
Nayuwan duduk di kursi yang disediakan untuk pemimpin rapat tanpa merubah ekspresi dan sorot mata tajamnya.
"Gin, kenapa tiba-tiba meeting dengan Pt. Austin, lalu apa hubungan Terresia dengan perusahaan?" bisik Satria yang ikut heran.
"Ibu Nayuwan menemukan kejanggalan di cabang kita, kata ibu Nayuwan laporan mereka sudah dirubah dan beberapa laporan lainnya ada kemungkinan sudah dimarkup" jelas Gina singkat, kening dan alis Satria saling bertautan mendengar penuturan Gina, itu artinya FJC sudah kecolongan.
"Gin, kalo abang jadi pengangguran kita tetep bakal nikah kan tahun depan?" bisik Satria yang kini berdiri disampingnya.
"Tergantung, kalo tabungan abang cukup ya kita lanjut, kalo ngga ya tunggu sampai abang dapet kerjaan barulah, masa aku yang harus nanggung abang" bisik Gina menggodanya.
"Cciihh, dasar.." Satria menggeleng kepala.
Suasana meetingroom terasa seram, inilah alasan banyak staff enggan jika harus meeting dengan Nayuwan langsung, mereka lebih memilih Clara karena suasananya tidak akan terasa mencekam seperti sedang bermain di wahana rumah hantu. Pun para direksi atau orang-orang dari FJC mereka juga akan merasa stres duluan saat dipimpinan rapat oleh Gavin, maka tidak heran jika mereka mendapat julukan Demon Ice FJC.
"Selamat pagi menjelang siang, terima kasih bapak dan ibu sudah hadir diruangan ini dengan tepat waktu. Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu mungkin saja ada yang masih bingung mengapa saya di sini dan akan bertindak sebagai apa dalam meeting ini. Perkenalkan nama saya Nayuwan Gava Pramesty, saya di sini sebagai Owner sekaligus CEO IC grup yang menaungi Anora beauty skincare serta Pt. Cahaya Gemilang yang berada di Semarang , yang kini berafiliasi juga dengan FJC grup serta beberapa perusahaan termasuk perusahaan Austin Factory sebagai penyedia atau pensuplay methyl methacrylic yang juga biasa disebut sebagai plexiglass untuk pembuatan kemasan brand Anora dan beberapa brand dari FJC." raut wajah Rizal terlihat serius begitupun dengan Gavin, sedang Terresia masih berlaga angkuh meski dalam hatinya mulai timbul rasa khawatir kalau-kalau perbuatannya di hari kemarin akan berimbas pada perusahaan ayahnya.
__ADS_1
"Baik, saya tidak akan banyak berbasa-basi lagi, karena seharusnya sudah sangat jelas. Selanjutnya sya mungkin akan meminta maaf terlebih dahulu kepada adik saya, karena saya terkadang suka sekali mengambil keputusan tanpa berdiskusi, namun bukan berarti saya tidak memiliki alasan yang tepat untuk itu. Ini soal pembatalan kontrak kerjasama brand Anora dengan Pt Austin sebagai pensuplay bahan kemasan. Tapi mungkin adik saya hanya menundanya. Tapi maaf keputusan saya sudah bulat, saya tetap membatalkan kontrak tersebut tanpa bisa diganggu gugat. Alasan berhubungan dengan Pt. Cahaya Gemilang yang berada di Semarang." jelas Nayuwan serius. Gavin terlihat mulai berpikir dan mulai membuka map yang berada di depannya sembari menyimak apa yang Nayuwan sampaikan.
"Seperti yang bapak ibu lihat, di sana ada beberapa bagian yang sudah saya tandai. Itu hanya beberapa catatan kecil dari laporan tiga bulan terakhir. Jika bapak ibu jeli maka di sana terdapat angka-angka yang ditambahkan setelah laporan diserahkan ke pusat. Artinya laporan itu hanya laporan hantu, benarkan bapak Rizal?" ucap Nayuwan dengan nada mengintimidasi,
"Apa maksud ibu, artinya perusahaan kami sudah melakukan penggelapan?" ucap Rizal menginterupsi tuduhan Nayuwan.
"Sebelum menjawab itu, apa bapak mengenal Tuan Frank?" sangat ketara sekali raut terkejut dari riak wajah Rizal begitu nama Frank disebut, seringai kemenaangan menyimpul di sudut bibir Nayuwan.
"Frank?? maksud mu anggota mafia dari Klan Tiger?" Haidar menyela dengan serius. Lagi, Nayuwan hanya menyeringai. Rizal makin gusar dengan Haidar yang mulai ikut bersuara.
"Wah, ternyata bukan data suplay methyl methacrylic yang markup ternyata, tapi mumgkin data penyelundupan Narkob* yang sepertinya sengaja diselipkan dalam laporan suplay methyl methacrylic hingga angkanya sedikit tidak masuk akal" ucap Nayuwan tertepuk tangan.
"Nona Terresia, apa anda yakin jika anda itu tidak ikut terlibat dalam pencucian uang, karena yang saya dengar anda itu sangat suka berbelanja barang- barang mewah dan berlian diluar negeri, karena rasanya sangat tidak mungkin. Jika anda yang sudah sedewasa ini tidak mengetahui asal muasal dana yang anda pakai untuk berbelanja, padahal seperti yang anda tau perusahaan ayah anda beberapa tahun belakangan ini tidak terlalu banyak mendapat keuntungan yang signifikan agar anda tetap bisa berbelanja sesuai hobi anda.. " kembali Nayuwan melancarkan serangannya.
"Atau malah anda yang membantu ayah anda untuk membuat laporan yang serapih itu agar orang audit tidak curiga?"
__ADS_1
"Terre, kamu tidak mungkin terlibat dalam masalah ini kan?" tanya Gavin menatapnya serius. Terre hanya menunduk ia tidak berani menatap wajah Gavin secara tidak langsung ia mengakui kesalahannya.
"Tuan, bukankah aku sudah bilang untuk membereskan masalah ini, harusnya tuan tidak lengah hanya karena dia adalah sahabat tuan, hingga lupa dalam bisnis semua orang bisa menjadi musuh dalam selimut." ucap Nayuwan kembali ke mode wajah datar dan dingin disertai tatapan tajam memindai semua orang di meja meeting itu.
Sahabat-sahabat Gavin diam-diam makin mengagumi sosok tegas, teliti, serta penuh perhitungan dalam setiap tindakannya. Bahkan seorang Gavin hampir saja kecolongan karena memang ia sama sekali tidak menaruh curiga dalam setiap laporan yang ia terima dari Pt. Cahaya Gemilang yang sebelumnya memang dikendalikan Austin, namun karena Austin mengalami inflasi hingga Cahaya Gemilang diakuisisi oleh IC grup namun dengan perjanjian FJC sebagai afiliatornya.
Kini Gavin faham mengapa waktu itu Rizal memaksa agar FJC saja yang mengakuisisi Cahaya Gemilang, namun Gavin menolak karena waktu itu masih banyak proyek diluar kota yang harus ia handle, kemudian ia meminta Nayuwan yang mengakuisisinya dan ternyata Nayuwan tidak menolak karena ia melihat nasib karyawan yang bekerja di sana.
Rizal setuju saja saat dirinya dipertemukan dengan Clara. Berbeda dengan Nayuwan, Clara memang lebih terbuka dan lebih mudah diajak bergaul itulah sebabnya istri Rizal sering beramah tamah ke kediaman Clara. Sedang Nayuwan jika Weekend jika tidak pulang ke rumah ibunya, maka ia akan hunting vlog untuk yutubenya bersama Gina dan Tim kreatif. Sekalipun ia tidak sengaja bertemu dengan kolega perusahaannya maka Nayuwan akan lebih memilih menghindarinya.
******
sarangheo..
*********
__ADS_1