Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 125


__ADS_3

Hari ini Vella berbelanja kebutuhan menjelang kelahiran bayinya nanti. Dia ditemani oleh Lisa. Sebenarnya Vella tidak mau belanja diluar dia ingin membeli di online shop saja karena ini membuatnya sedih. Karena sampai saat ini Bima belum juga mengingat dirinya. Lisa terus menyemangati sahabatnya itu, dia meyakinkan pada Vella kalau Bima pasti akan cepat mengingat kembali tentangnya.


"Vell lihat nih lucu banget bajunya, udah satu set sama bando dan sepatunya." Ucap Lisa


"Lis kan kata dokter, calon anakku itu cowok masa pink sih."


"Oh iya lupa, sorry sorry hehe."


Mereka berkeliling di toko khusus perlengkapan bayi itu, mereka membeli baju bayi dan perlengkapan lainnya. Vella teringat dulu ditempat ini, Bima membeli baju bayi yang membuatnya tertarik. Tapi saat itu dia belum hamil. Kini saat dia hamil malah Bima tak ada bersamanya.


Setelah mendapatkan semua belanjaannya, mereka pun keluar dari toko itu. Vella merasa sudah tidak kuat berjalan akhirnya Lisa menuntunya duduk di bangku yang ada disana. Kemudian Lisa meninggalkannya untuk membeli minuman.


Saat sendirian, Vella melihat Kiara dan Bima, mereka bergandengan tangan berjalan di dalam mall yang sama dengannya. Vella melihat mereka baru saja keluar dari toko baju pengantin. Vella sudah tidak sabar lagi dia langsung menghampiri mereka.


"Mas Bima.." Panggil Vella dengan keras. Bima menoleh kearah suara yang memanggilnya. Kiara langsung memasang wajah sinisnya.


"Kenapa harus ketemu cewe miskin ini lagi sih?! Bahaya kalau Bima mengingat sesuatu karena ucapannya nanti." Batin Kiara, dia mencoba menarik Bima mengajaknya untuk pergi. Namun disisi laon Vella berhasil meraih tangan Bima dan menyentuhkannya ke perut buncitnya itu. Anak dalam perutnyapun menendang. Bima dengan jelas dapat merasakannya.


"Bayinya nendang," Gumam Bima, Kiara dengan cepat meraih tangan Bima. Dia tidak mau rencananya akan gagal kalau ingatan Bima kembali sekarang.


"Sayang ayo pergi, ngapain sih ngladenin wanita hamil nggak jelas ini." Kiara mengajak Bima pergi dari sana.


"Mas jangan pergi, ini anak kamu. Aku Vella istri kamu." Ucap Vella membuat Bima menatap kebingungan.


"Mbak nggak salah? Saya nggak kenal siapa mbak, dan saya saja belum menikah mbak." Ucap Bima


"Tapi ini beneran mas, mas itu amnesia. Aku istri mas Bima." Ucap Vella dengan mata yang berkaca-kaca. Tapi Kiara tak lagi memberi kesempatan pada Vella. Dia menarik Bima pergi dari sana.


"Kamu jangan masukin pikiran omongan perempuan hamil itu tadi. Dia itu cuma halu sayang. Dia ditinggalin sama suaminya yang namanya sama kayak kamu. Aku tahu ini karena tempat tinggalnya nggak jauh dari rumahku." Ucap Kiara mengarang saat sudah sampai di mobil.


"Sayang kamu tunggu disini, ada sesuatu yang lupa aku beli. Kamu jangan ikut masuk nanti ketemu dia lagi." Ucap Kiara,


.

__ADS_1


.


Sudah mendapatkan dua minuman ditangannya, Lisa kembali menuju ke tempat Vella duduk tadi. Namun baru beberapa langkah dia ditabrak oleh seorang laki-laki dan membuat minuman ditangannya jatuh tumpah semua.


"Yaampun sorry-sorry," Ucap Laki-laki yang menabrak Lisa. Lisa merasa tidak asing dengan suaranya. Benar saja, dia adalah Fadly. Tanpa memperdulikan minumannya yang jatuh, Lisa langsung pergi saja. Dia malas berurusan dengan Fadly.


"Lis tunggu." Fadly menggenggam tangan Lisa yang berniat pergi tanpa menyapanya.


"Lepasin, kita udah nggak ada urusan lagi." Ucap Lisa tanpa menoleh sedikitpun kearah Fadly.


"Aku minta maaf atas semua kesalahanku, aku sudah memyadari semuanya. Benar kata Vella perasaanku padanya hanya obsesi. Aku tidak punya perasaan cinta apapun padanya." Pungkas Fadly yang merasa sangat bersalah pada Lisa.


"Trus apa hubungannya denganku," Ucap Lisa mencoba tenang.


"Aku bodoh lis udah hancurin hubungan kita. Padahal tinggal selangkah lagi kita menikah." Ucap Fadly


Lisa berbalik arah dan dengan sekuat tenaga melepaskan genggaman Fadly. Dia menatap tajam mata Fadly.


"Lis nggak gitu, aku minta maaf beribu maaf sama kamu. Aku emang bodoh nyia-nyiain orang yang tulus seperti kamu."


"Aku fad yang lebih bodoh, karena aku nggak bisa benci kamu yang jelas-jelas udah nyiain aku. Aku nggak bisa buang rasa cinta buat kamu. Tapi tenang aja aku nggak berharap apa-apa lagi dari hubungan kita." Kali ini Lisa meluapkan emosi batinnya diapum menangis.


"Lis.." Fadly menarik Lisa kedalam pelukannya. Beberapa saat Lisa terdiam namun kemudian dia melepaskannya. Lisa berlari meninggalkan Fadly begitu saja. Fadly pun mengejarnya.


.


.


Sementara Kiara kembali bukan untuk membeli sesuatu, melainkan untuk menemui Vella lagi. Kiara sangat marah kepada Vella karena dia dengan berani mengaku sebagai istri Bima tadi.


"Heh cewek miskin! Gue peringatin ya, jangan berani lagi muncul di depan calon suami gue. Apalagi ngaku sebagai istrinya." Ketus Kiara pada Vella yang sedang duduk sendiri. Dia tengah menangis karena Bima masih belum mengenalinya. Namun saat ini dia menghapus air matanya dan mencoba melawan Kiara.


"Mbak saya memang istrinya, mbak sudahi drama ini. Kembalikan suami saya. Dia itu ayah dari anak yang saya kandung. Saya istri sahnya." Tegas Vella

__ADS_1


"Hahaha, Bima itu udah nggak cinta sama elo. Udahlah jangan ribet, cepat daftarin perceraian kalian sekarang juga. Biar gue bisa langsung menikah dengan Bima." Ucap Kiara seraya menyilangkan kedua tangannya di perut.


"Mas Bima hanya sedang amnesia. Sebenarnya dia masih cinta sama saya mbak. Sampai kapanpun cintanya akan tetap untuk saya. Dan saya nggak akan pernah menceraikan dia." Tegas Vella


"Terserah elo, gue akan tetep nikah sama Bima meskipun hanya siri. Gue akan jadi istri kedua dari Bima. Dan akan gue pastikan lo tersingkirkan dari kehidupannya. Gue akan rebut kembali apa yang udah lo ambil. Yaitu, posisi gue sebagai istri Bima. Istri satu-satunya."


"Stop mbak! Saya nggak bakal biarin itu. Saya nggak pernah merebut posisi apapun dari mbak. Harusnya mbak sadar diri, dulu mbak ninggalin mas Bima dengan selingkuh bersama mantan pacar mbak. Bahkan sampai mbak hamil sama dia. Perempuan seperti mbak Kiara ini nggak pantes jadi istri suamiku." Tegas Vella


"Saya pastikan akan membuat ingatan mas Bima kembali. Dan saat itulah mas Bima sendiri yang akan membuang mbak Kiara." Imbuh Vella


"Berani ya kamu?" Tanya Kiara dengan sinis


"Kenapa enggak mbak, dia suamiku. Aku nggak rela dia direbut mantan istri murahan seperti mbak Kiara. Lebih tepatnya pelakor ya," Ucap Vella dengan berani.


"Jaga mulut kamu!" Teriak Kiara dengan mendorong Vella sampai terjatuh ke lantai.


"Aww.." Vella meringis kesakitan memegangi perutnya.


Lisa dan Fadly yang tadinya saling kejar-kejaran melihat itu langsung menuju kearah Vella. Mereka membantu Vella duduk di kursi. Lisa langsung pasang badan menghadapi Kiara.


"Heh pelakor murahan, belum cukup lo hancurin rumah tangga papa gue? Sekarang lo mau hancurin rumah tangga sahabat gue, segitu nggak lakunya sampai suami orang lo embat." Ucap Lisa


"Terserah lo mau ngomong apa, gue nggak ada urusan sama lo. Heh cewek miskin, Kalau lo nggak cepet urus perceraian lo, jangan salahin gue kalau gue bakal bikin anak dalam kandungan lo itu celaka!" Ancam Kiara dengan beraninya di depan Fadly dan juga Lisa. Kemudian dia pergi. Lisa ingin sekali mengejar dan menjambak Kiara, tapi Fadly memanggilnya karena Vella kesakitan. Sebenarnya Lisa enggan pergi bersama Fadly, tapi keadaannya darurat.


"Lis aku pendarahan lagi," Ucap Vella gemetar melihat dari kedua kakinya mengalir darah bercampur air.


.


.


Di mobil Bima masih bingung. Sudah tiga kali ini dia bertemu dengan Vella yang mengaku sebagai istrinya. Dia sendiri merasa aneh, baru tiga kali bertemu tapi wajah Vella sangat familiar baginya. Fadly juga pernah menanyakan tentang Vella padanya. Tiba-tiba kepala Bima terasa pusing. Bima mengingat sesuatu.


"Apa memoriku yanh hilang itu mengenai wanita yang bernama Vella itu? Apa jangan-jangan dia benar istriku?" Gumam Bima

__ADS_1


__ADS_2