Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 92


__ADS_3

Arman keluar dari ruang dokter dengan wajah sedih. Ternyata ada masalah dengan kandungan vella. Secepatnya vella harus di operasi dan terpaksa tidak bisa mempertahankan bayinya. Atau nyawa vella akan dalam bahaya jika terus memaksa bertahan. Tapi arman tak bisa mengambil keputusan sendiri dia harus menunggu bima datang.


Bima baru sampai di rumah sakit jam 2 pagi, dia langsung bergegas menemui istrinya yang sedang terbaring lemas. Disana ada arman dan juga ardan yang menunggu. Lisa, dira dan fadly pulang setelah ardan datang jam 8 tadi. Ketika sampai ternyata vella sedang terlelap tidur. Arman yang tadinya tidur pun terbangun menyadari kedatangan menantunya itu.


"Nak bima bisa kita bicara sebentar?"


"Iya bisa yah, ada apa? Apa ini mengenai kondisi vella?"


Mereka berbicara sedikit menjauh dari vella tapi masih didalam ruangan itu. Bima langsung diam terpaku mendengar penuturan arman tentang kondisi vella saat ini. Bima tak ingin kehilangan calon anaknya, tapi mau bagaimana lagi nyawa vella lebih penting. Bima sudah mengambil keputusan dan bergegas menemui dokter. Namun ternyata vella terbangun dan mendengar semuanya.


"Mas.." Suara vella menghentikan langkah bima, dia langsung berbalik arah dan mendekat pada istrinya.


"Sayang kamu terbangun? Apa ada yang sakit? Sebelah mana?"


"Enggak mas, Mas anak kita baik-baik aja kan? Mas aku masih kuat pertahanin anak kita. Pliss jangan lakukan operasi ini." Vella memohon dengan menggenggam tangan suaminya itu. Dia menitikkan air matanya.


"Sayang ini bisa bahayain nyawa kamu."


"Mas aku mohon, aku kuat kok. Aku yakin bayi kita ini juga kuat."


Dengan berat hati bima menyetujui permintaan vella.


🌷🌷🌷


Pagi harinya dokter menyuntikkan obat untuk menguatkan vella dan kandungannya. Hanya itu yang bisa dilakukan. Namun jika dalam satu bulan kedepan kandungan vella masih lemah dan tidak berkembang dengan terpaksa operasi harus dilakukan.


Keadaan vella sudah mulai membaik, namun dia belum diperbolehkan pulang. Vella harus bed rest selama beberapa hari di rumah sakit untuk memulihkan daya tahan tubuhnya.


Setelah menyuapi istrinya, bima pamit pulang kerumah sebentar untuk mengambil perlengkapan vella. Sekalian bima ingin menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dirumah saat dia tidak ada.

__ADS_1


Anis dan bi inah merasa gelisah dirumah, mereka belum tahu vella ada dimana sekarang. Saat mendengar suara mobil, mereka berdua langsung berlari keluar. Berharap itu adalah vella. Tapi ternyata yang datang adalah bima. Jantung anis langsung berdegup kencang. Seketika dia berkeringat dingin semakin gelisah dan takut.


"Pak bima sudah pulang," Sapa anis dengan gugup


"Saya mau bicara sama kalian, panggil nino juga suruh masuk ke dalam saya tunggu." Ucap bima dengan tegas.


Anis menelan ludah, dia takut sekali karena wajah bima kaku sekali tidak ramah seperti biasanya. Dia pun langsung berlari ke garasi mencari nino.


"Mas nino, mass... gawat nih.." Teriak anis


"Ada apa sih nis, enak-enak ngopi juga kamu ini ngagetin."


"Pak bima pulang mas, sepertinya terjadi sesuatu sama mbak vella. Duh mati kita semua pasti bakal kena marah abis-abisan kalau emang bener mbak vella kenapa-napa."


"Waduh, jangan sampai kita dipecat."


"Yaudah ayok masuk ke dalem, pak bima udah nungguin kita."


"Jadi mbak vella nggak pulang karena masuk rumah sakit. Astaga, kita semua minta maaf pak. Kita enggak tahu semua itu. Saya pikir mbak vella ada dirumah ayahnya."


"Kalian gimana sih?! Saya kan udah berpesan untuk temani vella saat dirumah. Kalian kemana saat istri saya kesakitan? Terutama kamu nino! Kamu ini sopir pribadi istri saya, tapi kenapa dia ditemuin teman saya jalan kaki sambil kesakitan dijalanan??! Kamu kemana haa? Kemana?!" Baru kali ini bima benar-benar marah besar.


"Maaf pak saya kemarin nganterin bu vella kemana-mana kok. Jam 1 siang bu vella sudah dirumah, Tapi bi inah sama anis nggak ada. Dirumah malah ada ibunya pak bima." Tutur nino mencoba menjelaskan semuanya.


"Kalian kemana nis, bi?" Bima ganti bertanya pada kedua pembantunya


"Kita berdua disuruh pergi dari rumah selama 5 jam pak sama bu sarah. Kalau tidak nurut kita bakalan di pecat katanya. Setelah kita pulang dirumah ini nggak ada siapa-siapa. Mas nino juga gak ada. Saya pikir dia pergi sama mbak vella. Tapi anehnya pintu rumah ini terbuka lebar. Dan nggak lama kemudian mas nino pulang sendirian." Tutur anis


"Kamu darimana no?" Tanya bima yang masih belum paham apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini kemarin.

__ADS_1


"Saya disuruh antar bu sarah pulang pak. Padahal sopirnya nungguin disini tapi malah disuruh pergi dan saya yang disuruh antar."


Jawaban nino membuat bima mulai paham, Pasti mamanya sudah melakukan sesuatu kemarin. Anis memberikan hp vella yang kemarin ditemukan oleh inah di keranjang sampah dapur. Anis juga berkata kalau sepulangnya kerumah ini dia melihat ember dan kain pel masih basah. Padahal jelas sebelum pergi dia tidak mengepel. Nino pun memberi saran agar bima mengecek cctv saja. Namun sayangnya saat di cek tak ada rekaman cctv kemarin. Karena sarah mematikan cctv itu sebelum melancarkan aksinya kemarin. Bima semakin yakin pasti pendarahan vella disebabkan oleh mamanya. Dia tahu mamanya tidak suka pada vella dan bisa melakukan apa saja padanya.


🌷🌷🌷


"Mamah.... mamah..." Teriak bima ketika sampai dirumah sarah


"Maaf den, nyonya nggak ada dirumah. Baru aja berangkat ke kantor." Ucap weni


"Yasudah mbak aku susul mama aja." Ucap bima


Weni tahu pasti pasti kedatangan bima kesana untuk membahas masalah mamanya yang melakukan sesuatu pada vella sampai pendarahan. Terlihat sekali ekspresi bima yang penuh amarah.


Ternyata sarah kembali kerumah karena hpnya tertinggal. Dia langsung bertemu dengan bima yang terlihat sangat marah.


"Ah sayang kamu kok disini? Oh iya kok kamu udah pulang? Bukannya harusnya masih di bandung?"


"Udahlah mah, nggak usah basa-basi lagi. Kemarin mama apain vella sampai dia masuk rumah sakit?" Tanya bima dengan tegas.


"Apa? Menantu mama masuk rumah sakit, Dia kenapa sayang?" Sarah pura-pura prihatin.


"Udahlah mah, nggak usah sandiwara. Anis dan nino udah cerita semuanya."


"Kenapa sih kamu ini bim, Nuduh mama kaya gitu? Iya emang mama kemarin kerumahmu tapi mama nggak ngapa-ngapain dia kok. Kamu lebih percaya pembantu itu ketimbang mamah? Salain aja mereka keluyuran terus pas kamu nggak ada." Sarah terus mengelak.


"Jujur aja deh mah, aku hampir kehilangan calon anak aku gara-gara perbuatan mamah."


"Hey bima! Mama nggak nglakuin apa-apa. Jangan nuduh tanpa bukti. Tanya sendiri sama istrimu! Ini itu salah istrimu sendiri nggak becus jagain calon anaknya. Udahlah mama males jadinya sama kamu."

__ADS_1


Sarah pergi meninggalkan bima begitu saja. Dia sangat kesal anaknya sudah benar-benar dikuasai oleh vella. Bahkan berani membentaknya. Tapi dia sangat senang mendengar keadaan vella sekarang. Malahan dia berharap calon cucunya itu tidak selamat.


__ADS_2