Merpati Hitam

Merpati Hitam
Goldmember Card


__ADS_3

Dua minggu sebelum acara


Siang itu, suasana riuh rendah para mahasiswa jurusan FKK atau Farmasi Klinik dan Komunitas ITB, baru saja mengikuti materi Farmakologi dan Toksikologi I , mata kuliah wajid di semester ini. Nampak seoramg gadis berkulit putih, mata sipit namun bulat, dengan pipi yang chubby nampak sedang merapikan setumpuk undangan yang akan ia bagikan kepada teman-temannya. setelah beres, ia menelungkupkan kepalanya di atas tumbukan undangan yang belum satupun ia bagikan lalu menyamping menatap Erika yang sedang meratakam liptintnya, sekilas ia tersenyum saar ia melihat merk liptint yang digunakan sahabatnya itu.


"Napa lu Le, senyum-senyum gitu liatin gue, terpesona lu liat kecantikan gue yang tiada tara ini" ucap Erika dengan kepedean diatas rata-rata, namun malah membuat Alea makin terkekeh.


"Ngga, gue baru sadar aja merk liptint yang lo pake itu keluaran dari brand mana."


"Emang? Kenapa?"


"Ya kalo tau dari kemarin mah kan bisa aja gue minta nyokap gue ngasih lu sekarton sample pabrik, "ucap Alea mengekeh.


"Cih, mentang-mentang emangnya punya brand skincare gede" ece Erika.


"Yeeh, lu mah, itu kan liptint emang keluaran brand nyokap gue, coba aja baca" karena penasaran Erika pun memeriksa brand dan produsen liptint miliknya. Kemudian menipiskan bibirnya seraya melirik pada Alea dengan lagak sok imut. Alea yang melihat perubahan tingkah Erika mendecih merasa geli sendiri, membalikan kepalanya yang masih diatas tumpukan lembaran undangan ke arah lain..


"Kakak Alea," ucap Erika sembari menggoyang bahu Alea.


"Hmmmm"


"Emang boleh kalo minta sekarton sample"


"Boleh,"


"Beneran, serius??"


"Hmmm"


"Iih Le, beneran nih?"


"Hooh tapi ada syaratnya" begitu mendengar ada syaratnya bibir Erika seketika mengerucut.


"Iiish, kalo mau ngasih tuh yang ikhlas napa Le"


"Pck, Ya udah kalo ngga mau" ucap Alea sembari menutup kelopak matanya yang sedikit mengantuk.


"Iya deh mau,.tapi benaran ya gue dapet liptint brand ini ngga usah sekarton 10 biji aja aku udah seneng, lumayan bisa hemat lebih dari 1 tahun" ucap Erika mendekap genggaman tangannya. Alea pun bangun begitu mendengar persetujuan Erika,


"Oke, deal ya?" ucap Alea sembari mengajak Erika janji kelingking


"Iyee, apaan emang?"


Sorot manik mata Alea seketika berbinar dan tersenyum lebar.


"Gampang kok, cukup lu bagiin undangan ini aja"


Belum Alea menjelaskan, tiba-tiba Harka datang menyela.


"Undangan apa nih? Lo mau nikah Le? Jadi juga lo sama si Kak Arvan itu. Eh tapi bukannya dia lagi di Singapura buat S2-nya ya? Jomblo dong lu?" seloroh Harka meledek Alea.


"Sembarangan bilang gue jomblo, kita cuma LDR tau" bantah Alea sebal dengan ledekan Harka.


"Lah emang lo ngga tau LDR itu singkatan apa?"

__ADS_1


"Tau lah, LDR itu Long Distance Relationship, atau hubungan jarak jauh" ucap Alea berusaha tidak terlalu menggubris Harka yang notabennya adalah katingnya. Namun mereka cukup akrab karena berada di beberapa organinasi yang sama.


"Yeee salah" pekik Harka


"Lah terus..?" Alea menautkan alis dan mengerucutkan bibirnya.


"LDR itu singkatan dari *****L********ami-lami Dikantun Rarabi*** (lama-lama ditinggal nikah) huahahahaa" ucap Harka tergelak heboh sendiri.


"Iissh ada yang begitu?" desis Alea


"Ya adalah, banyak malahan" Alea hanya mengenyekan bibirnya pada Harka.


"By the way kakak ngapain ke sini, kangen aku ya?" tanya Erika kembali sok genit.


"Diiih PeDe"


"Terus kakak ngapain ke sini?" giliran Alea yang kepo.


"Gue kangen, tapi kangen sama pipi bakpau lu ini" ucap Harka sembari menjembel pipi Alea yang memang terlihat menggemaskan.


"Kakak.. Sakit ..." ringis Alea berusaha melepaskan jembelan Harka dipipinya. Harka malah terkekeh saat melihat Alea menguyel pipinya yang habis baru ia jembel. Tanpa di suruh Harka duduk di atas meja Alea.


"Le, seriusan ini undangan pernikahan lo?" tanya Harka sementara tangannya sibuk membulak balik undangan tersebut.


"Iish bukan Kak, Ale bisa digorok Mommy kalo nikah sebelum dapet kerja. Kata Mommy aku boleh punya nikan kalo aku udah punya kerja, biar lebih dihargai mertua sama ipar katanya."


"Terus ini undangan apa?" Erika ikut penasaran.


"Asyiik party nih" Yoga tiba-tiba nimbrung.


"hmm ada live musiknya sih"


"Gue di undang ngga nih" tanya Yoga sambil mengambil satu kartu undangan.


"Satu kelas ini udah pasti gue undang, kebetulan lo ke sini nih tolong ya lo bagiin, soalnya gue juga mau ke ruang PA buat ngasi undangan ini ke Pak Danang"


"Serius lu ngundang PA juga??" Erika sedikit tidak percaya.


"Ada yang bisa lebih bikin lo nganga"


"Hahh?? Apaan?" Erika dan Yoga saling bertatapan dan menghedikan bahu memberi tanda mereka sama-sama tidak tahu ada hal yang lebih mencengangkan selain mengundang PA mereka.


"Lo baca aja siapa yang turut mengundangnya"


"Ya pasti nyokap lo lah"


" A..ah." Alea menutup mata sembari menggelengkan kepalanya sementara telunjuknya mengacung lalu bergerak kanan kiri, menyatakan tebakan Yoga salah. Kemudian Alea mengambil undngan yang sedang dipegang Erika lalu menarik simpul pita yang menjadi pengunci undangan tersebut lalu ia menunjukan satu nama yang cukup terkenal


"Daebak Gavin Harraz Widjaya " benar apa yang di katakan Alea, mereka bertiga seketika diam buat menganga lebar begitu melihat nama Gavin seorang Presdir FCJ Bamantara Grup tertera dalam kartu undangan seorang mahasiswa pertengahan semester.


"Kok bisa?" ucap Yoga sembari mengambil undangan tersebut lalu membacanya sendiri.


"Ya bisa lah, kan bentar lagi doi jadi bokap gue" Erika yang mendengarnya seketika merasakan seluruh tubuhnya lemas kemudian seolah akan pingsan begitu mendengar apa yang dikatakan sahabatnya barusan. Dengan sigap Yoga menahan tubuh Erika yang terhuyung lemas. Namun tidak ada seorangpun yang panik saat Erika terkulay demikian. Sudah terbiasa mereka mendapati reaksi Erika yang berlebihan, padahal dia baik-baik saja. Mungkin sekalian caper biar bisa gelendotan sama Yoga juga, yang memang pacarnya.

__ADS_1


"Gila... Pake pelet apaan nyokap lu sampe bisa ngebuka hati orang yang terkenal kek kulkas 10 pintu." ucap Yoga sembari mengipasi Erika yang menyandar pada perutnya yang datar.


" Eh Kampret, mau bucin-bucina jangan depan gue, " protes Alea tanpa menggubris ucapan Yoga seraya telunjuknya menusuk-nusuk perut Erika.


"Iish ngga ngeliat orang seneng lu"


"Maklumin aja Ri, kan si Ale lagi LDRan sama ayang mbepnya" ledek Harka tersenyum.


"Eh Le, acaranya lama bener semingguan, emang beda yeh kalo anak sultan mah, ultah aja 7 hari 7 malem, apalagi kalo ntar lu nikahan, bisa-bisa sebulan."


"Mana ada seminggu," sanggah Alea.


"Nah terus ini," tunjuk Yoga pada rangkaian sesi acara.


"Gini, ultah gue cuma sehari doang pas hari pertamanya, nah sesi kedua itu acara sunat masal, bagi sembako terakhir pengajian."


"Abis dari neraka ke syurga gitu ya konsepnya"


"Si anjir bisa wae lu mah Ga" pekik Harka terkekeh sementara tangannya dengan ringan memukul lengan i


Yoga.


"Ya anggaplah gitu" rengut Alea ikut mengekeh kecil.


"Baksosnya kita boleh ikutan bantu ngga Le, itung-itung sedekah jasa" kata Harka.


"Boleh, ajak yang lain juga boleh banget, tapi dengan syarat kalo mau di dokumentasi jangan bikin tag atau hastag tentang perusahaan Nyokap atau perusahaan Om Gavin, tag mereka juga ngga boleh, soalnya ini cara baksoskan, nyokap gue ngga suka hal begitu di blow up media." jelas Alea, terlihat Harka, Yoga dan Erika mengangguk sebagai tanda mereka cukup mengerti dan faham kemana arah kontexnya.


"Jadi minta tolong ya, bantuin buat bagiin undangan ini, dan pin di pake ya pas kalian nanti ke venue, ini kalo kalian termasuk ke kepanitiaan ultah gue. "


"Asyiik berarti ada uang capeknya dong"


"Makanyan pas kalian dateng ke acara gue nanti pinnya wajib di pake, dan ini buat lu Ri," Alea kemudian memberinya goldmember card Beauty house,


"Le.. Ini beneran?" Erika mengedipkan matanya,


"Iya, udah lama nyokap gue kasih itu buat elu, cuma gue lupa mulu. Nah dengan goldmember card ini, lo cukup kasih tunjuk ke kasirnya, nanti kasirnya bakal kasih lu diskon 50 sampai 75% di seluruh outlett Beauty house, meskipun lu cuma beli 1 item" jelas Alea dan sekali lagi ia dibuat melongo dengan apa yang dijelaskan sahabatnya itu, Beberapa saat kemudian baru lah ia berteriak histeris dan menarik tangan Yoga agar melonjak-lonjak bersamanya.


Alea bangun dari kursinya lantas berdiri di samping Harka. Mereka nampak mengulas senyum lebar namun manis seraya menggelengkan kepala mereka tatkala melihat Erika terlihat begitu kegirangan karena mendapatkan privilege saat berbelanja di Beauty house, yang artinya dia bisa menabungkan uang jatah skincare dan makeupnya, dengan memiliki goldmember card yang akan banyak memberinya potongan harga, ia semakin yakin untum mengembangkan usaha online shop rintisan, dengan memenuhi etalasenya dengan produk-produk yang sudah tentu terjamin kualitasnya.


*********


ngga kerasa udah episode 100 aja nih,,


author ucapkan banyak-banyak terima kasih buat teman-teman yang udah bantu mensuppot karya pertama ku ini..


sarangheo modeun dogja


aku cintai para reader


(*^3^)/~


~(^з^)-♡

__ADS_1


__ADS_2