Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 69


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh pak arman. Akhirnya dia bisa menyaksikan anaknya menikah dengan pria yang tulus mencintainya. Bima sudah siap dan menuju ke tempat akad nikah. Sementara vella masih berada diruang make up menunggu dipanggil. Dia terlihat sangat cantik memakai kebaya buatan ayahnya, ditambah dengan make up yang menghiasi wajahnya.


"Duh kok deg-deg an banget ya," Ucap vella


"Dek bima udah ada di meja ijab kabul kamu siap-siap kalau dipanggil ya," Ucap dira


Vella semakin deg-deg an mendengar perkataan dira itu.


Lisa masih dirumah, dia sangat bingung memakai baju apa untuk ke acara vella. Dia tidak sempat membeli baju untuk datang ke acara sahabatnya itu.


"Duhh pakek apa nih ke acara vella, masa iya pake ini lagi ini lagi." Ucap lisa sambil memegang satu baju miliknya.


Tokk..tokk.. pintu kamar lisa diketuk oleh bi isah, pembantunya. Lisa langsung membukakan pintunya. Bi isah memberitahu kalau fadly sudah berada di depan. Lisa pun langsung menemuinya.


"Eh fadly udah sampek aja, aku belum siap-siap nih,"


"Iya gapapa aku tungguin, oh iya ini titipan mami buat kamu." fadly memberikan tas berisi titipan bu ira.


"Wahh apa nih," Lisa langsung melihat isi tas itu, ternyata bu ira memberi lisa baju, disitu juga bertuliskan kalau bu ira berharap lisa memakai baju ini saat pergi kondangan ke pernikahan vella dan bima.


"Mami kamu tau banget aku lagi kebingungan cari baju. Aku makasih banget loh sampek in mami kamu ya nanti. Yaudah aku siap-siap dulu." Ucap lisa


Tak lama menunggu lisa pun keluar. Ternyata baju yang diberikan bu ira itu couple dengan baju yang dipakai fadly. Mereka sama-sama kaget melihat kesamaan baju mereka kenakan. Tapi karena jam sudah mepet, dan sama-sama tidak keberatan. Mereka akhirnya langsung berangkat saja. Sampai disana ternyata acaranya sudah dimulai. Fadly dan lisa langsung segera mencari tempat duduk.


Vella semakin tidak bisa mengontrol diri. Jantungnya berdegup lebih kencang saat mendengar suara bima mengucapkan qabulnya.


"Saya terima nikahnya vella mariska binti arman sudibyo dengan mas kawin 323.000 dollar usd dan satu set perhiasan emas dibayar tunai."


SAH........


"Alhamdulilah dek, kamu udah resmi jadi istrinya bima." Ucap dira sangat bahagia.


Lisa masuk ke ruangan tempat vella berada. Dia sangat mengagumi kecantikan sahabatnya itu. Kemudian vella dituntun oleh dira dan lisa untuk keluar menuju tempat akad nikah. Seluruh tamu undangan langsung terfokus pada vella. Aryo juga ada disana, dia datang bersama vita (admin di jaya ekspedisi).

__ADS_1


Bima tidak berkedip melihat kecantikan vella yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Vella duduk di sebelah bima. Dia mencium tangan bima. Kemudian bima mencium keningnya. Mereka berdua tampak sangat bahagia. Pak arman terlihat berkaca-kaca melihat anaknya sekarang sudah menikah dan sebentar lagi sudah tidak tinggal bersamanya. Tapi pak arman juga merasa bahagia anaknya menikah dengan pria yang tepat menurutnya.


Kakek surya juga merasakan kebahagiaan itu. Dia yakin almarhumah istrinya akan merasa tenang disana, karena anak dari orang yang tak sengaja dia bunuh itu sekarang menjadi istri cucunya. Kakek surya berjanji akan menjamin hidup vella dan keluarga agar tetap nyaman dan bahagia.


Sementara bu sarah sama sekali tidak merasakan bahagia, dia masih tidak terima bima menikah dengan vella. Pak ferdi terus menenangkan istrinya itu. Dia tidak mau para tamu menyimpulkan yang tidak-tidak karena ekspresi bu sarah yang cemberut terus sejak tadi.


Vella dan bima naik ke pelaminan, seluruh tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan. Saat seluruh tamu undangan makan, vella dan bima melakukan sesi pemotretan. Vella masih merasa canggung untuk merangkul bima. Tapi dia harus melakukannya sesuai arahan fotografer. Bima terus tersenyum ketika menatapnya. Saat ini mereka harus berpose bima membelakangi kamera sedangkan vella menghadap kamera dan merangkul pundak bima.


"Kamu sangat cantik hari ini," Bisik bima tepat di telinga vella


Vella tersenyum malu mendengar bisikan bima. Selesai pemotretan mereka kembali duduk di pelaminan. Mereka berdua benar-benar terlihat sangat bahagia hari ini. Semua tamu undangan berkata kalau bima lebih terlihat bahagia dipernikahannya yang sekarang daripada yang dulu ketika bersama kiara. Kanza naik ke pelaminan menghampiri kedua kakaknya itu.


"Aaa kak vella aku seneng banget akhirnya kakak resmi jadi kakak ipar aku." Ucap kanza


"Iya sayang, kamu cantik banget hari ini." Puji vella pada kanza


"Terimakasih, kakak juga cantik banget. Pantes aja deh kalau kak bima terpesona terus sama kakak heheh."


Memang sedari tadi bima tak bisa memalingkan perhatiannya dari vella. Kemudian kanza pamit turun dari pelaminan dan kembali duduk bersama keluarganya.


"Ada mas fadly juga tuh, dia kan udah maafin gue. Bisa kali ya gue basa-basi deketin dia." Ucap siska


Tanpa rasa malu siska menghampiri fadly yang sedang duduk sendirian di mejanya. Tanpa permisi juga dia langsung saja duduk disana.


"Hai mas fadly juga disini," sapa siska yang sudah duduk di meja fadly


"Aa kamu sis, kamu diundang juga sama vella?" Tanya fadly


"Aku diundang sama pak bima. Sekarang aku kerja di perusahaan kakeknya." Ucap siska


"Kerja disana sebagai apa?" Tanya fadly penasaran


"Sekertaris dong masak ya ob sih," Jawab siska berbohong.

__ADS_1


Dia belum tahu kalau fadly itu sahabat dari bima. Siska pikir fadly datang kesana karena undangan dari vella.


"Mas sendirian aja nih dataang kesininya?" Tanya siska


Belum sempat fadly menjawab, lisa datang dengan membawa dua piring makanan. Satu untuknya sendiri dan satunya untuk fadly. Dia duduk di kursi yang masih kosong di meja itu. Satu meja ada 3 kursi.


"Maaf ya aku lama ngambil makanannya, oh iya aku cuma ambilin ini aja soalnya aku belum tahu kesukaan kamu apa," Ucap lisa, dia tidak menyadari adanya siska disana. Baru sadar ketika dia sudah duduk.


"Ini siapa fad?" Tanya lisa


"Oh ini siska mantan karyawan aku. Sis kenalin ini lisa. Kamu tadi tanya apa aku datang sendiri, jawabannya aku dateng aku datang sama lisa ini." Ucap fadly


"Oh iya mas, kalau gitu aku permisi dulu ya mau ngambil makanan juga." Ucap siska


"Iya silahkan, habis itu kesini lagi gapapa kok gabung kita. Iya kan lis," Ucap fadly


"Iya nggak papa duduk disini lagi aja."


Siska pun pergi dari sana dengan alasan ingin mengambil makanan, padahal yang sebenarnya dia merasa panas hati.


"Siapa sih tu cewek kok kaya deket banget sama mas fadly, Bajunya samaan lagi. Harusnya kan gue yang kaya gitu." Ucap siska tidak menyukai lisa


Siska berjalan sambil tetap memandangi fadly yang tengah asik makan sambil ngobrol dengan lisa. Sampai akhirnya dia menabrak seorang pelayan yang membawa gelas berisi minuman untuk dibagikan kepada tamu-tamu. Gelasnya tidak jatuh tapi minumannya tumpah mengenai baju siska.


"Hihh gimana sih, kalau jalan lihat-lihat dong, kan jadi basah. Kotor lagi, Aaahhrggh!" Ucap siska dengan kesalnya


"Maaf mbak maaf," Ucap pelayan


"Heh sis jelas lo yang salah malah nyalain pelayan lagi. Udah mbak tinggalin aja mbak nggak salah kok." Ucap aryo membela pelayan itu.


Siska sangat kesal dia langsung pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya. Ketika akan pergi ke toilet dia melihat bu sarah sedang marah-marah dan ditenangkan oleh ferdi suaminya.


"Kenapa sih pah anak kita harus nikah sama perempuan itu. Mama itu malu di ejek temen-temen mama tadi gara-gara punya besan tukang jahit rumahan." Ucap bu sarah

__ADS_1


"Sudahlah ma terima saja. Keluarga kita itu yang buat mereka jadi miskin seperti sekarang ini."


Siska yang mendengar semua itu jadi merasa bingung, apa maksud dari perkataan pak ferdi. Dia jadi penasaran dan ingin mengetahui masalah itu lebih lanjut.


__ADS_2