Merpati Hitam

Merpati Hitam
Ice cream chery blossom


__ADS_3

Pagi sekitar pukul 5.30 pagi, Lee Joon hyeon atau Kent sudah berada di lobi hotel menunggu rombongan Nayuwan dan keluarga dengan semangat. Karena pukul 06:00 mereka harus sudah tiba di Stasiun Universitas Hongik (Pintu Keluar 3)dan mereka akan memulai perjalan dengan kereta pada 6:40 pagi: Shinsegae Duty Free di Stasiun Hoehyeon Exit 7,Myeongdong. Pemuda tampan itu terlihat sedang berapikan sweaternya. Perawakannya yang tinggi, berkulit putih lobak, berkaca mata, plus wajah bening khas wajah orang Korea.


"Ahjussii" seru Alea begitu pintu lift terbuka. Kent menoleh dan menyambut mereka dengan senyum yang terkembang lebar.


"Annyeong" sapa Kent sedikit membungkukan tubuhnya begitu rombongan orang dewasa mendekati Kent dan Alea yang sudah bersama dengan Kent duluan.


"Jadi, hari ini kita mau kemana?" tanya Nadia semangat.


"Hari ini kita ke Jinhae untuk melihat festival bunga sakura" seru Kent lebih bersemangat,


"Sungguh? Ayo cepat Om, aku udah ngga sabar" rengek Nadia sembari menarik tangan Kent menuju mobil yang sudah menunggu di pintu masuk. Nayuwan menggeleng sambil menghembuskan nafasnya saat melihat anggota kluarga, sahabat terutama anak-anak begitu antusias dengan festival bunga sakura tersebut. Tentu saja ini adalah salah satu destinasi wajib yang sudah ada dalam list liburan mereka.


Butuh 6 jam perjalanan dari Seoul ke Jinhae, perjalanan panjang namun terasa sangat cepat karena penat selama perjalanan terobati oelh pemandangannya menakjubkan dan bunga sakura bermekaran di seluruh sudut kota, pemandangan terbaik untuk dinikmati di stasiun kereta Korail dan jembatan romantis.



Ekspektasi dalam imajinasi Nayuwan dan keluarga.


Pemberhentian pertama mereka adalah Gyeonghwayeog, mereka tiba sekitar pukul 11. Begifu tiba mereka berhamburan dengan semangat mengambil foto yang menakjubkan. Stasiun Gyeonghwa di Jinha sungguh menyuguhkan pemandangan indah yang terbentang di depan mata. Mereka berjalan-jalan di sepanjang jalur kereta sepanjang 800 meter di mana deretan pohon sakura yang sedang mekar juga membentang tanpa henti. Kent menjelaskan bahwa kereta ini hanya beroperasi selama periode festival makanya mereka tidak boleh melewatkan kesempatan untuk melihat kereta melewati bunga sakura yang sedang bermekaran!



Faktanya di lokasi jutaan orang-orang berkumpul di tempat ini untuk sama-sama menikmati dan mengabadikan keindahan bunga sakura yang sedang mekar. Realita memang tidak seindah ekspektasi.


Puas di Gyeonghwayeog perjalanan mereka lanjutkan menuju ke Yeojwacheon. Mereka berjalan di sepanjang trotoar Jinhae yang dipenuhi pohon sakura di sepanjang Yeojwacheon Stream juga merupakan hal yang harus mereka lakukan selama festival. "Jembatan Romantis" adalah sebutan Jembatan Yeojwacheon, tetapi sebenarnya julukan ini berasal dari drama Korea populer berjudul "Romance" yang syuting di sana.




Kent mendekati Nayuwan yang sedang asyik sendiri dengan kamera di tangannya.


"Pemandangan malam di sini jauh lebih romantis lho" ungkap Kent sembari menatap ke arah jembatan Yeojwacheon. Nayuwan menghentikan sejenak kegiatan memotretnya lalu menoleh pad Kent yang sudah berdiri disampingnya yang terlihat agak canggung terlihat saat dia memasukan kedua tangannya ke saku celananya.


"Lalu kenapa ajak kami ke sini siang hari?" tanya Nayuwan menatap Kent dengan heran.


" Bawa orangtua, kasian nanti kelelahan, tapi sebenarnya mau siang atau malam tetap akan terasa romantis jika memang datang bersama orang yang dicintai bukan?" ujar Kent menatap manik mata Nayuwan yang terlihat begitu teduh.

__ADS_1


"Ekhm hmm" Nayuwan yang mengerti akan maksud Kent tersebut lalu mengalihkan perhatiannya kembali pada kameranya. Kent mengulum senyum, menyadari kecanggungan diantara mereka berdua yang sempat hampir terbawa suasana. Dengan nafas terengah-engah Gina menghampiri Nayuwan yang sedang bersama Kent.


"Bu, " seru Gina memanggil Nayuwan. Nayuwan menoleh lalu menatap Gina dengan heran.


"Kenapa kamu? Kaya abis ketemu setan? tanya Nayuwan berkerut kening.


"Hhhhh hahhhhh hhhhhh,, iya emang,.. nih...hhhhhhh" Gina lalu menyodorkan ponsel miliknya pada Nayuwan yang masih kebingungan dengan tingkah Gina. Alisnya makin bertautan tatkala membaca nama yang tertera dalam saluran telephone tersebut.


"Raja singa?"


"Stttt" Gina langsung memberi kode, karena ia takut ketahuan oleh Gavin jika dirinya menulis "Raja singa" untuk no kontak milik Gavin. Nayuwan menyunggingkan bibirnya dengan julid.


"Cari mati lu" bisik Nayuwan sebelum membuka percakapan dengan Gavin. Ginapun langsung memohon dan memasang wajah memelas pada Nayuwan. Nayuwan hanya berdecih melihat kelakuan asistennya yang sekarang sudah merangkap menjadi antek Gavin.


"Hallo" Nayuwan membuka percakapan.


"Ponsel kamu kenapa mati? kamu baik-baik aja kan? Atau kamu sengaja mematikan ponsel supaya bisa bermain dibelakangku ? Iya? " omel Gavin memberondong Nayuwan dengan berbagai pertanyaan begitu dirinya mendengar suara Nayuwan. Nayuwan menjauhkan ponsel Gina dari telinganya begitu mendengar ocehan Gavin yang memekakan telinganya. Moya menyikut Ardilla dan Reva begitu melihat Nayuwan sedang mengalami drama percintaan.


"Pck !! Bisa ngga nanyanya satu-satu ?!" Nayuwan menjawab dengan kesal.


"Ya udah maaf, buka sambungan vidiocalls nya " Nayuwan dengan dongkol kemudian membuka saluran vidiocallsnya.


"Tentu urusan aku lah, soalnya bentar lagi aku bakal jadi calon suami kamu !" bentak Gavin tanpa sadar. Sontak membuat bulu kuduk Nayuwan meremang, blush wajahnya seketika memerah. Dan orang-orang yang mengenal Nayuwan pun sama terkejutnya dengan pernyataan Gavin barusan.


"PD banget kamu, aku bakal nerima kamu!" Nayuwan berusaha menyembunyikan ekspresi wajahnya. Entah sengaja atau tidak Kent malah memberi ice cream blossom pada Nayuwan.



"Makasih" ucap Nayuwan tersenyum seraya mencicipi ice cream pemberian Kent, untuk sesaat Nayuwan mengacuhkan Gavin dan mengobrol dengan Kent tentang ice cream tersebut.


"Queen" seru Gavin dengan nada sumbang.


"Ya.."


"Enaknya makan ice cream tempat romantis plus ditemenin cowok cakep" Nayuwan yang mendengarnya langsung merengut dan melirik pada Kent dengan senyum polos seakan tanpa dosa.


"Oh, kenalin ini Lee... eh Kent nama Koreanya rada belibet di lidah kampung." ujar Nayuwan sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Kent, Kent malah sengaja menunduk dan mendekatkan wajahnya di dekat wajah Nayuwan sambil melambai tangan pada Gavin.

__ADS_1


"Jauhkan wajahmu dari wajah perempuanku" ucap Gavin dengan tatapan tajam pada Kent. Nayuwan menoleh pada Kent, hingga tatapan keduanya pun saling bertautan.


"Queen ! Menjauh darinya selama aku masih sabar !" Nayuwan yang mendengar seruan Gavin seketika memalingkan wajahnya dari Kent, yang jika di lihat dari posisi punggung Kent, jelas mereka seperti sedang berciuman.


" Vin, nanti malam aku telephone kamu ya, bye.." Gavin yang vidiocallsnya diakhiri begitu saja oleh Nayuwan, setelah dia melihat adegan romantis bak drama korea jelas membuatnya kebakaran jenggot. Dia mengepalkan tangannya, hingga telapaknya nampak memutih.


"SATRIA KE RUANGAN KU SEKARANG !!" teriak Gavin, Satria yang mendengar teriakan Gavin dari sambungan interkom pun langsung bergegas ke ruangan Gavin.


"Iya pak" ucap Satria berdiri dengan tegap di depan meja kerja Gavin.


"Berapa lama Nayuwan berlibur di Korea?" tanya Gavin dengan wajah datar.


"Glek, hadduuh ada sih si boss sampe semurka ini"gumam Satria dalam hati dan dengan susah payah menelan salivanya.


"Satu minggu Pak, ini baru hari ke tiga." Jawab Satria mencoba tenang. Gavin lalu beranjak dari tempat duduknya lalu bersedekap menatap hiruk pikuk sembrawutnya kota Jakarta siang itu.


"Batalkan semua meeting dan atur penerbangan ke Korea besok pagi "ucap Gavin terdengar gusar dan menebarkan aura menyeramkan padahal hari masih tengah hari bolong.


"Baik pak, ada lagi pak?"


" Atur makan malam di Namsan Tower"


"Baik, ada yang lain lagi pak?"


" Cukup kamu boleh pergi" Satria kemudian sedikit membungkuk lalu undur diri dari ruangan Gavin. Belum berapa langkah Gavin kembali memanggil Satria.


"Satria, "


" Iya pak"


" Dan jangan beritahu pacar kamu kalau kita akan menyusul mereka, biar ini jadi kejutan untuk mereka" ujar Gavin menyeringai menatap ke arah luar jendela.


******


sarangheo...


.******

__ADS_1


*******


__ADS_2