Merpati Hitam

Merpati Hitam
Oportunis


__ADS_3


"Terima kasih kepada Ibunda yang sudah memberikan sambutannya, cukup mengharu tapi sedikit menyentil juga ya bang, aku ngga sangka ibu kita ini bisa jadi melankolis padahal biasanya lebih sarkas " seloroh Gina


"Yaps betul sekali, Kapan lagi coba kita bisa ngeroasting ibu boss" sambung Satria yang kembali mencairkan suasana.


"Hmm dan semoga melalui acara ulang tahun ini bisa juga sebagai sarana saling mengingatkan satu sama lain agar kita semua makin terjaga dan Allah mencatat ini sekaligus sarana penyambung silaturahim." ucap Gina


" Silahturahim ya,, ingat silahturahim bukan yang lain lho ya,, Aamiin" sambungnya lagi. Satria tersenyum menatap Gina seraya mengangguki ucapannya.


"Baik para hadirin, mari kita ke sesi acara berikutnya yaitu menyanyikan lagu selamat ulang tahun, tiup lilin, kemudian di sambung dengan sepatah dua patah kata dari Nona Alea, katanya ada satu permintaan yang harus diwujudkan oleh ibu Nayuwan untuk kado ulang tahunnya malam ini" ucap Satria. Nayuwan melirik pada Nadia dan Alea seolah bertanya sesuatu yang tidak ia ketahui, namun mereka kompak hanya menghedikan bahu serta mengangkat kedua tangan mereka. Kemudian ia beralih pada ibunya,Clara juga Faisal namun mereka juga memberikan isyarat yang sama. Lalu ia menoleh dan menatapa tajam pada Gavin yang duduk disebelahnya, namun Gavin yang tersenyum lalu mengambil minuman mencoba mengalihkan perhatian Nayuwan.


"Penasaran? Penasaran?..Kalau begitu mari kita menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang meriah, agar kita semua bisa tahu apa sih kado khusus yang wajib di kabulkan oleh Mommy tercintanya."seru Gina. Alunan musik dari band pengisi acara mulai mengalun di iringi ketukan tepuk tangan yang riang dari para tamu undangan, di pimpin oleh Satria dan Gina mereka serempak mulai menyanyikan lagu medley selamat ulang tahun untuk Alea.


"Selamat ulang tahun kami ucapkan.. Selamat panjang umur kita kan doakan...Selamat sejahtera sehat sentosa.. Selamat panjang umur dan bahagia..


Panjang umurnya , panjang umurnya


panjang umurnya serta mulia.. serta mulia.. serta muliaa..


Panjang umurnya , panjang umurnya

__ADS_1


panjang umurnya serta mulia.. serta mulia.. serta muliaa..


tiup lilinnya… tiup lilinnya… tiup lilinnya sekarang juga…sekarang juga…sekarang juga…


tiup lilinnya… tiup lilinnya… tiup lilinnya sekarang juga…sekarang juga…sekaraaang jugaaa…" Alea segera meniup lilin dengan angka 19 yang menyala di atas kuenya.


"Potong kuenya.. potong kuenya.. potong kuenya sekarang juga.. potong kuenya sekaraang juga.. sekarang jugaa...... potong kuenya sekarang jugaaaaa..." Alea mengambil lilin di kuenya kemudian Alea mulai memotongnya dengan arah vertikal sebagai simbolis untuk pemotongan kue ulang tahunnya. Lalu memotong bagian bawahnya. Karena Nayuwan tidak menyukai kue jadinya Alea menyuapi neneknya yang kemudian di beri tepuk tangan meriah semua orang.


Setelah tenang Alea lalu maju sedikit dari sisi kuenya.


"Ekhem.. " Alea membuang nafasnya agar ia bisa sedikit menghilangkan kegugupannya. "Alhamdulillah, berkat karunia dan rahmat Allah SWT, Ale bisa menikmati banyak hal berarti sampai saat ini. Terima kasih atas kehadiran teman-teman, sahabat, saudara yang jauh juga Al hamdulillah berkenan hadir dalam acara ini, serta terima kasih banyak Ale ucapkan kepada rekan-rekan Om Gavin juga Mommy Ale suatu kehormatan bagi Ale bisa bertemu banyak orang penting pada malam ini. Di hari ulang tahun Ale ini, Ale juga ingin mengatakan, bahwa Ale sangat bangga memiliki Mommy yang tegar dan kuat, meski berkali-kali jatuh beliau mampu bangkit dan kembali berjuang untuk kehidupan keluarganya. Mungkin jika bukan karena bukan karena Mommy yang memiliki tekad kuat Ale tidak mungkin bisa berdiri di sini." ungkap Ale sembari menoleh kemudian tersenyum pada Nayuwan.


"Dan sebagai peniru yang baik, maka hari ini Ale juga akan mengambil kesempatan untuk oportunis, dengan meminta sesuatu pada Mommy Ale. Dan untuk itu Ale meminta dukungan dari para hadirin sekalian agar Mommy mau mengabulkannya." Ale kemudian melangkah pada Nayuwan yang sedang duduk di samping Gavin dan ibu Vina. Kemudian Ale berlutut di hadapan Nayuwan yang tentu saja membuat dirinya bingung dengan sikap putrinya itu.


"Mom,"


"Hmmm??" Alunan latar lagu yang tadi terdengar riang kini berubah menjadi alunan yang lembut mendayu-dayu.


"Ale sangat bersyukur sekaligus beruntung karena memiliki Mommy sebagai ibu yang melahirkan Ale 19tahun yang lalu. Ale bangga menjadi putri Mommy yang sangat pekerja keras untuk memenuhi segala kebutuhan serta memenuhi berbagai fasilitas untuk Alea agar Ale bisa hidup nyaman sampai-sampai Mommy rela untuk kehilangan masa muda Mommy hanya untuk memastika bahwa kebutuhan keluarga tercukupi" kening Nayuwan berkerut makin dalam.


"Mom, pada malam ini, dengan disaksikan para hadirin yang berada di sini serta para penonton yang sedang ikut menyaksikan acara malam ini, baik live yutube, instagrem, toktok, pesbuk Ale ingin agar Mommy segera meraih kebahagiaan Mommy sendiri. Sudah cukup Mommy menanggung beban keluarga ini sendirian."

__ADS_1


"Mommy ngga masalah sayang," Ale menggelengkan kepalanya.


"Mom, Ale tau Mommy orang kuat, pantang menyerah, tapi ada masanya Mommy butuh sandaran. Ale tau Mommy bukanlah orang yang mau bergantung pada siapapun. Di malam ini, Ale melamar Mommy untuk Om Gavin" Nayuwan menoleh ke sini kanannya dimana Gavin duduk di sampingnya namun ternyata pria itu sudah tidak ada disana.


"Mommy berhak bahagia. hiks..Meskipun Om Gavin kemarin bilang dia ngga bisa memberikan kebahagiaan 100% untuk Mommy tapi dia berjanji sama Ale hiks, dia ngga kan pernah menyakiti Mommy hiks... dan dia akan menghabiskan sisa hidupnya hanya bersama Mommy apapun keadaannya hiikkss. Dan om Gavin juga janji sama Ale, meskipun dalam kondisi terpuruk tapi Om Gavin akan berusaha agar Mommy tidak merasakan kesusahannya. Hiks... Ia akan berusaha melindungi dan merawat Mommy seperti Mommy melindungi dan merawat Alea hingga sekarang dan masa akan datang hiks" ucap Alea dengan suara yang sudah bercampur dengan isak tangisnya.


"Ale.." Nayuwan mengusap lembut pipi putrinya yang sudah basah oleh air mata.


"Bunda,,, hiks.. kami ini hanyalah anak perempuan..hiksss yang suatu saat akan pergi dari rumah ini..hiiikkss" sambung Nadia yang ikut bersimpuh di hadapan Nayuwan.


"Jika masa itu datang lalu siapa yang akan menjada bunda dan nenek. Maka dari itu kami memutuskan untuk menerima Om Gavin sebagai ayah kami. Jika bunda bisa menjadi ibu sambung yang sangat menyayangi Nadia tanpa membedakan antara kami berdua. Insya Allah kami akan berusaha percaya Om Gavin mampu menjadi ayah sambung kami hiks" ucap Nadia


"Hikkss.. kalian.."


"Queen.." suara Gavin memotong kalimat Nayuwan, semua mata kini tertuju pada Gavin yang duduk di depan sebuah piano. kemudian mulai memainkan denting Janji suci milik Yovie and Nonu dan tentu saja langsung disambut oleh suara tepuk tangan dan keriuhan para hadirin di sana mulai terbius alunan denting piano yang mengalun lembut mulai menggelitik perasaan mereka yang sejak tadi sudah di ajak roller coaster.


**********


sarangheo...


**********

__ADS_1


__ADS_2