Merpati Hitam

Merpati Hitam
"Aku (Pulang)2


__ADS_3

Suara gesekan roda koper dengan lantai bandara berbaur dengan suara orang-orang yang tumpang tindih. Derap langkah Nayuwan berhenti sejenak menatap ke sekelilingnya ada sedikit ragu namun iapun tentu sudah tidak bisa mundur lagi karena sekarang dia sudah berad di Bandara Soekarna-Hatta. Banyak yang sudah berubah terumata soal fasilitas. Dan karena Korona dia pun harus mengikuti karantina selama 8 hari ke depannya.


"WELCOME BACK TO INDONESIA " Ucapnya sambil membuang nafasnya agar lebih meyakinkan diri.


Sesampainya di tempat karantina yang sudah di tentukan dia cukup menarik banyak perhatian terutama kaum adam. Parasnya yang cantik, tinggi semampai, kulit putih bersih, dan berhijab pula. Bahkan beberapa petugas yang notabennya adalah Tentara dan Polisi terang-terangan mengejar atau sekedar menggodanya. Nayuwan adalah sosok Aquarius yg bisa mudah berbaur dan ramah kepada siapapun, tapi ketika mereka benar-benar mendekatinya dengan serius duri-duri landaknya langsung terasa memberi peringatan untuk menjaga jarak dengannya.


Delapan hari berlalu sudah, Nayuwan sudah bersiap untuk pulang. Jari-jari lentiknya terlihat sibuk menyentuh layar hp nya.


"De, udah di mana?" chat Nayuwan pada adiknya Clara.


"Udah di bawah teh, teteh regitrasi langsung jalan."balas Clara.


"Ok, teteh turun." Nayuwan pun beranjak dari tempat duduknya menuju lift, nampak di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu di depan lift. Nayuwan hanya bertegur sapa sekadarnya, karena ia cukup jengah dengan tatapan mereka.


"Mbak Yuwan udah mau balik?" tanya seorang petugas.


"Iya pak,, mari pak, kami pulang ya, terima kasih udah jaga kami" seloroh Nayuwan dengan sedikit membungkuk ramah sebelum masuk ke dalam lift.



Di luar Lobi, Clara sudah menunggunya bersama seorang supir. Nayuwan memang sengaja hanya meminta adiknya saja yang menjemput, karena jika yang lain ikut sudah akan dipastikan akan ada melowdrama lebih lama di sana.


"Woy bengong aja lu!" sontak mengagetkan Clara dan pak supir yang tengah menunggunya. Clara membuka pintu mobil dengan tergesa dan berhambur memeluk kakaknya, mereka saling berpelukan layaknya teletubies. Banyak pasang mata yang menyaksikan keharuan kakak-beradik itu. Ada yang turut haru, ada juga yang terpesona dengan kecantikan mereka berdua, tak sedikit yang terheran kenapa orang macam ada di karantina fasilitas pemerintah. Ya apalagi yang jadi alasannya selain karena Nayuwan adalah seorang TKW, bukan seorang yang habis melakukan perjalanan bisnis atau jalan-jalan.


Selepas melepas rindu, mereka harus langsung bergegas karena hari ini ada meeting dengan pemilik baru gedung mall yang mereka sewa juga membicarakan pengembangan usaha yang lain yang masih berkaitan dengan galery BeautyHouse, baru kemudian mereka pulang ke rumah ibu mereka setelah semua pekerjaan selesai. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Nayuwan prepare mengecek dan menyiapkan ulang berkas-berkas yang di perlukan. Oportunis memang.


"De, calon sekertaris teteh belum ada yang masuk para pelamarnya?" tanya Nayauwan sambil memeriksa berkas,jari-jari lentiknya pun turut sibuk dengan laptop di pangkuannya.

__ADS_1


"Udah ada, tapi baiknya tetep interview sendiri, ada 4 orang yang udah aku rilis."Clara menjawab sambil mengeluar hp yg bergetar dari saku outernya. Sebenarnya Clara juga bisa sudah biasa menghandle semua pekerjaan kakaknya, tapi dia juga punya tanggung jawab anak dan suaminya jadi tidak bisa mengikuti kakaknya selama 24 jam, 7 hari seminggu, tanpa jeda. Makanya Nayuwan memintanya mencari seorang sekertaris sesuai kriterianya yang perfectionist.


"Alea sama Nadia ngga rewel kan minta maksa ikut jemput?"


" Tadinya kekeh, tapi dengan iming liburan ke Raja Ampat, akhirnya mereka ok"


" Dasar bocah" seloroh Nayuwan tersenyum dan menyamankan tempat duduknya.


"Ribet de, kalau semua ikut, lagian kita juga langsung meeting sama pemilik gedung." Clara hanya mengangguk mengiyakan kakaknya.


Kurang lebih hampir 45 menit, waktu yang mereka habiskan untuk menerobos sembrawutnya jalanan dari bandara Soekarno-Hatta menuju Pasific Place, salah satu mall mewah yang ada di kawasan Sudirman Central Business Districk (SCBD). (Kalian yang tinggal disana pasti tahu, bagaimana megahnya Mall tersebut)


Mobil berhenti ketika sudah berada di depan lobi mall megah tersebut, pak Nanang bersiap turun guna membuka pintu Bossnya. Namun Nayuwan menolaknya dia tidak mau di perlakukan istimewa oleh bahawannya itu. Sebelum turun bahkan Nayuwan sempat memberi 3 lembar uang seratusribuan agar pak Nanang bisa membeli sekedar makanan atau minuman selama dia menunggu Nayuwan dan Clara meeting.


Nayuwan berjalan di ikuti Clara yang mengekorinya, Nayuwan terhenti ketika Clara menemui resepsionis agar memberi tahu orang atas agar bisa menjemput mereka, tak lama kemudian, muncul seorang laki-laki berpakaian rapi menggunakan jas formal kemudian menyilahkan Nayuwan dan Clara untuk mengikutinya ke ruang meeting. Pria tersebut adalah Satria sekertaris kepercayan Gavin sebelum dia mendirikan FJC, bahkan sejak masa Kuliah Satria memang sudah dipersiapkan untuk menjadi asisten pribadi sekaligus sekertaris Gavin.



"Maaf menunggu lama, tadi masih ada sedikit urus...san" Suara Gavin tercekat matanya membulat ketika melihat wanita yang ada di depannya adalah Nayuwan.



"Lu ngapain di sini?" Gavin langsung mencecar Nayuwan yang wajahnya langsung berubah suram.


"Tentu saja saya mau meeting Tuan Gavin," Nayuwan menajamkan tatapannya tanda tak suka dengan sikap Gavin yang kurang sopan padanya.


"Maksud lu?" Gavin masih bingung apa hubungan Nayuwan dengan BeautyHouse.

__ADS_1


"Tuan Gavin, mohon jaga etika anda ketika sedang berhadapan dengan partner bisnis anda. Saya di sini sebagai pemilik BeautyHouse" jelas Nayuwan masih berdiri dengan elegant, sedang Gavin yang masih terpaku pada sosok yang ada dihadapannya kini.



"Bisa kita mulai meetingnya Tuan Gavin, sama seperti anda saya juga mempunya banyak urusan selain kontrak BeautyHouse" ujar Nayuwan memecah suasana. Gavin mau tidak mau mengesampingka rasa penasarannya, dia harus bersikap profesional untuk saat ini. Gavin tidak banyak berkomentar saat Nayuwan mempresentasikan keuntungan bagi keduabelah pihak karena Nayuwan melakukannya dengan sangat lugas dan tepat sasaran. Hingga tidak ada celah bagi Gavin untuk mencari kesalahan agar proposalnya ditangguhkan untuk di tanda tangani hari ini.


BeautyHouse bukan hanya sekedar toko baju atau waralaba biasa. BeautyHouse mencakup beberapa toko fashion, kosmetik skincare, dan juga caffe yang menguasai 3 lantai pasar di gedung mall tersebut, BeautyHouse brand juga salah brand bisnis yang tercantum dalam 10 partner bisnis FJC GROUP, jika tidak di perpanjang maka mau tidak mau FJC akan kehilangan kendali atas BeautyHouse dan itu berbahaya bagi persaingan bisnisnya.


Setelah mendapatkan tanda tangan dari Gavin, Nayuwan dan Clara pun undur pamit. Mereka di antar oleh Satria sampai masuk sampai mengantar mereka ke mobil yang sudah menunggu Nayuwan sejak 10 menit yang lalu, ketika Clara menghubungi pak Nanang agar bersiap menunggu di depan lobi supaya tidak lama memakan waktu untuk lebih lama di area Mall tersebut. Sejak Nayuwan bertatap muka tadi dia sudah memperhatikan kegusaran kakaknya begitu berhadapan langsung dengan Gavin. Apalagi di awal Gavin malah langsung menyolot tak karuan pada kakaknya itu.


"Nguuuuung" ponsel Satria bergetar.


"Iya Pak?"


"Mereka sudah pergi?"


"Sudah Pak"


"Cepat kamu naik ke atas, saya ada perintah khusus untuk mu" perintah Gavin dengan nada menahan kekesalannya, bahkana dia menutup sambungan telepon dengan kasar. Satria hanya mendengus pasrah dengan kelakuan Bossnya itu, dia segera berbalik arah menuju lantai kantor Gavin berada.


Di dalam ruangannya Gavin masih gusar setelaj pertemuan tak terduga dengan Nayuwan hari ini, dalam benaknya dia masih tak percaya kalau Nayuwan adalah pemilik dari BeautyHouse. Kesal !!


***************


Haturnuhun semua, sudah membantu author mengembangkan novel ini, bantu like komenya nya....


*****

__ADS_1


sarangheo 🥰


__ADS_2