Merpati Hitam

Merpati Hitam
Takeaway


__ADS_3

"Mau dipasangin ngga Le, Nad?" tawar Haidar.


"Boleh Om, tapi aku minta tolong Om Vito aja deh, wajahnya lebih manusiawi" tolak Alea spontan, sontak membuat Haidar mendelik mendapat jawaban Alea yang diluar perkiraannya, sekaligus membuat Vito dan Rendra terkekeh geli,


" Terus kalo menurut kamu Om ini kurang manusiawi gitu?" kata Haidar dengan air muka tidak percaya.


"Lah emang Om ngga sadar?"


Haidar mendelik sinis pada Alea menunggu kalimat apa yang selanjutnya akan dilontarkan mulut mungil rasa bon cabe level 30 itu.


"Nih ya,, Ale kasih tau sama Om, kalo wajah Om itu cakep, ganteng banget malah, spek Dewa-dewa gitu. Tapi.."


"Tapi apa..?!!"


"Tapi Dewa buaya darat sih tepatnya, hehehh" ucap Alea begitu saja tanpa merasa beban cengengesan cengir kuda yang jelas makin membuat Rendra dan Vito terpingkal mendengar penuturan Alea yang benar-benar di luar ekspektasi mereka.


"Hih !! Kalo gue ogah urusan sama calon bapak tirinya udah gue ..." ujar Haidar jengkel sembari menggerakan jari jemarinya seolah ingin ******* Alea seperti adonan. Haidar makin di buat dongkol merasa makin terbully tatkala melihat kedua sahabatnya malah terpingkal saat mendapat jawaban Alea yang bertutur kata halus tapi nyelekit tepat sasar.


"Dar, jangan tersinggung, masa gitu doang lu kesel, kan fakta wajah lo emang ganteng, dan mantan lu juga banyak." ucap Rendra masih menyisakan tawanya seraya menepuk-nepuk bahu Haidar.


"Deuuuh, kayak sendirinya bukan PK aja?"


"Gue udah tobat dari kapan taun kali" ujar Rendra membela diri.


"Yang sabar ya boss" seloroh Vito sekonyong-konyong menirukan tokoh Sopo dalam serial animasi anak Adit Sopo Jarwo saat ngeloyor melewati Haidar menuju Alea dan Nadia berdiri.untuk memasamgkan kalung yang mereka hadiahkan pada kedua gadis putri kesayangan Nayuwan.


"Ciihh !!" Haidar mendecih, menekuk wajahnya, sementara tangannya bersedekap di depan dad*nya. Bumbu kelakar kedua sahabatnya itu jelas sukses membuat Haidar makin ingin murka pada mereka semua.


Dari kejauhan Gavin melihat keriuhan di antara Rendra Cs dengan kedua calon putrinya. Setelah pamit dengan koleganya iapun beranjak menghampiri mereka karena penasaran begitu melihat raut kekesalan di wajah Haidar dan Alea nampak acuh seolah tidak peduli, sedang yang lainnya tertawa bahkan Haidar sampai memutupi tawanya di balik punggung Vito.


"Ada apa ini? Seru banget kayakanya?" sindir Gavin sembari memasukan kedua tangannya ke saku celana.


"Noh bocah, mulut kayak petasan" gerutu Haidar.


"Apaan sih.. Ale tuh cuma bilang fakta doang kok" rengut Alea bibirnya manyun ke bawah mengece Haidar yang terlihat masih tidak terima di sebut dewa buaya.


"Emang tadi Ale bilang apa sampe Om Haidar mukanya ditekuk begitu."


"Gini loh Dadd, tadi tuh kan Ale sama teh Nadia dapet hadiah dari Om-Om ganteng ini" ucap Alea sembari menunjukan paper bag dengan logo Tifanny & Co.


"Lalu ?"

__ADS_1


"Nah Om Haidar nanya mau di pasangin ngga, aku jawab ia boleh, tapi aku mau sama Om Vito aja soalnya wajah Om Vito lebih manusiawi"


"Hmmmm.."


"Om Haidar tanya emang wajah dia ngga manusiawi?"


"Aku jawab wajah Om Haidar itu ganteng banget, spek dewa" dahi Gavin berkerut samar, dengan satu alisnya naik ke atas.


"Spek Dewa buaya darat tapinya, gitu dadd, tapi Om Haidar malah mencak-mencak" imbuh Alea


"Phhtt hehhhhhhh" Gavin terkekeh begitu saja.


"Kan, lu juga ikut ngetawain gue" ketus Haidar makin jengkel.


"Tapi yang dibilang sama Ale bener kok? Cocok buat elu"


"Bully teruss"


"Makanya cepetan tobat lu, giliran di kasih gelar dewa buaya darat sama anak gue lu kagak terima, gimana sih?"


"Dah ah males gue, mending gue cabut cari yang bening-bening siapa tau ada yang bisa di takeaway"


"Gue bilangin si Dilla, tau rasa lu" ancam Gavin.


"Apa kamu bilang?? Berkembang biak??! Kamu kira aku ini hewan memamah biak apa?" tiba-tiba Dilla datang dengan emosi langsung menyemprot Haidar.


"Mampus lo !!" ujar Rendra


"Hajar aja Dill, tadi dia bilang mau cari yang bisa di takeaway" Vito ikut memprovokasi


"Ooh gitu?!! Mau takeaway!!" Dilla mengulang kata-kata Vito sembari memasang senyum sinis pada Haidar


"Ngga gitu, aku bisa jelasin"


"Bisa jelasin kalo kamu mau cari jajan, gitu"


"Jajan enak itu Dill" Gavin tak kalah kompor


"Bacot lu pada yee!!" tunjuk Haidar, sedang para sahabatnya terpingkal melihat seorang Haidar terlihat salahtingkah dan tidak berkutik di depan Dilla.


"Bacot ..!! ke aku kamu berani bilang gitu?! Bagus !" Ardilla bersedekap dengan raut wajah makin menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Bukan.. laah.. tapi ke...ke mereka.."


"Dah lah, aku jadi ragu buat mau jadi pacar kamu, belum apa-apa udah makan hati apalagi pas udah jalan, bukannya dijadiin ratu, jadi batu yang ada" ucap Ardilla sembari beranjak pergi dengan kesal.


"Dill.. Tunggu dulu.. Dill.. " Haidar berusaha menjegal Ardilla namun dengan kasar Ardilla segera menghempaskan tangan Haidar yang mencengkram lengannya dan kembali berjalan menjauhi Haidar.


"Semangat ya Dar" pekik Rendra setengah berteriak


Malam makin larut, waktu sudah menunjukan hampir jam 9 malam sebagian besar para tamu undangan susah mulai memenuhi lapangan sepak bola yang di sulap menjadi venue. Acarapun segera di buka dengan ditandai dengan berdirinya sepasang sejoli yang tengah kasmaran siapa lagi kalo bukan Gina dan Satria.


"Cek cek.. Cek.. 1...2...3.." Satria mengetas microphonena begitupun dengan. Mereka berdua di tugaskan untuk menjadi MC acara tersebut.


"Baik, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh," Gina mulai membuka acara.


"Selamat malam, selamat datang dan terima kasih kepada para hadirin yang kami hormati. Beribu terima kasih kami haturkan atas kesediaannya untuk meluangkan waktu sejenak untuk ikut merayakan dan memeriahkan ulang tahun putri dari Ibu Nayuwuan Gava Pramesti yang bernama Alea Dionne Nafir pada malam ini." sambung Satria.


Selamat malam kepada para hadirin dan teman-teman Alea semua, apa kabar malam ini? Mudah-mudahan teman-teman selalu dalam keadaan baik dan sehat, tidak kurang satu apapun.." sambung Satria.


"Bagaimana bang, masih gugup?" seloroh Gina dan mengundang gelak tawa para hadirin yang memang kegugupan Satria begitu ketara.


"Sebenarnya masih sangat gugup, namun suatu kehormatan tentu untuk kita karena diberikan mandat kepercayaan untuk menjadi MC dalam acara malam hari ini." ungkap Satria berusaha menetralkan rasa gugupmya. Karena meski Satria sering menjadi MC dalam acara RUPS, namun menjadi MC dan berpasangan dengan Gina tentu menjadi moment dan tantangan tersendiri baginya.


"Kir


Senang sekali ya Al hamdulillah karena di malam yang berbahagia ini kami di beri kesempatan memeriahkan acara ini. Padahal ibu boss kami bisa sekali mengambil MC ibu kota yang lebih mahal dan profesional pastinya. Tapi kami


mungkin karena kami multitalenta curhat sebelum acara kita lanjutkan, sebenarnya beban untuk kami khususnya pribadi untuk menjadi MC acara, masalah kalo acara jadi hancur, kami berdua pasti di deportasi ke kutub utara!! " ucap Gina berseloroh, dan ternyata sukses membuat para tamu bergemuruh dengan tawa, ada juga yang mengulum senyum tergelitik dengan tingkah Gina yang polos.


"Jangan sampe dong, justru kita harus kompak untuk membuat acara ini lancar, sukses dan lebih meriah hingga akhir" sahut Satria seolah menghardik.


"Jangan sampe ya Allah, Canda ya Pak, bu harap maklum saya sedang gugup," ujar Gina


"Potong gaji aja !! " teriak Nadia di ujung podium


"Heh siapa itu?!! Tolong cicilan saya masih banyak ini," rengek Gina dan lagi-lagi membuat gelak para tamu undangan.


"Canda ya pak bu, please jangan potong gaji nanti kami ngga bisa bayar kontrakan, mana saya tahun depan ada rencan mau nikah, jadi tolong pak bu jangan potong gaji, naik gaji dan bonus kalo bisa, kalo bisa ini mah" sahut Satria sedikit logat betawi nyamblak.


********


sarang heo modeun dogja

__ADS_1


( ˘ ³˘)❤


__ADS_2