Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 50


__ADS_3

"Untung saja hp vella ketinggalan, jadi aku tahu semua kebenaran ini. Mami nggak perlu nyalahin vella. Harusnya mami sadar yang bikin aku jadi kaya gini itu mami sendiri."


Fadly memberikan hp pada vella dan pergi meninggalkan mamanya disana. Dia sangat kecewa mengetahui sikap mamanya yang seperti itu. Aryo yang baru saja kembali dari toilet merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


"Madam denger sendiri apa kata mas fadly. Saya permisi." Ucap vella sambil menarik aryo segera pergi dari sana.


Aryo masih kebingungan ada masalah apa antara vella dan bu ira. Tapi aryo enggan bertanya tentang itu, dia sudah mengira-ngira sendiri. Mungkin itu tentang hubungannya dengan fadly. Aryo mengantar vella pulang.


...----------------...


Bima sampai dirumah, dia turun dari mobil dan langsung menemui orang tua kiara.


"Den bima maaf saya udah nyuruh mereka masuk tapi tetep ngeyel nunggu diluar." Ucap weni


"Iya mbak nggak papa. Sekarang mbak masuk aja, ajal kanza kekamar." Ucap bima yang juga melihat kamza berdiri di depan pintu.


"Mbak itu kenapa sih kok marah-marah terus dari tadi?" Tanya kanza


"Mbak juga nggak tahu non ,yuk masuk aja." Ucap weni menggiring kanza masuk ke dalam


Tanpa basa-basi bima langsung bertanya apa maksud mereka datang dengan marah-marah seperti sekarang ini. Ternyata pak haris datang untuk meminta sebagian harta bima. Dia tidak terima setelah bercerai anaknya tidak mendapatkan apa-apa. Bima mencoba mengajak mereka masuk kedalam dan berbicara secara baik-baik, tapi mereka malah semakin menjadi-jadi. Pak haris mengancam akan lapor ke media kalau bima menikahi anaknya hanya untuk coba-coba saja. Setelah mendapatkan mahkota anaknya, lalu dia membuangnya begitu saja. Bima masih menahan emosinya. Dia tahu mungkin pak haris dan bu ina belum mengetahui kalau bima sama sekali belum menyentuh kiara.


"Kamu tau nggak? Kiara pergi dari rumah sejak kamu menceraikan dia. Sekarang saya kehilangan anak saya satu-satunya dan kamulah yang harus bertanggung jawab!" Ucap pak haris

__ADS_1


Kakek surya datang dan langsung membela bima.


"Apa-apaan ini?! Apa maksud kamu bentak-bentak nyalahin cucu saya. Kamu belum tahu apa yang dilakukan anak kamu sama cucu saya, Dia memberikan seluruh hak bima kepada pria lain. Bahkan sebelum hari pernikahan terjadi." Ucap kakek surya dengan geram.


"Itu tidak mungkin! anak saya nggak mungkin seperti itu." Ucap pak haris tidak percaya


"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Memang itu kenyataannya. Kamu datang kesini meminta hak bagian harta anak kamu? Hahaha.. Enak aja! Dia sudah menyakiti cucu saya, dia tidak pantas dapat apapun. Saya juga sudah menarik semua dan yang mengalir ke perusahaan kamu." Ucap kakek surya secara jelas.


"Kalau anda tidak mau memberikan sebagaian harta yang harusnya jadi milik anak saya, Saya pastikan nama bima akan jelek dimana-mana. Saya akan membuat berita palsu seolah-olah bima lah yang mencampakkan anak saya!" Ancam pak haris


"Silahkan saja, saya juga bisa ngelakuin hal yang sama dengan membongkar semua kelakuan anak kamu dengan bukti-bukti yang bisa mempermalukan kamu sekeluarga." Ucap kakek surya membalas ancaman haris.


Akhirnya haris mengajak istrinya pergi dari sana. Dalam perjalanan pulang dia sangat merasa kesal. Sudah tidak mendapatkan apa-apa, ditambah dipermalukan karena kelakuan kiara yang ternyata seperti itu terhadap bima. Semua impian pak haris seketika hancur lebur.


Bima dan kakek surya masuk ke dalam rumah. Di dalam kanza menunggu mereka. Dia berada di ruang tamu sejak tadi, karena dia tidak mau diajak masuk ke dalam kamar oleh weni.


"Iya kak. Aku mau ngmong sesuatu, aku pengen ada yang nemenin belajar kak. Tadi bu guru kesini marah lagi, bilang nilai aku semakin jelek." Ucap kanza dengan wajah cemberut


"Oh iya bim, gimana itu soal guru les buat kanza? Kok belum ada yang dateng?" Tanya kakek surya


Bima langsung teringat kalau dia belum membalas email-email pelamar kerja. Dia pun bilang pada kanza kalau dia pasti akan segera mendapatkan guru les baru. Bima langsung pergi ke ruang kerja kakeknya, dia membalas semua email untuk datang interview besok jam 9 pagi.


Dirumah vella sedang duduk bersantai sambil memprosikan jualan dira yang dimulai besok. Saat itu juga, dia menerima email yang menyuruhnya interview.

__ADS_1


"Aaaa aku dipanggil interview." Teriak vella


Pak arman, ardan, dan dira pun turut senang mendengarnya. Vella membaca secara detail email itu. Dia kaget melihat alamatnya, itu adalah alamat rumah bima. Vella langsung paham kalau ini pasti mencari guru untuk kanza. Dia jadi semakin pesimis untuk diterima. Pastinya kan mereka mencari guru yang terbaik untuk kanza yang lulusannya tinggi. Tapi pak arman meyakinkannya, karena tidak ada salahnya mencoba dulu.


Keesokan harinya, vella sudah bersiap berangkat kesana. Dalam perjalanan dia berdoa semoga saingannya tidak banyak. Tapi diluar dugaannya, banyak sekali pelamar disana. Dan semuanya perempuan. Mereka semua berkerumun di depan rumah bima. Tapi mereka semua melamar bukan semata-mata untuk mengajar kanza, tapi ingin mendekati bima juga yang sudah menjadi duda.


"Kalau gue ketrima disini gue bisa otomatis sambil deketin bima si duren. Siapa tau dia bisa kepincut sama gue hahaha." Ucap seorang pelamar


"Iya gue juga sama, pas gue tahu kalau ini nyaru guru buat adeknya seorang bima. Gue makin semangat buat bisa diterima." Sahut pelamar lain


Vella sangat risih mendengar semua ocehan orang-orang. Ini kan acara interview buat jadi guru kanza, bukan jadi calon istri bima. Mereka semua memang cantik-cantik dan sepertinya berpendidikan tinggi, tapi sayangnya tujuan mereka bukan untuk melamar sebagai guru tapi sebagai istri bima, pikir vella.


Akhirnya kakek surya dan bima membuka pintu rumah mereka. Semuanya langsung terpesona dengan bima. Bima melihat ada vella berdiri diantara para pelamar kerja. Dia langsung melempar senyumnya, Jantung vella langsung berdegup dengan kencang.


"Aduuhh mas bima ngapain pakek senyum sama aku gitu sih, kan jadi deg-deg an gini aku." Ucap vella dalam hati.


Kakek surya yang melihat vella ada disana, langsung berfikir untuk memilihnya saja. Tapi kalau seperti itu dirasa tidak akan adil. Kemudian kakek surya menyuruh mereka masuk satu persatu untuk interview. Vella mendapat urutan terakhir. Bukan hanya dilihat dari interview, kakek surya juga bertanya pada kanza cocok atau tidaknya guru itu untuknya. Dari 20 calon guru yang sudah masuk, belum ada yang cocok menurut kanza. Sampai pada yang terakhir, yaitu vella. Saat vella memasuki rumah ekspresi kanza langsung berubah menjadi ceria.


"Kakek, aku mau kakak ini aja yang jadi temen belajar aku." Ucap kanza


Tanpa melewati interview, vella langsung diterima. Kanza sangat senang, Vella pun juga begitu.


"Aku nggak nyangka loh kamu ikut ngelamar kerja disini, emangnya kamu udah nggak kerja di tempat fadly?" Tanya bima

__ADS_1


"Enggak mas, aku udah resign lama." Jawab vella


Bima tidak perlu bertanya apa masalahnya sehingga dia resign. Dia sudah tau pasti karena masalah hubungannya dengan fadly. Setelah itu kakek memberitahu kalau mulai besok vella bisa datang setiap jam 3 sore. Setelah semua jelas, vella pamit pulang. Kakek surya sangat senang, akhirnya bisa selalu dekat dengan vella. Jadi lebih mudah untuknya menebus semua kesalahan di masalalu.


__ADS_2