Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 56


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, tak terasa sudan genap 1 bulan bima bercerai dengan kiara. Saat ini bima sudah mulai ada rasa kepada vella. Dia selalu saja terbayang oleh wajah vella yang lugu. Bima jadi ingin pulang kerumah lebih awal setiap harinya. Orang tua bima belum juga kembali ke jakarta. Mereka masih berada di korea. Mereka sudah mengetahui tentang perceraian bima. Mendengar cerita tentang kiara, bu sarah menjadi sangat emosi. Rasanya dia ingin menjambak-jambak kiara yang tega menghianati anaknya.


Sementara bima menggantikan posisi papanya di kantor pusat. Bima sedang duduk diruangan papanya. Dia memainkan pulpen sambil tersenyum-senyum sendiri. Ternyata bima sedang memikirkan vella.


"Kenapa vella memenuhi pikiranku, apa aku jatuh cinta?" Ucap bima dengan malu-malu


Tiba-tiba ada ob yang mengetuk pintu ruangannya. Bima mempersilahkan dia masuk.


"Permisi pak, saya ngantar minuman buat bapak." Ucap ob yang ternyata adalah siska.


Siska diterima bekerja disana. Siska baru pertama kali bertemu dengan bima karena dia baru satu minggu bekerja disana. Setelah mengantar minum siska langsung keluar lagi.


"Wah dia kan cowok yang dulu gue kira pacarnya vella. Gila kok bisa tuh cewek punya kenalan direktur. Gue nggak mau kalah dari dia. Gue harus bisa dapetin pak bima." Ucap siska


Siska mengorek informasi tentang bima dari salah satu teman kerjanya yang sudah lama bekerja disana. Jadi selama ini siska tidak tahu siapa bima.


"Dih kemana aja sih lo sis sampek nggak kenal seorang bima argantara. Sekarang dia udah duda loh, jangan-jangan lo suka sama dia?" Ucap juli salah satu ob juga


"Ya kalau suka kan nggak papa juga. Gue cantik sepadan dong sama pak bima yang ganteng." Ucap siska dengan sombongnya.


"Dahlah jangan ngimpi ketinggian. Nih lo anter minuman lagi ke karyawan lain." Ucap juli dengan memberikan nampan berisi beberapa cangkir kopi, kemudian dia langsung pergi meninggalkan siska.


"Hiiihh nyuruh-nyuruh aja! Awas aja kalau gue udah jadi istri pak bima gue pecat lo." Ucap siska berhayal ketinggian


...----------------...


Hari ini vella bangun kesiangan lagi, semalam seperti biasa dia menggantikan pak arman menyelesaikan pesanan baju pelanggan. Jahitan vella tidak kalah rapi dari ayahnya. Vella tidak mau ayahnya kecapek an jadi dia meneruskan pekerjaan ayahnya setiap malam.


"Huaaah.." Vella duduk di kursi sambil terus menguap


"Yaampun dek, kamu kayaknya kelihatan capek banget. Jangan keseringan begadang ih nanti kamu sakit." Ucap dira

__ADS_1


"Enggak kok mbak tenang aja aku minum vitamin kok buat jaga kesehatan."


"Tapi belakangan ini kamu jadi bangun siang terus. Awas dapet jodoh duda." Ledek dira


Kali ini vella tidak marah dia malah tiba-tiba tersenyum tersipu malu mendengar kata duda. Dira yang melihatnya langsung mengibaskan tangannya di depan mata vella.


"Heh dek,, Kok jadi bengong? Senyum-senyum lagi. Oh mbak tau nih, jangan-jangan kamu kebayang bima ya? Dia kan duda."


"Apaan sih mbak, enggak kok. Udah ah aku mau mandi dulu biar seger."


Vella pergi beralasan akan mandi untuk menghindari pertanyaan dari dira.


"Ee ciee kelihatan loh dari wajahmu yang merah itu hahaha." Teriak dira


Vella menutup kupingnya dan berlari menuju kamar mandi. Dari dalam kamar mandi vella kembali tersenyum-senyum sendiri, entah kenapa setiap mendengar nama bima jantungnya berdegup lebih kencang. Hatinya pun terasa bahagia.


Selesai mandi vella membantu dira mengemas kue-kue ke dalam kotak. Hari ini pesanannya juga cukup banyak. Tapi semuanya di ambil oleh kurir. Bukan hanya kurir yang datang silih berganti, tapi juga pelanggan pak arman.


"Hehe, alhamdulilah bu san, tapi yang satunya belum juga ketemu jodohnya." Ucap pak arman.


"Wah kalau aja saya punya anak cowok, jadi mantu saya aja deh. Udah cantik rajin lagi." Ucap santi


"Udah ada calonnya kok vella ini yah," Sahut dira


"Enggak yah enggak. Mbak apaan sih, kan malu." Ucap vella


Semuanya tertawa melihat vella yang tersipu malu. Saat bu santi pergi, pak arman berkata kalau vella sudah punya calon jangan disembunyikan. Tapi vella menjawab kalau dia benar-benar belum mempunyai kenalan, apalagi calon suami.


Vella memang mulai menyukai bima, tapi dia menanamkan dalam hati kalau tidak boleh terlalu berharap. Vella sadar diri dia berasal dari keluarga kalangan bawah tidak sepadan dengan bima yang berasal dari kalangan atas. Perbedaan mereka sangat jauh. Vella kembali memfokuskan diri untuk rencana awalnya, yaitu membahagiakan ayahnya dulu. Dia belum mau menikah kalau ayahnya masih harus susah payah menjahit seperti sekarang.


...----------------...

__ADS_1


Fadly sudah menjalani hari-harinya seperti biasa. Dia sudah melupakan perasaannya untuk vella. Fadly kembali fokus ke usahanya. Bu ira selalu ingin mendatangi rumah vella untuk minta maaf dan juga berniat melamar vella lagi untuk fadly. Namun fadly melarangnya, kalau untuk minta maaf dia setuju tapi untuk melamarnya lagi tidak. Fadly sudah tidak berharap bisa bersama vella. Karena dia tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. Dia sekarang hanya pasrah kalau jodoh pasti akan bersatu di kemudian hari.


"Fadly, kapan mami boleh kerumah vella buat minta maaf?"


"Aku takut nanti disana malah jadi ada keributan mi, pasti ayah vella masih marah dengan mami."


"Ya emang mami dulu keterlaluan, tapi kan mami kesana untuk memperbaiki keadaan. Mami janji nggak akan bikin keributan disana. Mami cuma mau minta maaf kok."


"Oke nanti aku antar mami kesana sekalian memastikan mami nggak berbuat yang aneh-aneh."


Jam 3 sore fadly dan bu ira datang kerumah vella. Sayang sekali saat itu vella sudah berangkat bekerja. Mereka hanya bertemu dira dan pak arman. Mereka disambut dengan baik oleh pak arman. Meskipun sikap bu ira yang semena-mena terhadap vella waktu itu, pak arman tetap menghormatinya. Dia tidak ingin memperburuk keadaan apalagi sampai dendam. Mengingat fadly yang sudah banyak membantu keluarganya. Pak arman mempersilahkan mereka masuk dan duduk. Kemudian dira menghidangkan dua cangkir teh hangat untuk mereka.


"Kedatangan saya kesini, saya mau minta maaf atas sikap saya yang dulu pernah menuduh bahkan membentak-bentak anak bapak." Ucap bu ira


"Saya sudah memaafkan, bahkan vella juga." Ucap pak arman


"Saya sangat menyesal sudah percaya hasutan siska, hingga memperlakukan gadis baik seperti vella sebegitu jahatnya." Ucap bu ira lagi


"Sudahlah bu, tidak usah dipikirkan lagi. Yang lalu biarlah berlalu. Semua kejadian itu dijadikan pelajaran saja." Ucap pak arman


Bu ira sudah merasa lega sekarang. Dia tidak menyangka kalau ayah vella begitu sopan padanya. Dia pikir pak arman akan memakinya balik seperti yang dulu dia lakukan pada vella.


Fadly menatap seisi rumah, dia mencari keberadaam vella, dia berfikir vella bersembunyi dikamar ketika tahu dirinya datang. Karena fadly melihat motornya ada di depan rumah. Dira yang melihat gelagat fadly langsung menyadarinya.


"Pasti nyari vella ya? Dia nggak ada dirumah, lagi kerja sekarang."


"Kerja dimana mbak?" Tanya fadly penasaran


"Itu lo jadi guru les adiknya bima argantara pengusaha muda yang terkenal di tv itu." Jawab dira


"Oh syukurlah kalau sekarang vella sudah kembali bekerja lagi. Sebenarnya saya ingin dia kembali ke tempat saya, tapi mendengar ini saya ikut senang." Ucap fadly

__ADS_1


Karena semua sudah clear, bu ira mengajak fadly berpamitan dari sana. Dalam perjalanan, fadly jadi kepikiran tetang vella dan bima. Sekarang bima sudah menjadi duda, kalau setiap hari mereka bertemu dan dekat, pasti tidak menutup kemungkinan mereka akan jadian. Fadly tidak kuat membayangkan semua itu. Sebelum itu terjadi, dia harus sudah benar-benar move on dari vella agar tidak lagi merasa sakit hati.


__ADS_2