Merpati Hitam

Merpati Hitam
Spek dewa ???


__ADS_3

Penyelengaraan pesta ulang tahun Alea sudah sempurna dengan semarak kemeriahan khas ulangtahun anak remaja, satu persatu undangan mulai berdatangan teman-teman kampus,teman-teman Alea semasa SMK, guru-guru serta beberapa dosen, teman-teman Nadia yang Alea kenal juga Alea undang, lalu kerabat dan saudara di tambah para kolega bisnis Nayuwan dan Gavin. Gavin? Ya Gavin juga diizinkan turut mengundang kolega-kolega, teman dan kerabatnya setelah ibunya Nayuwan memintanya untuk mengizinkan Gavin ikut berpartisipasi dalam kegiatan baksosnya sebenarnya, namun karena acaranya masih 1 rangkaian akhirnya menjadi acara perkenalan keluarga secara tidak langsung.


Acaranya sendiri terbagi dua sesi. Sesi pertama untuk kemeriahan pestanya ulangtahunnya sendiri yang terbuka untuk publik dan media, sedang sesi kedua berlangsung tertutup dari media. Acaranya berlangsung esok harinya selama 3 hari. Sesi kedua lebih ke kegiatan baksos, seperti berbagi paket sembako untuk warga kurang mampu juga warga sekitar perumahan ibu Vina, ibunya Nayuwan juga beberapa lokasi lain yang sudah di survey dahulu sebelumnya kemudian warga yang berhak di beri cap khusus juga kupon sejumlah penghuni rumahnya. Tidak tanggung-tanggung paket sembako yang mereka bagikan sebanyak 10.000 paket sembako, agar lebih tepat sasaran Nayuwan dan yang lainnya sampai terjun langsung saat melalukan survey, sunat masal , dan tabligh akbar sekaligus pengajian bersama anak-anak yatim piatu asuhan yayasan Nayuwan.


Rangkaian acara di sesi pertama sudah seperti acara hajatan. Semua orang hanyut dalam kemeriahan euforia acara tersebut, orang-orang saling berbaur, saling menyapa, bersenda gurau, menikmati hidangan, menikmati alunan musik live suguhan beberapa penyanyi ibu kota yang sedang hits saat ini. Alea nampak sibuk menyambut para tamu seperti tidak ada hentinya berdatangan dan menyalami gadis itu. Nadia sebagai kakak ikut mendampingi dan menjaga Alea takut-takut jika adiknya terlalu lelah,


"huaaahh... hiks..Capek "keluh Alea yang padahal baru sekitar 20 menit berlalu.


"Teh, aku berasa ini kita bukan lagi ngerayain ulath aku deh, tapi aku seneng sih semua temen-temen aku dari semua angkatan ngumpul semua" ungkap Alea di sela-sela kesibukannya menyalami tamu yang datang,


"Udah nikmatin aja, toh ngga setiap hari. Lagi pula ini pesta pertama yang di adain bunda" ucap kakaknya sembari menyodorkan minuman kepada Alea.


"huhh ," rengeknya, 30 menit kemudian akhirnya Alea baru bisa duduk sebentar sembari menunggu puncak acara mungkin beberapa saat lagi.


"Kenapa? Capek ya?" tanya Nadia sembari menyodorkan jus jeruk dingin kepada Alea.


"Makasih teteh ku, tahu aja kalo Ale emang lagi aus" cicit Alea cengir kuda memarkan giginya yang terpasang behel.


"Uluh uluh.. Sabar ya ade ku,, " ujar Nadia sembari menguyel pipi adenya yang tembem


"Hahhh,, kalo bukan karena si Om Gavin numpang kapal, ogah bikin pesta gede kaya gini, kalopun adain pesta ya paling temen temen doang ajalah, ini mah udah kek mau hajatan" keluh Alea


"Tumben..?! Wah adek ku ini udah dewasa ya," puji Nadia.


"Bukan gitu teh, cuma capek aja, mana gelaran sesi acaranya sampe berhari-hari."


"Kan sekalian baksos De, udahlah nikmatin aja, jarang-jarang juga bunda bisa ikut acara macan ini." ucap Nadia berusaha memberi pengertian pada adiknya yang terlihat kelelahan karena para tamu yang terus berdatangan.


"By the way, teteh beneran putus sama mas Fajri?" tanya Alea, kepo karena Fajri tidak terlihat batang hidungnya sejak tadi.

__ADS_1


"Ekhem, " Nadia hanya tersenyum begitu Alea menanyakan keberasaan Fajri, pemuda yang sudah menjadi pacarnya dari sejak bangku SMA kelas 1. Enam tahun menjalin hubungan ternyata tetap tidak menjamin akan sampai ke pelaminan. Melihat kakaknya menjadi murung, Alea sedikit merasa bersalah


"Hmmm...Udah lupain aja lelaki macam itu mah, bukan kita kok yang rugi tapi mereka karena ngga bisa mempertahankan berlian. Lagian masih banyak kok stol cowok baik di dunia ini, Insya Allah. Buktinya Om Gavin, udah kaya, ganteng, tapi bucin sama Mommy kita. Padahal kalo dia mau, dia bisa mendapatkan perempuan yang lebih segalanya dari Mommy yang udah janda anak dua pula,."


"Udah gitu tukang palak !" potong Rendra menyambung kalimat Alea.


" Iisssh Om Ren.. Ale ngga begitu ya?! Tapi kalo dikasih mah pantang dong buat ditolak" sanggah Alea.


"Happy birthday dear, ini kado kecil dari Om" ucap Vito sembari memberikan bingkisan kecil pada Ale.


"Ah ini juga ada buat Nadia, biar ngga rebutan" sambung Vito. Kedua gadia itu berbinar begitu melihat isi bingkisan dari Vito.


"Ah Nadia dapet juga? Makasih ya Om.." ucap Nadia lebih sumbringah lagi.


"Iya dapet dong kan kalian satu paket" sahut Haidar.


"Makasih Om.. Mmm boleh di buka?" cicit Alea mendongak pada Om-Omnya, dan mendadak bersikap sok manja, Vito tersenyum seraya mengangguk. Manik mata kedua gadis itu makin berbinar begitu melihat isi dari bingkisan yang dihadiahkan oleh Vito.


yang teranyata sebuah kalung unik, dengan liontin yang saling bertautan dengan bertaburan berlian pavé dan rantai halus. Harganya? sudah tentu fantastis.


"Daebak !! Ini pasti mahal banget kan Om" ungkap Nadia kagum.


"Murah kok, soalnya kita bertiga patungan, ibu kalian wanti-wanti ngelarang kita buat ngasih kado yang terlalu mahal sampe pengang rasanya ini kuping. Ya udah dadi pada pusing-pusing jadinya Om bertiga putusin buat patungan aja. jatohnya jadi lebih murah"ucap Rendra seraya mengambil minuman dari pelayan yang lewat membawa nampan minuman.


"Buseet dah..! Tapi ini kalung harganya lebih dari 1 M, emang Om kira kita ngga tau merk ini harganya selangit. Dikata murah katanya Teh" ucap Alea mencemeeh penjelasan Rendra. Mau heran tapi mereka para CEO di bawah naungan FJC Bamantara Grup.


"Makanya kita harus dapet kerja yang bisa bikin kita lebih mandiri dek, jangan kalah kita sama Om-Om inceran dede baby sugar ini de" sahut Nadia namun matanya tetap tertuju pada kalung yang masih di dalam kotak.


"Mau dipasangin ngga Le, Nad?" tawar Haidar.

__ADS_1


"Boleh Om, tapi aku minta tolong Om Vito aja deh, wajahnya lebih manusiawi" tolak Alea spontan, sontak membuat Haidar mendelik mendapat jawaban Alea yang diluar perkiraannya, sekaligus membuat Vito dan Rendra terkekeh geli,


" Terus kalo menurut kamu Om ini kurang manusiawi gitu?" kata Haidar dengan air muka tidak percaya.


"Lah emang Om ngga sadar?"


Haidar mendelik sinis pada Alea menunggu kalimat apa yang selanjutnya akan dilontarkan mulut mungil rasa bon cabe level 30 itu.


"Nih ya,, Ale kasih tau sama Om, kalo wajah Om itu cakep, ganteng banget malah, spek Dewa-dewa gitu. Tapi.."


"Tapi apa..?!!"


"Tapi Dewa buaya darat sih tepatnya, hehehh" ucap Alea begitu saja tanpa merasa beban cengengesan cengir kuda yang jelas makin membuat Rendra dan Vito terpingkal mendengar penuturan Alea yang benar-benar di luar ekspektasi mereka.


"Hih !! Kalo gue ogah urusan sama calon bapak tirinya udah gue ..." ujar Haidar jengkel sembari menggerakan jari jemarinya seolah ingin ******* Alea seperti adonan. Haidar makin di buat dongkol merasa makin terbully tatkala melihat kedua sahabatnya malah terpingkal saat mendapat jawaban Alea yang bertutur kata halus tapi nyelekit tepat sasar.


"Dar, jangan tersinggung, masa gitu doang lu kesel, kan fakta wajah lo emang ganteng, dan mantan lu juga banyak." ucap Rendra masih menyisakan tawanya seraya menepuk-nepuk bahu Haidar.


"Deuuuh, kayak sendirinya bukan PK aja?"


"Gue udah tobat dari kapan taun kali" ujar Rendra membela diri.


"Yang sabar ya boss" seloroh Vito sekonyong-konyong menirukan tokoh Sopo dalam serial animasi anak Adit Sopo Jarwo saat ngeloyor melewati Haidar menuju Alea dan Nadia berdiri.untuk memasamgkan kalung yang mereka hadiahkan pada kedua gadis putri kesayangan Nayuwan.


"Ciihh !!" Haidar mendecih, menekuk wajahnya, sementara tangannya bersedekap di depan dad*nya. Bumbu kelakar kedua sahabatnya itu jelas sukses membuat Haidar makin ingin murka pada mereka semua.


*******


sarangheo modeun dogja

__ADS_1


(○´3`)ノ


__ADS_2