Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 64


__ADS_3

Fadly sudah sampai di rumahnya, dia membawa masuk semua belanjaan di bantu oleh pembantunya.


"Kamu udah pulang sayang," Sapa bu ira


"Iya mi, itu mami cek bener semua apa enggak belanjaannya." Ucap fadly


Bu ira langsung mengecek semua belanjaannya. Pesanannya ada semua, tapi ada beberapa barang yang tidak bu ira suruh membelinya.


"Fadly kamu beli pembalut juga? buat apa? Mami kan nggak nyuruh," Tanya bu ira sambil menunjukkannya


"Ha? Aku beli sesuai pesanan mami kok tadi. Aku nggak beli itu."


"Trus ini punya siapa?"


Fadly baru teringat kalau belanjaan milik lisa tidak diambil saat turun tadi.


"Ohh iya itu punya lisa mi, Tadi lupa nggak diambil belanjaanya. Biar nanti aku anter aja kerumahnya."


Bu ira langsung duduk di sebelah fadly. Dia tersenyum kearah fadly.


"Kamu punya pacar nggak bilang-bilang mami, ihh kenalin dong." Ucap bu ira menggoda fadly


"Apaan sih mi, cuma temen. Udah ah fadly mau ke kamar dulu." Jawab fadly


Bu ira sedikit kecewa mendengar jawaban dari fadly, dia berharap secepatnya fadly dapat pengganti vella.


🌷🌷🌷🌷


Hari ini vella masih mengajar seperti biasanya. Kanza merasa sangat senang karena sebentar lagi status vella berubah, bukan jadi guru lesnya tapi jadi kakak iparnya. Hari ini juga menjadi hari terakhir vella mengajar kanza. Saat ini kanza sudah tidak butuh bantuan guru les lagi. Dia sudah bisa belajar sendiri. Lagipula jam pelajaran di sekolahnya sudah sangat melelahkan baginya.


Sekitar jam 3 sore kakek surya pulang kerumah. Dia menyapa vella yang sedang menemani kanza mengerjakan tugas. Kemudian kakek langsung masuk kedalam. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kanza dan vella masuk kedalam.


"Kak kita duduk di ruang tengah aja yuk, aku udah selesai ngerjain tugasnya." Ucap kanza


"Ayuk,"


Kanza merebahkan diri di kursi sofa. Dia merasa sangat capek hampir seharian belajar. Kanza bermain dengan hpnya. Vella pun bermain hp juga, karena pulang sekarang pun hujan masih sangat deras. Dia membuka instagram, tak sengaja dia melihat rumah lamanya alias rumah kiara yang disita itu di jual. Vella fokus melihat itu sampai membuat kanza penasaran.

__ADS_1


"Kak vella lihat apa kok serius banget?"


"Ini dek, ada rumah dijual."


"Ini bukannya rumah kakak jahat itu, maksud aku kak kiara."


"Iya dek, tapi dulunya ini rumah ayah sama ibu kakak. Waktu kakak kecil dan sebelum ayah kakak bangkrut."


"Sekarang rumah itu kan dijual, kakak ada niatan pengen memilik rumah itu lagi nggak?"


"Hmm pengen banget, tapi yah tau sendiri kan kakak uang darimana hehehe."


Kakek surya mendengar semua percakapan vella dengan kanza. Dia langsung berencana membeli rumah itu untuk vella. Kakek surya akan terus memberikan kebahagiaan untuk vella demi menebus rasa bersalahnya itu.


Jam 4 sore hujan sudah reda, vella berpamitan pulang pada kanza. Dia ingin berpamitan pada kakek surya juga tapi sepertinya kakek berada dalam kamarnya. Jadi vella langsung pulang saja. Saat membuka pintu dia langsung bertemu dengan bima. Mereka saling melempar senyum. Vella merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, begitu juga dengan bima.


"Kamu mau pulang ya vell?"


"Iya mas aku mau pulang, soalnya udah selesai juga belajarnya. Yaudah aku pulang ya keburu hujan lagi." Ucap vella langsung bergegas pergi.


"Tunggu." Ucap bima


"Hati-hati di jalan calon istri ku."


Vella langsung meleleh mendengar ucapan bima padanya. Dia yang tersipu malu langsung berjalan menuju motornya dan pergi dari sana. Bima melambaikan tangan padanya. Kemudian bima masuk ke dalam dengan raut wajah yang bahagia.


Dalam perjalanan pulang, vella sangat merasa bahagia. Dia benar-benar tidak menyangka akan menikah dengan bima. Tapi masih ada satu hal yang mengganggu pikirannya. Dia belum bertemu orang tua bima. Benar kakek surya setuju dengan pernikahan ini, tapi orang tua bima terutama mamanya pasti tidak setuju karena vella tidak sederajat dengan bima.


🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya, orang tua bima sampai di jakarta. Bu sarah sudah sangat tidak sabar ingin bertemu bima langsung dan mencegahnya menikahi vella. Mereka dijemput oleh sopir pribadinya. Bu ira terus menyuruh sopirnya ngebut agar cepat sampai rumah.


"Mah kamu ini kenapa sih? Jalan santai aja din yang penting selamat sampai rumah."


"Apasih pah, kita harus cepet sampai rumah. Din jalan lebih cepet."


"Aduh didin bingung jadinya harus cepet apa pelan."

__ADS_1


"Kalau kamu nggak lebih cepet saya potong gaji kamu." Ancam bu sarah


"Siap nyonya. Maaf tuan saya nggak mau potong gaji."


Akhirnya mereka sampai, bu sarah langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah mencari bima. Dia berteriak memanggil-manggil nama bima. Namun yang datang malah kakek surya.


"Kamu ini bukannya salam dulu langsung teriak-teriak aja. Kenapa sih ada apa?"


"Bima mana pah? Aku nggak setuju dia nikah sama vella."


"Sarah kamu nggak bisa membatalkan pernikahan ini. Biarin bima nikah sama vella." Ucap kakek surya


"Tapi kan pah dia itu dari keluarga miskin. Aku nggak sudi punya menantu nggak selevel kayak dia."


"Asal kamu tahu mereka miskin karena mama kamu menghancurkan usaha mereka."


"Apa maksud papah?" Tanya sarah kebingungan.


Melihat istrinya tengah berdebat dengan mertuanya, ferdi hanya bisa diam saja. Sesekali dia mengelus pundak istrinya agar tidak emosi.


Akhirnya kakek surya menceritakan semua kejadian 22 tahun yang lalu. Sarah merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan mamanya dulu. Setelah mengetahui itu akhirnya dia tidak lagi bisa menghalangi pernikahan bima dengan vella. Tapi kakek berpesan pada sarah dan ferdi untuk tidak memberitahu bima dulu. Biar nanti kakek surya sendiri yang memberitahunya. Bima sudah berangkat ke kantor sejak pagi.


Setelah itu sarah dan ferdi masuk ke dalam kamar mereka. Di dalam sarah masih saja belum bisa menerima kalau akan mempunyai besan yang miskin.


"Gimana nih pah, mama pasti bakal diejek temen arisan karena punya menantu dari keluarga miskin." Keluh sarah pasa suaminya


"Sudahlah mah, jangan selalu ngeliat orang dari statusnya. Buktinya kemaren kita punya menantu dari keluarga kaya tapi sifatnya buruk. Lagian mereka miskin juga gara-gara keluarga kita." Ucap ferdi


"Nggak usah sok nasihatin aku deh pah ah pusing."


Sarah malah marah mendengar perkataan ferdi yang menasihatinya. Sarah memutuskan untuk pergi ke salon saja merelaxkan pikirannya.


"Mau kemana mah? Nggak capek apa?"


"Mau ke salon biar fikiran ini tenang relax."


"Bukannya selama di korea mamah selalu ke salon. Mau ngapain lagi ke salon?"

__ADS_1


Sarah tak mendengarkan suaminya lagi dia langsung pergi begitu saja. Ferdi sudah tidak kaget dengan sikap istrinya yang seperti itu.


__ADS_2