tapi dia mencoba mengontrol dirinya. Dia ingat pesan dokter, kalau saat ini belum boleh melakukan aktivitas suami istri sampai kandungan vella benar-benar kuat. Tapi bima tidak tahan, tanpa sadar dia mengendus leher vella dan mulai meraba ke area sensitif vella.
"Mass..." Suara panggilan vella membuat bima seketika tersadar dan menjauh.
"Maaf maaf sayang, Jujur aku nggak tahan liat kamu kaya gitu." Ucap bima sambil mengatur nafasnya. Saat ini dia benar-benar sedang ingin tapi tidak bisa.
Vella buru-buru menutupi tubuh seksinya dengan selimut dan segera dia membuka lemari mencari baju ganti. Selesai berganti baju, dia mendapati bima yang berbaring di atas kasur sudah berganti piyama. Dia tahu suaminya itu sekarang sedang menahan nafsu birahinya. Vella sangat ingat memang sudah lama mereka tidak berhubungan intim. Dia merasa kasihan dengan suaminya itu. Tapi dia bingung harus berbuat apa pada suaminya.
"Mas kalau memang udah nggak bisa di tahan kita lakuin aja, aku kasihan liat kamu." Ucap vella mendekati bima
"Enggak sayang, tenang aja aku bisa kendalikan kok. Aku nggak mau anak kita kenapa-kenapa, yul tidur aja."
Bima memeluk vella dan mereka tidur. Tapi vella merasakan sesuatu yang mengganjal dibawah. Dia tahu suaminya itu berbohong. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
🌼🌼🌼
Suara kokokan ayam menandakan pagi sudah tiba. Hari ini cuacanya mendung gerimis. Vella melihat suaminya yang bangun pagi dengan keadaan lesu.
"Sayang apa kamu sakit?" Tanya vella
"Enggak kok sayang emang aku kelihatan gimana?"
"Kamu kaya nggak seger gitu lo mas." Ucap vella
"Ya karena belum mandi sayang, yaudah aku mandi dulu ya ada meeting pagi hari ini."
Bima turun dari kasur setelah mengecup kening istrinya. Itu suatu hal yang wajib di pagi hari. Vella jadi berfikir apa mungkin karena semalam suaminya jadi terlihat lesu.
"Oh iya mbak dira kan udah punya anak, pasti dia ngerti dong. Tapi malu juga kalau aku cerita masalah ginian." Setelah berfikir panjang vella akhirnya memutuskan untuk mencari solusi bersama kakaknya yang tentunya lebih berpengalaman.
__ADS_1