Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 95


__ADS_3

Mood lisa hancur setelah bertemu siska tadi. Dia terus memasang wajah cemberut. Sejak tadi fadly sudah coba membujuknya, menawarinya segala macam hal agar moodnya kembali. Namun lisa tak ingin apa-apa, dia bilang ingin segera pulang saja kerumah.


"Sayang kamu yakin nih nggak pengen apa-apa? Kita mampir ke cafe langganan kita ya beli matcha latte favorit kamu. Atau ke salon dulu, kamu kan udah lama nggak manjain diri." Ucap fadly penuh perhatian terhadap lisa


"Enggak sayang, anterin aku pulang aja. Mood aku beneran rusak banget setelah ketemu nenek sihir itu. Kok bisa sih dulu kamu mau nikah sama dia?" Lisa malah membahas masa lalu fadly dan siska.


"Ya karena mami yang maksa, tapi untungnya nggak jadi. Sekarang malah nemu bidadari." Jawab fadly sambil tersenyum manis kearah calon istrinya itu. Ucapan fadly itu membuat mood lisa sedikit membaik.


"Loh itu kan mobil papa, bukannya dia lagi tugas di bandung? Pasti bohong lagi nih, ikutin fad. Aku yakin papa pasti lagi sama perempuan gatel itu." Ucap lisa dengan kesal.


Mobil papa lisa sangat ngebut sekali, sampai menerobos lampu lalu lintas yang sedang merah. Fadly mengerem mendadak karena tidak mungkin dia ikut menerobos juga. Untungnya tak lama kemudian lampu sudah hijau. Mereka belum kehilangan jejak. Mobil ramon berhenti di depan rumah sakit. Ternyata dugaan lisa salah. Saat ini papanya tidak sedang bersama kiara. Dia hanya bersama sopirnya. Lisa mendadak panik karena melihat papanya diturunkan dari mobil dengan keadaan pingsan. Dia langsung turun dari mobil dan berlari kearah papanya yang terbaring di brankar.


"Papa kenapa pak?" Tanya lisa pada warno sopir papanya.


"Gatau non bapak saya temuin pingsan di apartemennya." Jawab warno


"Yaudah makasih udah bawa papa kesini, bapak boleh pulang. Ini biar saya yang urus. Tapi jangan ngomomg apa-apa dulu sama mama."


"Siap non,"


Lisa mengikuti papanya yang dibawa ke ruang igd. Tapi sementara dia harus menunggu diluar ruangan. Setelah papanya ditangani nanti baru dia boleh masuk.


"Sayang gimana papa kamu?" Tanya fadly yang baru datang.


"Belum tahu fad, papa itu nggak punya riwayat penyakit apa-apa." Jawab lisa.


Sekitar 10 menit, perawat meminta lisa menemui dokter diruangannya. Fadly senantiasa selalu menemaninya. Setelah mendengar penjelasan dokter lisa dan fadly sedikit syok. Lisa sendiri sangat tidak menyangka papanya bisa sampai seperti ini. Ramon terlalu banyak mengkonsumsi obat kuat pria, sehingga berdampak buruk pada organ tubuhnya. Saat ini setengah dari tubuh ramon sudah mati mulai dari pinggang hingga kaki. Ya dia lumpuh sekarang.


"Fad gimana coba aku bilangnya sama mamah, dia juga lagi dalam masa penyembuhan. Kalau tahu papa begini bisa syok dan drop pastinya." Ucap lisa bingung.


"Emm kamu harus ngasih tahu kondisi papa kamu tapi nggak perlu kamu kasih tahu apa penyebabnya." Ucap fadly

__ADS_1


Tiba-tiba hp papanya berbunyi. Lisa pun langsung menjawab telfon yang masuk.


"Halo om, om kok nggak ada di apartmen sih? Aku udah sampai loh." Suara seorang wanita yang tak tahu itu siapa. Yang pasti ini bukan suara kiara.


"Saya anaknya, ada perlu apa kamu sama papa saya?"


"Oh anaknya, saya langganan papamu. Biasalah plus plus gitu."


Mendengar itu lisa langsung mematikan telfonnya. Ternyata papanya tidak hanya selingkuh dengan kiara. Tapi ada wanita lain juga. Lisa yang tadinya merasa sedih dan kasihan karena papanya sakit, kini dia malah senang dan menganggap kalau ini karma untuk papanya.


🌺🌺🌺🌺


Bima sibuk mempersiapkan makan malam romantis dirumahnya. Dia dibantu oleh anis dan bi inah menghias kolam renang dan sekelilingnya. Nino sudah bima briefing untuk mengantar vella ke salon dulu sebelum pulang kerumah sore nanti.


Saat ini vella masih di butik, dia mencatat semua pesanan pelanggan dan juga membuat rancangan baru untuk butiknya. Sebelum pulang kerumah vella berniat mampir kerumah ayahnya dulu. Dia merasa kangen sekali dengan rumah itu. Vella meelihat kearah jam menunjukkan jam 3 sore, dia bersiap pulang.


"Semuanya saya pulang dulu ya," Ucap vella pada para karyawannya.


Vella langsung menuju mobilnya, nino membukakan pintu untuknya. Kemudian vella berkata kepada nino untuk mengantarnya kerumah ayahnya. Nino jadi bingung, padahal bima memerintahkan untuk mengantarnya ke salon.


"Non sebentar ya, maaf tiba-tiba saya kebelet. Non vella tunggu sebentar ya," Ucap nino beralasan agar bisa menelfon bima.


"Iya silahkan saya tunggu disini. Nggak buru-buru kok."


Setelah menelfon bima, nino kembali dan langsung mengantarkan vella kerumah ayahnya. Bima mengizinkannya karena kalau vella lama nanti dia bisa menelfonnya untuk segera pulang. Tapi sampai disana ayah dan kakaknya tidak ada dirumah. Mereka semua sedang mendatangi undangan di tetangga dekat sana. Akhirnya vella memutuskan untuk pulang saja dan kembali lagi besok.


"Kita langsung pulang aja ya no," Ucap vella


"Siap non,"


Nino tidak mengantar vella pulang kerumah, melainkan dia mengantarkan vella ke salon yang sudah di booking oleh bima.

__ADS_1


"Nino kita kok berhenti disini sih? Saya kan nggak nyuruh kamu buat anterin ke salon." Ucap vella kebingungan.


Tapi nino malah turun membukakan pintu untuk vella dan mempersilahkan dia masuk ke dalam. Disana vella langsung dituntun oleh karyawan salon untuk diberikan treatment.


"Mbak maaf saya nggak mau perawatan loh, saya juga bingung kenapa diantar kesini." Ucap vella


"Semuanya sudah dibooking oleh pak bima untuk bu vella."


"Haa suami saya booking perawatan di salon ini?"


"Iya betul bu, mari kita mulai perawatannya."


"Eh tunggu mbak, saya lagi hamil. Ini semua nggak akan berpengaruh dengan kandungan saya kan?" Tanya vella


"Tenang bu, kami sudah menyiapkan semua yang aman untuk bu vella sesuai perintah pak bima."


Selama hampir 3 jam vella di salon, saat ini dia sedang di make up oleh mua. Vella benar-benar merasa rileks setelah melakukan treatmen dari ujung kepala sampai kaki. Selesai make up vella di berikan baju ganti yang sudah disipkan juga oleh bima.


"Oke sudah selesai, gimana bu vella suka kan?" Tanya karyawan yang melayani vella.


"Sangat suka, saya sampek nggak ngenalin diri sendiri. Terima kasih ya,"


Setelah itu vella langsung keluar dari salon untuk pulang. Dia benar-benar terlihat sangat cantik. Dia sendiri bertanya-tanya untuk apa bima membuatnya sampai berpenampilan seperti ini. Apakah bima akan mengajaknya ke suatu acara? Tapi kalau iya kenapa bima tidak memberitahu apa-apa? Dari tadi pun telfonnya tak dijawab oleh bima.


Sangat kebetulan kiara baru sampai ke salon itu bersama desi. Tapi sayangnya vella sudah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat.


"Itu tadi si cewek miskin yang ngrebut bima kan? Gaya banget sekarang dia mainnya ke salon mahal. Mobilnya juga keren banget." Ucap kiara merasa iri hati dengan vella.


"Iya beb itu vella, dia bener-bener udah jadi orang kaya sekarang. Harusnya elo yang ada di posisi itu beb." Ucap desi.


Kiara merasa panas hati, dia tidak senang melihat vella bahagia dengan bima. Sementara dirinya harus jadi simpanan om-om seperti sekarang. Kiara jadi mempunyai niat untuk merebut kembali bima bagaimanapun caranya.

__ADS_1


__ADS_2