Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 66


__ADS_3

"Din kamu disini aja tunggu kakek sama papa." Ucap bima pada sopirnya


"Siap den bima."


Bima menggandeng vella menuju mobilnya. Dia juga membukakan pintu untuk vella. Bima benar-benar memperlakukan vella dengan sangat baik. Mereka pun berangakat ke restoran tempat bima janjian dengan kliennya.


"Mas tadi kok manggil aku kaya gitu depan mbak siska." Ucap vella dengan polosnya


"Sayang ya? kan nggakpapa dong kamu kan calon istri aku."


Vella tersenyum malu-malu mendengar jawaban dari bima.


Saat menuju kesana mereka melewati butik yang dulunya milik kiara. Sekarang butik itu sudah menjadi milik orang lain. Karena kiara juga menjualnya setelah pergi ke malaysia. Sedangkan butik cabang yang diberikan oleh bima masih tetap ada sampai sekarang. Untung saja waktu itu sertifikatnya belum disahkan atas nama kiara. Tapi saat ini butik itu tidak lagi buka. Karena tidak ada yang mengelolanya. Bima menceritakan semua itu kepada vella.


"Sayang banget ya mas kalau butik itu terus tutup. Dari kecil aku tuh pengen banget bisa punya toko baju ya kaya butik gitu, soalnya ayah aku kan penjahit." Ucap vella


"Kamu mau mengelola butik itu?" Tanya bima


"Itu kan punya mbak kiara mas, nanti kalau orangnya balik gimana?"


"Nanti tinggal aku ganti aja, anggap aja itu aku beli. Lagian dia udah ninggalin gitu aja. Sertifikatnya masih atas nama aku kok. Kalau dia kembali itu urusan aku nanti."


Vella mau meneruskan butik itu. Dengan begitu dia bisa membantu ayahnya memasarkan baju-baju buatannya di butik itu. Bima akan mengurus masalah butik itu selesai pernikahannya dengan vella.


Akhirnya mereka sampai di restoran yang dituju. Bima turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk vella. Setelah itu dia menyuruh vella untuk manggandeng tangannya. Tapi vella masih merasa malu untuk melakukan itu.


"Kamu harus terbiasa karena sebentar lagi kamu jadi istri aku." Ucap bima sambil meraih tangan vella agar menggandeng tangannya.


Mereka pun masuk ke dalam restoran, disana klien sudah menunggu. Bima menarik kursi untuk vella. Setelah itu mereka bergabung duduk dengan para klien. Ternyata klien bima sudah pernah melihat vella di acara pembukaan hotel di bandung waktu itu.


"Ini salah satu pegawai sponsor di acara pembukaan hotel kamu yang di bandung kan pak bima?"

__ADS_1


"Iya benar sekali pak, perkenalkan dia vella calon istri saya."


Vella tersenyum kearah para klien. Mereka memuji kecantikan vella. Mereka juga membanding-bandingkan dengan kiara. Tapi bima langsung mengalihkan pembicaraan mereka dengan mengajak mereka memesan makanan. Bima tahu vella pasti akan merasa tidak nyaman kalau dibandingkan dengan kiara, meskipun mereka lebih memuji vella.


"Kamu mau pesen apa?" Bisik bima pada vella


"Aku gatau mas menunya aneh semua." Bisik vella pada bima


Vella memutuskan memesan milk shake saja. Dia tidak makan karena menurutnya menu disana aneh, tak ada yang masuk pada seleranya. Pesanan mereka pun datang.


"Loh calon istri pak bima enggak makan?"


"Ee lagi diet pak, biasa wanita." Jawab bima


"Ohh iya iya saya paham. Istri saya juga begitu kok hahaha."


Setelah makan mereka membahas bisnis yang akan mereka kerjasamakan. Bima dan kliennya pindah ke meja lain. Vella hanya diam, dia terpesona menatap bima yang tegas dan sangat berwibawa dalam menjelaskan semua aspek yang dibahasnya.


"Mas bima keren banget deh, Aaaa dia calon suami aku. Rasanya masih nggak percaya." Batin vella


"Maaf ya nunggu lama,"


"Iya gapapa mas."


Karena vella belum makan bima mengajaknya untuk berpindah restoran sesuai keinginan vella.


"Kita pindah restoran ya, kamu pasti laper cuma minum itu doang." Ucap bima


"Emm aku tau tempat yang enak banget makanannya. Tapi mas bima kan udah makan, masa cuma nemenin aku doang. Mending aku makan dirumah aja." Ucap vella


"Hmm aku masih laper kok hehe. Kamu liat sendiri kan tadi yang dipiring aku dikit banget. Yaudah yuk kamu tunjukin jalannya."

__ADS_1


Bima menggandeng vella menuju mobil, dia juga membukakan pintu lagi untuk vella. Mereka menuju ke tempat yang ditunjuk oleh vella.


"Itu mas tempatnya, parkir di depan situ aja itu ada tukang parkirnya." Ucap vella


Bima menuruti semua arahan vella. Setelah turun dari mobil mereka menyebrang jalan menuju warung lesehan pinggir jalan. Bima terus menggandeng tangan vella. Sampai di warung vella memesan makanan. Dia menunjuk lauk yang ingin dia makan saat ini. Bima terlihat sedikit kebingungan karena dia baru pertama kali ke warung seperti itu. Vella pun memesankan untuk bima. Dia memilihkan lauk yang menurutnya bima pasti suka. Setelah mendapatkan makanannya, mereka mencari tempat duduk.


"Yah mas yang di sini penuh, duduk lesehan di trotoar depan nggakpapa?"


"Nggak masalah kok, yuk."


Bima dan vella duduk lesehan di tempat yang memang disediakan oleh warung itu. Tapi tempatnya di trotoar. Vella takut bima tidak merasa nyaman. Mereka duduk dan menaruh makanannya di meja. Bima berekspresi senang sama sekali tidak menunjukkan ketidak nyamanan. Tak lama setelah mereka duduk, pelayan mengantarkan minum yang tadi mereka pesan.


"Mas beneran nggak papa kan makan disini?" Tanya vella


"Enggak papa sayang," Jawab bima dengan menatap mata vella dan memasang senyum diwajahnya


"A emm yaudah yuk makan mas makan."


Vella serasa terbang melayang dipanggil dengan sebutan sayang lagi oleh bima. Bima tertawa melihat sikap vella yang menjadi salah tingkah. Bima mulai makan, dia mulai memasukan makanan itu ke dalam mulutnya.


"Hmmm.. enak banget ternyata ya, baru kali ini loh aku makan ditempat kaya gini," Ucap bima


"Masak sih mas, tadinya aku takut loh ngajak mas bima kesini. Soalnya ini kan warung biasa bukan seperti resto-resto yang biasa mas datengin." Ucap vella


"Aku lebih seneng kamu ajak kesini vell, tempatnya nyaman-nyama aja kok. makanannya enak-enak juga." Ucap bima


Mereka berdua bercanda tawa sambil melahap makanan masing-masing. Ada lauk vella yang berbeda dari bima, dia ingin bima mencobanya. Langsung saja vella menyupkan itu pada bima.


"Enak kan mas?" Tanya vella sangat antusias


"Iya enak banget, kamu juga harus cobain punya aku. Ya aku tahu kamu pasti udah nyoba semua makanan disini, tapi kalau yang dari suapan tangan aku kan belum."

__ADS_1


Bima ganti menyuapi vella, mereka berdua merasa sama-sama senang saat ini. Bima menatap vella dengan tatapan yang sangat dalam.


"Vella ini bener-bener beda sama kiara, dia jauh lebih sederhana. Tidak salah aku memilihnya, aku janji bakal terus bikin kamu tersenyum dan tertawa bahagia seperti ini." Batin bima


__ADS_2