
Di Kawasan Namsan mereka lagi-lagi dibuat decak kagum dengan segala yang ada di sana, ditambah mereka berlibur ketika masa musim dan festival cherry blossom sedang di adakan diberbagai tempat termasuk kawasan Namsan.
Di Namsangol Hanok Village, mereka kompak berganti kostum dengan menggunakan hanbok, deretan rumah warga dengan sentuhan jaman kuno. membuat perasaan mereka seperti sedang berada kembali di masa Joseon. Tempatnya sangat indah dan sunyi, mungkin karena masih agak pagi jadi membuat mereka menjafi leluasa untuk mengambil gambar disetiap sudutnya yang sangat aestetik untuk diabadikan. Taman dengan luas dan indah, mirip dengan gyeongbukgong castle, di Nansangol mereka juga bisa belajar tentang kehidupan orang Korea pada masa lalu, belajar sejarah sambil menikmati essensi tentu saja adalah hal sangat menarik.
Hansa nampak sedang memperhatikan Nayuwan dan Kent yang sedang mengambil beberapa foto, kedekatan mereka berhasil mengusik rasa penarasan dalam pikirannya.
"Kent.." seru Nayuwan.
"Ya,,"
"Apa kamu masih menyukai adik ku?" tanya Nayuwan sambil mengambil foto candid keluarganya.
"Tentu saja, aku masih sangat menyukainya. Tapi sejujurnya beberapa hari lalu aku hampir saja menyukaimu karena parasmu mirip dengan Hansa, hehh" ujar Kent memendang krikil asa, tersipu malu.
"Boleh aku tau kenapa kalian berpisah?"
"Aku yang meninggalkannya karena aku takut akan membuatnya menderita jika bersama ku."
"Maksudnya?"
"Ya, 1 tahun lalu aku tertipu ratusan juta won oleh teman ku, padahal Hansa waktu itu sudah memperingatkan ku berkali-kali. Mungkin waktu itu aku tercuci otak hanya karena iming-iming keuntungan semu. Hingga akhirnya aku tau temanku kabur ke luar negeri bersama uang ku dan uang beberapa temanku. Aku bangkrut, dan aku meninggalkan Hansa karena malu .."
"Dan gengsi mengakui dirimu salah" potong Nayuwan menghela nafas kemudian. Kent tersenyum dengan mengangkat kedua alis dan bergedik dengan bersamaan.
"Mau aku bantu mencari uangmu lagi? tapi ada syaratnya" tanya Nayuwan menatap Kent dengan ujung matanya.
"Mereka itu jaringan hitam, akan sulit mencarinya."
__ADS_1
"Hhhh" Nayuwan menyeringai pada Kent yang terlihat bingung.
"Begitukah, kamu terlalu meremehkanku Kent" ucap Nayuwan dalam bahasa korea.
"kau bisa bahasa korea?" Kent makin penasaran.
"Tentu saja, jika tidak bagaimana aku bisa mendirikan sebuah perusahaan produk kecantikan yang kini di kelola Hansa" kembali Nayuwan menggunakan bahasa negeri gingseng tersebut. Kent merenung sesaat, netra nya lalu mengarah pada Hansa yang ternyata tengah melihat ke arahnya.
"Hhhh... Apa syaratnya?"
"Jujur akui perasaanmu pada Hansa, dan minta maaf, aku tidak memintamu untuk kembali padanya. Tapi setidaknya adik ku tidak akan menatapku dengan tatapan canggung seperti sekarang karena kita terlihat akrab" Kent kembali tersipu mendengar penuturan Nayuwan yang itu bisa diartikan Hansa sedikit terganggu dengan kedekatan mereka.
"Baiklah aku setuju" ucap Kent pada akhirnya. Ketika mereka sedang asyik mengobrol dan mengambil foto di gembok cinta. Nampak rombongan seru dengan kegiatan masing-masing, meski Nayuwan agak penarasan area jalan yang mereka lewati seakan sudah dibersihkan dari para pengunjung lainnya. "Mungkin ada syuting" pikir Nayuwan tanpa curiga.
"Bu, berasa ada yang aneh ngga? Tiap Area yang kita lewati pasti agak sepi dari pengunjung kaya ada yang jagain biar kita bisa bebas main" Reva yang biasa tidak ambil pusing ternyata memperhatikan situasi saat itu. Netra Nayuwan berpendar mencari seseorang, dan netranya memicing ketika mengenali salah satu pengawal Gavin yang berpakaian seperti turis lainnya. Kemudian Nayuwan mendekati dan menepuk bahunya.
"Boss mu di mata?" tanya Nayuwan dengan tatapan menusuk. Si pengawal yang ketahuan terlihat pias.
"hahhhhhh,,, liburanku yang tenang sudah usai sepertinya."ujar Nayuwan menghela malas. Gavin pun berjalan ke arahnya. Nayuwan memperhatikan sekelilingnya nampak orang-orang mulai berbisik perkara mereka.
"Selamat siang menjelang sore tuan Gavin," sambut Nayuwan dengan sedikit anggukan. Tanpa komando Gavin meraih leher Nayuwan, seperti sudah menjadi candu mencium kening Nayuwan tanpa perduli sikon.
"Vin, ini tempat umum"
"Kenapa?" Gavin balik bertanya namun tatapan lembutnya seketika berubah menjadi tatapan intimidasi pada Kent yang berdiri di samping Nayuwan.
"Jangan ganggu dia Vin." lerai Nayuwan.
__ADS_1
"Saya permisi kalau begitu" pamit Kent membungkukan tubuhnya pada Nayuwan dan Gavin, Nayuwan hanya mengangguk dengan tak enak hati.
"Kamu ke sini tidak untuk menghancurkan liburanku kan?" cibir Nayuwan memecah kebisuan diantara mereka.
"Queen, aku minta maaf jika selama ini sikapku terlalu kasar dan selalu merendahkan mu, aku akui awalnya aku merasa tersinggung karena kamu berani melewanku saat pertemuan pertama kita, dan setelah aku tau kamu ternyata owner dari IC grup egoku makin terluka karena orang seperti mu bisa bangkit dan mampu mensejajarkan posisi dengan kami yang sejak awal sudah ada di dunia itu. Kesombonganku makin dihajar kamu adalah pemilik 5% saham di perusahaan ku, yang fakta tanpa dana itu, mungkin perusahaanku tidak sebesar hari ini." Nayuwan mendengarkan dengan ekspresi jengah.
"Lalu?"
"Kita mulai dari awal ya?" pinta Gavin dengan sungguh.
"Maaf tuan Gavin, saya ini cuma mantan Babu, mantan TKW rasanya tidak pantas jika kita terlalu dekat lebih dari partner bisnis." ucap Nayuwan yang malah mencibir sikap Gavin yang secara tidak langsung mengungkapkan perasaannya padanya.
"Queen" ucap Gavin menatap lekat pada Nayuwan.
"Tuan Gavin tolong hargai saya, ini tempat umum, anda mungkin tidak peduli dengan paparazi yang akan mengambil dan mencetak foto kita berdua di headline news, tapi tolong pikirkan status saya, dan psykologis keluarga saya yang mungkin akan menjadi gunjing orang-orang di sekitar mereka hanya karena saya dianggap tidak bisa menjaga norma dan adab sebagai seorang perempuan yang berhijab." cecar Nayuwan, karena merasa sikap Gavin makin keterlaluan.
"Lalu kenapa kamu membiarkan lelaki itu mengikutimu sepanjang hari? Apa hubungan kalian?" netra Nayuwan memicing saat mendengar pertanyaan Gavin.
"Apa diam-diam kamu menyuruh anak buah mu untuk terus mengikuti ku seperti penguntit?" Gavin mundur beberapa langkah karena merasa tidak enak dan
orang-orang juga makin memperhatikan mereka membuat suasana makin canggung.
"Nikmati hari mu, aku tunggu kamu di restoran Hotel kamu menginap jam 19.00 tepat, dan aku tau kamu adalah orang yang ontime " ujar Gavin pada Nayuwan yang menatapnya dengan wajah merah padam karena amarah yang memuncak. Lalu Gavin pun pergi meninggalkan Nayuwan keluar dari area Namsan.
"Dasar bujang lapuk ngga tau diri.. Aaarrghhh!!! teriak Nayuwan yang makin menjauh darinya, tanpa berbailk badan Gavin hanya melambaikan tanggannya dan terus berjalan menuju mobilnya terparkir, Nayuwan menghela nafas dengan gusar kemudian menjelaskan dirinya hanya terbawa emosi sesaat, dan semua baik-baik saja hanya sedikit bersitegang karena ada kesalahfahaman diantara mereka.
*******
__ADS_1
sarangheo
**********