Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 83


__ADS_3

Vella duduk termenung di sebelah ranjang tempat ayahnya berbaring. Sampai sekarang pak arman belum sadarkan diri juga. Kandungan vella sudah berusia 3 bulan. Sepanjang hari vella berada disana menunggu keajaiban untuk ayahnya.


"Sayang makan siang dulu yuk," Ajak bima yang baru saja datang


"Emm aku nggak nafsu makan sayang." Jawab vella


"Hey sayang kamu harus makan, lupa ya ada anak kita didalem perut kamu." Bujuk bima dengan lembut. Dengan berat hati vella beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ayahnya.


Bima mengajak vella makan di sebuah restoran. Bima juga selalu menghibur vella agar suasana hatinya tetap senang. Di tempat yang sama ternyata davin dan sifa juga makan disana. Bima langsung terfokus pada davin.


"Mas kenapa?" Tanya vella


"Itu davin pacarnya kiara, ternyata bener dia sama wanita lain sayang." Ucap bima


"Nah cewe itu juga yang aku lihat di supermarket waktu itu mas," Ucap vella


Tak disangka davin mendekat kearah meja vella dan bima. Dia tersenyum kearah bima dan langsung menyapa. Dia sudah tidak takut lagi bertemu dengan bima ataupun vella karena dia sudah resmi menikah dengan sifa.


"Udah lama ya kita nggak ketemu, Boleh gue duduk disini?" Ucap davin


"Silahkan..." Ucap bima


"Silahkan lanjutin makan kalian, kenapa bengong aja? Oh ini kenalin istri gue, sifa."


Vella pun bersalaman dengan sifa. Tapi setelah memperkenalkan diri sebelum bima membahas tentang kiara, davin langsung pamit pergi lagi. Setelah mereka pergi dimulailah obrolan tentang kiara.


"Mas kok bisa dia malah nikah sama wanita lain, mbak kiara dikemanain. Jahat banget ya dia," Ucap vella


"Udahlah biarin aja sayang, istrinya sekarang mungkin memang lebih baik dari kiara. Semoga kiara dapat pelajaran dari kejadian ini." Ucap bima


Bandara jakarta


Lisa dan fadly baru saja sampai dari liburannya. Mereka menghabiskan waktu satu minggu untuk brrlibur di singapura. Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Sampai di lobby ternyata jemputan mereka belum datang. Akhirnya mereka menunggu disana. Di tempat yang sama kiara lewat dengan dua koper besarnya. Lisa yang melihatnya langsung menepuk pundak fadly agar melihat kearah kiara.


"Loh itu si kiara, sekian lama menghilang akhirnya dia muncul." Ucap fadly


"Eh liat deh gayanya, sok modis banget. Kayanya dia habis pulang liburan deh. Dia apa nggak tahu ya kalau orang tuanya bangkrut?" Lisa terheran-heran.


Saat mereka membicarakannya, kiara berbalik arah dan menghampiri mereka.


"Eh kalian ngapain disini?"


Lisa langsung berekspresi datar, dalam hatinya berbicara kalau kiara ini sok kenal dengannya.

__ADS_1


"Nggak usah dijawab deh, jemputan gue udah dateng. Mau bareng? Emm jangan deh ntar alas mobil mahal gue kotor kena sepatu cewe ini. Ahaha daaaa." Ucap kiara. Dia dijemput dengan mobil mewah yang sudah dia sewa. Uangnya pun sekarang benar-benar habis. Dia masih berfikir setelah sampai dirumah dia akan kembali punya uang banyak.


"Gak masalah duit gue abis sekarang. Ntar tinggal minta duit ke papa atau mama. Hmm tapi kenapa sih mereka susah banget dihubungin, Nomor telepon rumah juga ngga bisa dihubungi. Jangan-jangan mereka udah lupa kalau punya anak aku." Ucap kiara


Kiara menyuruh sopir menuju alamat rumahnya yang sekarang di tempati oleh bima dan vella. Dalam perjalanan dia melewati butik miliknya dulu.


"Pak stop.. stop.. tunggu sebentar disini." Kiara langsung turun dari mobil.


"Ini butik kok bisa buka? Ini masih milikku kan? Siapa yang berani membuka butik ini tanpa seizinku. Aku hanya menjual butikku yang satunya bukan butik yang ini. Ini kan kado dari bima dulu."


Kiara pun bergegas masuk kedalam dan langsung meneriaki karyawan disana. Masih ada karyawan lamanya dulu.


"Atas izin siapa elo-elo semua buka butik ini?!!"


Mereka semua menjadi tegang, pengunjung yang tadinya sedang memilih-milih baju langsung semuanya melihat kearah kiara.


"Kenapa pada diem, ini butik milik gue. Kalian beroprasi gini kenapa nggak izin?!"


Salah satu karyawan baru yang tidak mengetahui siapa kiara langsung tertawa keras. Sementara pengunjung butik sibuk memvideo kiara.


"Ahahhahaha, hei mbak jangan ngaku-ngaku deh. Ini butik punya bos vella. Vella mariska denger kan ya, Butik ini milik mbak bos vella mariska. Itu orangnya," Ucap ria sambil menunjuk ke banner promosi yang ada didalam butik.


"Apa??! Ini nggak mungkin!" Teriak kiara tidak percaya


"Dia itu bos lama disini yang udah bangkrut dan menghilang gitu aja." Jelas loli


"Heh loli jawab gue, itu semua nggak bener kan. Masa iya cewe miskin itu milikin butik ini??!" Kiara masih tidak terima


"Bener mbak eh bu, eh.. ini sekarang milik mbak vella mariska istri pak bima." Jawab loli dengan gugup


"Hah?? Bima sialan!!" Teriak kiara, dia tidak terima bima memberikan butik miliknya kepada vella.


Kiara merusak beberapa baju disana, dia juga menjatuhkan patung-patung yang berdiri untuk pajangan.


"Mbak hentikan tolong jangan membuat kerusakan disini." Ucap loli


"Udah gila ya ni orang, bangkrut ya bangkrut aja mbak jangan ngrusak punya orang gini." Ucap para pengunjung


Sementara ria secepatnya menghubungi bima, karena mereka semua sudah di pesan oleh bima kalau ada masalah jangan menghubungi vella. Bima tidak mau vella stress dan membuat kandungannya bermasalah. Namun sayangnya hp bima tertinggal di kantor dan saat ini dia masih di restoran bersama vella.


"Inget ya kalian semua gue bakal balik lagi kesini ambil hak milik gue!" Ucap kiara sambil menujuk tangan ke semua karyawan disana. Kemudian dia pergi meninggalkan butik dengan penuh amarah.


Braakk.... Kiara menutup pintu mobil dengan sangat keras, sampai sopir pun menegur dirinya.

__ADS_1


"Wah mbak hati-hati dong kalau nutup pintu. Rusak itu nanti."


"Diem deh! Jalan sekarang." Bentak kiara


"Mobil nyewa aja belagunya amit-amit neng," Gumam sopir


"Gue denger ya, asal lo tau gue bisa beli 10 mobil kaya gini. Udah jalan cepetan jangan banyakan bac*t." Omel kiara


Sopirpun melajukan mobilnya menuju alamat rumah yang diberitahu oleh kiara tadi. 15 menit perjalanan mereka sampai. Kiara turun didepan gerbang rumah itu. Sopir menurunkan 2 koper kiara dan setelah itu meninggalkannya disana.


"Mbak ini beneran saya pergi sekarang? Kan sewanya buat full 24jam." Ucap sopir


"Iya gue udah sampek rumah udah gak butuh elo, gue punya mobil yang lebih bagus dari punya lo." Jawab kiara dengan ngegas.


"Yakin mbak, saya tungguin aja deh. Barangkali nanti ada masalah."


"Serah lo deh gue mau masuk."


Saat mau masuk kiara di hadang oleh satpam disana. Kiara pun sangat marah, dia bersikeras berkata itu rumah orang tuanya.


"Heh minggir gue mau masuk. Pah mah, putri kesayangan kalian pulang nih." Teriak kiara


"Mbak jangan ngada-ngada deh, tuan rumah disini itu pasangan muda seumuran sama mbaknya. Mana mungkin punya anak segede mbak gini." Ucap satpam


Sekuat tenaga kiara mendorong satpam itu hingga terjatuh. Setelah itu dia berhasil masuk dan berlari menuju ke dalam rumah. Kebetulan pintu depan tidak dikunci. Kiara nyelonong masuk kedalam dan berteriak memanggil mama papanya.


"Loh loh mbak ini siapa? kok main masuk aja." Tanya anis kaget


"Gue yang harusnya tanya lo ini siapa? Ini rumah gue, Mbok is mbok is...." Lanjut kiara meneriaki pembantu lamanya. Mbok is masih bekerja disitu meskipun sekarang orang tua kiara sudah bukan pemilik rumah itu.


"Eh non kiara, akhirnya non pulang. Kemana aja selama ini. Kasian atuh orang tua non kebingungan."


"Kemana mama papa? Trus ni pasti pembantu baru. Kasih tau mbok kalau gue ini anak tunggal pemilik rumah ini." Tegas kiara


"Emm non maaf sebelumnya tapi ini sekarang bukan rumahnya orang tua non lagi. Sekarang pemilik rumah ini den bima mantan suaminya non."


"Apa??!! Nggak mungkin!" Kiara sangat tidak percaya


"Orang tua non teh udah bangkrut kehilangan semua harta dan aset perusahaan. Kabarnya mereka pulang ke garut." Ucap mbok is


Mendengar itu semua kiara langsung jatuh pingsan. Dia tidak bisa menerima kenyataan pahit itu. Satpam langsung menggotongnya keluar. Beruntung mobil yang disewa kiara tadi masih menunggu didepan. Sopir langsung membukakan pintu mobil. Dia juga kembali memasukkan koper kiara tadi.


"Bener kan pasti ada masalah," Ucap sopir yang kemudian melajukan mobilnya membawa kiara pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2