
Bima pulang larut malam, vella sudah berbaring di tempat tidur. Bima fikir istrinya itu sudah lama terlelap. Setelah mandi dan berganti pakaian tidur, bima menyusul berbaring di sebelah vella. Dia menatap sebentar wajah istrinya itu kemudian mengecup keningnya dan memposisikan diri untuk segera tidur.
Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba bima merasakan tangan menyentuh pusaka miliknya. Bima langsung membuka matanya dan segera membalikkan badan menatap kearah vella. Karena tadinya dia membelakangi vella. Betapa kagetnya bima, ternyata vella sudah tidak ada di sampingnya. Dengan cepat bima membuka selimutnya. Bima mendapati istrinya itu sedang mencoba membuka celananya.
"Sayang kamu mau ngapain?" Tanya bima keheranan, baru kali ini vella terlihat liar seperti itu. Ternyata vella akan melakukan tips yang diberikan oleh dira. Vella tidak menjawab apa-apa, dia terus melancarkan aksinya itu.
Bima yang memang sudah menahannya dari lama langsung mode on. Vella kaget sendiri melihat pusaka milik suaminya tepat di depan matanya. Dengan yakin vella melakukan sesuai apa yang tadi dijelaskan oleh dira. Awalnya semua berjalan mulus sesuai rencana. Bima menikmati permainan tangan istrinya itu. Tapi saat sudah ke inti permainannya, vella merasa mual.
"Huuuwekk...." Vella pun berlari ke kamar mandi, bima yang tadinya menikmati berubah menjadi panik. Dia menyusul istrinya yang sedang muntah-muntah itu. Kemudian bima menuntun vella kembali ke kasur.
"Kenapa sayang? Perutnya sakit lagi?" Tanya bima khawatir.
"Emm tadinya aku pengen bikin mas seneng, tapi tiba-tiba mual." Jawab vella dengan sedih, karena dia sudah gagal memenuhi hasrat suaminya itu.
Bima kembali memakai celananya dan menenangkan istrinya itu.
"Yaampun sayang, kamu nggak perlu sampai nglakuin itu. Aku bisa ngendalik in ini kok. Demi kesehatan anak kita didalam kandungan kamu." Ucap bima sambil mendekap vella.
"Sebagai istri aku tuh cari cara biar bisa muasin kamu mas. Jadi aku inisiatif kaya gitu tadi." Ucap vella malu-malu
"Hmm.. Udah nggak usah dibahas sekarang kita tidur." Bima mengecup kening vella menyuruhnya untuk segera tidur dalam dekapannya.
🌷🌷🌷
Hari ini acara pesta pertunangan fadly dan lisa diadakan. Mereka menggelar acara di hotel milik bima. Dekorasi ruangannya sangat elegan full bunga segar. Dresscode acaranya warna cream.
__ADS_1
Fadly masih berada dirumahnya, dia mengenakan batik dan celana berwarna cream. Terlihat lebih tampan dari biasanya. Dia sudah siap tapi masih belum ingin keluar dari kamarnya. Jam acara juga masih 1 jam lagi. Maminya pun belum memanggilnya untuk keluar. Fadly membuka kotak berisi dua cincin tunangannya. Dia jadi teringat dulu pernah akan bertunangan juga dengan vella. Entah mengapa rasanya tidak sebahagia saat dulu dia mendapatkan vella. Kenapa saat ini perasaannya malah jadi bimbang? Seperti tidak yakin ingin ke jenjang lebih serius bersama lisa.
"Ah mikir apa sih gue, gue cinta sama lisa. Gue yakin lisa yang terbaik buat gue. Ya gue cinta sama lisa." Fadly menutup kotak cincin itu dan mengantonginya. Dia bergegas keluar kamar bertemu sanak saudaranya agar tidak lagi berfikiran ngelantur.
🌷🌷🌷
Acara berjalan dengan mulus, fadly dan lisa terlihat sangat bahagia. Begitu pula para tamu undangan. Saat ini mereka semua sedang menikmati aneka hidangan yang sudah disiapkan. Fadly dan lisa mengobrol bersama bima dan vella. Saat asyik mengobrol, lisa di panggil oleh tamu lainnya yang hendak mengucapkan selamat.
"Hmm sayang aku mau ke toilet sebentar ya," Ucap bima. Dia pergi meninggalkan vella dan fadly mengobrol berdua. Sejauh ini vella sudah merasa biasa saja berhadapan dengan fadly. Tapi saat ini mereka sudah tidak punya topik pembicaraan. Mereka hanya saling diam.
"Aduhh perutku..." Tiba-tiba vella merasakan kram di perutnya. Fadly menyadari gerak-gerik tangan vella yang terus memegangi perutnya. Tapi saat ditanya, vella berkata tidak apa-apa. Lama kelamaan kram ringan itu berubah menjadi sakit yang teramat menyiksa vella. Dia sudah tidak bisa menyembunyikan ekspresi kesakitannya itu. Refleks fadly memegangi vella yang hampir terjatuh karena kesakitan. Fadly panik mengkhawatirkan keadaan vella itu. Sementara bima masih belum kembali dari toilet.
"Eh lis itu tunangan kamu kok peluk-peluk cewek lain sih? Itu istrinya bima argantara kan?" Salah satu tamu memberitahu lisa. Dia langsung menoleh kearah fadly berada. Lisa langsung mendekat kesana. Dia tidak merasa cemburu tapi malah khawatir karena melihat vella seperti kesakitan.
"Loh loh vella kenapa?" Tanya lisa dengan panik
"Bima kemana? Ini harus secepatnya dibawa kerumah sakit." Lisa sangat panik. Kemudian bima datang langsung panik juga melihat istrinya yang kesakitan. Dia langsung menggantikan posisi fadly.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya bima
"Sakit mas perutku sakit banget." Jawab vella sambil menahan rasa sakitnya. Tanpa berfikir panjang lagi, bima menggendong istrinya itu menuju mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Saat itu juga mereka menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Fadly tergerak mengikuti langkah bima, namun dia dihentikan oleh lisa yang menarik tangannya.
"Kamu mau kemana fad?"
"Aku mau bantu bima bawa vella ke rumah sakit." Jawab fadly.
__ADS_1
"Fad ini acara pertunangan kita loh, masak kamu mau pergi. Bima pasti bisa kok urus istrinya sendiri. " Ucap lisa, fadly pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah sakit sekarang. Dia kembali melanjutkan acaranya.
Siska yang menyelinap masuk ke acara itu terlihat senang. Dia sangat yakin kalau fadly itu masih memiliki perasaan kepada vella. Dia punya rencana yang bagus untuk menghancurkan hubungan fadly dan lisa juga hubungan persahabatan lisa dan vella.
"Elo boleh seneng sekarang, liat aja ntar. Gue nggak pernah rela fadly dimiliki orang lain selain gue." Gumam siska. Saat ini dia berencana menghancurkan acara pertunangan itu. Siska ingin menaburkan bubuk pencahar ke dalam makanan disana. Tapi belum melakukannya aryo sudah memergokinya. Secepat kilat siska berlari keluar ruangan acara menghindari aryo.
"Mau lari kemana lo sis," Sialnya aryo berhasil menangkapnya.
"Hiih apaan sih jangan pegang-pegang gue. Gue nggak level ya dipegang kurir kaya lo. Lepasin!" Siska mengibaskan tangannya merasa jijik dipegang oleh aryo.
"Alah udah jangan ngalihin pembicaraan, lo kan nggak di undang ngapain ada disini? Oh lo mau ngracunin makanan para tamu ya?" Aryo langsung tho the point.
"Heh lo tuh nggak usah ikut campur urusan gue ya. Suka-suka gue lah mau dimana." Jawab siska dengan sinis kemudian langsung berlari lagi. Aryo tak mengejarnya lagi karena dia rasa siska belum melakukan apa-apa. Dia tadi melihat siska tidak jadi memasukkan sesuatu ke dalam hidangan.
🌷🌷🌷
Vella dilarikan ke igd, dia merasa sangat kesakitan. Ternyata vella pendarahan lagi. Dokter langsung memeriksa keadaan kandungan vella.
"Tahan ya sayang, kamu pasti kuat." Bima terus menggenggam tangan istrinya. Dia juga berkali-kali mencium keningnya untuk menenangkan. Setelah dipasang infus, vella dibawa ke ruangan lain untuk usg.
"Usia kandungannya 15 minggu ya bu pak, Perkembangan janinnya tidak begitu baik." Ucap dokter
"Terus apa yang harus dilakukan dok?" Tanya bima dengan panik.
"Melihat keadaan istri bapak yang kesakitan seperti ini, sebaiknya dilakukan kuret saja. Karena mempertahankan janin ini bisa membahayakan nyawa istri bapak. Perkembangan janinnya sangat buruk. Tapi kita lihat perkembangannya dalam beberapa hari ke depan dulu." Tutur dokter menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak dok, tolong saya ingin pertahankan janin ini. Mas aku mohon biarin aku pertahanin janin ini. " Ucap vella sambil menahan sakit.
Bima merasa sangat bingung mengambil keputusan untuk kebaikan istrinya. Sementara vella bersikeras ingin mempertahankan janinnya.