
Semua mata tertuju pada Nayuwan yang berjalan melangkah melewati kerumunan karyawan/karyawati. Netra mereka meneliti Nayuwan dari atas sampai bawah, terkejut sudah pasti, bingung sedang melanda. Kenapa Nayuwan di perbolehkan masuk ke dalam aula rapat besar dia hanya serang buruh tanpa jabatan apapun di produksi sana, meskipun harus di akui Nayuwan sangat cekatan selama bekerja. Dia bisa jadi apapun, kadang dia bisa jadi helper, kadang dia menjahit, kadang malah mengajari admin yang kebingunang dengan output/input peloadingan bahan baku dan aksesoris, hampir semua bisa dia kerjakan. Wajar meski hanya satu bulan dia sudah bisa di cap sebagai penjilat atasan yang bertujuan menjadi kesayangan para atasan di bagian produksi. Cara jitu untuk menghindari makian orang-orang yang gila hormat seperti Mira.
Nayuwan menghela nafas tanpa merubah ekspresi wajahnya. Hanya Gina, Dita, dan Aida saja yang melihat bahwa senyuman Nayuwan begitu manis. Oh ada 1 orang lagi Faldo salah satu Chief yang diam-diam memperhatikan Nayuwan selama 1 bulan ini, sedang untuk yang lain senyum yang terkembang itu terlihat seperti senyuman iblis, auranya terlihat begitu mengerikan di mata mereka.
"Hallo.. selamat siang menjelang sore semuanya, perkenalkan saya Nayuwan Gava Pramesty, Owner perusahaan kalian yang baru, terima kasih selama satu bulan saya berada di lingkungan perusahaan saya benar-benar disuguhi banyak sekali kejutan yang tak terduga, saya harap diantara kalian tidak ada yang pingsan atau punya penyakit jantung ya..?"ujar Nayuwan tersenyum manis, lebih tepatnya menyeringai miring khas senyuman seorang pembunuh berdarah dingin yang bersiap membalas dendam.
Keheningan sontak melingkupi aula tersebut. Para karyawan/karyawati benar-benar terlalu dibuat kaget, ketika mendengar pengakuan Nayuwan barusan.
Berulang kali mereka bolak balik menatap Arif dan Nayuwan yang sibuk menyilahkan Arif untuk berdiri disampingnya, Gina dengan sigap pindah ke kursi sebelah kanan Nayuwan. Tanpa di beri perintah Marina langsung berdiri dan mengambil kursi kosong di belakang Arif.
Sebagian wajah mereka berubah pucat pasi, terutama bagi mereka yang pernah berurusan dengan Nayuwan dan Gina. Pasalnya mereka sama sekali tidak menyadari jika Nayuwan ternyata adalah Owner mereka yang baru. Mereka sama sekali tidak menaruh curiga apapun pada Nayuwan ataupun Gina, kecuali saat awal-awal Nayuwan masuk ke produksi, wajar karena mereka masuk tanpa diketahui siapa yang memasukannya.
Bahkan seorang Marina yang notabennya adalah staff HRD yang pernah berurusan dengan Nayuwan karena urusan administrasi satu bulan yang lalupun hanya tahu Nayuwan dan Gina adalah koneksi Dita, hanya itu. Dia hanya berfikir Nayuwan dan Gina bisa masuk ke Hanna Garment tanpa ribet karena campur tangan atasannya tersebut, toh bagi Marina Nayuwan tetap membayar biaya administrasi selebihnya dia tidak ambil pusing mengenai CV Nayuwan dan Gina waktu itu. Yang penting ada pemasukan untuk dirinya dan calo berkedok karangtaruna ada pemasukan. Soal databasenya dia berpikir mungkin sudah dibereskan oleh Dita. Tanpa mengecek ulang.
Sebenarnya perusahaan sudah pernah menegur Marina karena bekerja sama dengan para calo, namun pada akhirnya perusahaan malah di tekan balik oleh karangtaruna, banyak karyawatinya yang di jegal oleh mereka, untuk keamanan para buruh akhirnya perusahaan hanya bisa tutup mata. Karena perusahaan juga masih membutuhkan pegawai, terutama karyawati mereka yang sudah berpengalaman menjahit. Biar bagaimanapun skill mereka sangat dibutuhkan perusahaan.
"Hmmm kenapa? Kaget ya saya berdiri di sini?" seringai miring itu tak juga kunjung hilang dari bibir Nayuwan, suara Nayuwan terasa lebih menggema memecah keheningan di telinga semua orang.
"Ada yang mau tanya karena kepo mungkin?" cibir Nayuwan.
"Baiklah, sepertinya terlalu banyak pertanyaan ya sampai bingung mau tanya yang mana, kalau tidak ada yang mau bertanya baiklah, saya juga akan to the point saja agar mempersingkat waktu... Karena saya tahu kalian sedang dikejar oleh target agar bisa melakukan pengiriman sesuai jadwal estimasi dan saya juga masih harus membuang benang, dan menyelasaikan permakan." suasana makin hening, saat Nayuwan melontarkan kalimat sindiran, karena memang begitulah faktanya, otak mereka terlalu penuh dengan berbagai pertanyaan, saking banyaknya sampai tak ada satupun kata yang bisa mereka keluarkan dari mulut mereka.
Nayuwan mengedarkan netranya menatap satu persatu wajah karyawan / karyawati yang masih terlihat bingung. Lagi dalam suasana canggung itu Nayuwan memamerkan seringai iblisnya bahkan lebih mengerikan dibanding ekspresinya di awal.
"Saya mempunyai dua kabar. Kabar baik dan.. Kabar buruk. Hmmm kalian mau dengar yang mana dulu nih" Nayuwan duduk jumawa, posisi kaki menyilang ala-ala boss mafia, makin menambah suram aura yang ia pancarkan.
"Kabar buruk dulu bu, ibarat makan empedu lalu madu penetral lidah" seru seorang Chief yang duduk berjarak sekitar 5 meter dari Nayuwan
__ADS_1
"Baiklah, tapi ada baiknya silahkan perkenalkan nama bapak dulu, bagaimana? Biar kita lebih akrab kalau sudah saling kenal" ujar Nayuwan sinis. Kini semua mata tertuju pada pria jangkung hitam manis itu, wajahnya cukup macho, tubuhnya cukup atletis menunjukan dia sering berolahraga. Faldo berdiri tegap, lalu sedikit membungkukan badannya memberi hormat pada Nayuwan dan Arif, seutas senyum ramah dan tulus terkembang di bibirnya, harusnya dengan pesona gambaran lelaki macho pasti mampu melelehkan setiap hati kaum hawa, sayangnya senyuman itu malah terkesan memuakan bagi Nayuwan.
" Perkenalkan, nama saya Faldo Gunawan, jabatan saya di perusahaan ini adalah sebagai Chief produksi Line 17 sampai line 20. Jika ibu berkenan silahkan sampaikan kabar buruk terlebih dahulu saja." ujar Faldo, suara baritonnya cukup sopan di telinga Nayuwan.
" Yakin ngga mau kabar baik dulu biar berasa lagi Bungee jumping gitu, " seloroh Nayuwan terkekeh garing mengejek.
" Yang buruk saja dulu bu, setidak setelah minum racun masih ada harapan mendapat penawarnya." ujar Faldo balik menggoda Nayuwan.
"Baiklah, silahkan duduk kembali pak Faldo, kasian nanti kakinya kram kalo kelaman berdiri " ujar Nayuwan sarkas mempersilahkan Faldo duduk kembali.
"Okey,, saya akan kabarkan berita buruk dulu kalau begitu. Gina tolong tutup pintunya kemudian matikan lampunya" Nayuwan menopang dagunya dengan sebelah tangan kiri, wajah yang sejak tadi sudah suram makin terlihat dingin kaku, sama sekali tidak terlihat keramahan di sana, suasana aula pun makin terasa mencekam, membuat siapapun yang menatap Nayuwan bergedik ngeri.
"Karena kalian ingin kabar buruk terlebih dahulu, baiklah saya kabulkan dan saya juga berharap kalian semua bisa menyimak dengan baik hasil karya saya dan team selama satu bulan ini. Hargai ya, sudah susah payah lho mengumpulkan bukti-bukti valid ini, Gina silahkan di mulai " perintah Nayuwan penuh penekanan. Gina mengangguk lalu berjalan mendekati layar proyektor yang mulai memutar rekaman vidio tanpa suara.
" Bisa dilihat, ini adalah calo atau karangkaruna yang sedang melobi calon karyawan/karyawati yang ingin bekerja di sini, banyak dari mereka pulang sebelum melamar, alasannya klise, karena mereka tidak punya uang untuk membayar administrasi. Menurut data yang kami kumpulkan, biaya admin tersebut beragam, nego paling murah adalah lima ratus ribu, sedang paling mahal adalah dua juta, kebetulan yang dua juta itu yang kena saya dan ibu Nayuwan. Karena waktu itu mungkin ibu Nayuwan malas berdagang. Kabar buruknya seluruh staff terkait nepotisme akan di pecat secara tidak hormat dan akan dilakukan pemutihan menyeluruh" sontak seluruh ruangan bergema begitu mendengar kata pemecatan, terutama sang pemeran utama yaitu Marina, tubuhnya bergetar hebat, tanganya yang dingin meremas rok span yang di pakainya, kepalanya tertunduk dalam, nafasnya cungap-cangip saat Gina menjelaskan perihal vidio yang masih ditayangkan di layar proyektor. Bulu kuduk mereka terasa meremang begitu saja.
"Mohon tenang karena saya masih harus menayang beberapa cuplikan lagi, tenang kali ini ada suaranya kok." Gina mengintrupsi. Suasana kembali tenang. Di dalam vidio yang berdurasi kurang dari 10 menit itu memperlihatkan beberapa leader, supervisor, serta chief sedang memaki habis-habisan anak-anak line yang mungkin melakukan kesalahan atau teledor atau kurang cepat mengejar target. Mereka yang terekam semakin salah tingkah, berkeringat dingin sebasar jagung membanjiri pelipis mereka, padahal 8 buah AC di atur pada suhu 26° celcius harusnya cukup dingin untuk sebuah aula. Nayuwan juga meminta Farhan untuk mengeditnya sebaik mungkin dengan memberinya text serta beberapa efek suara-suara tambahan agar lebih dramatis.
"hmmm kabar buruknya mereka yang terekam melakukan aksi senioritas , pembullyan dan penyalahgunaan jabatan mereka akan di turunkan jabatannya." kembali ruangan gaduh, tentu saja mereka menolaknya mentah-mentah.
"DIAM KALIAN SEMUA !! KALIAN TIDAK BERHAK UNTUK PROTES DENGAN KEBIJAKAN YANG SAYA BUAT ! KALIAN YANG TIDAK SETUJU SILAHKAN ANGKAT KAKI DARI RUANGAN INI, SAYA TIDAK BUTUH PEKERJA YANG HANYA PINTAR MEMAKI DAN PANDAI MENJILAT ATASAN !!" giliran Nayuwan yang mengintrupsi, riak wajahnya sama sekali tak bergeming, tetap terlihat tenang, angkuh, arogan, judes, dan dingin seperti es. Kembali suasana hening tak bersuara begitu mendengar intrupsi Nayuwan yang sepertinya suaranya terdengar naik beberapa oktaf, terdengar membahana membuat ciut hati setiap orang di ruangan tersebut.
Nayuwan menghela nafas menenangkan emosinya yang sempat terbawa suasana. Gina undur lalu kembali duduk di samping Gina setelah Nayuwan memberinya isyarat melalui kontak mata.
" Terima kasih Gina untuk presentasinya, sekatang mari kita bahas kabar baiknya, untuk bagian ini saya yang akan menjelaskan, Saya harap kalian mencatat dan menyimaknya dengan baik" wajah Nayuwan terlihat makin mengerikan ketika sedang serius. Kecemasan di wajah Arif makin membuat atmosfir kepanikan makin tertekan.
Arif yang sudah pernah merasakan bagaimana rasanya meeting bersama Nayuwan, berkali-kali menyeka keringat dingin di pelipis keningnya. Dia faham betul setiap kata yang dilontarkan Nayuwan akan menjadi sebuah hukum pasti yang tidak bisa di bantah oleh siapapun, Apalagi keadaannya sudah sechaos ini, Nayuwan memiliki bukti-bukti valid sudah pasti tidak akan ada lagi kesempatan lagi bagi mereka yang melakukan kesalahan.
__ADS_1
" Kabar baik yang pertama, karena akan dilakukan pemutihan secara menyuluruh. Maka secara otomatis akan adan banyak tersedia lowongan baru tanpa pungli sepeserpun, siapapun bisa melamar ke perusahaan, melalui tes kompentensi dan skill, karena saya tidak mau ada lagi nepotisme, jadi kalian tidak akan menambah beban pekerjaan kalian. Tapi.. kalau kalian mau nekat melakukan nepotisme, ada ancaman sankinya bukan hanya pemecatan, tapi juga denda dan kurungan penjara selama 6 bulan menanti kalian." Nayuwan terhenti sesaat karena mendengar orang mengobrol, suara itu baru hening, saat seorang lainnya memberi isyarat sepasang mata milik Nayuwan tengah menatap tajam mengarah kepada mereka.
"Lalu bagaimana dengan calo, saya juga sudah memberikan 2 pilihan sebagai konpensasi, mereka mau ikut bekerja di sini silahkan ajukan lamaran, atau mau membuka usaha mandiri, mangga, silahkan itu terserah mereka saja. Tentu dengan syarat dan ketentuan dari saya kalau memang mereka mau membuka usaha. Data pribadi mereka juga sudah saya catat detail, jadi jika mereka ngeyel kemudian ketahuan melakukan pungli lagi, maka saya pastikan mereka akan masuk penjara." beberapa orang nampak menghela nafas lega, karena memang pungli-pungli tersebut cukup meresahkan dan memberatkan bagi mereka yang benar-benar ingin bekerja tapi tak memiliki uang untuk membayar admin.
" Kabar baik yang kedua bagi mereka yang saya pecat secara tidak hormat, tetap akan saya beri pesangon sesuai masa kerja mereka, bonus dan tunjangan kontrak juga tetap diberikan, tenang saja. Dan jika suatu saat masih mau kembali bekerja di sini ya silahkan saja, tapi ya artinya wajah kalian tebal sekali atau kulitnya bukan lagi kulit ari manusia melainkan kulit badak berlapis kulit gajah." ujar Nayuwan sedikit memiringkan kepalanya yang bersandar pada sandaran empuk kursinya.
"Yang ke tiga karena akan ada perubahan posisi, penurunan atau pergantian jabatan, tentu akan ada promosi jabatan melalui adu Skill, jadi bagi kalian yang merasa kompeten untuk jabatan tertentu, ini adalah kesempatan untuk kalian memperlihatkan kemampuan kerja kalian. Selanjutnya akan ada bonus untuk tiap line jika memenuhi target estimasi, tetap perhatikan kualitas. Juga ada bonus tahunan selain THR, kebijakan ini berlaku untuk seluruh karyawan/karyawati tanpa terkecuali." suara Nayuwan sedikit menurun, namun aura menyeramkan disekitaran tetap saja masih terasa kuat. Beberapa orang karyawan/karyawati terlihat sudah bisa bernafas lega begitu mendengar penuturan Nayuwan. Benar apa yang dikatakan Faldo setidaknya mereka bisa mengecap madu setelah dipaksa menelan pahitnya empedu.
" Baiklah sekian meeting hari ini,kalian bisa segera sampaikan kepada anak - anak kalian di line masing-masing, hmm saya juga sepertinya harus kembaki ke produksi untuk buang benang" Nayuwan memendar pandangannya sebelum melanjutkan kalimat selanjutnya, dia memindai satu persatu anak buahnya, beberapa ada yang terlihat serius, ada yang hanya angguk-angguk, ada yang terlihat cuek saja, ada juga yang terlihat gusar dan khawatir.
"Aish,, Hampir lupa. Kabar paling penting."suasana kembali hening.
"Masa pemutihan akan berlangsung selama 3 bulan, dan selama masa pemutihan jabatan kalian ditangguhkan, jadi gaji kalian juga selama tiga bulan ke depan hanya UMR pokok saja" kembali semua orang di buat terkejut dengan kebijakan yang Nayuwan buat. Nayuwan benar-benar menginginkan orang-orang yang layak melalui sebuah kompetisi yang jurdil, hanya menginginkan mereka yang secara serius menunjukan kualitas melalui kemampuan yang mereka kuasai, jadi mereka harus melakukannya dengan baik jika masih ingin bekerja disana dengan jabatan yang sama.
"kebijakan ini berlaku mulai besok, dan selama tiga bulan ke depan saya tidak akan menerima buyer manapun, selama tiga bulan ini kalian hanya akan menerima lemparan dari cabang lain, itu artinya selama 3 bulan ke depan kalian ada di bawah pengawasan saya,Gina dan Pak Arif secara langsung. Kalian faham?"
" Faham bu," jawab mereka kompak.
" Baik, tolong tunjukan kalau begitu saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya, silahkan kembali ke tempat masing-masing, semangat" pungkas Nayuwan mengakhiri rapat sidak, hasilnya nyaru dirinya bersama Gina selama satu bulan kemarin. Meski Nayuwan harus merogoh kocek agak dalam demi memperbaiki sistem managent di jantung peruhasaan.
Alasan Nayuwan masih mempertahankan PT Hanna Garment karena perusahaan ini adalah perusahaan rintisan anak bangsa yaitu Arif Setiaji. Meski pada akhirnya diapun kembali di gaji oleh perusahaan yang dia rintis, namun dia patut bersyukur karena pengelolaan perusahaan, Nayuwan masih memberikannya kuasa sebagai direktur penanggung jawab, dengan kata lain dia menjadi tangan kanan Nayuwan di Hanna Garment.
Meski pada awalnya Arif sempat ragu jika tampuk kepemimpinan perusahaan di ambil alih oleh Nayuwan, namun setelah melihat sepak terjangnya hari ini, terutama mengenai KKN dan kesejahteraan pekerja produksi, Arif mengakui ketegasan Nayuwan memang tepat sebagai seorang pemimpin yang objektif.
Arif memejamkan matanya sembari menghirup dan menghempaskan nafas lega, seakan semua beban yang selama ini bertumpuk di pundak Arif, hilang berkurang lebih dari separuhnya. Namun tugasnya kin menjaga kepercayaan Nayuwan dengan meningkatkan tingkat skill pekerjanya dan menjaga kualitas hasil produksi agar berat, tapi dibanding yang lain tentu saja ini lebih ringan.
**********
__ADS_1
sarangheo
*********