Merpati Hitam

Merpati Hitam
Pak Penghulu ikut Gugup


__ADS_3

Semua orang menyambut meriah rombongan mobil pengantin yang membawa Gavin, tentu membuat semua orang berdecak kagum dengan iring-iringan mobil mewah yang kini mulai parkirkan di area yang sediakan di tanah lapang yang sulap menjadi area parkir dsn Venue resepsi nanti sore.


Gavin menarik dan menghembuskan nafasnya berkali-kali sebelum ia turun dari mobilnya. Kemudian ia turun yang diapit oleh kedua orang tuanya disambut oleh MC acara, ki lengser dan para penari mapag panganten.Di sana mereka di antar ke mesjid yang di sana sudah ada keluarga Nayuwan yang menunggu mereka. Gavin menoleh pada mami Hellen yang kemudian tersenyum tulus padanya.


"Kamu siap Nak?" tanya mamih Hellen sembari mengusap air matanya. Iapun mengangguk lantas merangkul kedua orang tuanya agar menjadi lebih tenang.


"Aku siap mih," Meski ini bukan kali pertama ia menikahkan anaknya, namun tetap saja ia meresa takut khawatir terhadap putranya itu mengingat ini adalah pertama kalinya untuk Gavin akan mengucap akad nikah. Sedang Gavin sendiri sebenarnya Gavin lagi-lagi dibuat kecewa karena ia tidak mendapati Nayuwan diantara orang-orang yang menyambut dirinya. Karena di sana hanya ada orang Nayuwan, adik dan anak-anak Nayuwan serta kerabat juga tetangga Nayuwan yang tentu saja tidak kenal.


Langsung MC membuka acara dengan menyilahkan ki lengser dan para penari mapag panganten mengiring perjalanan rombongan Gavin menuju mesjid agung.


"Pada hari Jumat ini, akan dilangsungkan prosesi akad nikah dari kedua calon mempelai kami. Agar Ijab Kabul dapat berjalan dengan lancar, marilah kita bersama-sama membaca Basmalah, Bismillahirrahmanirrahim." ucap MC pria yang ternyata dulunya adalah seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan Nayuwan, dengan kata lain ia adalah mantan pacar Nayuwan.


Kemudian ia pun melanjutkan ke susunan acara selanjutnya yaitu serah terima dan sambutan dari kedua belah pihak calon pengantin,


Kemudian oleh ibu Vina Gavin dikalungi bunga melati namun sebelum masuk ke dalam mesjid ia terlebih dahulu memotong pita yang memalang disana. Setelah selesai potong pita, kemudian acara berlanjut adala sambutan dari kedua belah pihak, tahap sambutan ini dibuka dengan pemberian seserahan yang dilakukan oleh keluarga dari calon pengantin pria kepada keluarga dari calon pengantin wanita. Barulah kemudian kata sambutan akan disampaikan oleh perwakilan keluarga dari masing-masing calon pengantin. kemudian setelahnya pembacaan ayat suci Al Quran.


"Acara selanjutnya adalah pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an surat Ar-rum ayat 21. Yang akan dilantunkan oleh Kakak sepupu, mempelai wanita, kang Naufal mangga."


Semua orang hening saat Naufal dengan begitu indahnya melantunkan ayat-ayat Allah dengan nada Qiroat yang terdengar lembut menyentuh kalbu. Gavin sudah duduk dihadapan penghulu dan ayah Nayuwan dengan wajah tegang namun juga sedikit kecewa karena ia masih belum melihat tanda-tanda kehadiran Nayuwan.


Beberapa menit berlalu, MC kemudian mempersilahkan Nayuwan untuk memasuki mesjid dengan di apit oleh ibu dan adiknya. Dan kegugupan Nayuwan semakin menggila, tapi sebuah usapan dari ibi Vina di punggung Nayuwan sedikit menenangkannya.


"Insya Allah semua lancar neng" kemudian mengangguk dan melangkah dengan menggenggamnerat tangan ibu dan adik ia maju menuju altar ijab kabul dimana di sana sudah ada Gavin yang menatapnya dengan tatapan terpesona. Perasaan yang tadi sedikit tenang kini kembali berkecamuk saat ia melewati para tamu yang sudah duduk dengan rapi di dalam mesjid, menatap ke arahnya dengan tatap takjub dengan kecantikannya yang terpancar dari dalam dirinya.


Dalam balutan baju pengantin dan riasan yang tidak berat, sungguh ia seperti seseorang yang keluar dari dalam lukisan yang indah. Bermacam-macam perasaan bercampur seolah dalam rongga perutnya ribuan kupu-kupu sedang berterbangan didalamnya.


Tanpa sadar Gavin beranjak dari tempatnya bersila, ia menatap lekat-lekat wanita yang akan ia nikahi. Ia tersenyum namun dari mata kanannya mengalir air mata dengan pesona calon istrinya. Nayuwan melempar tatapan kesembarang arah, ada perasaan malu dan canggunh saat ia ditatap oleh Gavin dengan tatapan demikian. Pak penghulu kemudian menggoda Gavin yang terlihat begitu terpesona dengan kecantikan Nayuwan.


"Sudah dulu menatapnya, ini mau ijab kabul atau tidak?" Gavin segera tersadar dan segera duduk bersila ditempatnya semula dengan agak sedikit malu.


"Vin, butuh Joki buat akad ngga, kalo ngga sanggup biar aku aja" teriak salah satu sepupuhnya dan sontak membuat keriuhan di ruangan mesjid itu. Nayuwan kemudian duduk bersimpuh di samping Gavin dengan tertunduk malu-malu seolah ini adalah pernikahan pertamanya.


Dilla nampak sibuk mengatur ekor kebaya Nayuwan, sedang Moya dan Reva memasangkan kerudung panjang pada Nayuwan dan Gavin. Baru setelah itu mereka duduk dengan pasangan masing-masing untuk mendengarkan khotbah Pernikahan. Khotbah nikah umumnya akan berisi pembekalan tentang kehidupan rumah tangga sekaligus keutamaan menikah dalam Islam. Orang yang menyampaikan khotbah adalah pihak penghulu dari KUA atau pemuka agama setempat. Khotbah nikah akan diawali dengan pembacaan tahmid, istighfar, dan syahadat.


"Sudah siap nak Gavin?" tanya pak penghulu.


"Insya Allah siap pak" jawab Gavin cepat dengan wajah yang lebih sumbringah sesudah melihat Nayuwan setelah sekian lamanya pingitan.

__ADS_1


"Mau menikah dengan siapa nak?"


"Dengan Nayuwan Gava Pramesti pak"


"Binti?"


"Bapak Hidayat Kartasasmita"


"Mas kawin? "


" Uang sebesar 3M, emas logam mulia 33gram, dan seperangkat alat solat pak"


"Seperangkat alat solat isinya apa saja?"Nayuwan mengulum senyum saja mendengar pertanyaan menjebak dari pak penghulu.


"Ah.. eh.. Isinya Mukena, sejadah, Al Quran, tasbih" jawab Gavin sedikit blank.


"Al Quran memang alat sholat?"


"Eeh bukan sih pak"


"Jadi?" Gavin menunduk dan meringis saat melihat Nayuwan menahan tawanya.


"Sudah, itu namanya alat solat, kalo peralatan solat itu mesjid, karpet, terus apalagi tempat wudu, bedug.." seketika suara tawa bergemuruh begitu pun dengan Gavin yang menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya yang tidak memegang mic.


"Setelah menikah sayang istri dan kedua anaknya"


"Sayang pak"


"akan setia?"


" Setia pak"


"Siap jadi imam solat istri dan anak-anaknya sanggup?"


"Sanggup pak"


" Sabar atau kereng anak ku?"

__ADS_1


"Insya Allah sudah sabar sejak awal kenal pak" dan lagi-lagi jawaban Gavin membuat gelak tawa para hadirin


"Berehan atawa pelit Cep?"


"Hah? Gimana?" kemudian Nayuwan mendekat dan berbisik "Royal atau pelit" Gavin segera menjawab


"owh..,Berehan pak", jawab Gavin kikuk.


"Sanggup?"


"Sanggup pak"


"Al hamdulillah tapi sebelum ijabkabul saya akan menerangkan terlebih dahulu tentang rukun nikah ada lima perkara yaitu yang pertama. Sebagai syarat sahnya menikah adalah ada mempelai laki-laki, yaitu nak Gavin Harraz Widjaya Bin Dewa Widjaya, benar itu aslinya, bukan nama samaran atau alias?"


"Benar pak itu nama warisan dari orang tua saya" jawab Gavin tetap kikuk.


"Sahnya menikah kedua yakni ada mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi, yaitu di sini neng Nayuwan Gava Pramesty Binti Hidayat Kartasasmita, leres neng?"


"Muhun leres pak"


"Calon istri nak Gavin benar tidak ada pertalian darah ?"


"Tidak ada pak"


" atau hubungan kemertuaan ??" Gavin hanya tersenyum sembari menggeleng berkerut dahi.


" Atau hubungan persus*an mungkin?"


"Ngga apa pak, tapi nanti saya yang minta sus* sama istri hehehe" mendengar jawaban Gavin, Nayuwan melempar tatapan tajam namun dengan rona wajah merah padam.


"Tau aja mana yang enak" sahut penghulunya. dan kembali membuat gelak tawa para hadirin yang menyaksikan.


"Kemudian berikutnya adanya wali nikah. Wali merupakan orangtua mempelai perempuan yakni ayah, kakek, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), anak laki-laki dari saudara kandung ayah. Al hamdulillah neng hari ini akan dinikahkan langsung oleh ayah kandung neng bapak Hidayat." Nayuwan menggangguk mengiyakan.


"Rukun Menikah selanjut agar syaratnya sah yaitu ada saksi nikah. Tidak sah menikah seseorang bila tidak ada saksi. Syarat menjadi saksi nikah yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Dua orang saksi ini diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga, ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi. Al hamdulillah yang menjadi saksi hari ini adalah bapak Gubernur Jawa barat Bapak Ridwan di sini bapak akan menjadi saksi untuk pihak wanita, benar pak?" pak Ridwan menggangguk mengiyakan.


"Kemudian saksi dari pihak laki-laki yaitu Bapak Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anis, benar pak?" beliaupun hanya menggangguk.

__ADS_1


"Sejujurnya yang berkeringat dingin sekarang itu bukan hanya kedua mempelai tapi saja juga" ucap pak penghulu sembari menyeka keringatnya. Dan kembali ngundang gelak tawa dengan pengakuan polos bapak penghulu.


...****************...


__ADS_2