Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 127


__ADS_3

Kiara mendatangi rumah Bima, tapi disana tak ada siapa-siapa. Satpam memberitahukan kalau Bima pergi ke kantornya. Kiara pun menyusulnya kesana. Namun belum sampai disana, ada mobil yang menyalipnya berhenti tepat di depan mobilnya. Kiara lantas mengerem secara mendadak sampai kepalanya terbentur setir bundar mobilnya.


"Gila ya siapa tuh orang beraninya ngehadang gue." Kiara pun turun dan hendak memaki orang yang mengahadangnya itu. Tapi Kiara langsung tau setelah melihat dengan jelas mobil yang menghadangnya.


"Davin keluar lo, apa maksudnya hadang-hadang gue gini?" Teriak Kiara dengan menggedor pintu mobil Davin.


"Yah kamu kok baik-baik aja sih sayang. Harusnya setelah terbentur setir kamu tuh hilang ingatan. Biar aku bisa manfaatin kamu seperti kamu manfaatin keadaan Bima sekarang." Ucap Davin yang sudah turun dari mobilnya. Dia mengitari Kiara dengan sesekali membelai rambutnya.


"Jangan sentuh gue! Kalau gue hilang ingatan yang pasti lo yang hilang dari ingatan gue." Tegas Kiara


"Kenapa si kia, lo kok nggak bisa tulus cinta sama gue. Ya gue tahu gue salah dengan menikahi perempuan lain saat lo hamil tapi gue mau tebus kesalahan gue kali ini." Ucap Davin sambil menggenggam kedua tangan Kiara. Tapi Kiara tidak menghiaraukan apa yang dikatakan Davin itu. Dia menghempaskan tangan Davin dan segera kembali ke mobilnya.


"Pinggirin mobil lo, gue mau lewat." Ucap Kiara dengan ketus. Tapi Davin malah menariknya kedalam pelukan.


"Vin lo gila ya, lepasin gue. Apaan sih lo." Kiara terus meronta ingin dilepaskan. Tapi Davin malah semakin mempererat pelukannya. Hingga akhirnya Kiara berhasil mendorong Davin sampai jatuh.


"Denger ya vin, Kita itu enggak berjodoh. Kenapa? Karena kita itu nggak selevel. Dari awal pacaran aja kita udah dipisahin kan karena perbedaan status. Waktu itu gue emang bodoh udah ninggalin Berlian demi krikil kaya lo. Sekarang berlian itu datang kembali sama gue, jadi jodoh gue emang Bima. Seorang pengusaha keturunan orang kaya raya dari lahir." Ucap Kiara semena-mena pada Davin.


"Ternyata cinta udah bikin mata gue buta mandamg elo kia. Lo emang perempuan matre yang gila harta." Hardik Davin pada Kiara.


"Terserah lo mau bilang apa, oh iya lusa gue udah nikah sama Bima. Jadi, jangan ganggu hidup gue lagi." tukas Kiara.


"Ahahaha. Menikah dengan Bima? Ahahaha. Mimpi kamu! Hahaha.." Davin tertawa lepas diahadapan Kiara.


"Udah gila ya lo ketawa sendiri. Sana pulang istri sakit-sakitan lo itu nungguin dirumah. Cepetan pergi gue mau lewat ini nyusulin suami gue." Ucap Kiara


"Bima sepertinya udah ingat semuanya. Tadi dia pingsan setelah dengar semua kebenaran yang aku katakan. Mungkin dia sekarang sudah bersama istrinya di rumah sakit." Ucap Davin


"Gue nggak percaya omongan lo, minggir cepet gue mau lewat!" Teriak Kiara. Setelah Davin memberinya Jalan, Dia langsung melajukan mobilnya dengan kencang.


"Dramamu sudah berakhir sekarang," Gumam Davin


...****************...

__ADS_1


"Vella.. Vella.. Jangan tinggalin aku.." Ucap Bima dengan keras, seketika itu dia terbangun dari pingsannya.


"Syukurlah anda sudah sadar, saya periksa dulu ya." Ucap Dokter. Disana tidak ada siapa-siapa selain dokter dan satu suster.


"Semuanya baik, apakah anda masih merasa pusing?"


"Masih dok, kepala saya sakit. Tapi saya mulai mengingat kejadian kecelakaan saya waktu itu dan istri saya, ya istri saya sedang hamil dok. Waktu itu Saya kecelakaan karena terbawa emosi larut dalam kesedihan. Saya menghindari truk yang melaju sangat kencang." Ucap Bima


"Alhamdulillah kalau ingatan anda sudah kembali, tapi bukannya anda belum menikah? Yang selalu menemani anda kesini seorang perempuan bernama Kiara dia mengaku sebagai calon istri anda, bahkan ibu anda sendiri mengiyakan kalau anda belum menikah." Ucap Dokter yang sedikit bingung.


"Tidak dok mereka berbohong, Saya istri mas Bima." Sahut Vella yang baru saja datang, dia duduk dikursi roda yang di dorong oleh Fadly. Infus masih tertancap di punggung tangannya. Bima pun langsung turun dari brankar dan menghampiri istrinya yang sudah berkaca-kaca. Bima berlutut dan langsung merengkuh istrinya dalam pelukannya. Fadly pun tersenyum melihat kedua sahabatnya akhirnya bersatu kembali.


"Sepertinya tugasku udah selesai," Ucap Fadly


"Fad makasih ya," Ucap Bima


"Iya bro, tapi gue mau minta maaf udah manfaatin keadaan juga saat lo amnesia."


"Nggak papa bro udah lupain aja. Banyak kebaikan yang udah lo lakuin buat istri gue saat gue nggak ada disampingnya." Ucap Bima


Saat ini Bima baru menyadari kalau perut istrinya sudah tidak membuncit. Bima pun panik berfikir anaknya kenapa-kenapa, karena seingatnya ini belum waktunya Vella melahirkan.


"Loh sayang kamu sudah melahirkan? Ini tanggal berapa, bukannya saat aku kecelakaan itu usia kandungan kamu masih 6 bulan dan aku amnesia sekitar 2 bulan." Ucap Bima merasa bingung.


"Apa yang terjadi sayang? " Tanya Bima dengan panik


"Tenang mas nggak usah panik, iya aku sudah melahirkan. Tapi anak kita sekarang masih di inkubator untuk menyempurnakan organnya, karena dia lahir prematur." Ucap Vella


"Kenapa bisa sampai prematur sayang, apa yang terjadi sama kamu?"


"Mas Bima ingat kan waktu kita ketemu di mall, Mas Bima kan ditarik pergi sama mbak Kiara. Setelah itu mbak Kiara balik lagi ngancam aku gitu trus ngedorong aku sampek jatuh dan pendarahan." Ucap Vella menjelaskan.


"Astaga beraninya dia! Awas aja aku akan beri dia pelajaran." Ucap Bima geram.

__ADS_1


"Dokter saya sudah boleh pulang kan?" Tanya Bima pada dokter


"Iya anda sudah boleh pulang." Jawab Dokter


"Sayang aku antar kamu kembali ke kamar ya," Ucap Bima sambil mendorong kursi roda Vella keluar dari ruangan rawatnya tadi.


Diluar mereka berpapasan dengan Ferdi. Ferdi baru saja mengurus administrasi perawatan Bima. Dia senang melihat anaknya sudah kembali bersama sang istri.


"Bima papa senang sekali kamu sudah mengingat semuanya. Kalian mau lihat anak kalian ya, papa ikut ya."


"Enggak pa, aku mau antar Vella ke kamarnya dulu trus aku mau kasih pelajaran buat Kiara." Ucap Bima


"Enggak, kamu jangan temui perempuan licik itu lagi. Dia bisa celakain kamu. Udah biarin aja dia, yang penting kamu sudah kembali bersama istri kamu. Lebih baik kamu lihat anak kamu dulu." Ucap Ferdi


"Iya mas anak kita pasti udah pengen ketemu kamu papanya. Dan juga papa ferdi kakeknya." Ucap Vella seraya membelai tangan suaminya. Bima pun menuruti apa kata papa dan juga istrinya. Mereka menuju ke tempat bayi mereka dirawat.


Sampai disana mereka berhenti di depan kaca besar yang memperlihatkan anak mereka sedang tidur di dalam inkubator. Suster membuka lebar gorden yang menutupi ruangan itu sehingga mereka dapat melihat jelas.


"Pah itu anakku," Ucap Bima dengan berlinang air mata kebahagiaan.


"Iya itu cucu papa, dia mirip banget sama kamu bim. Seandainya kakek kamu disini dia pasti senang. Semoga kakek Surya segera ada kabar." Ucap Ferdi


Bima kembali berlutut di depan istrinya. Dia meminta maaf untuk kesalahan yang dilakukan neneknya di masalalu.


"Sayang aku minta maaf, kamu jangan benci aku lagi. Aku juga minta maaf untuk perbuatan nenek aku pada mama kamu. Aku benar-benar tulus cinta sama kamu. Aku menikahi kamu bukan karena suruhan kakek. Aku menikahi kamu memang karena aku cinta sama kamu. Dan kakek Surya melakukan ini semua atas wasiat dari almarhumah nenek sukma. Nenek merasa tidak tenang sudah melakukan kesalahan besar itu. Aku mohon maafkan segala kesalahan neneku." Ucap Bima dengan menangis dipangkuan istrinya.


"Mas aku udah maafin semuanya, seperti yang diakatakan ayah semua ini takdir. Aku yang egois nggak mau dengerin penjelasan apapun dari kamu. Beruntung kamu masih selamat dari kecelakaan itu. Aku nggak tahu seberapa menyesalnya aku kalau sampai terjadi hal yang buruk sama kamu mas."


"Sekarang kita mulai kembali dari 0 dengan pangeran kecil kita mas." Ucap Vella


"Aku janji akan bahagiain kamu sayang dan juga pangeran kecil kita." Ucap Bima sambil merangkul istrinya.


Ferdi tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya kembali bersatu. Dia berdoa semoga cukup sekali ini saja mereka dipisahkan. Dia juga berdoa semoga Sarah cepat sadar kalau menantunya ini baik dan tidak pantas untuk disakiti.

__ADS_1


Sementara Kiara yang sudah berada dirumah sakit itu teramat emosi melihat adegan di depannya. Rencananya musnah sudah karena Bima sudah kembali mengingat semuanya.


"Sial! Kenapa Bima harus kembali normal sekarang, kenapa nggak setelah nikah sama gue. Davin brengsek!! Ini semua gara-gara dia. Gue harus hubungi tante Sarah. Gue nggak mau tau gue harus nikah sama Bima bagaimanapun caranya." Ucap Kiara dalam benaknya.


__ADS_2