
Pagi ini Nayuwan sudah disibukan oleh kedua putrinya yang merengek meminta liburan ke Korea, karena sebentar lagi bulan april, waktunya bunga cherry blossom mulai bermekaran.
"Ayolah mom, kita belum pernah liburan bareng lho, dulu mommy bilang mau ajakin kirim jalan-jalan tapi faktanya mommy sibuk kerja mulu" protes Alea si bungsu. Melipat tangannya tak ketinggalan bibirnya sama mengerucutnya dengan Nadia.
" Iya lho, mommy udah janji kalo nilai kita bagus kita mau liburan" Nadia ikut menimpali, Nayuwan memijat pelipis keningnya yang tidak pening. Nayuwan akhirnya hanya menghela nafas panjang karena memang dirinya pernah berjanji demikian sewaktu masih bekerja jadi TKW. Tapi boro-boro liburan, tepat di hari dia menginjakan kaki di Tanah Air pun dia sudah harus langsung meeting dengan Gavin untuk membicarakan soal Beautyhouse, padahal rencana awal Nayuwan akan di jemput rombongan keluarga. Semua gatot, gagal total.
Nayuwan mengambil ponselnya yang tergelatak di atas nakas.
" Gin, tolong kosongkan jadwal ku selama 1 minggu di pertengahan bulan ini. Booking tiket,hotel, atur juga biaya akomodasi selama satu minggu di Korea nanti, termasuk anggaran oleh-oleh." seru Nayuwan pada Gina setelah sambungan telphonenya terhubung dengan Gina. Alea dan Nadia tersenyum lebar, lalu bersorak girang.
".........."
" Yang ikut, paling aku, ibu, anak-anak, keluarga adikku termasuk mertuanya, kamu, tiga sahabatku, pak Nanang dan keluarga, sama ...." Nayuwan tersenyum jahil, karena tahu Narti menguping obrolannya.
" Narti dan keluarganya, kamu atur semua, dan pastikan hotel kita dekat dengan akses cherry blossom" Narti yang mendengar namanya ikut di sebut melonjak kegirangan, kapan lagi coba di ajak jalan-jalan keluar negeri pikirnya. Nayuwan yang melihat tingkah Narti, terkekeh geli seray menggeleng-gelengkan kepalanya. Narti yang sadar meringis sungkan, sambil mengulum senyum lalu kabur menuju ke dapur.
"......."
" Hooh kamu atur aja semua oke, eh kru juga, biar sekalian bikin vlog juga"
"......."
" Ok,, nanti ketemu langsung ke pabrik aja" tutup Nayuwan tanpa memberi salam.
" Udah ya, mommy udah atur, kita berangkat pertengahan bulan, soalnya kalau minggu-minggu ini mommy banyak schedulemeeting yang ngga bisa dibatalin, ok ?" Nadia dan Alea mengangguk setuju, mereka bersorak berhambur memeluk Nayuwan lalu mencium pipi Nayuwan bersamaan, Nayuwan pun membalas pelukan Alea dan Nadia tak lupa memberikan ciuman di pipi secara bergantian. Drama bocilpun berakhir happy ending.
************
Nayuwan mengendarai motornya di ikuti Gina menuju cafe tempat janjian dengan ke tiga sahabatnya. Dia memang lebih suka mengendarai motor besarnya dibanding memakai mobil, ada perasaan bebas saat dirinya melesat di jalanan. Nayuwan memarkir motornya disamping motor Moya, dia tahu persis motor vixion di sisi kirinya adalah motor Moya, karena dia yang membelikan motor untuk Moya sebagai hadiah ulang tahun 5bulan lalu, ada ciri khusus sehingga dirinya mudah mengenali motor milik Moya. Setelah melepas helm lalu menitipkannya pada tukang parkir di sana, Nayuwan di ikuti Gina masuk ke dalam cafe.
" Sorry gue telat, tadi ada meeting dulu soalnya" ucap Nayuwan sembari mendudukan dirinya di kursi yang masih kosong. Sedang Gina langsung ngibrit ke toilet, dia merasakan kandung kemihnya terasa penuh sejak pertengahan perjalanan tadi.
" Santai aja, kita juga baru nyampe kok, iya kan Va, Dill " Reva dan Ardilla mengangguk mengiyakan Moya.
" Eta leungeun geus cageur?( itu lengan udah sembuh)" tanya Ardilla kepo, bibir Nayuwan membebek sambil mengangguk.
" Geus lah, piraku teu cageur-cageur, secara perawatan dokter jeung rumah sakitna ge VVIP di Healty care ( Udah lah, masa ngga sembuh-sembuh, secara perawatan dokter dan rumah sakitnya juga VVIP di Healty Care)" Moya mulai meledek Nayuwan, Nayuwan hanya cengir sebal.
" Wah, mahal meureun didinya mah( wah mahal kali kalo di sana mah)" ujar Ardilla sambil mengaduk lalu menyeruput jus alpuket yang di pesannya.
__ADS_1
" Mahal lah, tapi kan nu mayar lain si Yuwan (mahal lah, tapi kan yang bayar bukan si Yuwan)" Nayuwan mendelik pada Moya dengan tatapan jengah.
" Terus nu mayar saha? (terus yang bayar siapa)" Dilla menautakan alisnya menandakan tingkat kekepoannya meningkat drastis.
" Itu lho, presdir FJC Bamantara Group, bapak Gavin Harraz Widjaya yang ganteng" ujar Moya makin semangat menceng-cengi Nayuwan yang terlihat makin gusar karena jadi bahan ghibah para sahabatnya.
"Daebak !! Seriusan tah?" Reva yang sejak tadi hanya menyimak akhirnya ikut menyauti.
"Malah ada adegan kisseu segala lho" ujar Gina yang muncul tiba-tiba usai menyelesaikan hajatnya di toilet langsung nimbrung tanpa di minta gabung.
" uhuk uhuk.., beneran aya adegan kisseu, anjiiiiir tinggaleun berita aing ??(ketinggalan berita aku)" Ardilla makin semangat mengghibah meski sempat tersedak juice alpuket yang diminumnya.
" Beneran lah, tanya aja Kak Moya, dia kan juga saksi hidup adegan itu terjadi"
" Yups,, mana di tonton camer sama capar s Yuwan juga" timpal Moya berapi-api. Sedang Nayuwan menyimak dengan bibir tersungging cengir bete.
" hah??! Gelo wani pisan sia ( Hah??! gila berani banget kamu)?!" Ardilla makin heboh.
"Woy woy woiiiii yang ciuman siapa??Sembarangan aja lu mah!" protes Nayuwan dengan fitnah Ardilla sembari melempar French fries yang sudah sisa separu pada Ardilla.
"Ah nyaho kitu mah hanjakal urang ka Bandung (Ah tahu gitu, nyesel aku ke Bandung)" bibir Ardilla mengerucut.
" Tapi kan, mun maneh teu balik ka Bandung si Johan moal ka gep meureun??" (Tapi kan, kalo kamu ngga pulang ke Bandung si Johan ngga akan ke gep dong) Ardilla mengdengkus kasar,mengiyakan apa yang dikatakan Reva.
" Lah urang kan ghibah ge lain tukangeun meureun,"( Lah aku kan ghibah juga ngga dibelakang kali) Nayuwan memutar bola matanya ke atas, mendengar Ardilla begitu pintar berkelit, sedang Moya makin terkekeh puas melihat wajah Nayuwan yang menekuk kesal , dia merasa puas kali ini Nayuwanlah yang jadi bulan-bulanan ghibah para sahabatnya yang super duper kepo.
" Deuh dasar Haiti !!"
"Yeeh mamawa aib "( yeeh pake bawa-bawa aib) protes Ardilla, Nayuwan mengulum tawanya.
"Carita na kumaha? ning bisa ciuman?" (Ceritanya gimana? kok bisa ciuman)Reva mengerutkan dahi sambil menyongdongkan posisi duduknya hingga lebih condong ke meja, lenganyanya bertumpu pada dua sisi kursi yang dia duduki.
"Saha nu ciuman coba?" (siapa yang ciuman, coba?) sanggah Nayuwan.
" Kumaha rasana ciuman jeung Presdir FJC Bamantara Grup, bau saham teu? hmmm tapi nu pasti na mah bau duit sih? bener teu?" (Gimana rasanya ciuman sama Presdir JFC Bamantara grup, bau saham ngga? hmmm tapi yang pastinya itu bau duit sih? benerkan?) mulut Ardilla makin tidak terkontrol.
" Wah parah maraneh,, Urang teu ciuman anjiiir,"(wah parah kalian.. aku ngga ciuman anjiiir) Nayuwan terlihat makin gusar tapi lain dihati karena dia merasakan ada perasaan mengelitik hatinya ketika mengingat kejadian hari itu.
" Beungeut maneh kunaon jadi beureum kitu? Curiga ngabayangkeun sesi pas dicium si Gavin nyak" ( wajah kamu kenapa jadi merah gitu? curiga ngebayangin sesi pas di cium si Gavin yak)celetuk Moya menggoda Nayuwam, karena dia tak sengaja melihat perubahan rona wajah Nayuwan.
__ADS_1
"Manaa ada ih" bantah Nayuwan salah tingkah karena ketahuan Moya, tapi memang benar sekilas bayangan itu terlintas dipelupuk matanya.
" Tapi mun beneran jadi urang ge satuju" (Tapi kalo beneran jadi aku juga setuju) ujar Reva
" Ah mun nolak teh, peureum sugan matana" (ah kalo nolak, merem kali matanya)timpal Ardilla nyinyir. Moya dan Gina saling melirik dengan senyum yang makin melebar.
"Please use Indonesian Sist, biar bisa ikutan ghibah"ujar Gina memasang wajah memelas. Nayuwan cengir julid. Moya terkekeh, Reva menggeleng-geleng gemas.
"Ih poho aing, maneh kan beda planet"(ih lupa aku, kamu kan beda planet) ledek Ardilla usil. Gina yang mendengarnya pun bertingkah sok imut, Nayuwan yang melihatnya bergedik geli sembari memutar bola matanya malas.
"Udah iih,, jangan bahas si Gavin, bete tau ngga sih ganti topik ah" protes Nayuwan bibirnya memang mengerucut, karena ia takut ribuan kupu-kupu yang memenuhi perutnya seakan siap menyeruak jika dia tidak segera menyudahi obrolan tersebut.
"Iih kan jarang-jarang elu mau deket sama cowo tsay, jadi wajar lah kita-kita jadi kepo, apalagi si Gavin bisa sampe cium elu, artinya dia spesial" Ardilla mulai beragument.
"Gue ngga ciuaman anjiirr, Pck!"
"Terus ngapain? saling mencicipi air ludah?" Ardilla mendelik.
"Ck.. hhhh.. Gue ngga ciuman, yang ada si Gavin cium gue..."
"di bibir !" potong Reva ringan begitu saja. Kontan Moya dan Gina tertawa terbahak, saat melihat wajah Reva yg innocent.
"Eeuhh ini bocah ngapain ikut-ikutan sih" Nayuwan melepar keripik singkong pada Reva, sayang Reva berhasil mengelak.
"Gila lu pada yee,, Dengerin jangan di potong dulu" Ardilla dan Reva mengangguk setuju.
"Gue ngga ciuman, tapi emang bener si Gavin cium gue, tapi cium kening gue, puas lu " jelas Nayuwan dengan nada judes seraya mengambil minuman jus alpuket yang ada di depannya.
"Bay the Way, lu benaran udahan sama si Johan? Jomblo dong lu?" Nayuwan mengalihkan obrolan tentangnya ke Ardilla yang baru putus dari Johan.
" Bukan cuma putus, gue juga udah kasih dia ganjaran yang setimpal, emang ibu teu apal, sakitu viral oge.." ceroscos Ardilla dengan bahasa campur galo, mereka memang sengaja memakai bahasa campur-campur, alasannya karena Gina tidak sepenuhnya mengerti bahasa sunda, karena dia lahir dan besar di tanah Borneo.
Ardilla menatap Nayuwan seakan tak percaya jika Nayuwan tidak tahu jika Ardilla sempat masuk ke laman lambe turah. Akun gossip terupdate. Nayuwan menggeleng polos karena memang tidak tahu, beberapa waktu ini dia terlalu sibuk mengurusi PT Hanna Garment, boro-boro buka medsos, bisa cek pergerakan saham saja udah lebih dari syukur. Padahal tragedi itu terjadi beberapa hari sebelum Nayuwan berurusan dengan PT. Hanna Garment. Kemudian Ardilla pun menceritakan semuanya dengan detail juga memperlihatkan beberapa bukti kebusukan Johan pada para sahabatnya itu.
**************
mohon bantu dengan like & komen yang membangun,,
sarangheo**""
__ADS_1
( ˘ ³˘)❤
*******