
Plak!!!
"Aduh!" dengus Moya, dia langsung melirik ke arah Ardilla dengan sebal. Bagaimana bisa, kebahagiaannya yang hampir menuju kemenangan harus hancur karena dirusak oleh Ardilla. Seharusnya, Ardilla datang nanti. Ya setidaknya nanti setelah Meta menyelesaikan semuanya.
" Maneh teu bosen maen game unggal poe? Mending ulin yuk gabut mah, sugan we panggih jeung kembarana Kang Ichang, ieu mah cirekem we di imah, iihh aing mah meni " (kamu ngga bosen main game terus tiap hari? Mending main yuk kalo gabut, siapa tau ketemu sama kembarannya kang Ichang , ini mah diem aja di rumah, ihh gue kesel ")cerocos Ardilla, sembari berkacak pinggang, dengan gaya galaknya sembari memarahi Moya membabi buta yang asyik dengan dunianya sendiri.
Moya menutup laptop yang ada di depannya, kemudian memutar kursi kerjanya. Memandang Ardilla dengan tatapan lebih sebal, kemudian ia bersedekap. Moya mendengus karena dia harus kalah saat bermain game gara-gara Ardilla yang tida-tiba muncul membuyarkan konsentrasinya, seharusnya dia mengunci pintu rapat-rapat agar Ardilla tidak menyelinap masuk ke ruang kerjanya. Cewek itu, memang hobi mengintai, dan mengendap-endap masuk ke tempat orang tanpa permisi.
"Maneh !! Lila-lila ku urang diasupkeun kana karung da! Yeuh nyak urang teh karek bisa maen game teh poe ayeuna, seminggu noron si Nayuwan nitah urang ka Bali ngecek persiapan cabang anyar, terus urang ge karek beres ngedit vidio jeung yutube da si Rian gering, karek boga me time urang teh Dillaaaaa !! Terus maneh ujug-ujug ngajak urang neangan kembaran kang Ichang? Maneh eling teu?( Kamu !! Lama-lama aku masukin kamu ke karung juga! Nih ya, aku tuh baru bisa main game tuh hari ini, seminggu kemarin si Nayuwan nyuruh aku ke Bali ngecek persiapan cabang anyar, terus aku juga baru beres ngedit vidio buat yutube sebab si Rian sakit, baru punya me time aku tuh Dillaaa)" keluh Moya berapi-api karena kesenangannya terganggu oleh makhluk macam ulat keket, yang bisa-bisanya menjadi sahabatnya selama 10 tahun.
"Wah !! wah!! Maneh ka Bali teu ngajak urang ning? Hiiiish maneh mah teu setia kawan jeung urang"(Wah !! Wah !! kamu ke Bali kok ngga ajak aku? Hiiiish kamu mah ngga setia kawan sama aku) Ardilla malah memprotes Moya yang tidak mengajaknya ke Bali beberapa hari lalu.
"Urang ka Bali jeung gawe Dilla, lain jeung ulin" (Aku ke Bali buat Kerja Dillah, bukan buat main) dengus Moya mengacak wajah dan rambutnya dengan frustasi.
" Tapi kan.."
"Suutt !! Minggu depan kita semua ke Korea" Moya menyela Ardilla yang terlihat kesal.
"Kan beda" sungut Ardilla
__ADS_1
" Ke deui lah, mun urang tugas ka Bali, ku urang dibejaan" ( Ntar lagi lah, kalo aki tugas ke Bali, aku kasih tau) kini Ardilla gantian yang mendengus sebal, andai Moya bukan sahabatnya, pasti dengan senang hati Ardilla sudah menendang cewek ini keluar dari ruang kerjanya. Agar matanya terhindar dari polusi yang namanya cewek males mandi, hobi main game dan parahnya Moya yang paling suka berpikiran mesum diantara mereka bertiga.
"Hmm,, okeeyy, gantinya temenin aku shopping buruan mandi, gue tunggu 10 menit harus udah kelar !" Ardilla kemudian menarik tangan Moya dan mendorong tubuh Moya ke kamar mandi.
30 menit berlalu, Moya sudah siap dengan setelah kemeja panjang peach blue, di padu dengan kaos putih polos sebagai dalaman, celana chinos dan pasmina berwarna mocca, sneakers berwarna putih. Tak lupa menyemprotkan parfume yang mengandung wangi aroma woody, black pepper, dan citrus, wanginya menonjolkan sisi maskulin. Moya dan Nayuwan mereka memiliki banyak kesamaan termasuk karaktek tomboy mereka pun hampir sama, bisa dibilang dari sifat dan pembawaan mereka seperti anak kembar.
Ardilla menghirup dalam-dalam udara yang semerbak di penuhi wangi parfume yang disemprotkan Moya barusan.
"Kalo gue tutup mata, berasa lagi deket cowok ganteng" Ardilla melirik Moya sambil tersenyum menggoda Moya.
"Diih " Moya bergedik geli melihat Ardilla yang tersenyum lebar sambil menaik turunkan alisnya. Ardilla mengulum senyumnya yang lebar, dia memandang Meta yang tampak acuh itu dengan jenaka. Sebenarnya sahabatnya ini cantik, cantik sekali,cerdas karena bisa menjadi orang kepercayaan Nayuwan dalam beberapa hal, supel, pintar dalam berolahraga terutama volly dan badminton, tinggi 170cm, dengan berat badan 59kg, bisa beladiri, dan pekerja keras. Tapi herannya kenapa tidak ada cowok yang mau mendekatinya, tapi sebenarnya tidak mengherankan juga, mungkin mereka merasa minder dengan semua yang melekat pada Moya.
Motor Moya terparkir di parkiran Mall megah di kawasan Sudirman Central Business Districk (SCBD),Pasific Place. Moya berjalan santai perawakannya bak model. Sementara Ardilla nampak mungil saat berjalan disamping Moya. Sesekali Ardilla pun menggandeng lengan Moya meski kemudian dia mendadat tatapan mengerikan dari moya. Setelah puas berbelanja, mereka pun memutuskan untuk masuk ke sebuah restoran bergaya Itali, Osteria Gia,untuk melepas penat mereka. Sebuah restoran yang tampilannya saja dari depannya saja sudah terlihat nuansa elegan keemasan yang dan ketika mereka masuk kedalam nunsa yang terasa seperti underground secret bar yang ternyata ramai oleh pengunjung.
Merekapun sengaja pilih duduk di area dekat jendela dengan pandangan langsung ke arah luar, dengan seorang pelayan melayani mereka cekatan dan helpful.
Setelah berdiskusi dengan rekoman dari pelayan resto kemudian merekapun memesan cemilan Pizza Quattro Formaggi yaitu pizza dengan 4 jenis keju dan telur sebagai topping nya, tipe pizza nya sendiri tipis tapi ga begitu crunchy, jadi masih ada bagian yang basah ditengahnya, rasa keju nya unik. Kemudian ditambah Caprese, Salad yang berisi potongan tomat heirloom dengan dengan keju burreta dan basil pesto beserta olive oil. Teksturnya lembut dan ada bulir-bulir tekstur dari keju burreta dan wangi dari saus pesto dan olive oil. Lalu Parmigiana Eggplant, sekilas terasa seperti lasagna padahal bahan utama yang digunakan adalah eggplant dengan saus parmigiana, mozzarella dan basil. Rasa tomat dan roast eggplantnya dominan dengan citarasa yang segar, ringan dan pastinya menyehatkan karena vegan, begitu kata si pelayan resto. Untuk minuman mereka coba Hot cappuccino dan Mocktail Elderflower Mojito. untuk Mocktail nya cantik banget dengan bunga bunga didalamnya, rasanya seger karena ada lime dan mintnya.
Begitu hidangan tersaji memenuhi meja mereka, merekapun langsung mencicip dan melahap setiap hidangan yang tersaji. Entah karena doyan, entah karena memang mereka tengah lapar, tak butuh waktu lama untuk memindahkan semua makanan itu ke lambung mereka. Sedikit bar-bar, tapi siapa peduli.
__ADS_1
"Gue ke toilet dulu ya, maklum perut orang kampung" Moya berlalu terbirit- birit mencari toilet karena merasa mulas. Ardilla hanya mengangguk sambil menyengir heran.
Selang beberapa menitpun Moya keluar dengan wajah lebih segar dan rongga perut yang terasa lebih longgar, Moya terus berjalan sambil menunduk dan tanpa sengaja menubruk tubuh seseorang.
Bruk !!
"Aww " Tubuh Moya terpental kemudian terduduk di lantai.
"Kamu ngga apa-apa?" tegur pria yang ditubruk Moya sambil mengulurkan tangannya. Moya menatap sekilas tangannya yang terulur kepadanya dengan tatapan tajam, namun sedetik kemudian berubah saat Moya mendapati wajah tampan maskulin yang seketika membuatnya otaknya traveling entah kemana.
***********
saranghoe** 🥰🥰
dukung karya ku ya😊😊
******
emkoi say🥰
__ADS_1
*********