Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 44


__ADS_3

"Emang sih rasanya kok sama persis ya sama makanan di restoran langganan kita, iya kan bim?" Ucap kakek surya


"Iya kek, menunya sama persis juga." Ucap bima


"Aku nggak beli kok aku cuma lihat resep aja tadi di youtube. Aku juga nggak tau loh kalo ini makanan mirip sama yang di restoran langganan keluarga kamu sayang." Ucap kiara pada bima, dia mencoba mengelak agar tidak ketahuan.


Bima dan kakek surya sebenarnya tidak percaya kalau kiara bisa memasak seenak ini. Tapi mereka pura-pura percaya saja. Kiara sangat lega bima percaya padanya. Dia melotot kearah kanza, kanza membalasnya dengan tatapan sinis.


Selesai semua makan, kiara menyuruh weni membereskan semua yang ada di meja makan. Kemudian dia langsung menyusul bima yang menuju kearah teras sebelah kolam renang. Bima duduk menghadap kolam renang. Kiara datang langsung duduk disebelahnya sambil merangkul bima.


"Malam ini indah ya sayang." Ucap kiara


"Iya sayang." Jawab bima


Saat itu juga hp kiara berbunyi, ada telfon masuk dari davin. Tapi dia menolaknya begitu saja. Namun tak berhenti disitu, davin terus menelfon sampai berkali-kali tapi tetap saja kiara menolak panggilan telfonnya.


"Kenapa nggak dijawab? Siapa yang telfon?" Tanya bima


"Ah nggak penting kok, aku kan sedang menikmati malam melihat bintang-bintang sama kamu." Jawab kiara


"Tapi kalau nggak penting kenapa dia telfon berkali-kali?" Tanya bima lagi


"Itu beneran nggak penting sayang, cuma temen aku palingan mau curhat masalah cowok." Jawab kiara


Awalnya bima merasa biasa saja dirangkul oleh kiara. Tapi saat dia teringat kalau istrinya ini telah berselingkuh, bahkan sudah menyerahkan kesuciannya pada pria lain, Bima langsung melepaskan rangkulan kiara. Dia beralasan ingin pergi ke toilet. Bima langsung meninggalkan kiara sendirian disana. Saat bima pergi hp kiara berbunyi lagi. Dia menjawab telfonnya kali ini.


"Halo, ada apa sih?"


"Loh sayang kok ketus gitu jawab telfon dari aku," Ucap davin


"Aku nggak mau basa-basi lagi, mulai sekarang hubungan kita berakhir, Kita putus." Ucap kiara


"Apa maksud kamu?" Tanya davin kaget dengan apa yang dia dengar. Tapi kiara langsung mematikan telfonnya begitu saja. Dia juga memblokir nomor davin saat itu juga.

__ADS_1


"Sial! Apa maksudnya?! Kamu pikir bisa segampang itu lepas dari aku? Emang ya aku salah udah perjuangin wanita kaya dia! Aaarrghh!!" Ucap davin dengan emosi.


...----------------...


Hari-hari berlalu, tak terasa sudah satu minggu vella mengikuti pelatihan di agen penyalur tkw. Dia menikmati hari-harinya itu. Tapi sampai saat ini vella belum jujur pada ayahnya. Saat berangkat ke pelatihan vella selalu beralasan berkeliling mencari lowongan pekerjaan atau main ke toko bunga lisa. Hari ini hari terakhir vella pelatihan. Bram memberitahunya kalau besok lusa dia sudah akan diberangkatkan ke hongkong. Vella sangat senang mendengar itu. Tapi dia juga bingung bagaimana caranya meminta izin pada ayahnya.


"Kamu kenapa vell?" Tanya bram


"Ini mas saya bingung, sebenarnya saya belum izin sama ayah saya. Nanti kalau izin pasti nggak bakal dibolehin saya kerja di luar negeri." Jawab vella


"Hmm.. Gimana kalau kamu izinnya pas udah sampek hongkong aja. Kan otomatis ayah kamu nggak bisa ngelarang." Ucap bram memberikan solusi.


"Emm iya juga sih mas. Tapi kaya nggak enak gitu kalau berangkat tanpa izin." Ucap vella


"Udahlah, niatnya kan buat bahagian ayah kamu juga. Gaji kamu besar loh, masak terhalang izin kamu nyia-nyiain kesempatan ini." Ucap bram meyakinkan vella.


Vella pun menurutinya, Setelah itu dia pamit pulang. Bram sangat senang karena vella ini sangatlah polos. Dia sama sekali tidak curiga dengan bram, padahal bram ini bukan agen penyalur tkw. Bram adalah orang yang menjual wanita cantik untuk dinikahi secara kontrak oleh orang kaya diluar negeri.


"Bentar lagi bakalan jadi kaya gue, bisa nikahin pacar gue hahaha." Ucap bram kegirangan.


"Hey vella," Panggil siska


"Eh mbak siska, apa kabar?" Vella berbasa-basi


"Baik dong. Kamu sendiri gimana?" Tanya balik siska


"Alhamdulilah baik kok mbak." Jawab vella


Fadly turun dari mobilnya, siska langsung menggandeng tangannya. Dia juga dengan sengaja memamerkan cincin yang dipakainya itu. Vella sudah menangkap maksudnya.


"Ou selamat ya buat pertunangan kalian. Saya pergi dulu." Ucap vella yang langsung pergi dengan motornya.


Siska sangat senang bisa memamerkan hubungannya dengan fadly di depan vella. Saat vella pergi, fadly langsung melepas paksa tangan siska yang menggandengnya. Dia meninggalkan siska dan berjalan masuk ke dalam minimarket duluan.

__ADS_1


"Ihh mas fadly apaan sih kok aku ditinggal." Ucap siska yang segera menyusul fadly.


...----------------...


Kiara benar-benar menjauhi davin, dia selalu menghindar saat davin ingin menemuinya dengan datang ke butiknya. Davin sangat kesal dengan sikap kiara sekarang. Padahal dia juga sudah selalu menuruti apa maunya. Akhirnya davin menyerah dan pergi dari butik.


"Sorry vin, sebenarnya gue emang cinta sama elo, tapi bima lebih kaya. Dia lebih bisa menjamin kebahagiaan gue." Ucap kiara yang melihat davin pergi dari kaca butiknya.


Ternyata davin tidak menyerah, dia malah pergi ke hotel untuk menemui bima. Dia sangat tidak terima kiara lebih memilih bima darinya. Padahal jelas tujuannya dulu dia ingin bercerai dari bima setelah mendapatkan hartanya.


"Saya mau bertemu bima argantara. Orangnya ada disini kan? Bilang saya davin mau bicara pemting sama dia." Ucap davin pada receptionist hotel.


Receptionist menelfon ke ruangan bima. Bima mengatakan untuk menyuruh davin langsung masuk saja.


"Pak silahkan langsung masuk ke ruangannya saja. Apa mau saya antar?"


"Enggak perlu, saya udah tau dimana ruangannya. Terimakasih."


Davin langsung masuk kedalam ruangan bima. Dia langsung memaki bima dengan kasar.


"Heh sebenernya lo tuh pria bodoh beneran apa gimana sih? Jelas istri lo tuh selingkuh sama gue. Gue juga udah tidurin dia berkali-kali. Tapi kenapa lo diem aja ha?!"


"Karena saya nggak suka keributan. Jadi kamu kesini cuma mau ngmong itu?" Tanya bima


"Kiara putusin gue, dia bilang milih bertahan sama elo. Nggak terima lah gue!" Ucap davin


"Oh jadi karena itu kamu marah-marah sama saya. Silahkan kamu baca ini." Ucap bima sambil menyerahkan selembar kertas.


Davin membacanya, ternyata itu surat undangan sidang perceraian bima dengan kiara.


"Saya akan menceraikan dia, dan setelah itu kamu bebas miliki dia. Kiara memutuskan kamu karena dia belum tahu kalau saya sudah mendaftarkan perceraian ini." Ucap bima


Setelah mengetahui itu, davin langsung pergi meninggalkan hotel. Dia merasa bahagia akhirnya kiara diceraikan oleh bima. Tapi, dia juga sudah terlanjur sakit hati karena kiara.

__ADS_1


"Setelah bercerai, pasti kamu bakal nyari aku kiara. Aku tunggu kedatangan kamu hahaha." Ucap davin sambil tertawa jahat.


__ADS_2