Merpati Hitam

Merpati Hitam
Macan Betina


__ADS_3

Di kota lain, seorang pria tengah berdiri, dengan kedua tangannya terselip pada saku celananya. Matanya tertuju pada pemandangan kota metropolitan. Gedung-gedung pencakar langit menjulang megah, jalanan selalu ramai dengan hiruk pikuk kendaraan dan orang-orang yang berlalu lalang. Meski pandangannya betah memandangi kesibukan kota dari ketinggian telinganya tetap fokus mendengarkan penjelasan Satria mengenai Nayuwan. Ya, dia sedang menyelidiki perempuan yang tiba-tiba saja menjadi partner bisnisnya, padahal tahun lalu dia bertemu perempuan itu masih berstatus sebagai pekerja migran di Hongkong.


"Jadi maksudmu, dia mendapatkan saham di FJC grup melalui lelang waktu itu?" Gavin menegaskan apa yang didengarnya barusan.


"Benar pak, beliau mendapatkan melalui lelang saham, dari uji lelang saham waktu itu, beliau adalah 3 dari 10 pemegang saham yang masih bertahan. Beliau tidak terlalu banyak melakukan pergerakan, hanya menggolang saham seperti pada umumnya saja. Beliau bisa memiliki saham 5% di perusahaan kita mungkin karena ketepatannya dalam memprediksi jual beli saham." jelas Satria jelas singkat dan padat.


Mata elang Gavin menyipit, dia makin penasaran dengan pergerakan sepak terjang perempuan itu. Berpikir sejenak.


"Hmmm,,, Pengukuhan Presdir bukankah akan diadakan awal bulan besok, artinya dia akan datang harus datang pada rapat dewan direksi bukan?" tanya Gavin penasaran.


"Undangan rapat sudah di sebar dan sudah diatur Pak, tentang ibu Nayuwan, saya belum mendapat konfirmasi, karena saya dengar beliau masih berada di kampung ibunya. Kemungkinan kali inipun sama, akan diwakilkan oleh adiknya, Clara. Karena selama ini yang selalu hadir mewakili adalah adiknya."


"Aku pikir kali ini dia yang akan datang sendiri. Aku yakin itu. Ok, sepertinya untuk sekarang cukup. Kamu bisa kembali mengerjakan tugas-tugas mu yang lain." tandas Gavin pada Satria tanpa mengubah posisinya yang berdiri membelakangi Satria, setelah membungkuk tanda hormat Satria langsung undur diri dari ruangan bossnya itu.


"Dasar , ternyata kau bukan kucing rumahan biasa, tapi seekor macan betina !" gusarnya dalam hati, ada sedikit kesal setelah dia mendapatkan hasil penyelidikannya terhadap Nayuwan yang benar-benar di luar ekspektasinya. Apalagi dia juga mendapatkan sebuah fakta jika Nayuwan adalah CEO anonim dari IC group. Partner yang sewaktu-waktu bisa saja menjadi rival yang tidak menguntungkan bagi FJC group, apalagi mengingat pertemuan pertama mereka sudah memberi kesan yang tidak terlalu menyenangkan bila di ingat-ingat lagi.


Nadia menurunkan adik laki-lakinya, begitu dia masuk ke dalam rumah dia kontan langsung merasakan atmosfer yang tidak ramah. Sebentar saja dia sudah menyadari bahwa Nayuwan sepertinya berhasil memprovokasi Tia, di ujung sudut bibirnya menyeringai puas mencibir kekalahan Tia. Tia memang tidak menyukai ibu tirinya itu, padahal Nayuwan juga adalah ibu tirinya juga, namun Nadia tidak pernah dianggap anak tiri oleh Nayuwan, dia selalu diperlakukan sama oleh Nayuwan makanya Nadia blak-blakan selalu memihak Nayuwan ketika Tia mulai menjelek-jelekan Nayuwan.

__ADS_1


Tapi jika ditanya apakah Nadia menginginkan ayahnya rujuk dengan Nayuwan, jawabannya tidak. Karena Nadia tahu pasti seberapa tersakitinya Nayuwan ketika masih menjadi istri ayahnya. Dia ingin Nayuwan menikah dengan seseorang yang benar-benar bisa melindungi, menghargai, menghormati, dan mencintai Nayuwan dengan tulus. Baginya sosok Nayuwan terlalu berharga untuk seorang Raka, yang notabennya adalah ayah kandungnya sendiri.


"Lah aku ketinggalan berita ya mom,"ledek Nadia sembari meleparan lirikan mencibir pada Tia.


"Hot Gossip terkini sayang" Nayuwan menimpali


"Wah pasti treandingtopic twitter nih, CEO IC group resmi menyandang status Janda" seru Nadia sambil terkekeh geli, Nayuwan dan Clara mereka pun itu tertawa karena gurauan tersebut. Tapi tidak dengan dengan Raka dan istrinya.


"Apa? CEO? IC grup? tidak mungkin?!" gumam Tia dalam hati, karena yang dia tau Nayuwan selama ini hanya seorang bekerja sebagai buruh migran di Hongkong, sambil nyambi jualan online. Dari postingannya sosial mediapun Nayuwan tidak pernah mengeksposnya. Lalu bagaimana caranya dia kini bisa menjadi CEO di IC group. "Pasti dia jual diri, pasti !!" gumamnya dalam hati lagi.


"Nad, mau ikut mommy atau disini dulu?" tanya Nayuwan tanpa perduli Tia ataupun Raka.


"Ikut mommy aja, lagian nanti siang aku ada kelas juga mih, jadi nebeng ya." goda Nadia dengan tampang mupeng.


"Kamu harus belajar nyetir Nad, pak Nanang kan harus ikut mommy ke mana-mana."


"iya- iya nanti Nadia ikut belajar nyetir bareng Alea" pekik Nadia cemberut.

__ADS_1


"Teteh pulang dulu ya pah, mah, De," pamit Nadia mencium pungguh Papah dan mamah tirinya serta mencium gemas adik lelaki yang dia dapatkan dari Tia tentu saja.


Dengan gesture elegant Nayuwan masuk ke dalam mobil Pajero sport berwarna hitam miliknya. "KLAP!" Pak Nanang, dan Nadia menutup pintu hampir bersamaan. Lagi-lagi Nayuwan memberi senyum julid juga tentu saja sedikit berpamer ria ke arah Tia dengan segala yang di milikinya sekarang.


Hal itu sontak menjadi tontonan warga yang menjadi tetangga sekitar rumah Tia dan Raka. Perempuan cantik menyambangi rumah sederhana mereka dengan memakai mobil yang terbilang cukup mewah mengingat mereka berada di pemukiman desa. Beberapa orang yang mengenal Nayuwan menghampirinya sekedar bersalaman dan bertegur sapa basa basi menanyakan kabar, padahal kepo kenapa tiba-tiba Nayuwan ada di kampung mantan suaminya.


Meski agak jengah, dia tetap bersikap ramah dan sopan, bahkan tak segan memberi "jajan" pecahan seratus ribuan kepada beberapa anak kerabat mantan suaminya yang kebetulan dia cukup kenal baik. Bak menjadi selebriti dadakan Nayuwan senter menjadi buah bibir di kampung tersebut ada yang memuji karena dia kini sudah sukses, namun yang lebih mereka ulik tentu saja kisah tragis pernikahannya yang kandas dengan Raka.


Dulu Nayuwan seperti kucing yang di buang pemiliknya. Hari ini dia datang kembali menjelma seperti macan betina yang memamerkan taringnya.


Tia? Perempuan itu makin membencinya. Setelah Nayuwan dan rombongan pergi dari rumahnya. kehadiran Nayuwan yang tiba-tiba datang tanpa di duga itu, tak ayal menjadi pemicu pertengkaran hebat antara suami istri itu. Tia benar-benar merasa dipermalukan habis-habisan oleh perbuatan Nayuwan. Namun dia sama sekali tidak menyadari ini semua adalah buah karma atas perbuatannya kepada Nayuwan bertahun-tahun silam. Sungguh ini adalah pembalasan yang ironi, membuat dirinya tertohok, meskipun Nayuwan hanya datang sekedar memberikan akta cerai kepada Raka. Ini menjadi momok bukti kongkrit bahwa dirinya adalah "pelakor". Jika sudah begitu hilang sudah wajahnya di muka masyarakat, sungguh Tuhan dengan mudahnya membuka aib seseorang jika ia memang sudah berkehendak. Nasi pun sudah menjadi bubur busuk, yang tidak bisa lagi di olah kecuali untuk pakan babi.


********************


sarangheo ( ˘ ³˘)❤


******************

__ADS_1


__ADS_2