Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 105


__ADS_3

Dua minggu bedrest, vella sudah kembali sehat. Dia menyuruh bima kembali bekerja di kantor lagi. Dia merasa kasihan melihat suaminya yang kerepotan menghandle pekerjaan dari rumah.


"Hari ini aku kembali ke kantor sesuai permintaan kamu. Tapi tetap aku nggak ngizinin kamu ke butik. Kamu harus tetep dirumah." Ucap bima


"Mas aku udah nggak papa loh, kan kemarin juga udah usg katanya baby kita baik-baik aja. Udah bisa buat aktivitas asal nggak yang berat." Ucap vella sambil membenarkan dasi bima.


"Sayang, aku takut nanti kejadian lagi."


"Pliss mas, aku jenuh dirumah terus gini. Aku janji disana cuma duduk aja."


"Enggak sayang. Kamu duduk dirumah aja oke."


Bima tetap tidak mengizinkannya. Vella langsung merajuk dan memasang wajah cemberut. Akhirnya dengan berat hati, bima memberikan izin kepada istrinya itu. Istrinya sedang mengandung sekarang jadi suasana hatinya harus dijaga sekarang.


"Yaudah aku izinin, tapi janji cuma duduk doang nggak ngerjain apa-apa."


"Iya janji mas, makasih." Vella langsung memeluk suaminya. Kemudian dia merasa janinnya bergerak. Bima langsung berlutut mengelus perut vella dan menciuminya. Perut vella belum terlihat begitu besar di usia yang masuk 5 bulan ini.


🌷🌷🌷


"Sayang aku langsung ke kantor ya, kamu harus selalu hati-hati ya disini. Nanti jam makan siang aku kesini jemput kamu." Ucap bima


"Iya mas,"


Vella mencium tangan suaminya, bima mengelus perut vella dan juga mencium keningnya sebelum pergi melanjutkan perjalanannya menuju kantor. Vella disambut oleh dua karyawannya, mereka menuntun bosnya itu masuk ke dalam butik.


Dari kejauhan kiara memantau, dia sangat kesal melihat perlakuan manis bima pada vella.


"Harusnya itu posisi gue, gue bakal segera rebut kembali posisi gue." Ucap kiara. Kemudian dia mengikuti mobil bima sampai ke kantornya. Tapi dia bingung harus apa setelah itu. Kalau tiba-tiba muncul menemuinya pasti akan tertebak kalau dia mengikuti sejak tadi.


"Apa gue beliin makanan kesukaan bima aja ya, trus gue titipin ke orang buat ngasihin ke dia."


Kiara masih di dalam taksi, dia memesan makanan dari restoran yang sering bima ajak dulu saat masih pacaran. Tak lama kemudian ojek datang mengantarkan pesanannya. Kiara turun dari taksi menerimanya.


"Pak tunggu disini dulu ya, saya mau antar ini sebentar." Ucap kiara pada sopir taxi.


"Iya mbak."


Kiara berjalan mendekat kearah kantor. Dia memberikan makanan itu ketangan salah satu ob disana. Kiara menyuruh memberikan makanan itu pada bima. Dia menunggu di depan lobby sampai benar-benar makanan itu sampai kepada bima.

__ADS_1


"Mbak makanannya saya taruh di mejanya. Pak bima lagi gak ada. Pak bima barusan masuk ke ruangan meeting."


"Oke makasih ya," Kiara senang makanannya sudah tersampaikan meskipun tidak diterima langsung.


Siska hari ini bertugas mengepel lobby lagi. Dia melihat kiara yang berbincang dengan salah satu rekan kerjanya.


"Itu kan mantan istri pak bima, ngapain dia disini?"


Saat itu sarah datang, dia langsung berpapasan dengan mantan menantunya itu. Siska segera menyisih bersembunyi agar bisa menguping. Dia yakin pasti akan terjadi sebuah drama.


"Hai mama mertua, makin cantik aja deh." Kiara menyapa dan mencipika-cipiki sarah dengan paksa. Raut wajah sarah langsung memancarkan amarah. Dia menarik Kiara sampai keluar kantor. Siska langsung mengikuti mereka untuk menguping.


"Mama mertua kok kasar sih, aduh." Ucap kiara sambil memegangi lengannya yang terasa sakit setelah dicengkram oleh sarah.


"Ngapain kamu disini wanita kotor!? Jangan bilang kalau kamu mau menggoda anak saya lagi. Stop panggil mertua, kamu bukan menantuku lagi. Dan nggak akan pernah lagi! Ucap sarah


"Hemm, tante maafin aku dong, aku masih cinta sama bima. Aku tahu tante nggak suka kan sama vella. Jadi biarin bima jadi milik aku lagi ya, Tante lihat aku lebih pantes kan dari vella." Kiara memohon dengan memegang kedua tangan sarah.


"Enggak! Anak saya sebentar lagi jadi seorang ayah. Udahlah kamu pergi sana. Vella itu jelas lebih baik daripada kamu. Saya nggak sudi terima wanita kotor seperti kamu di keluarga saya lagi." Ucap sarah dengan kata-kata yang tidak sepenuhnya benar. Sekarang dia kan sedang menjalankan misi jadi dia tidak boleh menjelekkan vella kepada siapapun.


"Tante pliss aku cinta sama anak tante. Dulu itu aku dijebak." Kiara terus memohon dan mencoba meraih tangan sarah. Tapi sarah malah mendorongnya hingga terjatuh.


Siska keluar dari tempat persembunyiannya. Dia menertawakan kiara.


"Aduh mbak, udahlah terima aja. Orang pak bimanya belum tentu mau kembali sama mbak." Ejek siska


"Lo ini siapa beraninya ceramahin gue?!"


"Sini saya bantuin berdiri mbak," Tawar siska


"Enggak usah gue nggak butuh bantuan lo."


"Oke sekarang emang nggak butuh. Suatu saat pasti mbak butuh bantuan saya. Byee..." Siska meninggalkan kiara.


🌷🌷🌷


Bima kembali ke ruangannya. Dia melihat ada kotak makanan di meja kerjanya. Dia fikir itu makanan dari kantor. Tapi melihat nama restoran di kotaknya bima teringat itu restoran favoritnya saat bersama kiara dulu. Saat dibuka isinya pun makanan kesukaannya. Bima langsung menelfon ob kantor untuk bertanya.


"Halo saya mau tanya ini siapa ya yang naruh makanan di meja kerja saya?"

__ADS_1


"Oh kebetulan itu saya pak, tadi ada seorang wanita yang nyuruh saya ngasih itu ke bapak. Tapi bapak sudah masuk ruangan meeting. Jadi saya taruh di meja bapak."


"Siapa wanita itu?"


"Mohon maaf pak, saya kurang tahu."


Bima menutup telfonnya tanpa bertanya lagi. Dia membuka cctv lobby kantor. Benar sekali tebakannya, kiara yang memberikan makanan itu. Bima juga melihat adegan pertengkaran mamanya dengan kiara.


"Apa maunya dia? Vella nggak boleh sampai tahu kejadian ini."


Bima memberikan makanan itu kepada salah satu karyawannya. Sefavorit apapun makanan itu, dia tak mau menyentuhnya. Karena itu dari mantan istrinya yang sengaja ingin mendekatinya lagi.


🌷🌷🌷


"Mbak vella pesanan online di butik kita melonjak drastis bulan ini." Ucap karyawan vella


"Iya bagus dong kalau gitu,"


"Tapi ada masalah mbak, Jasa pengirim paket yang kerjasama sama butik tiba-tiba tutup untuk waktu yang lama. Banyak paket kita yang di retur. Sementara costumer kita udah nunggu."


"Seberang sana kan ada jasa kurir, kenapa nggak pakai itu aja?" Saran vella


"Enggak bisa mbak, mereka cuma ngantar yang dekat-dekat aja katanya."


Vella langsung teringat tentang fadly, karena dia punya kantor jasa ekspedisi. Tapi, bima menyuruhnya untuk menjauhi fadly demi kebaikan. Tapi ini mengenai pekerjaan. Bisa saja vella menghubungi aryo, tapi lebih baik menghubungi pemiliknya langsung untuk kontrak kerjasama. Tak ada pilihan lain, vella menghubungi fadly.


Saat ini fadly sedang termenung melihat fotonya bersama lisa di layar hpnya. Sampai saat ini lisa masih belum memaafkan dirinya. Fadly jadi punya fikiran untuk menyudahi hubungannya saja. Karena dia sendiri belum merasa yakin dengan cintanya kepada lisa. Seketika fotonya berubah menjadi tulisan nama vella mariska. Karena ada telfon masuk darinya. Dengan semangat fadly langsung menjawabnya.


"Halo vell ada apa?"


"Mas bisa ketemu nggak? Ada sesuatu yang mau aku bicarain."


"Bisa bisa, dimana?"


"Aku di butik sekarang, mas bisa kesini?"


"Iya vell bentar lagi aku kesana."


Fadly yang tadinya lesu memikirkan hubungannya dengan lisa. Kini berubah jadi sumringah akan bertemu dengan vella. Dia sendiri juga heran semua yang berhubungan dengan vella itu membuatnya senang saat ini. Tapi fadly tetap mengendalikan perasaanya, mengingat vella itu istri dari sahabatnya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2