Merpati Hitam

Merpati Hitam
Korban Haidar


__ADS_3

Dengan bahasa Jawa kromo bercampur bahasa Indonesia Mas Taufik berdiri tegap nan gagah dengan setelan Atela berwarna biru. Ia yang akan bertugas menjadi Master Of Ceremony acara siraman Gavin. Deep voisenya terdengar anggun di telinga semuaa orang yang sedang menyimaknya dengan hikmat.


Setelah beramahtamah kemudian ia memulainya dengan pembukaan menjelaskan tentang rangkaian acara yang di awali dengan kedua orang tua calon mempelai memasang bleketepe (anyaman daun kelapa) pada tarub yang sudah dipersiapkan didepan pintu gerbang rumah.


Hal ini sebagai tandai dimulainya acara hajat mantu dirumah yang bersangkutan. Setelah itu kemudian kedua orang tua membuka kain yang menutup tuwuhan sebagai simbol kesejahteraan, kemakmuran dan keturunan, untuk kedua calon mempelai.


kemudian sungkeman kepada orang tua, selanjutnya tampi duta perwita adi atau penerimaan tirta adi yang akan dilaksanakan oleh Clara dan Faisal sebagai perwakilan atau duta yang ditunjuk oleh keluarga Nayuwan. Prosesi ini tidak dilakukan oleh orangtua Nayuwan secara langsung mengingangat Ayah dan ibu Nayuwan telah berpisah, menjadi pantangan tersendiri untuk menjadi duta yang sejatinya akan melakukan prosesi siraman pengantin.


(Disclimer; author hanya tahu sedikit mengenai adat budaya Jawa Tengah jika ada kesalahan penyusuhan atau arti makna dalam kiasnya Author menghaturkan ribuan maaf, dan silahkan beri komentarnya agar menjadi pengetahuan untuk kita jika ada kesalahan. Haturnuhun😊)


Kemudian dilanjutkan dengan pencampuran tirta perwita adi atau yang di sebut dengan manuhaken. Lalu ke acara berikutnya yaitu siraman dening orang tua dan sesepuh, acara selanjutnya bilasan atau pecah pamor (tekad), selanjutnya ada tugas rikma, lantas berlanjut ke ngantas atau bopongan, kemudian gentos ageman, lalu ada pagas tumpengan atau dulangan, terakhir kembul bujana penutupan.

__ADS_1


Setelah menjelaskan secara detail Mas Taufik sebagai MC mengarahkan Gavin untuk segera melaksanakan ritual sungkeman. Air muka Gavin nampak makin tegang, terlihat ada kecemasan dalam dirinya, perlahan ia bersimpuh dihadapan kedua orang tuanya,


"Pih, Mih, sembah bakti saya haturkan kepada mami dan papih. Terima kasih karena sudah merawat, membesar, mendidik saya hingga menjadi seperti sekarang. Mih pih, saya memohon doa ampunan atas segala kesalahan yang telah saya lakukan selama ini baik itu yang disengaja ataupun tidak disengaja. Dan di hari ini mohon izinkan saya untuk melepaskan masa lajang saya dengan mempersunting seorang perempuan yang bernama Nayuwan Gava Pramesti. Yang insha Allah ia akan menjadi seorang istri yang baik, yang bijak, penuh kasih sayang, serta akan mendampingi saya di sisa usia saya. Izinkan saya untuk membina rumah tangga dengan ia pilihan hati saya. Sebagai hamba Allah yang Maha Penyayang, kewajiban saya untuk meminta doa restu dari mamih dan papih, karena sejatinya berkah perjalan kehidupan kami nanti ada pada ridho orang tua." suara Gavin meski ia berusaha untuk tenang dan tegar, namun suaranya tetap terdengar bergetar, samar-samar terdengar suaranya mengisak. Siapa sangka di moment ini Haidar adalah orang yang paling deras air matanya, hingga ia memeluk Rendra, yang meski ia sedikit risih dengan tingkah Haidar yang di luar ekspektasi namun ia bisa apa selain menepuk-nepuk bahu Haidar agar Haidar bisa lebih tenang dan menurunkan suaranya. Vito bahkan memberi setumpuk tissue pada Haidar. Baik dirinya, Rendra dan Satria semuanya ikut larut dalam keharuan prosesi sungkeman, namun tidak seheboh Haidar yang sampai agak meraung, hilang sudah kegagahan seorang Haidar sang playboy.


"Begitu mulianya kedudukan papih dan mamih di mata Allah, hingga segala doa-doa yang mamih papih ucapkan kepada saya maka Allah niscaya akan mengabulkannya. Untuk itu mohon doakan saya agar pernikahan saya dengan Nayuwan diberi kelancaran, kemudian setelah akad saya ucapkan nanti doakan saya agar saya bisa menjadi suami yang bertanggungjawab, suami yang sabar, suami yang mampu membimbing istri dan anak-anak saya untuk tetap selalu berada di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala. Mohon berikan doa restu kepada kami agar rumahtangga yang kami bina mendapatkan berkah, rukun dan tentram. Meskipun dalam perjalanannya kelak pasti akan menemui banyak lika liku kehidupan, doakan agar kami tetap mampu berjuang dan tetap bisa seiya sekata agar terwujudnya rumahtangga yang sakinah, mawadah, warrohamah." Mamih Hellena dengan tersedan-sedan mengusap-usap bahu putra tertuanya itu. Begitupun dengan Dewa, ia ikut larut dalam keharuan, masih ada sedikit rasa tak percaya jika hari esok Gavin akan benar-benar melepaskan masa lajangnya. Ada juga perasaan iba pada putra sulungnya itu mengingat Gavin pernah hampir kehilangan dirinya sendiri saat kepergian Freya belasan tahun silam. Ia menempuk nepuk bahu Gavin dengan penuh harapan dan doa kebaikan untuk putra satu-satunya.


"Ya Allah ya Tuhan ku, terima kasih dan Hamba selalu bersyukur atas segala karunia Mu untuk hamba. Karena engkau mengizinkan hamba lahir di keluarga yang benar-benar mencintai, menyayangi serta selalu berusaha memberikan segala hal yang terbaik kepada putra putri mereka. Jadikanlah hamba seperti mereka yang selalu berusaha menjaga komitment dan janji suci yang telah mereka ikrar kehapadanMu ya Allah Illahi robbi. Terima kasih mih pih" ucap Gavin dengan suara yang terdengar agar serak karena tenggorokannya terasa merada saat ia tercekat menahan agar bisa tetap tenang selama prosesi yang padahal sudah kewalahan agar emosinya tidak membuncah saat itu. Lalu mamih Hellen mengambil microphone dari MC,


"Hiikss.." Dewa malah langsung memeluk Gavin.


"Hikss.. papih maafin kamu bang, jadilah kamu suami yang bertanggungjawab, yang sabar, yang mengayomi, bimbing anak istrimu agar selalu ada di ja..lan hiikss Allah. Jadilah kamu suami yang tegas bukan kasar, pantang menaikan suara mu ketika marah, pantang mengangkat tanganmu ketika istri mu berselisih paham dengan mu. hiikkkss,, semoga pernikahanmu menjadi sakinah mawadah hhkss warohmah hiiksss"tanpa di beri aba-aba, Gavin segera beranjak dari tempatnya bersimpuh. Kemudian ia kembali berhambur memeluk kedua orang tuanya. Tangisnya pecah tak mampu ia tahan lagi. Ia meraung sembari meminta maaf, berterimakasih serta meminta doa restu pada orang tuanya. Semua orang hadir menyaksikan pun ikut menitikan air mata mereka.

__ADS_1


Haidar makin meraung memeluk Rendra, meski Rendra sendiri ikut larut dalam keharuan tersebut namun tidak seekstrim Haidar. Kali ini Rendra membiarkan Haidar memeluk dirinya meski ia telah menjadi korban Haidar yang mungkin sebagian dari para tamu menganggap mereka memiliki hubungan yang luar biasa. Begitupun dengan Vito, ia nampak yang paling tegar meski iapun menitikan air mata seperti yang lainnya.


...****************...


lanjut kantun beberapa eps lagi..


kita sayonara pileuleueyan ..



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2