Merpati Hitam

Merpati Hitam
Om VS keponakan


__ADS_3

Nayuwan Cs, dan Faldo terlihat tengah mengobrol asyik, sesekali mereka tertawa lepas, siapa sangka Faldo cukup mampu mencairkan suasana dengan jokes ringan.


"Sutsutsutt,, siapa tuh yang dateng," senggol Ardilla pada Gina yang memang tidak mengenal Satria. Gina yang masih tertawa seketik langsung berdiri dengan tatapan tidak percaya, di belakangnya tentu saja ada Gavin dengan hanya mengenakan setelan kemeja biru langit dipadu celana bahan berwarna Navy terlihat lebih santai dari biasanya. Satria hanya tersenyum lembut melambai pada Gina yang masih menatap ke arahnya dan Gavin.


Nayuwan yang penasaran memutar tubuhnya 180° lalu menatap bingung, tidak mungkin ini cuma kebetulan pikirnya, sesaat kemudian Nayuwan menatap tajam pada Moya yang tersenyum puas padanya.


"Hai semua" sapa Satria pada semua yang masih terlihat kebingungan dengan kehadiran mereka berdua. Satria langsung mendekati Gina yang masih menatapnya cengo, sedang Gavin segera menghampiri Nayuwan yang nampak acuh saja dengan kehadiran mereka. Tangan kokoh Gavin meraih lalu merangkul bahu Nayuwan dengan posesif, Nayuwan yang merasa sedikit terganggu dengan ulah Gavin sedikit menggeliat lalu mengadahkan kepalanya ke arah Gavin, niat hati ingin memperingatkan Gavin, namun Gavin malah mendaratkan sebuah ciuman dikeningnya dengan lembut tepat saat Nayuwan menoleh ke arahnya.


"Iishh" tukas Nayuwan sedikt mendorong tubuh Gavin tapi sialnya malah tak sengaja menyentuh bagian paling sensitiv milik Gavin.


"Kamu segitunya ngga sabar nyentuh adik kecil ku," goda Gavin tanpa filter, suasana menjadi riuh sahut menyahut bergantian meledek dan menggoda Nayuwan, kali ini Nayuwan hanya bisa pasrah begitu saja. Ingin sekali rasanya ia masuk ke dalam tanah karena saking malunya. Berbeda dengan Faldo, raut wajahnya berubah suram ketika Gavin mencium kening Nayuwan tanpa aba-aba.


"Bentar lagi, kayanya kita bakal jadi bridesmaid nih" celetuk Moya seraya menyenggol sikut Ardilla dan Reva, yang tengah senyum-senyum melihat Nayuwan yang makin salah tingkah ketika Gavin makin menggodanya.


"Mana ada?" tukas Nayuwan dengan wajah cemberut.


"Kamu ngga mau kita nikah? Emang kamu mau kita kaya gini terus hah? dosa tau.."seloroh Gavin sembari duduk di kursi yang di sediakan Satria untuknya.


"Hhh?? sejak kapan lo, manggil gue jadi aku kamu, dan apa barusan kita? Lo mabok ?" ujar Nayuwan dengan nada ketus.


"Atau jangan-jangan lo lagi demam ye, makanya omongan lu jadi sembarangan macam ini??" lanjut Nayuwan sembari menempelkan telapak tangannya di kening Gavin. Gavin hanya tersenyum tipis seraya mengambil tangan Nayuwan lalu mencium punggung tangan Nayuwan dengan lembut.


"Iya, aku lagi mabok, lagi demam gara-gara kamu sayang" Gavin makin gencar menggodanya.


"Wooii wooii, hargai kita yang jomblo ini pak Gavin" protes Moya yang mulai risih dengan tingkah Gavin.

__ADS_1


"iiihh biarin ajalah Moy, kapan lagi coba? kita bisa nonton secara live adegan seuwu ini, lanjut pak lanjuut" titah Ardilla tingkah gemas, sedang Reva hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis. Gina yang melihat dan mendengar pipinya ikut merona salah tingkah, Satria pun tak kalah cengo, selama belasan tahun dirinya mengikuti Gavin, baru kali ini Gavin melontarkan kalimat yang terdengar cukup horor ditelinganya. "menikah? sejak kapan bossnya itu memikirkan soal pernikahan" pikirnya.


"Bang, boss kamu ngga salah minum obatkan?" bisik Gina pada Satria yang masih menatap dengan tatapan tidak percaya pada Gavin. Satria hanya menggeleng perlahan, Gina yang melihat reaksi Satria yang seperti hilang sebagian rohnya akhirnya hanya bisa menunduk sambil memijat pelipisnya yang mendadak terasa tegang.


"Ekhem, " deheman Faldo sedikit membuyarkan suasana canggung tersebut. Gavin mendelik tajam pada Faldo karena merasa terusik, begitupun dengan Faldo meski dia terlihat staycool, namun siapapun bisa merasakan aura kebencian dari sorot matanya terhadap Gavin.


"Dill," seru Moya pada Ardilla,


"hmm"


"Menurut lo, yang bakal dapetin Nayuwan siapa? pak Gavin yang hotdaddy, atau Faldo yang lebih sweet dan Fresh secara dia masih berondong"


"Wah, pilihan sulit tuh" Dilla ikutan jadi kompor julid


"Ngga sekalian kalian bisik-bisiknya pake toa aja gitu?" hardik Nayuwan bertambah kesal mendengar celotehan Moya dan Ardilla yang kemudian terkekeh kencang tak bisa lagi menahan gelak tawanya.


"Sayangnya saya tidak suka menjadi bahan rebutan apalagi bahan taruhan" tegas Nayuwan menatap sinis pada Faldo.


"Maaf, maaf,, tapi bolehkan kalo saya akan tetap mengejar ibu?" ujar Faldo menatap pada Nayuwan dengan sungguh, dan senyumnya terlukis lembut di wajahnya yang manis.


" Dan anda kira saya akan membiarkan begitu saja anda mengambilnya dengan mudah pak Faldo Gunawan. Jika saya tidak salah ingat anda adalah putra Abyasa Gunawan, pemilik dari Mandala Ent, benar?" Gavin balik menyerang Faldo dengan tenang, menyeringai miring saat melihat Faldo berubah pias saat Gavin menjelaskan siapa Faldo yang sebenarnya.


Semua orang yang mendengar penuturan Gavin barusan sontak tercengang, terutama Nayuwan yang merasa dirinya telah kecolongan, malah ditipu mentah-mentah oleh Faldo. Bodohnya dia tidak menaruh curiga sama sekali pada Faldo yang notabennya adalah pekerja di pabrik garmentnya.


" Ternyata om masih mengenali saya, padahal kita sudah lama tidak bertemu om" lagi-lagi semua orang dibuat ternganga oleh jawaban Faldo.

__ADS_1


"Tentu saja, walaupun tadi nyaris saja om mu ini hampir tidak mengenali wajahmu, jika sudah begini harusnya kamu tidak lagi berebut wanita dengan om mu kan?" Ujar Gavin dengan penuh penekanan.


"Harusnya Om yang mengalah, Om ini sudah tua biarkan kami yang muda ini berusaha mengejar cinta kami" timpal Faldo tak mau kalah.


"Sayangnya Om,tidak akan membiarkan siapapun menyentuh apalagi mengambil apa yang Om inginkan" tegas Gavin, tanpa mereka sadari pertikaian mereka tengah menjadi tontonan Nayuwan Cs juga Satria yang mulai sibuk mengunyah french fries yang disuapkan Gina.


Nayuwan mengeratkan gerahamnya,, amarahnya kini terasa berada dipuncak ubun-ubunnya karena tak seorangpun dari kedua pria itu mau mendengarkan hardikannya.


"Jadi kalian Om dan keponakan yang sedang mengejar cinta seorang merpati, memang kalian mampu, aku sih sangsi.." Moya kembali mengompori tanpa memperdulikan tatapan pembunuh dari Nayuwan.


" Kalian anggap aku apa?" akhirnya kali ini Nayuwan mendapat perhatian semua orang, terutama Gavin dan Faldo. Nayuwan menarik nafasnya menyilangkan tangan di d**anya, tatapannya kini terasa lebih menakutkan bahkan Gina yang tadi masih menyuapi Satria mendadak duduk dengan gesture kaku membeku, Gavin yang menyadarinya dirinya tengah ditatap tajam oleh Nayuwan melempar tatapan ke sembarang arah, Faldo tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Waduh merpati berubah jadi phoniex ini mah " ujar Ardilla berpura-pura memainkan layar ponselnya.


"Dengar kalian berdua, saya ini bukan barang bisa kalian perebutkan ! Lo Gavin, harusnya lo bisa bersikap lebih dewasa,"


"Iya maaf sayang"


"Berenti panggil gue Sayang, karena kita ngga punya hubungan apa-apa selain rekan kerja, kecuali kalau lo mau jadi rival gue, gua jabanin sekarang juga!" Gavin terdiam seperti anak yang sedang dimarahi ibunya karena merengek meminta jajan. Satria yang melihatnya sejujurnya ia ingin tertawa namun dia masih memikirkan soal rencananya untuk melamar Gina dalam waktu dekat ini biar bagaimanapun dia masih memerlukan banyak dana untuk resepsi serta masa depannya bersama Gina setelah menikah.


"Dan kamu Faldo, besok senin saya harap kamu bisa menyerahkan surat pengunduran diri, meski berat karena mengingat kinerja mu, tapi saya lebih tidak suka mempekerjakan seorang yang tidak layak di perusahaan saya." tegas Nayuwan tanpa memberi Faldo kesempatan untuk menjelaskan. Nayuwan benar-benar sudah merasa muak dengan situasi sekarang, jelas dia merasa kecewa pada Faldo, padahal baru saja mereka akan menjadi akrab namun malah malah seperti mendapatkan tikaman dari belakang dengan bertubi-tubi.


****


sarangheo..

__ADS_1


*******


__ADS_2