
Dengan gusar Nayuwan beranjak dari motornya yang menopang b****ngnya bersandar. Dia berjalan ke arah Diaz yang memunggungi dirinya. Dia memutar kepalanya hingga mengeluarkan bunya "Krak, krak," begitupun saat dirinya menekan jari jemarinya "kretak ! krreetaak !!" Nayuwan menarik nafas agak dalam, dengan tenang dia mendekati Diaz yang sedang merendahkan dirinya. Setelah dia menganggap jarak antara dirinya dan Diaz sudah cukup tepat dia menepuk bahu Diaz, saat Diaz berbalik detik itu juga Nayuwan meluncurkan sebuah bogeman pada wajah Diaz yang masih mengoceh tentang dirinya.
"BUGH !!" satu pukulan telak berhasil membuat Diaz tersungkur ke tanah berkerikil, dari sudut bibirnya mengalir darah segar. Diaz segera bangkit, meludahkan salivanya yang bercampur darah.
"Cuuih !" kilat matanya menyiratkan kemarahan pada Nayuwan. Wajahnya merah padam, perasaanya kini campur aduk, kesal marah juga malu karena dia tersungkur hanya dengan sekali pukulan terlebih tangan yang memberinya adalah seorang wanita.
Nayuwan mendongakan wajahnya ke arah Diaz yang secara posture badan Nayuwan terlihat mungil, dengan bobot sekitar 50kg, dan tinggi hanya 160cm.
"Pergilah sebelum seseorang di sana.. " Nayuwan melirik ke arah Gavin yang tengah menahan emosinya, *
"menghajarkan anda lalu menghancurkan apa yang keluarga anda bangun selama puluhan hancur dalam semalam" ancam Nayuwan.
"Dasar pelacur banyak bacot !!" teriak Diaz tanpa mengindahkan ancaman Nayuwan. Moya tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya begitupun Ardilla, Gina, Satria, serta Gavin.
"Iya saya memang pelacur, jadi tidak mungkinkan saya tidur dengan anda yang ngajak saya ONS gratisan? Ooh saya jadi berpikir" Nayuwan menyentuh pelipisnya dengan tangan kanan, sedang tangan kirinya melingkar perutnya yang rata menopang d*** serta tangan kanannya.
"Jangan-jangan karena anda tidak sanggup membayar saya sebagai pelacur jadinya anda menyampurkan obat tidur ke minuman saya? Sayangnya kadar obat tidur yang anda masukan itu masih kadar normal bagi tubuh saya yang terbiasa dengan obat penenang, meski jujur saya rada keleyengan tapi masih kurang agar membuat saya pingsan" lanjut Nayuwan dengan gestur santai, namun tatapanya yang mengintimadasi serta mimiknya yang sengak, jelas merendahkan harga diri Diaz sebagai seorang pria, makin membuat Diaz meradang.
"Tunggu !! Bakal gue balas semua hinaan lo ini !!" teriak Daiz lagi pada Nayuwan dengan penuh kemarahan dan dendam.
"Saya tunggu " ujar Nayuwan tanpa emosi, dia hanya menyeringai memainkan kedua alis, menantang Diaz. Dengan emosi Diaz mencengkram hijab dan kerah depan Nayuwan, seakan lupa jika sejak tadi sepasang mata menatapnya dengan tatapan seperti seorang pembunuh.
Aura tatapan Nayuwan tak kalah menyeramkan dengan sepasang mata Gavin yang sejak tadi menahan amarahnya pada Diaz, Nayuwan mengdongak tanpa beraksi apapun meski begitu tetap mampu menciutkan nyali Diaz yang tadi begitu berapi-api.
"Saya sudah peringatkan anda, tapi anda mengacuhkannya, anda lupa meski tanpa bantuan siapapun saya tetap mampu menghancurkan anda hingga menjadi lebur tak bersisa" ucap Nayuwan terdengar lirih, dingin dan mengintimadasi.
"Aaaaargghh !!" Diaz melepaskan cengkramannya pada Nayuwan, perempuan itu kembali menunjukan seringai miring dari bibirnya.
__ADS_1
"Ayo pergi !!" perintah Diaz pada teman-temannya agar segera meninggalkan tempat itu.
"Biarkan mereka pergi, ini urusan ku, dia berani menantangku, artinya dia sudah siap menerima akibat dari perbuatannya " tandas Nayuwan dengan tegas pada semua terutama Gavin agar tidak ikut campur dalam hal ini. Namun meski sudah Nayuwan beri peringatan tetap saja Gavin akan ikut campur dalam masalah ini, ia kembali teringat pada Freya, meski kasusnya berbeda, tapi bukan mustahil masalah ini bisa mengancam jiwa Nayuwan.
************
Wangi jagung bakar makin menyebar saat sang penjual mengolesinya dengan mentega yang juga diberi bumbu lain. Aromanya makin menggoda apalagi suhu udara makin terasa menusuk kulit. Gavin dan Satria yang sejak tadi memakai setelah kantor terpaksa berbelanja dadakan di toko baju sekitar tempat itu, tidak sulit karena memang tempatnya tidak jauh dari pusat pertokoan. Begitupun Ardilla dan Moya yang memang tidak membawa jaket, sedang Nayuwan dan Gina sudah prepare menyiapkan baju hangat di ransel yang diikat pada jok belakang motor mereka, mereka memang tidak memasang bagasi motor, alasannya terlalu memakan tempat, juga menambah beban berat pada motor mereka yang tanpa bagasi saja sudah hampir 140 kiloan beratnya. Dua kali bahkan tiga lipat dari bobot tubuh mereka.
Gavin menghampiri Nayuwan dan Gina yang tengah merecoki akang penjual jagung bakar dengan mengolesi bumbu pedas pada jagung mereka berulang-ulang.
" Udah dateng?" tanya Nayuwan basa basi, padahal sebelum mobil Gavin memasuki gerbang villa pun suaranya sudah terdengar oleh telinga Nayuwan yang mulai familiar dengan suara khas mobil tersebut.
"Hmm, baru aja" sahut Gavin mengiyakan, sesaat kemudian tatapannya beralih pada pria yang sedang sibuk membakar jagung, pria itu terlihat terlalu tampan untuk ukuran penjual jagung bakar. Dengan posisef Gavin meminta Nayuwan menyuapinya.
"Mau dong, Aaa.." rengek Gavin membungkukan tubuhnya agar Nayuwan mau menyuapinya.
"Ambil sendiri aja, tuh di meja udah ada yang mateng" tolak Nayuwan tanpa merasa bersalah.
Nayuwan mendongak menatap Gavin yang cemberut khas ngambek seorang anak kecil yang meminta jajan.
"Umur lo tuh berapa sih?" tanya Nayuwan, ekor matanya melirik pada Gavin yang wajahnya masih ditekuk, kesal permintaanya ditolak mentah-mentah oleh Nayuwan.
"Pcck !! Nih !" tanpa diduga Nayuwan menyodorkan jagung bakar yang telah matang kepada Gavin. Ekpresi Gavin detik itu juga berubah sumbringah. Tanpa berpikir lama Gavin langsung menggigit jagung bakar yang Nayuwan sodorkan padahal jagung itu baru saja Nayuwan angkat dari panggangan .
"Aah panas panas.." teriak Gavin meringis bibirnya kepanasan. Nayuwan yang melihatnya menatap cengo dengan kecerobohan Gavin. Sampai semua yang melihat kini tak bisa lagi menahan gelak tawa mereka karena tingkah Gavin yang kekanakan namun terlalu menggemaskan untuk ukuran seorang pria yang berusia mendekati kepala 4.
"Panas ya?" tanya Nayuwan menyengir kuda, Gavin tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk merajuk pada Nayuwan. Gavin mengangguk dengan raut wajah memelas, Nayuwan makin cengir ditambah dengan kerut dahinya tak percaya Gavin bisa sekolokan ini.
__ADS_1
"Makanya pelan-pelan, orang jagungnya baru nyat, maen embat aja" cicit Nayuwan sedikit melembutkan suara sambil mengoleskan lipcare beraroma jeruk miliknya agar bibir Gavin tidak melepuh.
"Manis" ujar Gavin begitu saja
"Iyalah, kan lipcarenya beraroma terapi buah-buahan" jawab Nayuwan sekenanya.
Moya dan Ardilla saling bertatapan saat melihat adegan Nayuan dan Gavin, jangan tanya soal Gina dan Satria yang sejak sore tadi sudah terang-terangan pamer kemesraan. Sepasang asisten yang kurang peka pada atasan mereka yang masih jomblo.
"Apaan lo?" tanya Moya
"Mendadak pengen beli rumah baru gue!" ucap Ardilla
"Hh?? Maksudnya?" Moya bingung dengan tingkah Ardilla yang tiba-tiba ingin beli rumah baru padahal dia sudah punya 1 unit rumah yang cukup besar hingga bisa menampung seluruh keluarganya, dan 1 apartement mewah di Bandung.
"Iya gue berasa pengen beli rumah lagi biar ngga berasa ngontrak ngeliat mereka bermesraan" ujar Ardilla memanyunkan bibirnya.
"Ckckckck,, bagus sih, tapi mending lu banyak sedekah aja biar banyak yang doain supaya lu cepet dapet ganti si Johan, terus nikah happy ending deh" saran Moya asal tapi ada benarnya juga.
"Hmm.. Lu sendiri kapan mau lepas masa sendiri lo, lo mah kaya si Ibu, kek udah mati rasa kalo urusan percintaan padahal yang deketin kalian banyak"
"Banyak tapi ngga masuk kriteria gue"
" Elu sama si ibu mah terlalu pilih-pilih, standar kalian tinggi banget, para cowok juga jadi mikir berkali-kali buat deketin kalian, cuma herannya karena itu pemilih tapi kok sering kejeblos "zonk", kaya si Diaz, sumpah ya bener-bener pengen gue robek mulut dia pas bilang si ibu pelacur, playingvictim anjiirr" Moya yang mendengar hanya mengangkat kedua tangan dan bahunya sambil cengir kuda.
*******
sarangheo..
__ADS_1
( ˘ ³˘)❤
***********