Merpati Hitam

Merpati Hitam
Healing jadi Fighting??


__ADS_3

Malam harinya, Nayuwan membawa kasur, bantal dan gulingnya ke ruang tivi dan tidur di sana. Ruangan itu makin luas setelah Nayuwan meminta Gavin dan Satria memindahkan sofa dan meja ruang tamu. Livingroom pun di sulap menjadi tempat nobar bagi Nayuwan dan teman-temannya.


Lampu telah dimatikan, sebuah film berjudul Merindu Cahaya de Amstel, mengisahkan seorang gadis asli Belanda dengan kehidupan bebasnya memutuskan untuk memeluk agama Islam yaitu Marien lalu beganti menjadi“Khadija” Veenhoven (Amanda Rawles). Kemudian jatuh hati pada Nicholas Van Dijk, seorang fotografer, yang mulai mencari tahu tentang masa lalunya. Sebuah kisah yang sukses membuat para wanita di ruangan itu menangis sesenggukan.


"Bu gimana sih rasanya hubungan beda agama?" Ardilla tiba-tiba.


"Napa?" Nayuwan balik bertanya, pertanyaan yang dilontarkan Ardilla ternyata menarik perhatian Gavin.


"Ya aku kan belum pernah, sedang ibu malah udah berhasil bikin mereka jadi mualaf, ya walaupun putus juga akhirnya" ujar Ardilla


"Padahal seapal urang si Rezky geus rek lamaran lain?" Moya ikut menimpali. Nayuwan menghembuskan nafasnya terasa dalam dan berat.


"Iya bener, si Rezky sama Theo emang jadi mualaf, tapi bukan karena gue," jawab Nayuwan sambil menekan remote mencari film lainnya.


"Tapi kan mereka jadi mualaf setelah ketemu ibu?" tanya Ardilla kembali.


"Iya bener, tapi serius deh, mereka jadi mualaf bukam karena gue, gue malah larang mereka buat pindah agama cuma karena pengen nikahin gue waktu itu." jawab Nayuwan masih berusaha meyakin ke dua sahabatnya itu.


"Terus naha ibu bet putus, padahal udah seserius itu lakinya" Ardilla makin penasaran, Nayuwan tersenyum kecut karena Ardilla bertanya di saat yang kurang tepat, karena sebenarnya dirinya menyadari sekali perubahan sikap Gavin beberapa waktu ini, meski dia sendiri belum yakin, karena bisa saja Gavin melakukan itu karena belakangan ini Nayuwan banyak meminta bantuan padanya, meski tanpa di sengaja.


"Gue putus, karena gue ngga cinta dan bosen"


"Hh? Gimana? Ngga cinta sama bosen"" Ardilla membeo.


"Iya, gue ngga cinta sama mereka, dan lama-lama gue bosen"


" Gue ngga faham soalnya ibu seeffort itu sama mereka, sampe-sampe kenal deket sama keluarga mereka, dan keluarganya welcome sama ibu"


"Waktu itu masalah gue sama Raka belum selesai kaya sekarang, lagi masa-masa depres juga, lu berdua kan saksi hidupnya gimana gue waktu itu. Terus lo pikir gue bisa dengan benahin hati sama mental gue yang jelas-jelas ancur ngga bersisa, lo gila ya"

__ADS_1


"Gue bisa seeffort itu sama mereka ya karena mereka ngasih gue effort yang besar ama gue, cuma " take and give " doang" Ardilla mengkerutkan dahinya lebih dalam.


"Intinya gue manfaatin perasaan mereka berdua buat balas dendam sekaligus ngasih liat sama mantan laki gue, kalo gue lepas dari dia bisa dapetin lelaki yang jauh lebih bisa mencintai, menghormati, dan menghargai keberadaan gue. Tapi lama-lama gue bosen, dan gue sadar gue ngga bisa nyakitin mereka terus kaya gitu, seakan memberi harapan kalo gue bisa sama mereka padahal di hati gue sama sekali ngga ada mereka"


"Pantesan si Rezky pas tau lu balik di Hongkong langsung nyusul ke apartement gue" sela Moya.


"Yups, padahal waktu itu gue balik udah ngumpet-ngumpet, tapi orang-orang si Rezky cukup handal bisa tau kapan gue balik"


"Duit kenceng bu,"


"Terus sekarang mereka masih ngejar ibu" lanjut Dilla


"Emang ada mantan gue yang sampe detik ini ngga ngejar gue?" Nayuwan balik bertanya pada Ardilla dengan wajah songong. Gavin yang mendengarnya menatap tajam pada Nayuwan, mendadak ribuan pertanyaan dan spekulasi tentang Nayuwan memenuhi pikirannya.


"Lo pikir gue setahun ini kenapa? Ya karena gue udah males. Belum lagi belakangan mantan suami gue dateng mulu ke kantor"


"Hh? Raka datengin lu ke kantor lagi" Moya mendadak serius.


"Gilaaa,, emang ODGJ itu orang, padahal kalian berdua udah cerai masih aja ngerecokin"


"Jujur, gue takut dia malah ngelakuin hal di luar dugaan"


"Maksudnya?" Gavin tiba-tiba bertanya dengan dengan nada dan raut wajah yang dingin


"Jadi gini Pak, Bu Nayuwan itu emang punya banyak penggemar makanya sampe punya julukan "Merpati hitam".. hmmm bapak pasti udah tau lah ya soal itu mah. Nah dari sekian banyak "fans" ada beberapa orang yang rasa psycho pengen balik sama si ibu yang paling gila saat ini mungkin pak Rezky sama pak Raka, mantan suami si ibu yang ke dua. Pak Rezky satau saya masih selalu ngirim orang buat ngikutin ibu Nayuwan, sedang Pak Raka mungkin karena sekarang lagi pailit jadi cuma selalu dateng ke kantor"


"Ngga nyoba lapor polisi?" Satria ikut penasaran.


"Pcck ! kamu pikir ibu Nayuwan belajar ilmu bela diri itu kenapa bang" Gina menggeplak paha Satria.

__ADS_1


"Bukannya ngga mau, tapi buat apa, ini kan urusan pribadi, toh sejauh ini mereka belum melakukan tindak kriminal," Nayuwan tercenung sesaat, menajamkan pendengarannya dan menatap tajam ke arah dapur.


"Kenapa ?" Moya yang faham betul dengan mimik Nayuwan yang seperti menangkap signal siaga. Alih-alih menjawab Nayuwan mengacungkan tangan kanannya ke arah Moya dan telunjuk kirinya menyentuh bibirnya sendiri. Nayuwan mengambil remot tivi, kemudian mengubah saluranya denga cctv, semua mata tercengang begitu melihat layar, beberapa orang berpakaian serba hitam nampak sedang mengendap-endap dan dua orang lainnya sedang berusaha membuka pintu depan dan pintu dapur, wajah merek tertutup penutup kepala seperti maling.


"Udah dateng rupanya, hh !!" Nayuwan menyeringai.


"Bu.. mereka" Ardilla dan Gina saling bertatapan, dan menatap Nayuwan yang sedang mengangguk dengan seringai yang cukup menyeramkan. Gavin dan Satria kemudian faham setelah mengerti maksud smirk aneh Nayuwan seketika mereka pun bersiaga.


"Kok ??" ujar Satria penasaran, kenapa tiba-tiba seakan Nayuwan tahu akan kedatangan mereka.


" Kenapa?? bukankah hal ini wajar setelah tadi sore kita sudah mempermalukan seseorang, lalu orang itu ingin memberi kita peringatan bahwa dirinya orang yang berbahaya, dengan menyuruh anak buahnya melakukan hal ini?" Nayuwn menatap Satria sambil berpangku tangan dan masih mengulas senyum miring dibibirnya. Kali ini Gavin harus mengakui ketelitian dan prediksi Nayuwan dalam sebuah kejadian.


"Huuaaaahh, niat healing malah harus fighting malem-malem, padahal malem-malem gini enaknya minum susu jahe biar anget" ujar Moya menguap sambil menstretching tubuhnya.


"Dilla, lo sekarang masuk kamar utama, kamu sembunyi mandinya, di sana kamar mandinya cukup luas, kunci dari dalam dan jangan keluar sebelum salah satu dari kami yang menggedor pintunya" perintah Nayuwan.


"Tapi bu" Ardilla merengut.


" Jangan jadi beban Dill, diantara kita semua cuma kamu doang yang ngga bisa bela diri" ujar Moya memperingatkan Ardilla, tanpa perlu diperintah dua kali Ardilla pun langsung berlari menuju ke kamar mandi kamar utama sesuai instruksi Nayuwan tadi.


Setelah memastikan Ardilla aman di kamar mandi, kamar utama, Nayuwan kembali rebahan menonton tayangan cctv, namun wajahnya terlihat begitu kaku, tatapannya begitu tajam, Moya masih asyik menstretching, Gina masih sempat menghabiskan mie cup yang tadi di buatnya, Gavin duduk di sofa dengan tatapan yang tak kalah mengerikan dengan Nayuwan, Satria pun duduk dengan tenang di samping Gina, sembari menajamkan telinganya.


*******


sarangheo😍


********


terima ksih semua 😊😊

__ADS_1


******


******


__ADS_2