
6 bulan berlalu,
Setelah resmi menyandang gelar istri, kehidupan Nayuwan semakin bahagia, terlebih kini ia menjadi lebih banyak menghabiskan waktu bersama kedua putrinya, Karena Gavin hanya mengizinkannya bekerja 7jam/hari, 5hari dalam seminggu. Dan tidak boleh lembur. Meski awalnya menolak namun akhirnya Nayuwan mau tidak mau harus mengikuti aturan suaminya.Toh dia tetap bisa bekerja dari rumah di saat Gavin atau anak-anaknya tidak ada di rumah.
Nayuwan sudah mengenakan mukenanya untuk melaksanakan sholat tahajud. Perlahan ia duduk di bibir tempat tidur untuk membangunkan suaminya.
"Yang, Yang.. bangun Yuk.. Kita sholat tahajud berjamah" perlahan bola mata Gavin bergerak-gerak didalam kelopak matanya yang masih tertutup rapat.
"hmmm"
"Ayo bangun," Gavin menarik nafas kemudian mengerjap-ngerjapkan matanya agar menyesuaikan cahaya yang masuk ke netranya. Kemudian dia merentangkan kedua tangannya meminta Nayuwan untuk memeluknya.
"Aku udah wudhu loh"
"Ngga apa-apa nanti wudhu lagi" ucap Gavin sok bermanja-manja.
"Tapi abis itu bangun ya, jangan kaya kemari malah serangan sepertiga malam" ucap Nayuwan sembari mengacungkan telunjuknya.
"Heueh" ucap Gavin. Beberapa menit kemudian Nayuwan mencubit perut Gavin saat akan menyentuh buah dad*nya.
__ADS_1
"Tadi udah janji cuma meluk doang !! Ayo cepat bangun !!" pekik Nayuwan gemas menipiskan bibirnya. Gavin meringis sembari mengusap perutnya yang di cubit Nayuwan.
"Iish Mamih jahat !" ucap Gavin sembari beranjak menuju toilet dan bersiap untuk tahajud berjamaah.
...----------------...
"Allaahummainnaa Na'uudzu Bika Min ilmin Laa Yanfa’ W Amin Qalbin Laa Yakhsya'Wamin Nafsin Laa Tasyba'Wamin Da'watin Laa Yustajaabu Lahaa. Rabbanagh Firlanaa Dzunuubanaa Wa Liwaa-Lidiinaa Walimasyaayikhinaa Wa Limu'alli-Mienaa Wa Liman Lahuu H Aqqun'Alain Aa Wa Lim An Ahabba Wa Ahsana Ilainaa Wa Likaaffatil Mus Limun A Ajma'iin. Rabbanaa Taqabbal Minnaa Innaka Antas Samii'ul'Aliim, Wa Tub'Alainaa Innaka Antat Ta Wwa Abur RahiimRabbanaa Aatinaa Fiddunnyaa Hasanah, Wa Fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa'Adzaa Ban Naar. Washallallaahu'Alaa Sayyidinaa Muhamma-Din Wa'alaa Aalihiwa Shahbihiiwa Sallam, Wal Hamdu Lillaahirabbil'Aalamiin." Kemudian Nayuwan segera menghampiri suaminya lalu mencium tangan suaminya dengan lembut.
Nayuwan kemudian segera merapikan sejadah mereka lalu menyimpaykannya di sebuah jemuran kecil yang dikhususkan untuk menyimpai alat sholat mereka, seperti sejadah, sarung dan mukena miliknya.
Gavin pun duduk di tempat tidurnya sembari memperhatikan istrinya yang sedang menyimpaykan mukena. Lantas Nayuwan mendekati suaminya dengan membawa pasminanya yang berwarna hitam dengan tersenyum banyak arti.
"Ngga kok,hmm kamu mau main sesuatu yang beda ngga, mumpung anak-anak nginep di rumah neneknya" Nayuwan berlagak sok genit duduk di atas lahunan suaminya. Lantas mencium bibir Gavin dengan lembut. Untuk beberapa menit bibir mereka saling berpagut dengan irama yang masih beraturan lembut, namun tiba-tiba Nayuwan sedikit mendorong tubuh suaminya.
"Pakai ini ya.." kerling mata Nayuwan mengarah pada pasmina yang tadi dibawanya. Gavin yang sudah terlena hanya menurut saja apapun yang Nayuwan lakukan padanya.
"Tuan jangan ngintip dulu ya"
"Sayang, jangan aneh-aneh deh"
__ADS_1
"Udah nurut aja" mau tidak mau akhirnya Gavin mengikuti permainan Nayuwan. Lantas mereka berjalan mungkin ke arah taman belakang pikir Gavin, samar-samar Gavin bisa mendengar suara gemericik dari air terjun buatan di sana.
" Hitungan ke tiga, baru buka penutup matanya ya!" seru Nayuwan bersemangat.
"1 .. 2.. 3..!!" Gavin perlahan membuka ikatan pasmina yang menutupi matanya. Gavin mengerjap-ngerjapkan matanya yang masih sedikit kabur. Dari jarak 2 meteran nampak wajah penuh senyuman bahagia yang mengulas dibibir Nayuwan. Kemudian Gavin mengedarkan netranya ternyata di sana tidak hanya ada Nayuwan saja, tapi juga Nadia, Alea, 4 sahabatnya tentu dengan pasangan masing-masing yang juga sahabat Nayuwan, serta kedua orang dan ibu mertuanya. Juga tim creator yutube-nya Nayuwan. Dan mereka kompak mengenakan pijama karena memang sebenarnya sejak semalam mereka meginap di sana.
"SURPRICE !!! HAPPY BIRTHDAY MISTER GAVIN !!" ucap mereka dengan kompak mendorong Gavin ke kolam renang "AAAAAA......AAA" "Byuuuuuurrrrr!!"Gavin pun tergelincir ke dalam kolam renang. Beberapa saat kemudian iapun muncul dari dalam kolam setelah kakinya berhasil menapak pada dasar lantai kolam karena memang ia didorong ke bagian yang dalamnya hanya sepinggang dirinya. Ia menyugar rambutnya yang basah Lantas bertolak pinggang menunduk gemas sembari menggeleng-gelengkan kepala. "Ya Tuhan, apa aku harus kesal atau bahagia karena punya istri yang sangat jahil ?" rutuknya dalam hati saat sudah sepenuhnya menyadari situasi saat ini. Meski memang harus diakui setiap kejutan atau keisengan yang dibuat Nayuwan entah mengapa selalu membuatnya senang dan bahagia.
"Queen, ini semua pasti rencana mu kan?"ucap Gavin seolah kesal. Nayuwan hanya tersenyum seraya mengulurkan tangannya kepada Gavin. Tanpa pikir panjang Gavin meraih tangan Nayuwan dan menariknya hingga iapun terjatuh ke dalam kolam renang. "Byuurrrr" Nayuwanpun jatuh tepat ke dalam kolam tepatnya ke dalam pelukan Gavin.
"Brrr,,, "seketika tubuh Nayuwan langsung menggigil kedinginan,
"Seger kan sayang,?" ucap Gavin meledek istrinya. Mereka pun segera Naik di bantu oleh teman-temannya. Nayuwan dan Gavin segera memakai bathdrope agar tidak terlalu kedinginan.
"Udah-udah ayo tiup lilinnya dulu biar kalian bisa cepet mandi biar ngga masuk angin " kata ibu Vina. Kemudian mereka bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Gavin. Nayuwan ikut bertepuk tangan bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan ceria mengitu irama lagu. Gavin pun meniup lilin di atas puding.
Ya puding yang di bentuk dan di hias menyerupai kue ulang tahun. Kenapa puding, karena ternyata Nayuwan tidak menyukai bau khas dari spongecake, ia akan muntah begitu mencium aromanya saja. Al hasil mereka menggantinya dengan puding agar Nayuwan bisa ikut menikmatinya.
__ADS_1