Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Part 20


__ADS_3

HAPPY READING...


Sudah satu jam lebih Winda hanya diam di ruangan Joseph. Bahkan minuman yang diberikan tadi oleh seorang office boy sudah habis tak tersisa. Winda tak habis pikir dengan Joseph, laki-laki itu sibuk dengan pekerjaannya. Ia bahkan dengan santainya meminum kopi sambil mengecek beberapa berkas yang ada di mejanya.


Jika Joseph sedang sibuk bekerja, lalu kenapa ia menyuruh Winda untuk ke sini? Jika tahu akan seperti ini, maka Winda tidak akan datang ke sini. Winda sudah berulang kali merubah posisi duduknya agar lebih nyaman.


Joseph menyadari tingkah Winda sejak tadi, tapi ia mendiamkannya saja. Tapi sekarang, Winda benar-benar sudah mengganggu konsentrasinya.


"Kamu kenapa sih? Nggak bisa diam, kayak cacing kepanasan aja." Ujar Joseph sambil menutup berkasnya.


"Kamu ngatain saya cacing kepanasan?" Kata Winda tak terima.


"Iya, soalnya dari tadi kamu nggak bisa diam." Ucap Joseph.


"Kamu jangan samain saya sama cacing ya! Lagian saya kayak gini kan karena kamu." Sahut Winda kesal.


Joseph menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. "Kok saya sih?"


"Kamu telpon saya untuk datang ke sini. Saya udah ke sini tapi kamu malah sibuk sama kerjaan kamu dan cuekin saya. Emang kamu pikir saya pajangan di ruangan kamu." Ujar Winda.

__ADS_1


"Wajar kalau saya sibuk, karena saya bukan pengangguran." Kata Joseph.


Winda memutar bola matanya jengah. "Kalau kamu sibuk, terus kenapa kamu suruh saya ke sini? Buang-buang waktu aja."


Joseph bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Winda. Kemudian ia duduk di sofa yang ada di samping Winda.


"Kamu nggak perlu khawatir sama waktu kamu, karena saya akan bayar."


"Kamu kenapa suruh saya ke sini? Kenapa kamu nggak langsung suruh saya ke sekolah itu?" Tanya Winda dengan serius yang malah mengabaikan ucapan Joseph sebelumnya.


Bagaimana pun ia harus bersikap profesional saat ini, karena Joseph sudah mengontraknya.


Joseph pun hanya diam saja, karena ia sedang tidak fokus saat ini. Lebih tepatnya Joseph sedang menahan gairahnya agar tidak keluar.


Ini bukan pertama kalinya Joseph tegang seperti ini karena perempuan. Tapi ini pertama kalinya ia langsung tegang hanya dengan melihat perempuan. Jika perempuan di luar sana akan menggodanya untuk membuat Joseph mencicipi tubuhnya. Maka berbeda dengan Winda, bahkan perempuan itu tidak melakukan apapun.


Winda bingung melihat Joseph yang melamun. Tidak, Joseph tidak melamun. Tapi pandangannya sedang tertuju pada sesuatu di hadapannya. Winda mengikuti arah pandangan Joseph, dan ia langsung membulatkan matanya.


"Dasar duda mesum." Ucap Winda sambil memukul Joseph dengan tasnya.

__ADS_1


"Aw...aw... sakit, kamu kenapa menganiaya saya?" Kata Joseph.


Winda kembali meletakkan tasnya di atas pahanya untuk menutupinya dari mata-mata kemesuman.


"Iya, saya aniaya kamu. Bahkan saya bisa berbuat lebih kalau kamu berani macam-macam sama saya." Ujar Winda.


"Memang saya ngapain kamu?"


"Pakai nanya lagi. Saya lihat ya, kalau kamu dari tadi ngeliatin apa." Ucap Winda.


"Oh ya? Apa yang saya lihat?" Tanya Joseph sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Sudahlah, saya nggak mau bahas ini. Mendingan lebih baik kamu ajak saya ke sekolah milik mu itu." Ujar Winda.


"Udah kamu tenang aja. Lebih baik kamu ikut saya sekarang." Ucap Joseph.


"Kemana?" Tanya Winda.


"Udah, nggak usah banyak tanya. Ikut saya sekarang." Ujar Joseph.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan commentnya ya teman-teman, kalau perlu di jadikan favoritnya ya. Terima kasih🙏


__ADS_2