
Raut wajah Moya begitu suram saat mendengarkan penjelasan Ardilla saat dirinya sampai harus masuk k club malam demi membuktikan kebusukan Johan, Ardilla bahkan mendapat omelan dari Moya karena tidak melibatkan para sahabatnya, minimal melibatkan dirinya. Kenekatan Ardilla di nilai terlalu sembrono, meskipun berakhir baik, tapi jika bukan karena ada Haidar mungkin Ardilla bisa mendapatkan suatu masalah.
Nayuwan mendengus sesekali saat melihat tayangan ulang live streaming yang kata Ardilla sempat trending bahkan masuk laman Laman turah.
" Gila sih ini mah, ya pantes aja bisa viral." ungkap Nayuwan menarik gelas milik, mendengus sama kesalnya dengan Moya.
"Kayanya pelajaran yang lo kasih masih kurang deh Dill, " ekor mata Moya melirik ke arah Ardilla dengan ekspresi yang sudah bisa terbaca.
"Kayanya gue punya ide" sahut Nayuwan. Memasang ekspresi julid.
"Ngga usah, gue udah bisa nebak pikiran psycho kalian berdua. Gue bener udah males dan ngga mau tau lagi soal dia. Please ya, beb. Gue tau kalian peduli ma gue, tapi udah cukup. Daripada balas dendam, mending kalian ajak gue healing kemana gitu? Kan lebih manfaat buat kesembuhan hati gue." pinta Ardilla sembari menepuk - nepuk punggung tangan Nayuwan dan Moya, yang masih memasang ekspresi masam. Reva mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Ardilla daripada balas dendam lebih baik pergi berlibur saja.
"Tapi emang percuma sih bu, kalo mau balas dendam sama mantannya bu Dilla, orang kasus korupsinya udah masuk kekejaksaan, biarin aja hukum negara yang menanganinya, kita ngga perlu turun tangan, lagian hukum karma juga pastinya ngga semanis kurma" Gina mengangkat bahunya.
"Ok lah,, kita ngga usah bahas lagi soal si Johan, mual juga lama-lama dengernya"seru Nayuwan mengangkahiri pemabasahan soal Johan yang benar-benar ingin muntah semua yang menyimak reka ulang dari Ardilla. Sungguh sangat menjijikan.
" Bay the way nanti kasih data kalian ke si Gina, trus bikin pasport juga visa turis, pertengahan bulan april ke Korea, nikmatin spring cherry blossom selama sminggu." ujar Nayuwan santai. Reva, terutama Ardilla mendadak cengo seperti orang bego.
" Kenapa kalian? Jangan bilang kagak punya duit?"
" Seriusan? " tanya Reva
" Iya, tinggal data ibu bertiga aja yang belum saya urus, maaf bu, saya belum sempat" Gina cengir kuda.
" Berarti campingnya batal dong?"ujar Moya dengan wajah masam.
" Jadi, reschedulle ya,, abis dari Korea baru kita camping" jawab Nyuwan dengan wajah tidak enak.hati pada Moya, karena dari jauh-jauh hari. mereka sudah berencana camping di hutan atau gunung, meski agak kecewa akhirnya Moya setuju saja, toh liburan ke Korea juga menyenangkan apalagi gratisan.
" Hmm gue ke toilet dulu deh, kebelet" kemudian Nayuwan secepat kilat berlari ke arah toilet.
Kini perhatian Moya beralih pada Reva yang sejak datang wajahnya sudah nampak risau, banyak melamun, hanya sesekali saja dia ikut berintaraksi, meski memang Reva adalah sosok yang paling calm, tapi tidak sependiam kali ini.
"Va, lu ada masalah apa?" tanya Moya dengan wajah agak serius, Reva hanya meliriknya sekilas lalu menghembuskan nafasnya lebih dalam lagi.
"Iya nih, biasanya kalo denger soal liburan pasti paling excited " Ardilla ikut penaSaran.
" Gue dijodohin" jawab Reva seraya menundukan wajahnya.
"Hah? Nayuwan tau? terus lu mau? " Reva hanya menggeleng mendengar pertanyaan Moya.
__ADS_1
"Belum, gue baru dikasih tau hari ini"
"Jadi lu belum ketemu dong?" selidik Ardilla. Lagi Reva hanya mengeleng, jari-jarinya nampak sibuk meremas tissue yang di genggamnya.
"Gin, tolong nanti kamu selidiki ya, orang yang mau dijodohin ama gue soalnya katanya dia masih kerja di FJC" pinta Reva tiba-tiba.
"Hah?" Gina terkejut bingung
"Nanti kalo gue udah dapet bio orangnya, gue kasih ke elu, emang sih pasti ortu gue ngasih data lengkap, tapi kan data tulisan bisa aja dibikin-bikin biar terkesan baik padahal busuk"Gina mengangguk faham dengan maksud Reva.
"Ok, nanti kasih aja bionya, nanti biar langsung ke sasaran" Gina menyanggupi permintaan Reva.
" makasih ya Gin, maaf gue jadi ngerepotin elu" Reva tersenyum hambar karena merasa tidak enak hati karena asal saja meminta bantu Gina tanpa izin Nayuwan. Meski dia tidak mungkin menolak perjodohannya minimal dia harus tau pria seperti apa yang akan menjadi suaminya itu.
" Santai aja" ujar Gina seraya meraih tangan Reva menyalurkan sedikit semangat padanya.
***********
Tanpa memperhatikan langkahnya Nayuwan fokus mengeringkan tangannya yang basah dengan tissue.
"Bugh"
"Maaf ...maaf saya ngga sengaja"ujar Nayuwan terdengar panik seraya membungkuk beberapa kali pada seseorang yang ditabraknya.
"Faldo ?? Kamu ngapain di sini?" tanya Nayuwan polos
"Makan." Nayuwan meringis sambil mencebilk ke arah lain karena menyadari pertanyaan bodohnya itu.
"Iya ya, kalo ngga makan masa mau salto" ucap Nayuwan terdengar garing, Faldo tersenyum gemas melihat ekspresi Nayuwan yang terlihat salah tingkah.
"Ibu sendirian?"
"Ngga, lagi ngumpul sama teman, tuh di sana" tunjuk Nayuwan, netra Faldo mengikuti ke mana arah telunjuk Nayuwan mengarah dan mengangguk seraya tersenyum ramah pada para sahabat Nayuwan yang ternyata tengah memperhatikan mereka.
"Gina, Ginaa..!" seru Moya.
"Iya bu, " Gina menyisihkan laptop di hadapannya, saat begini pun dia tetap harus fokus memeriksa beberapa berkas yang masuk ke emailnya.
"Itu siapa" Moya mengarahkan wajahnya ke arah Nayuwan yang sedang mengobrol dengan seorang pria.
__ADS_1
" Faldo?" kening Gina berkerut heran.
"Siapa? Kayanya akrab banget?" Ardilla ikut penasaran. Reva hanya ikut memperhatikan saja karena kepo juga.
"Chief di pabrik bu, " Moya mengangguk, kemudian senyum culasnya terkembang di bibirnya.
"Gin, lu mau bonus ngga?" tanya Moya tanpa melepaskan tatapannya pada Nayuwan dan Faldo yang terlihat akrab.
"Maulah" seru Gina cepat bersemangat.
"Ok, sekarang lu ambil vidio Nayuwan sama si Faldo itu, terus kirim ke si Gavin" Gina terkejut netranya membulat sempurna menatap Moya dengan tatapan bingung.
" Tapi.." Gina ragu untuk melaksanakan perintah Moya. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya dia menuruti perintah Moya. Vidio berdurasi 2 menit itu kemudian ia kirimkan pada Gavin.
"Pak saya ambil vidio ini dengan resiko dipecat lho, jadi tolong beri saya bonus yang sesuai ya" ketik Moya, karena meski Gina yang merekam tapi dia tidak memiliki keberanian untuk membangunkan singa jantan itu.
"Ibu tanggung jawab lho" ujar Gina pasrah, sedang Moya tersenyum puas karena bisa menjahili sahabatnya.
**********
Nayuwan terlihat cukup akeab dengan Faldo terlihat beberapa kali mereka tertawa begitu saja.
"Hmmm,, saya kenalin kamu mau saya kenalin ke mereka, kayanya mereka penasaran sama kamu tuh" tunjuk Nayuwan mengajak Faldo dengan ramah, kemudian Nayuwan berjalan lebih dulu menuju meja tempat Moya CS tengah berghibah.
"Beb, kenalin ini Faldo, dia chief di pabrik gue" Moya, Reva, dan Ardilla satu persatu menyalami Faldo.
"Pak Faldo sama siapa ke sini?" tanya Gina setelah Faldo mengambil kursi dari meja sebelah lalu duduk dengan nyaman di samping Nayuwan.
"Sendirian sih, kalo sabtu minggu emang suka di sini buat bantuin sodara, ini aja baru nyampe" jelas Faldo.
"Wah bisa dapet diskon dong" celetuk Ardilla.
"Boleh, pesen aja, soal total mah gampang, atau someday kalian kesini tanpa Nayuwan, kalian sebutin aja gold customer, nanti dapet pelayan dan diskon khusus." ujar Faldo serasa meminum espressonya.
"Waahh, beneran nih?" sorak Ardilla dengan mata berbinar. Faldo mengangguk dengan senyum terkembang lebar. Jelas saja bisa memberikan pelayan dan diskon khusus, karena Faldo lah pemilik cafe Blue Sky tersebut,
"Iya serius," ujar Faldo sekali lagi untuk meyakinkan mereka tersenyum lebih hangat.
**************
__ADS_1
sarangheo
****************