Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 90


__ADS_3

Sampai rumah sarah langsung mengunci kanza di kamarnya. Kanza pasrah tak memberontak karena dia rasa percuma. Sarah sama sekali tidak mau mendengar penjelasan kanza. Tak ada yang bisa membela kanza saat ini karena kakek surya tidak ada dirumah.


"Heh weni jangan kasih makan anak ini sampek saya pulang. Jangan coba-coba berani bukain pintu buat dia. Saya mau pergi dulu. Inget kata-kata saya!" Ucap sarah dengan tegas pada pembantunya.


"Iya nyonya." Jawab weni.


Setelah memastikan sarah sudah benar-benar pergi, weni mengetuk pintu kanza dan menanyakan keadaannya. Kunci kamar kanza memang tetap tertancap di pintunya, tapi dirumah itu ada cctv. Weni tak berani membukakan pintu. Dia takut dipecat kalau melanggar perintah majikannya.


"Non non kanza nggak papa kan? Maaf ya non saya nggak bisa bantu non keluar." Ucap weni dari luar pintu.


"Nggak papa mbak, aku baik-baik aja kok. Mbak weni pergi aja kembali kerja." Ucap kanza dari dalam kamarnya.


🌷🌷🌷


"Anis anis bantuin aku bawa belanjaan dong," Teriak vella memanggil anis tapi yang datang malah sarah, mama mertuanya. Vella langsung berniat mencium tangan mertuanya itu tapi di kibaskan oleh sarah. Sarah merasa tak sudi tangannya di pegang oleh vella.


"Mamah kok disini?" Tanya vella


"Suka-suka dong, ini kan rumah anakku. Jangan sok berkuasa disini ya. Bawa sendiri itu belanjaan, pembantumu gak ada dirumah." Ucap sarah dengan kasar.


Akhirnya vella membawa masuk sendiri belanjaannya. Sopirnya ingin membantu tapi tidak diperbolehkan oleh sarah. Setelah selesai membawa semua belanjaan ke dapur, vella berniat beristirahat di kamar. Tapi berhubung ada mertuanya dia mengurungkan niatnya. Vella menawari sarah minum.


"Mah mau dibikinin minum apa?"

__ADS_1


"Bikinin aku jus apel. Ada kan? Jangan bilang nggak ada!"


"Iya mah ada kok, bentar aku buatin dulu."


Saat vella sedang membuat jus, sarah meneliti kebersihan rumah itu. Padahal rumah vella dan bima itu terlihat sangat bersih tapi karena ingin mencari kesalahan vella, sarah berpura-pura seakan rumah itu kurang bersih.


"Ini mah silahkan jusnya."


Setelah memberikan jus, vella ingin duduk di sofa juga. Berniat menemani mertuanya mengobrol.


"Eits..eits mau ngapain duduk? Enak aja! Bersihin rumah ini, dimana-mana kok ada debu. Jangan mentang-mentang ada pembantu trus kamu malas-malasan dong." Perintah sarah dengan kasar.


"Tapi ini semua udah dibersihin sama anis tadi pagi mah, Dan aku hari ini lagi nggak enak badan mungkin bawaan hamil." Ucap vella memelas, memang dari wajahnya saja sudah terlihat pucat. Tapi sarah sama sekali tak memperdulikannya. Pokoknya vella harus bersih-bersih rumah sampai benar-benar kinclong.


"Hamil jangan dijadiin alesan. Dulu aku hamil bima kerja ya tetep kerja malah sehat. Kamu sih malas-malasan terus kerjaannya. Udah cepet ambil lap sama kain pel!" Perintah sarah dengan tegas, dia memang ingin membuat vella sengsara.


"Udah cukup lap-lapnya, sekarang kamu pel semua area rumah ini. Eh tapi sebelumnya ambilin aku camilan."


Vella diperlakukan seperti pembantu dirumahnya sendiri. Saat membawakan camilan untuk sarah tiba-tiba perutnya terasa keram lagi.


"Kenapa? Sakit perut? Alah udah biasa itu kalau hamil muda. Udah sana cepet ngepel. Punya rumah segede ini kok gamau bersih-bersih cuma ngandelin pembantu."


Vella mengepel lantai dengan menahan sakit diperutnya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau mama mertuanya bisa sekejam ini padanya. Dia tidak mungkin memberitahu bima tentang apa yang terjadi saat ini, nanti pasti sarah akan semakin membenci dirinya. Jadi vella mencoba nurut saja dengan apa yang disuruh oleh mertuanya itu.

__ADS_1


Hampir dua jam vella mengepel, tapi itu belum ke semua ruangan. Keringatnya sudah mengucur deras, rambutnya pun basah akibat keringat. Tiba-tiba dia merasa pusing lagi dan tak sengaja menendang ember berisi air pel. Vella melangkah ingin mengambil ember itu, tapi dia malah terpeleset hingga jatuh.


"A aw.." Teriak vella, mendengar itu sarah langsung menghampirinya. Namun bukan menolong, sarah malah memaki vella. Padahal vella meringis kesakitan setelah terjatuh.


"Asataga , ngepel gini aja kamu nggak becus! Pakek jatuh segala, bangun buruan. Habis ini bersihin kolam renang itu. Udah enak dibeliin rumah sama anakku, tinggal rawat aja nggak bisa."


"Iya mah maaf aku nggak sengaja jatuh. Perut aku sakit banget." Vella benar-benar meringis kesakitan.


"Alah nanti juga ilang sakitnya, toh kamu nggak pendarahan juga jadi gapapa. Berdiri cepet selesaiin ngepelnya." Ucap sarah sambil menyilangkan tangan di depan vella.


Dengan susah payah vella kembali berdiri. Perutnya masih terasa sangat sakit, tapi untung saja tidak ada pendarahan. Meskipu begitu vella tetap khawatir dengan keadaan bayi dalam kandungannya. Dia jatuh lumayan keras, semoga tidak terjadi apa-apa dengan bayinya.


Sarah sangat senang melihat vella yang merasa kesakitan di perutnya. Dia berharap semoga tidak jadi punya cucu dari vella. Sarah memang sengaja menyuruh dua pembantu vella pergi dari rumah selama 5 jam.


Vella selesai mengepel, dia sudah merasa tidak kuat lagi dan terduduk lemas di kursi. Sarah sudah tidak memperdulikannya, dia rasa sudah cukup penyiksaan hari ini. Sarah pergi meninggalkan rumah itu karena ada urusan lain. Dia pergi tanpa melihat keadaan vella yang sangat lemas. Bahkan dengan kejam sarah membawa mobil vella beserta sopirnya.


Vella terdiam selama 30 menit, dia sangat lemas tak kuat untuk berdiri. Anis dan bi inah belum juga kembali. Vella mencoba memanggil sopirnya meminta tolong tapi tak ada jawaban darinya, karena memang dia pergi bersama sarah. Vella ingin menelfon kakaknya tapi hpnya disembunyikan oleh sarah entah dimana.


Sekuat tenaga vella berjalan keluar rumah mencari sopirnya. Tapi tak ada juga. Vella takut kandungannya kenapa-kenapa, dia memutuskan untuk keluar mencari taksi. Namun lama menunggu tak ada satupun taksi yang lewat di depan rumahnya. Tiba-tiba sakit perutnya semakin parah, dan darah mengalir di kaki vella.


"Aaa.. astaga aku pendarahan. Aku harus cepet-cepet ke rumah sakit."


Dengan tergopoh-gopoh vella berjalan mencari kendaraan untuk pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Kebetulan sekali Fadly lewat dan melihat vella. Dia langsung berhenti dan segera keluar dari mobil.


"Astaga vell kamu pendarahan.." Ucap fadly, saat dia mendekat vella langsung pingsan karena sudah tak kuat lagi. Fadly membopongnya ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Fadly terlihat sangat khawatir dengan keadaan vella sekarang. Sampai-sampai dia lupa kalau sedang ditunggu oleh lisa di butik. Hari ini lisa akan fitting baju untuk acara lamarannya.


__ADS_2