
Kalimat Gavin tercekat ditenggorokan disaat akan membalas perkataan Nayuwan yang secara tidak langsung mengatakan dirinya sudah tua. Rendra datang tiba-tiba entah dia muncul dari arah mana.
"Hai Sweety, you are so beautiful" sapa Rendra seraya memeluk tubuh Nayuwan sekaligus memberi cipika-cipiki pada Nayuwan yang menjadi cengo entah harus apa saat menerima perlakuan Rendra yang secara tiba-tiba. Netratnya membulat apalagi ketika dirinya menyadari tatapan para tamu, terutama saat ekor matanya menamgkap sosok Gavin yang makin suram.
Tanpa di sadari siapapun tangan kanan Gavin yang bersembunyi di balik saku celananya terkepal sempurna menahan emosi begitu melihat Rendra memeluk dan menempelkan pipinya ke pipi kiri kanan Nayuwan tanpa izin meski ia tahu itu hanya sapaan biasa saja, namun entah mengapa ia tetap merasa sesak dan tidak suka melihatmya. Gavin langsung mengambil champagne dari seorang pelayan yang membawa nampan yang berjalan hemdak melewati Gavin, kemudian dengan penuh nafsu serta tanpa melepaskan tatapan tajamnya pada dua sosok sejoli yang seperti masih enggan mengurai pelukan mereka.
Gina yang peka tanpa pikir panjang lagi langsung memisahkan Rendra pada Nayuwan yang masih berpelukan.
"Maaf pak Rendra, belum muhrim ya pak hehehe.." tangan Gina menyeruak menengahi menatap pada Rendra sebagai isyarat bahwa mereka kini tengah menjadi tontonan para tamu.
"Ekhmm" Rendra menatap Nayuwan yang masih terkejut masih mendongak ke arah Rendra seakan bertanya kenapa Rendra berani memeluknya, Rendra melepas pelukannya dengan salah tingkah, dia tertunduk canggung menggaruk pelipisnya setelah menyadari kesalahannya barusan.
Suasana canggung masih belum sirna sepenuhnya Vito tiba-tiba muncul dari arah kolam renang setengah berlari dia berhambur memeluk Nayuwan, lagi-lagi Nayuwan dibuat gelapan dan hanya terpaku diam saat mendapat pelukan dan cipika-cipiki dari Vito.
"Long time no see girl, you are more beautiful since we last met" Gina memutar matanya malas sembari menghela nafas merasa usahanya tadi seperti sia-sia saat melihat Vito yang memeluk Nayuwan dengan gemas. Kembali dirinya beringsut segara mengurai pelukan itu untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Seakan Dejavu masih harus berlanjut, belum ada beberapa menit Haidar si playboy cap karung pun datang tanpa ba-bi-bu langsung mendekati kemudian memeluk Nayuwan dan kali ini bukan sekedar cipika-cipiki menempel pipi, perlakuan Haidar lebih ektrim ketimbang dua sahabatnya tadi, dia mencium pipi Nayuwan dengan bibirnya tanpa ragu. Netra Nayuwan membulat tubuhnya seakan yang membatupun sampai bergetar saking terkejut saat Haidar mencium pipinya, wajahnya merah padam antara syok bercampur malu" Ya Tuhan ada apa dengan mereka, ingin rasanya aku menghilang saat ini juga" gerutu Nayuwan dalam hati.
Gina yang terkejut langsung menutup mulutnya yang ternganga dengan keduatanganya begitu melihat aksi Haidar. Clara yang sedari tadi melipat tangannya di d*** langsung menunduk dan memijat pelipisnya, kepalanya mengegeleng-geleng jengah, sedang Gavin dan Rendra sama terlihat kompak mengeraskan rahang mereka dan melempar tatapan tajam seperti ingin membunuh Haidar. Vito tersenyum saja melihat adegan tersebut sambil mensesap red wine di tangannya, entah dia terlalu polos atau memang kurang peka dengan kekacauan yang di buat Haidar.
"Woow, ini sungguh sangat kejutan. Saya tidak tahu bahwa ibu Nayuwan begitu populer di kalangan FJC" goda Danar memecah kecanggungan, Nayuwan seketika sadar dirinya kini sudah jadi pusat perhatian semua orang di venue tersebut, langsung mendorong Haidar yang masih betah memeluknya.
"Atau jangan-jangan kalian sedang shooting serial drama korea BBF versi CEO, 1 orang wanita wanita bersama 4 orang pria tampan, Ayah penasaran siapa yang jadi Gun Ju Pyo -nya?" Dewa mengulum senyum saat meneguk champagne dengan perlahan, ekor matanya mengerling menggoda Gavin putranya, yang terlihat makin gusar saat melihat Nayuwan menerima pelukan teman-teman putranya itu, terutama saat Rendra terang-terangan memuji dan memanggil Nayuwan dengan panggilan "sweety".
"Pak Dewa keren, tahu soal Drama korea" seru Gina memanfaatkan moment tersebut untuk lebih menetralkan suasana.
"Anak bungsu saya senang sekali menonton drama itu berulang kali, sampai saya yang sudah tua ini hafal dengan para pemain dan para menerannya." jelas Dewa masih dengan tatapan meledek pada Gavin yang menatap tajam ke arah Nayuwan yang sudah terlihat berbincang seru dengan ke tiga sahabatnya. Sesekali Nayuwan menempuk lengan Vito atau Haidar saat tertawa.
"Ibu Nayuwan juga seorang KDrama pak" celetuk Gina seperti memberi informasi.
Gavin dan Dewa didampingi istri juga beberapa perwakilan direksi termasuk Nayuwan naik ke atas podium setelah MC mempersilahkan untuk memotong pita merah yang sudah dirangkai dengaan bunga-bunga sebagai penanda simbolis Gavin secara resmi menjabat sebagai Presdir Bamantara FJC grup. Setelahnya MC mempersilahkan Pak Dewa memberi berbicara. Pak Dewapun segera mengambil microphone yang telah disediakan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya kepada kita semua.
Izinkan saya di sini sebagai Pensiunan Bamantara Grup untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam prosesi pengukuhan Gavin Harraz Widjaya sebagai Presdir dari penggabungan antara perusahaan Bamantara-FJC grup. Saya ingat sekali 6tahun lalu, dia masih seorang karyawan di perusahaan saya, Bamantara. Kemudian dia memutuskan untuk resign dari perusahaan untuk merintis sebuah perusahaan baru bersama sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
Saya sempat meragukan kemampuan mereka, mengingat mereka masih suka bermain-main dan terlihat seperti tidak pernah serius. Namun hari ini saya sebagai ayah sangat berbangga diri karena ternyata Gavin dan Kawan-kawan mampu membuktikan segala wacana mereka.
Hadirin yang saya Hormati
Saya di sini tidak akan berbicara terlalu panjang karena pasti menjemukan" para hadirin yang semula begitu hikmat mendengarkan menjadi sedikit riuh.
"Untuk itu" lanjut Pak Dewa sembari mengarahkan tubuhnya ke arah seraya merangkul bahu bahu Gavin.
"Saya ucapkan selamat bekerja keras, selamat memimpin, selamat lembur, " suasana kembali riuh begitu mendengar kalimat selamat lembur.
"Saya selaku pensiunan Bamantara sangat berharap sebagai Presdir yang baru, agar beliau tetap menjaga komitment menjaga kebersihan dari segala bentuk KKN, melindungi hak pekerja, memberikan kewajiban tanggung jawab perusahaan sebagai bentuk pensejahteraan karyawan/karywati yang bekerja di bawah naungan Bamantara FJC grup" sesekali Pak Dewa mengedarkan pandangannya ke para hadirin seakan berbagi keharuan dan juga kebanggaan atas pencapaian putra sulungnya.
"Para hadirin yang berbahagia, dalam kesempatan ini saya juga ingin meminta sedikit kerendahan hati para hadirin turut mendoakan agar putra saya ini terketuk hatinya agar segera menikah kemudian memberikan saya cucu, maklum usia saya sudah sangat mendekati senja" para tamu undnangan masih menyimak dengan hikmat sedang Gavin cengo menatap Dewa yang tersenyum penuh arti. Sekilas dia juga melihat ke tiga sahabatnya mengulum senyum, pun ketika melihat Gina dan Clara yang berdiri di tepat di depan podium, sedang Nayuwan malah terlihat salah tingkah saat manik mata mereka saling beradu.
"Baiklah para hadirin, saya kira malam sudah semakin larut ada baiknya kami yang sudah renta ini segera undur diri" istri pak Dewa tersipu malu saat Pak Dewa tersenyum ke arah yang seakan tengah menggoda dirinya.
"Demikianlah sambutan dari saya selaku pensiunan perusahaan dalam acara pengukuhan serta serah terima ini. Sekali lagi selamat bekerja, semangat membangun, semoga dibawah kepemimpanan yang baru perusahaan kita makin jaya dan makmur,terakhir saya ucapkan banyak terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah berkenan hadir di malam ini, selamat menikmati jamuan sekaligus syukuran sederhana ini, mohon dimaafkan dan mohon dimaklumi jika masih ada banyak kekurangan karena kesempurnaan itu mutlak hanya Tuhan Allah subhanahuatala saja.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb" Dewa merangkul Gavin ala-ala pria dengan penuh kebanggaan pada putranya tersebut disertai riuh tepuk tangan. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita lalu disambung dengan acara hiburan dan beberapa game seru dengan beragam hadiah. Keseruan demi keseruan berlangsung heboh hingga acara selesai di tengah malam.
*****************
__ADS_1
sarangheo ( ˘ ³˘)❤
****************