Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 110


__ADS_3

Hampir setiap hari Kiara mengirim paket ke rumah Bima. Dia mengirimkan ancaman-ancaman agar vella mau mundur dan bercerai dari bima. Tapi sayangnya paket itu tidak pernah sampai ke tangan vella. Bima sudah berpesan pada pekerja dirumahnya, kalau ada paket datang simpan dulu. Jangan diberikan kepada vella.


Hari ini Kiara mendatangi kantor bima lagi. Dia sudah melakukan segala cara tapi sepertinya usahanya tidak ada hasil. Vella malah makin menunjukkan kemesraannya dengan bima. Tapi saat sampai disana, bima tak mau menemui kiara. Akhirnya kiara mengirimkan pesan lewat ob.


"Permisi pak, ini ada surat buat pak bima."


"Oh iya terimakasih kasih,"


Bima langsung membuka surat itu, Matanya langsung terbuka lebar setelah membacanya.


Temui aku di taman belakang kantor sekarang, Atau aku akan menyakiti istrimu.


Bima langsung pergi menemui Kiara yang sudah menunggu di taman. Kiara merasa sangat senang melihat Bima sudah berada di hadapannya sekarang. Kiara hendak memeluknya, Tapi Bima langsung menghindar. Dia tak mau basa-basi lagi.


"Mau kamu apa sih?!"


"Bim aku cinta sama kamu. Dulu itu aku cuma dijebak. Aku mau kita ngulang semuanya dari awal." Ucap Kiara memohon.


"Stop! Udah aku bilang jangan lagi ganggu aku ataupun istriku. Dulu kamu sendiri yang memilih pergi dengan pria lain."


"Aku tegasin ya, Aku udah bahagia sama vella jadi jangan ganggu aku lagi. Kalau sampai kamu berani ngancam-ngancam istriku bahkan sampai mencelakainya, aku nggak segan-segan jeblosin kamu ke penjara." Ucap bima yang kemudian pergi dengan langkah yang gontai.


"Aaaaarghh! Sialan Bima lo itu milik gue! Awas aja gue bakalan bikin perempuan miskin itu celaka!" Teriak Kiara kesal. Tiba-tiba ada yang memegang pundaknya, dia adalah davin.


"Sayang kamu kenapa sih masih ngejar Bima. Jangan hancurin keluarga bahagia mereka deh. Aku yang jelas-jelas cinta sama kamu siap jadi suami kamu." Ucap davin


"Udahlah jangan ganggu gue, Urusin istri penyakitan lo itu." Kiara pergi meninggalkan davin. Dia masih ingin mengejar Bima. Tapi sialnya dia bertemu Sarah yang langsung memakinya tanpa ampun.


"Heh heh kamu ngapain disini? Pasti mau ganggu anak saya lagi kan? Wanita ****** kaya kamu ini pantesnya dikasih pelajaran apa sih?!" Ucap Sarah sambil melotot kearah Kiara.


"Mama aku masih cinta sama Bima. Dulu itu aku dijebak." Ucap Kiara


"Apa kamu bilang?! Jangan panggil saya mama, Cihh ... saya merasa ternodai kamu sebut mama. Pergi dari sini sekarang juga!"


"Nggak! Saya cinta sama bima. Dengan cara apapun saya akan dapatkan dia." Ucap Kiara yang masih saja ngotot.


"Satpam ... Satpam ... Bawa pergi wanita gila ini!"


Sarah memanggil satpam dan Kiara diseret pergi menjauh dari kantor oleh satpam.


"Aahh lepasin!" Satpam melepaskan Kiara dan meninggalkannya.


"Ahahaha.. Masih diusir juga," Ucap Siska yang tiba-tiba muncul di depan Kiara. Tapi kiara tidak memperdulikannya, dia langsung hendak pergi saja darisana.

__ADS_1


"Heh lo yakin nggak butuh bantuan gue? Gue tahu satu rahasia besar yang pastinya akan membuat pak Bima ditinggalin sama vella." Ucapan Siska ini langsung menghentikan langkah Kiara.


"Hah jangan asal ngomong lo," Ucap Kiara tidak percaya dengan apa yang dikatakan Siska.


"Gue serius kok. Kalau gamau tau ya udah." Ucap Siska ingin pergi darisan.


"Eh eh tunggu apaan sih gue mau tahu." Cegah Kiara yang penasaran.


"Nggak segampang itu, Lo harus kasih gue uang 20 juta baru gue kasih tahu." Ucap Siska sambil tersenyum.


Kiara terdiam, Dia takut Siska ini bohong padanya. Tapi dia kalau emang benar yang dikatakan siska, ini bisa menguntungkannya.


"Gimana? Kalau keberatan yaudah gue pergi."


"Ehh... iya iya gue transfer mana rekening lo?!"


Kiara mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh siska, Kemudian Siska mengirimkan video perkcakapan Sarah dan kakek Surya waktu itu.


"Udah ya, Makasih dua puluh jutanya. Daaahh.." Siska pergi meninggalkan Kiara.


Kiara tersenyum senang setelah melihat video itu.


"Haha liat aja sebentar lagi kebahagiaannya akan berakhir dan bima gue pastiin akan berada dalam pelukan gue lagi."


"Gimana dok, baik-baik aja kan janin saya?" Tanya vella pada dokter kandungan yang sedang memeriksanya.


"Detak jantungnya normal dan janinnya berkembang dengan baik." Jawab dokter


"Dok jenis kelaminnya udah bisa dilihat kan?" Tanya Bima antusias.


"Bisa pak, Kemungkinan janinnya laki-laki."


"Tuh sayang calon anak kita laki-laki," Ucap bima sambil mengelus kepala istrinya.


Selesai chek up mereka tak langsung pulang kerumah. Malam ini mereka makan malam dengan keluarga Bima di rumahnya. Bima juga ingin menunjukkan foto hasil usg calon anaknya kepada semuanya.


"Hai sayang kamu udah dateng, sini sini duduk. Aduh calon cucu mama udah membesar ya," Sambut Sarah dengan manisnya.


"Iya mah, tadi habis chek up alhamdulillah janinnya sehat."


"Oh ya, ahaha syukurlah."


"Kakek lihat ini, ini gambar calon anak aku. Jenis kelaminnya laki-laki." Ucap bima pada kakek surya

__ADS_1


"Wah kanza lihat juga dong, yey bentar lagi punya ponakan."


"Wah bisa jadi penerus kamu itu Bim, Jagoannya bima." Ucap ferdi


"Iya Bima kakek seneng banget mau punya cicit. Semoga Sehat terus sampai lahir nanti."


"Amiinn." Semua serempak menjawab.


"Hah nggak akan aku biarkan anak itu lahir ke dunia ini. Nggak sudi aku punya cucu dari perempuan ini. Aku benar-benar akan turun tangan demi menyelamatkan martabat keluarga ini." Ucap sarah dalam benaknya.


.


.


.


"Aduh sayang perut aku kekenyangan deh, Jadi ngantuk banget." Ucap Bima


"Kamu tidur duluan aja mas, Aku masih mau baca diary mama yang belum sempet aku baca." Ucap vella


"Oh iya sayang kalau gitu aku tidur duluan ya,"


"Iya mas, selamat tidur."


Vella mulai membaca buku itu. Ternyata mamanya menulis diary dari sejak pertama mengenal ayahnya. Vella tersenyum sendiri membacanya. Kisah cinta mama dan ayahnya begitu manis. Tapi kemudian Vella melewati banyak halaman. Vella langsung membaca beberapa lembar terakhir saat sebelum mamanya meninggal.


Hari itu aku pergi kepasar ke toko kain langgananku seperti biasanya. Hari itu aku bertemu dengan seorang laki-laki paruh baya yang juga langganan di toko itu. Dia sangat baik dan ramah, bahkan dia menolongku dari preman yang ingin memalakku.


Hari-hari selanjutnya kita terus bertemu. Sampai akhirnya kita jadi teman yang akrab. Namanya Bejo. Saat dipasar kita sering mengobrol di sela tukang kain menyiapkan pesanan kita. Kita sharing masalah bisnis konveksi. Dia sangat tahu bagaimana cara mengelola bisnis konveksi. Aku curiga dia ini pemilik pabrik juga. Tapi dia bilang dia hanyalah seorang *buru*h. Aku sudah bercerita dengan suamiku kalau punya teman di pasar.


Pak Bejo ini sudah menganggapku seperti adiknya sendiri. Katanya dulu dia punya adik perempuan, Tapi sudah lama *meninggal. Seringnya pertemuan kita membuat istri pak Bejo cemburu padaku. Bahkan sampai melarang pak Bejo datang ke toko kain. Pak Bejo sendiri yang bercerita padaku. Sungguh amat lucu sih, Padahal aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa. Kita juga cuma bertemu* di pasar.


Istrinya sampai melabrakku padahal posisiku sedang bersama suamiku. Untungnya suamiku selalu pasang badan untukku. Aku tak pernah lagi bertemu pak Bejo semenjak kejadian itu.


Tapi tepatnya tiga hari yang lalu aku bertemu lagi dengannya. Katanya dia dikurung oleh istrinya takut bertemu denganku. Aku tertawa mendengarnya. Kok ada saja yang mencemburuiku padahal aku ini biasa saja dengan pak Bejo.


Hari ini istri pak Bejo melabrakku lagi. Bahkan dia mengancam akan menghancurkan usahaku kalau masih bertemu dengan suaminya. Hari ini juga aku baru tahu kalau Bejo ternyata hanya nama samaran. Dia ternyata adalah seorang pemilik perusahaan konveksi besar yang bernama...


"Loh lanjutannya mana? Ini kaya disobek dua lembar? Dan tulisan mama berakhir disini,"


Diary Rosaline berhenti disitu saja. Karena Bima sudah menyobek bagian terpentingnya. Bima sebenarnya masih belum tidur, tapi dia hanya diam saja.


"Maaf sayang ini demi kebaikan rumah tangga kita. Aku akan beritahu semuanya setelah kamu melahirkan nanti." Ucap Bima dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2