Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
30


__ADS_3

Happy Reading All...


Disinilah mereka sekarang, di sebuah restoran yang berada di salah satu mall terbesar di Jakarta. Niat mereka ingin makan di restoran favorit mereka harus diurungkan. Karena setelah mereka makan akan langsung pergi ke tempat permainan yang ada di sana.


Saat ini mereka sudah seperti sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia. Ada ayah, ibu, dan dua orang anak.


Arka sangat tidak mau jauh dari Winda, bahkan sekarang pun ia maunya duduk di samping Winda. Mereka makan dengan mendengar celotehan Arka tentang sekolahnya tadi. Arka sangat semangat untuk bercerita seolah tak ada hari esok.


Sedangkan Varrel? Ia hanya sibuk dengan makanannya dan sesekali menanggapi cerita Arka. Lalu Winda dan Joseph menjadi pendengar setia mereka.


"Dad, ayo kita langsung ke tempat mainnya." Ajak Varrel dengan tidak sabar.


Joseph mengelap bibirnya dengan tissue. "Sabar nak. Kita baru aja selesai makan."


"Yah, daddy. Varrel kan mau main." Kata Varrel sambil cemberut.


"Iya nih, dad. Arka juga udah nggak sabar mau main." Sahut Arka.


"Ya udah ayo, sekarang kita kesana." Ucap Joseph setelah membayar tagihan makannya.


"Yeay!" Sorak Varrel dan Arka.


*****


Mereka berempat berjalan menuju tempat bermain di mall tersebut. Winda yang menggandeng tangan Arka dan juga Varrel.


Jujur saja saat ini Winda masih sangat terkejut sekaligus heran dengan perubahan sikap Varrel padanya.


Bayangkan saja saat Arka menggandeng tangan Winda, Varrel juga ingin menggandeng tangan Winda. Winda pun tersenyum sendiri memikirkannya.


Flashback


Winda mengambil tasnya di meja dan merapikan sedikit penampilannya.


"Mom, Arka jalannya sama mommy ya. Di pegang gitu tangannya, supaya mommy nggak hilang dan tersesat." Ucap Arka dengan polosnya.


Winda terkejut mendengar ucapan Arka, bisa-bisanya anak ini mengatakan seperti itu. Memang ia pikir Winda anak kecil yang harus di pegang tangannya agar tidak hilang.


"Arka Arka, kamu nih ada-ada aja deh. Mana mungkin mommy kamu hilang, dia kan udah dewasa. Kalau kamu mungkin bisa hilang atau tersesat kaya waktu itu." Kata Joseph yang membuat Arka mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Ya udah ayo, kita ke toko pakaian dulu, soalnya kan kalian masih pakai pakaian sekolah. Ujar Joseph.


"Ayo dad. Biar kita bisa lama mainnya." Ujar Varrel.


Akhirnya mereka memutuskan untuk ke toko pakaian anak terlebih dulu, baru setelah itu ke tempat bermain.


"Ayo mom, pegang tangan Arka." Ucap Arka pada Winda.


Winda yang mendengar ucapan Arka langsung menggandeng tangan kecil milik Arka. Mereka berdua berjalan sambil berbincang-bincang. Tanpa menghiraukan Joseph dan Varrel yang berjalan di belakang mereka.


Sesampainya di toko pakaian, Arka dan Varrel langsung memilih dan mengganti pakaiannya. Setelah itu Joseph pun membayarnya di kasir.


Varrel berjalan menghampiri Winda dan Arka yang berjalan di depannya.


"Tante." Panggil Varrel.


Winda menoleh dan menemukan Varrel di sampingnya. " Iya, kenapa Varrel?"


"Hmm, itu..."


"Itu apa?" Tanya Winda.


"Hmm, itu Varrel emm.."


"Varrel mau di gandeng juga sama kamu Win." Ucap Joseph yang entah dari kapan sudah berada di sebelah Varrel.


Varrel menundukkan kepalanya karena Winda hanya diam tak menjawab.


"Kamu beneran mau digandeng juga sama tante?" Tanya Winda pada Varrel.


Varrel pun mengangguk.


"Ya udah tinggal bilang aja dari tadi kok susah banget sih." Ucap Arka dengan kesal.


"Kamu kayak nggak tau aja abang kamu, dia kan gengsi." Sahut Joseph.


"Ya udah, ayo." Ajak Winda sambil menggandeng tangan kiri Varrel.


Varrel tersenyum saat tangannya di pegang oleh Winda, karena jujur saja ia merindukan pegangan seperti ini oleh mommynya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Joseph, sebenarnya ia sudah tau keinginan Varrel sejak tadi. Karena Varrel terus saja memperhatikan Winda dan juga Arka yang berjalan bersama.


Mungkinkah Varrel sudah bisa menerima Winda?


*****


Setelah sampai di tempat permainan, Arka dan Varrel langsung bermain dengan senangnya. Mereka mencoba berbagai macam permainan yang ada di sana. Sedangkan Joseph dan Winda hanya memperhatikan mereka dan sesekali ikut bermain bersama mereka.


Setelah mereka lelah bermain, mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah semakin sore. Mereka pun akhirnya mengantarkan Winda terlebih dulu ke apartemennya.


"Joseph kita ke cafe tadi ya, soalnya mobil saya masih ada di sana." Kata Winda.


"Nggak perlu, langsung ke apartemen kamu aja." Ucap Joseph.


"Terus mobil saya gimana?" Tanya Winda.


"Mobil kamu udah ada di parkiran apartemen, jadi kamu tenang aja." Ujar Joseph.


"Kok bisa? Kan kuncinya sama saya." Ucap Winda tak percaya.


"Udah kamu nggak usah banyak tanya. Yang penting kan mobil kamu udah aman di apartemen." Kata Joseph.


Winda pun terdiam.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di apartemen Winda.


"Makasih ya udah nganterin saya." Ucap Winda sambil membuka sabuk pengamannya.


"Justru saya yang seharusnya bilang makasih, karena kamu udah mau menghabiskan waktu bersama saya dan anak-anak." Kata Joseph.


"Kalau gitu saya permisi, kamu hati-hati ya." Ujar Winda.


Winda baru saja akan membuka pintu mobilnya, tapi Joseph terlebih dulu memegang pundaknya.


Saat Winda berbalik, bi*irnya sudah bersentuhan dengab bi*ir milik Joseph. Pria itu tak hanya menempelkannya saja, tetapi ia juga mel*matnya. Winda hanya bisa pasrah dengan apa yang Joseph lakukan padanya. Tengkuk dan pinggangnya sudah dipegang oleh Joseph.


Setelah beberapa saat, Joseph melepaskan bibirnya lalu menjauhkan wajahnya dari Winda.


"Udah sana masuk. Atau kamu mau menginap di rumah saya?" Goda Joseph sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Winda langsung keluar dari mobil dan segera masuk ke apartemennya. Ia sangat malu sekarang, bisa-bisanya ia menerima ci*man Joseph yang entah sudah ke berapa kalinya. Untung saja tadi Varrel dan Arka sudah tertidur pulas di jok belakang. Jadi mereka tidak melihat adegan itu.


Bersambung...


__ADS_2