
Vella tak bisa memejamkan matanya, isi pikirannya penuh dengan bayangan kiara yang merebut suaminya. Bima menyadari kegelisahan istrinya yang sedari tadi berubah-ubah posisi tidur. Bima memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang kamu kenapa belum tidur?" Tanya bima
"Nggak papa kok mas, belum ngerasa ngantuk aja." Jawab vella
"Hemm kamu kepikiran tentang kiara ya?"
Vella langsung berbalik arah menghadap suaminya. Dia menunjukkan ekspresi cemburunya.
"Mas kamu masih ingat semua kenangan sama mbak kiara ya?"
"Apasih sayang, wah kamu pasti cemburu nih. Dek mama kamu cemburu liat ekspresinya lucu." Ucap bima sambil mengelus perut bima.
"Mas... Aku tanya serius loh, soalnya tadi aja kamu ngajak aku makan siang di restoran yang katanya itu salah satu tempat favorit kamu sama mbak kiara." Ucap vella
"Sayang, Kamu jangan terpancing sama omongan kiara. Ya tempat itu memang sering aku datengin dulu sama dia. Tapi aku sama sekali nggak berniat mengenang masalalu disana. Aku ngajak kamu kesana itu ya karena makanannya enak." Ucap bima menjelaska agar istrinya itu membuang kecemburuannya.
"Hmm.. iya aku percaya sama kamu mas. Tapi kelihatannya mbak kiara itu masih berharap kembali sama kamu mas." Vella mengungkapkan ketakutannya.
"Biarin aja kalau dia begitu. Yang penting aku cuma cinta sama kamu. Aku akan bersikap tegas sama dia kalau mencoba mendekatiku lagi."
"Beneran ya mas,"
"Iya sayang, ih kamu gemesin kalau lagi cemburu gini hehe." Ucap bima sambil mengelus pipi istrinya.
"Sayang malam ini boleh enggak?" Bima tersenyum kearah vella, dia ingin melepaskan dahaganya yang sudah sangat tertahan selama ini. Vella hanya mengangguk malu-malu. Bima langsung bersorak kegirangan.
"Sayang tunggu papa ya nak, sebentar lagi papa nengok kamu lewat asisten kebanggaan papa." Ucap bima kepada anaknya yang masih di dalam perut vella.
Dokter sudah memperbolehkan mereka untuk melakukan hubungan intim. Ini baru pertama kalinya setelah sekian lama bima menahannya. Tapi kali ini tidak akan seperti biasanya. Bima bermain dengan lembut mengingat istrinya sedang hamil. Dia tak mau kalau sampai menyakiti calon anaknya.
Suara erangan dan ******* vella mulai memenuhi telinga bima. Itu membuat bima semakin bergairah. Sampai akhirnya dia merasakan sesuatu akan keluar sebagai puncak kenikmatannya. Vella merasa nyaman dengan permainan suaminya malam ini.
__ADS_1
"Ahhh.. ahh.. emmhh.. mas," Desah vella saat bima mempercepat gerakannya. Bima memeluk istrinya itu setelah mengeluarkan benih-benih cintanya.
🌷
🌷
🌷
Davin pulang kerumah dengan keadaan mabuk berat. Ternyata semalam dia pergi ke rumah kiara lagi tapi tetap saja kiara tak mau menerimanya lagi. Kiara mengatakan kalau waktu itu dia menerima davin lagi hanya untuk mendapatkan uang. Sekarang kiara sudah tidak butuh davin lagi. Karena akan mempersulit misinya untuk mendapatkan bima kalau ia terus berhubungan dengan davin.
Davin yang diusir oleh kiara merasa stress dan memutuskan untuk pergi ke klab malam. Dia melampiaskan kekesalannya pada minuman aklhohol.
"Kamu itu milikku milikku.. hahaha.. dia nggak berhak!" Ucap davin sambil sempoyongan. Dia dibopong oleh dua orang pekerja klab itu. Mereka mengantar davin pulang karena disana dia sudah membuat keributan yang mengakibatkan perkelahian dengan pelanggan disana.
"Astaga mas davin kenapa ini?" Sifa langsung terkejut melihat suaminya yang teler itu.
"Mas ini tadi bikin keributan di klab kami mbak. Dia mabuk berat jadi kita antar pulang. Benar kan alamatnya disini? Saya lihat dari ktpnya."
"Iya iya bener, bawa masuk aja pak." Ucap sifa menuntun kedua orang itu membawa masuk davin. Mereka menidurkannya di kursi sofa ruang tamu.
"Ini kunci mobilnya, kami permisi dulu mbak."
"Iya makasih ya pak."
Orang tua sifa yang tadinya sudah tidur langsung terbangun. Mereka keluar kamar melihat apa yang sedang terjadi.
"Sifa itu suami kamu kenapa?" Tanya papa sifa yang melihat keadaan menantunya babak belur.
"Mas davin mabuk pah dan berkelahi dengan orang di klab malam."
"Astaga suami macam apa dia ini?! Dia ini menantu dari keluarga terhormat, dia sudah mencoreng nama baik keluarga kita." Ucap papa sifa yang marah kepada davin.
"Iya pah davin bener-bener keterlaluan. Besok mama akan temui orang tuanya." Ucap mama sifa
__ADS_1
"Udahlah mah pah, jangan marah dulu. Kita kan belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Pah bisa bantu aku bawa masuk mas davin ke kamar?"
Davin di bopong oleh sifa dan papa mertuanya ke dalam kamar. Davin tengah pingsan saat ini.
"Makasih ya pah, sekarang mama papa kembali istirahat aja. Biar mas davin aku urus sendiri." Ucap sifa
Setelah kedua orangtuanya keluar, sifa berniat membantu suaminya berganti pakaian. Pertama-tama dia melepaskan sepatunya kemudian langsung beralih ke kemejanya. Sifa melepaskan satu persatu kancing kemeja suaminya itu. Saat itu davin terbangun memegang tangannya. Davin menarik sifa hingga jatuh menindih tubuhnya. Namun tak berselang lama davin sudah merubah posisinya menjadi diatas.
"Sayang kamu ini milikku." Ucap davin yang masih dalam pengaruh alkhohol. Tapi sifa sudah senang mendengar itu. Davin mencium bibir sifa dengan penuh nafsu. Sifa hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan suaminya itu. Dia malah senang kalau bisa melakukan kewajibannya setelah sekian lama dia tidak bisa melayani suaminya.
"Emmhh.. mas kamu bau alkhohol." Ucap sifa saat davin melepaskan ciumannya. Tapi davin tak lagi memperdulikan apa yang dikatakan sifa. Dia mulai menggerayangi seluruh tubuh istrinya itu. Tak menunggu lama mereka berdua sudah menyatu.
Keringat bercucuran akibat permainan panas yang dilakukan oleh davin. Dinginnya ac sudah tidak dapat mereka rasakan. Davin terkulai lemas di sebelah sifa setelah menumpahkan seluruh benihnya kedalam liang kenikmatan milik sifa.
"Aku sangat bahagia mas malam ini, meskipun kamu sedang dalam pengaruh alkhohol. Semoga aku segera hamil agar kamu tidak mengabaikanku lagi." Batin sifa yang sekarang berada dalam dekapan davin.
"Aku mencintaimu sayang." Ucap davin
"Aku juga mas,"
"Aku mencintaimu, jangan tinggalin aku." Ucap davin lagi
"Aku nggak akan ninggalin kamu kok mas,"
"Aku janji bakal bahagiain kamu. Jangan tinggalin aku. Kamu milikku kiara." Ucap davin yang masih belum sadar dari mabukknya. Ternyata sedari tadi dia menganggap sifa ini adalah kiara.
Bak tersambar petir hati sifa rasanya hancur mendengar suaminya menyebut naman wanita lain, bahkan saat ada dia didalam pelukannya.
"Apa mas?!" Sifa melepaskan diri secara paksa dari dekapan davin.
"Kiara oh kiara sayangku, kamu mau kemana? Jangan tinggalin aku. Aku cinta sama kamu kiara." Davin terus mengucapkan nama kiara.
"Mas siapa kiara? Aku ini sifa istri kamu." Ucap sifa memastikan lagi kepada suaminya.
__ADS_1
"Kiara.. kiara.. aku cinta kiara." Ucap davin yang kemudian langsung tertidur pulas tak lagi menjawab pertanyaan yang terus dilontarkan oleh istrinya.
Sifa turun dari kasur memunguti semua pakaiannya. Kemudian dia langsung terduduk lemas, tak berdaya setelah mengetahui kenyataan suaminya mencintai wanita lain. Air matanya mengucur deras membasahi pipinya.