
"Eh? Apa? Ng.. nggga kok hehehhh" ringis Nayuwan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh begitu" Gavin menjawab dengan nada ketus membuat Nayuwan makin salah tingkah.
"Eh kok gue jadi awkward gini sih" pikir Nayuwan tiba-tiba seperti menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, lalu ia membenarkan posisi duduknya, menaruh ponsel pada standing yang diambilkan Alea, wajah kembali kaku dengan senyuman percaya diri. Gavin menaikan sebelah alisnya memperhatikannya gesture Nayuwan yang kembali ke mode gunung es.
"Mohon maafkan kelancangan saya dan asisten pribadi saya karena sudah lancang memanggil presdir Gavin dengan sebutan "Raja singa", saya pastikan itu tidak akan terjadi di lain waktu" ujar Nayuwan setenang mungkin menyembunyikan kegugupannya.
"Wah, ternyata "Ratu singa" ini memiliki gengsi yang cukup tinggi" cibir Gavin menggelengkan kepalanya. Nayuwan tak menjawab, ia hanya mengangguk perlahan dengan mimik wajah sedatar mungkin.
"Kamu ngga pegel mode siaga begitu Queen" Nayuwan yang mendengar sindiran Gavin menelan ludahnya perlahan dan tetap berusaha tersenyum tipis tanpa merubah gesture tubuh atau raut wajahnya.
"B******k !" umpat Nayuwan dalam hati.
" Maaf Pak Gavin, ada urusan sepenting apa hingga pak Gavin terus menghubungi saya belakangan ini?" ucap Nayuwan seakan lupa kejadian tadi siang. Gavin menyipitkan matanya.
"Perempuan ini kenapa tinggi sekali harga dirinya" gumam Gavin dalam hati mulai gusar dengan Nayuwan yang kembali bersikap dingin padanya.
"Apa anda lupa bahwa tadi siang anda yang berjanji akan kembali menghubungi saya" Gavin akhirnya mengikuti Nayuwan.
"Berasa lagi nonton debat politik ngga sih" ujar Nadia sambil makan popcorn caramel.
"Ini mah kaya genjatan senjata Irak sama Palestine" timpal Moya.
"Menurut kalian apa Om Gavin bisa luluhin Mommy "Alea melirik dari ekor matanya kepada Nadia dan Moya yang duduk berjejer disamping kanannya.
"Feeling aka bisa, Gavin itu termasuk kandidat terkuat type Nayuwan." jawab Moya merogoh popcorn yang ada di dalam mangkuk yang sedang Nadia pangku. Alea dan Nadia saling melirik mnatap satu sama lain..
"Owh maaf saya lupa.. Maklum bukan urusan urusan perusahaan.." ujar Nayuwan tanp merasa bersalah.
__ADS_1
"Jadi kamu anggap saya tidak penting begitu?"Gavin ketus. Nayuwan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan.
"Tentu bukan maksud saya seperti itu, hanya saja.."
"Hanya saja apa?"
"Tidak apa-apa.. Jadi ada hal penting apa, hingga Presdir Gavin sampai meluangkan waktunya sampai bisa mengobrol dengan putri saya?"
"Seharian ini kamu ngapain aja ? Laki-laki yang tadi siang bersama kamu,, cuma seorang guide doang kan???"dengan nada yang terdengar datar Gavin mulai mencecarnya dengan berbagai pertanyaan yang biasa ditanyakan seseoramgyang sedang mencurigai kekasihnya.
"Kenapa bapak terkesan sedang mengintrogasi saya? Lagi pula bukan urusan bapak saya dekat dengan siapa, jadi rasanya saya tidak perlu melaporkan secara detail kegiatan apa yang saya lakukan dan bersama siapa saya hari ini???" Nayuwan balik mencecar Gavin.
"Ok,, Jadi kamu perlu kejelasan soal sejauh apa hubungan kita Queen??" mendengar hal itu sontak membuat Nayuwan merasakan darahnya kembali berdsir dengan cepat, degup jantungnya terasa berpacu lebih cepat. " Ngga mungkin kan si Gavin bakal ngungkapin persaannya sama gue" gumam Nayuwan dalam hati.
"nggghhh,,, ehhh,, Maaf pak....'' sebelum Nayuwan melanjutkan kalimatnya Ibunya Nayuwan memanggilnya'
" Pak maaf ibu saya memanggil,, mari kita bicarakan hal ini ketika kita bertemu nanti, assalamualaikum," tandas Nayuwan langsung mematikan sambungan vidiocallsnya.
"Baiklah mari kita pertegas hubungan diantara kita berdua, karena kamu sepertinya pura-pura tidak melihat jika hanya dengan hal-hal sederhana saja. Biar alu tunjukan bagaimana jika seorang Gavin sedang menggila karena kamu sudah berani mambuatku jatuh cinta pada mu. Aku akan menangkapmu dan setelah malam ini tidak akan aku biarkan para lebah itu bisa mendekatimu lagi !" ungkap Gavin menyerai menatap foto Nayuwan yang terpampang di layar ponselnya.
***********
"AAAAAAAAAARRRRGGGGGHHHHH DASAR RAJA SINGA NYEBELIN !! "geram Nayuwan begitu mengakhiri sambungan vidiocallsnya bersam Gavin barusan. Nayuwan menyugar rambut panjangnya, menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, menghentakan tubuhnya yang menyandar pada sofa dan kakinya yang menjuntai ke lantai, kemudian segera beranjak setelah ibunya memanggilnya kembali.
"Selamat anak-anak sebentar lagi kalian akan segera memiliiki ayah baru," seru Moya menyeringsi begitu melihat Nayuwan mulai meracau karena Gavin mampuh membuatnya salah tingkah namun tetap tahan harga.
" Aka tau dari mana?" tanya Nadia polos.
"Emang teteh ngga liat tanda-tanda kalo mommy kita sekarang lagi main tarik ulur sama om Gavin, padahal udah ketara banget lho dari tingkah mommy juga kalo mommy udah bucin tapi masih gengsi "ujar Alea menatap mommynya yang sedang mengomel sendiri pada ponselnya sambil menguyah popcornnya dengan perlahan.
__ADS_1
"Yess betul yang dibilang Alea, mereka lagi main drama siapa yang kemakan umpan duluan, hmmm apa kalian mau taruhan?" ujar Moya tiba-tiba. Nadia menoleh pada Alea, nampak Alea seperti sedang mempertimbangkan ajakan Moya untuk bertaruh.
"Taruhannya apa Ka?" tanya Alea berlaga serius melirik melalui ekor matanya.
"Terserah saja," jawab Moya meminum coca-cola kaleng yang sejak tadi di pegangnya.
"Hmmpt.. karena kita berdua bentar lagi mau masuk kuliah, gimana kalo yang kalah harus jadi BABU selama satu bulan buat yang menang, gimana?" usul Alea. Moya nampak brpikir sejenak. kemudisn mengulurkan tangannya untuk bersalaman tanda DEAL kesepak atan taruhan diantara mereka.
"besok aku minta Kak Gina buat bikinin hitam diatas putihnya biar ngga ada yang kabur saat kalah."ucap Alea menyambut uluran tangan Moya menatapnya dengan peercaya diri seakan merekalah yang akan memenangkan taruhan tersebut.
"Ok, berapa lama jarak mereka buat sampe ke jenjang pernikahan?" Moya melempar bahan teruhannya. Nadia dan Alea saling menatap satu sama lain, lalu mengangguk yakin.
" 6 BULAN KAK!!" seru mereka kompak.
"Ok, kalo begitu Aka 1tahun, soalnya ibu kalian itu orang yang skeptis kalo sol pernikahan." ujar Moya berasumsi.
"DEAL ya kak, besok aku mimta kak Gna buat minta bikinin hitam diatas putihnya."seru Alea.
"Dasar si ngga mau rugi.."cibir Moya, sedang Nadia dan Alea tersenyum ngenyek pada Moya yang kembali melanjutkan permainan gamenya yang tadi sempat terhenti.
Mereka terlihat sangat berniat sekali menjaadikan Nayuwan sebagai bahan taruhan mereka bertiga. Sungguh mereka cerminan sahabat yamg goblog dan anak-anak yang berbakti sekali ya bestie.
************
sarangheo bestie..
dukung novel ini dengan menjadikannya novel favorite kalian ya, biar author makin semngat untuk belajar lebih lagi dalam hal menulis
**************
__ADS_1