Merpati Hitam

Merpati Hitam
Lembur !!


__ADS_3

"Bu Safira, jumlah seluruh pegawai kita berapa ya?"


tanya Nayuwan mengangkat kedua tangannya dengan jari jemarinya yang masih saling bertautan.


"Selu..ruh.. dengan cabang dan yang di luar negeri bu?" Safira balik bertanya supaya tidak salah menjawab, Nayuwan menjawab dengan anggukan kepala saya dengan mimik wajah yang dibuat innocent.


"Kurang lebih hampir 5.000 pegawai bu"


"Itu belum termasuk bagian CS, supir, dan kurir kan?"


"Iya bu, jika dengan CS, para supir, serta kurir kemungkinan bisa mencapai 6 hingga 7.000 pegawai bu"


"Wahh,, saya baru tau jika pegawai say sudah sebanyak itu ya.. Ok, sekarang tolong dengarkan tugas untuk ibu ya. " ujar Nayuwa sembari menyodorkan selembar kertas padanya, kemudian Safira mengambil kertas tersebut. Ternyata di dalam kertas itu sudah ada sebuah form tabel bertuliskan apa-apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan, seperti nama pekerja, no barecode pekerja, departemen/divisi/jabatan pekerja, lalu ada tinggi badan, linggar dada dan lingkar pinggang, serta sudah disediakan juga tempat foto pekerja. Mendadak Safira merasa tengkuknya menjadi berat dan mual mengingat jumlah pegawai yang bekerja tidaklah sedikit.


"Nah ibu Safira, karena data yang ibu sebutkan tadi belum valid, saya menugaskan ibu untuk mendata ulang seluruh pegawai yang bekerja di perusahaan kita, termasuk bagian pantri, logistik, kantin, supir, kurir dan lain-lain, kecuali pihak keamanan sesuai format yang ada didalam tabel tersebut. Dan saya minta semua pencatat data tersebut harus ada hari sabtu ini. Oh iya Bu, di bagian kolom lingkar dada khusus untuk karyawati tolong nanti dilebihkan 2,5 Cm." jelas Nayuwan sembari mengulas senyum, mendengar penjelasan Nayuwan.


Safira sebagai HRD manager terlihat mengangguk dengan apa yang dijelaskan oleh Nayuwan dan tetap bersikap profesional, meski raut wajahnya sedikit menegang, artinya ia harus lembur. "Br****ek ! Siapa orang yang bertemu si boss dengan pakaian yang disebutkan tadi !??" umpat Safira. Tugas ini terlihat mudah tapi sebenarnya agak menguras tenaga dan waktu satu departemennya.


"Dan ini untuk ibu Ega sebagai GA yang mengelola pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pekerja atau karyawan. Tugas ibu mudah kok. Departemen ibu hanya harus menyedikan pakaian seragam untuk kita semua, mulai dari cleaning service hingga saya. Simple kok seragam yang harus ibu dan kawan-kawan sediakan, yaitu atasan kemeja standar berwarna putih dengan bahan Twistcone. Dan untuk bawahannya, celana wide-leg, kulot berwarna hitam dan merah hati, dengan bahan scuba. Nanti satu pegawai/pekerja mendapat dua set per orangnya, satu set putih dan hitam, satu lagi putih dan merah hati. Untuk pengadaannya ibu nanti bisa bekerja sama dengan ibu Safira dan pihak warehouse, nanti pihak warehouse akan menghubungi pihak garment yang kita miliki. Untuk ukuran seragamnya nanti minta sama ibu Safira pada hari sabtu akhir minggu ini, jadi mulai hari senin ibu sudah bisa memulai produksi seragamnya." Ega nampak sibuk mencatat semua yang dijelaskan kepadanya.


"Hmmm... Kata bu Safira jumlah karyawan dan karyawati kita berjumlah hampir 7.000an,, jadi saya targetkan semua harus selesai di distrubusikan kepada seluruh pekerja dalam 10 hari." Ega bola matanya membulat sempurna, manik matanya bergetar nanar menatap Nayuwan yang terus memamerkan senyum lebar, kakinya terasa lemas tak bertenaga.


"Hah ??! 10 hari ?? Ya tuhan.." ratapnya dalam hati, ingin rasanya ia menangis histeris berguling-guling saat itu juga.


"Tenang, karena ini kerja ekspres tapi saya menginginkan hasil maksimal, saya akan memberikan bonus 5% jika tepat waktu. Tapi jika meleset satu hari saya potong gaji galian 2,5% perharinya." ujar Nayuwan,tersenyum lebarnya sekarang terasa seperti sebilah belati menusuk mereka bertiga. Dalam pikiran mereka berkobar rasa ingin tahu siapa orang yang menjadi biang keladi, penyebab masalah yang menjadikan mereka harus bekerja ekstra sekeras ini, meski lemburan tetap di bayar full tetap saja tidak sertamerta membuat kejengkelan Safira dan Ega berkurang.


Lantai 8, Departemen PPIC (Product Planning Inventory Control)


Dengan langkah tergesa Novi langsung menuju ruang manager PPIC, pak Candra. Spontan semua mata karyawan dan karyawati langsung menyorot padanya dengan tatapan terkejut dan heran.


"tok tok tok" Novi mengetuk meja sekertari pak Candra.


"Eh bu Novi," sapa Alena seraya berdiri menyambut kedatangan Novi.


"Santai aja, Hmmmm bapak ada?" tanya Novi bersemangat.

__ADS_1


"Ada bu, mari saya antar"


"Hmm ngga usah deh, saya masuk sendiri aja" Alena hanya mengangguk menyilahkan Novi menuju ruangan pak Candra.


Tok tok tok, ceklek. Tanpa dipersilahkan yang punya ruangan kepala Novi sudah masuk duluan.


"Boleh saya masuk pak" ujar Novi seperti orang mengintip. Candra hanya mengangguk mempersilahkan.


"Kenapa? kangen?" tegur Candra


"Diih PD kamu mas, aku ke sini tuh di suruh bu Gina buat manggil karyawati yang bernama Bella Agustine, dari divisi Desain Grafis." seloroh Novi sambil memainkan kursi yang dudukinya.


"Lah, bu Ginanya mana?" Candra mencari sosok Gina di belakang Novi.


"Yeeh, makanya aku ke sini karena bu Gina ada urusan mendadak, harus ke Bogor ngurus perizinan buat pembangunan store yang baru itu lho Mas," Candra mengangguk faham maksud Novi, istri yang baru ia nikahi 2 bulan yang lalu.


"Oh gitu,, tadi siapa yang kamu cari?"


"Bella Agustine Mas, dari divisi Desain grafis"


"Bentar Mas panggil dulu, soalnya orangnya ada dua" lantas Candra menekan sambungan intercomnya kemudian meminta Alena memanggil Bella ke ruangannya.


Tok tok tok


"Permisi, bapak panggil kami?" tanya seorang wanita dengan hati-hati.


"Bukan saya sih, tapi bu Novi yang ada perlu sama kalian,"


Novipun memutar kursi yang ia duduki, menghadap kepada dua perempuan dengan penampilan yang jomplang. Yang satu berdandan sederhana sangat tertutup bahkan bisa dikategorikan syar'i dan yang satu lagi berdandan menor layaknya artis orgenant di hajatan, pakaian ketat membentuk lekuk tubuhnya, serta rok span yang sangat minim. Raut muka Novi sedikit berubah masam saat menatap ke arah Bella yang satu ini"pasti Bella yang ini yang di maksud Bu Gina sebagai perempuan jaman purba, tapi emang cocok sih" julid Novi dalam hati.


"Kuat iman juga ya kamu mas, liat yang model begini tiap hari?" sindir Novi, Candra yang tengah sibuk membuat laporan yang melirik sekilas saja.


"Makanya mas buru-buru nikahin kamu, takutnya mas khilaf" tutur Candra fokus pada layar monitornya, sedang Novi hanya mencebik sebal.


"Hmm kamu pulang" kibas Novi pada Bella yang memakai baju syar'i, namun tatapannya terus tertuju pada Bella yang berdiri di sebelahnya.

__ADS_1


"Hah?? Pulang bu?" tanya Bella kebingungan.


"Pck.. Ehhh maksud saya kamu boleh kembali ke ruangan kamu hehe" sahut tersenyum ramah.


"Oh kalo begitu saya permisi"ucap gadis itu pamit seraya sedikit membungkukan tubuhnya pada Novi yang tersenyum mengangguk ramah padanya serta Candra nampak acuh sibuk sendiri.


Setelah memastikan gadis itu keluar, Novi kemudian berdiri dari tempat duduk sembari melipat tangan di depan da**nya,


"Sudah berapa lama kamu kerja di sini?" tanya Novi penasaran.


"Mau 6 bulan bu," jawab Bella menunduk.


"Mas aku angkut dulu anaknya ke atas ya?" pinta Novi


"Hmmm" jawab Candra,


"Mas,, " hardik Novi karena merasa diabaikan.


"Iya sayang, kamu simpen di sana selamanya juga boleh"


"Diih males banget satu ruangan sama dia. Cukup bu Gina aja yang bikin aku pusing Mas, ngga usah di tambah sama mual segala" Bella mengbuang nafas tanpa bisa membalas kata-kata pedas dari sepasang suami istri itu.


"Ya siapa tau aja kamu mau uji mentalnya dia gitu?" ujar Candra.


"Ogah ah, ya udah aku balik ke ruangan aku dulu ya"


"Hhmmm cup" jawab Candra sembari mendaratkan sebuah kecupan di kening Novi.


"Mbak, ayo ikuti saya" ajak Novi. Bella mengangguk kemudian berpamitan pada Candra yang mengacuhkannya, lantas mengekori Novi keluar ruangan atasannya itu mengikuti langkah Novi.


"Balik atas dulu ya Len," pamit Novi sembari melambai tangannya tanpa berbalik, sigap Alena berdiri "iya bu" sedikit membungkuk lantas kembali duduk melanjutkan pekerjaannya. Tanpa di ikuti Bella pun Novi selalu menjadi sorotan selain karena memang dia adalah istri manager mereka, Novi juga memiliki paras cantik, juga karena posisinya sebagai tangan kanan Gina orang kepercayaan Nayuwan. Meski begitu Novi tetap dikenal sosok yang ceria, ramah namun seperti sebelas duabelas dengan Nayuwan, Gina atau pun Clara, dia juga berlidah pedas untuk sesuatu yang memang ia nilai tidak pantas.


*********


sarangheo

__ADS_1


****


*******


__ADS_2