
Tepuk tangan terdengar setelah Gavin meniup lilinnya. Nayuwan mencium tangan suaminya, merangkul pinggang lalu, mengecup bibir suaminya. Setelah menikah Gavin ternyata baru mengetahui ternyata istrinya itu selain hobi menjahilinya, ia juga sangat manja, tingkahnya polos padahal usianya bukan usia belia lagi.
"Selamat ulang tahun Tuan" ucap Nayuwan, lalu Gavin kembali meraih tengkung istrinya lantas mengecup keningnya istrinya lagi.
"Suka sama kejutannya,"
"Suka kamu kamu sukses membuatku mandi tanpa perlu membuka baju" Nayuwan dan yang lainnya terkekeh mendengar Gavin yang masih mendumel karena dia di dorong ke kolam renang tanpa aba-aba.
"Tadinya Ale sam Nadia mau ceplok telor juga, tapi kasian bi Sati nanti harus ekstra bersiin rumah dari anyir telornya. Jadi cukup jeburin ke kolam aja" cicit Nayuwan sembari memeluk suaminya.
"Selamat nambah angka bro" ucap Rendra, Haidar, dan Vito sembari merangkulnya dengan ala-ala khas bapak-bapak. Kemudian di susul dengan yang lainnya, termasuk para kru creatif yang sembari tadi membuat vlog untuk di masukan ke dalam channel milik Nayuwan. Gavin memang jarang muncul di frame hanya sesekali saja saat Nayuwan ingin mengerjainya.
"sayang aku punya kado spesial,, tapi tuan nanti harus pilih 1 dari dua giftnya"
"Kenapa ngga dua-duanya aja"
"Pck, jangan kemaruk jadi orang, pilih salah satu aja, kalo semuanya aku takut ngga sanggup" cicit Nayuwan kemudian beranjak masuk ke dalam rumah sekalian mengganti pijama dan kerudungnya yang basah.
Sambil menunggu istrinya mengambil kado untuknya Gavin bercengkrama dengan yang lainnya.
"Jadi kapan nih kalian nyusul Dar? Vito udah bulan kemarin, Rendra bulan depan, lu kapan?" tanya Gavin mulai mengeceng Haidar.
"Tuh tanya aja ama ceweknya padahal besok juga kalo dia bilang ok langsung datang ngelamar" jawab Haidar melempar lirikan pada Dilla yang sedang tertawa-tawa dengan teman-temannya, entah membicarakan apa.
"Padahal gue udah beli cincin buat lamarannya."
"Elu bawa?"
"Tiap kali kalo mau jalan sama dia selalu gue bawa, cuma itu dia selalu menghindar kalo bahas soal niat gue. Ya wajar sih kalo dipikir-pikir lagi, track record gue kat lebih jeblok dari si Rendra." ucap Haidar lesu.
Tengah mengobrol Nayuwan sudah datang dengan berganti baju serta membawa celana dal*m, celana pendek dan kaos ganti untuk suaminya, dibawah boxer dan kaos terlihat Nayuwan membawa box berwarna biru dan pink.
"Ganti celananya dulu yang, nanti baru pilih satu kadonya" ucap Nayuwan sembari memberikan celana dal*m, celana pendek dan kaos yang dibawanya kepada Gavin. Iapun menurut dan ke toilet sebentar kembali setelah berganti baju.
"Baiklah, hmmmmm jadi tuan mau pilih gift yang mana?" tanya Nayuwan. Gavin melirik sekilas pada semua orang yang juga ikut penasaran dengan isi kotak-kotak tersebut.
"Yang mana nih guys?" tanya Gavin.
"Yang biru aja A" seru ibu Vina.
__ADS_1
"Yang biru ya bu"
"Bang, mamih mau yang pink" seru mamih Hellen.
"Hmmm bingung nih, duanya aja boleh ngga sayang?"
"Satu aja !" Nayuwan menggeram.
"Cuma boleh satu aja nih mih, Queennya pelit" canda Gavin.
"Hemm kalo gitu kamu taruh kotaknya di meja aku tutup mata nanti kamu taruh acak, baru setelahnya aku milih dengan tutup mata, biar adil. Gimana?" usul Gavin bertanya kepada semuanya. Dan yang lain setuju dengan ide Gavin tersebut. Kemudan Satria membantu menutupi mata Gavin saat Nayuwan meletakan secara acak kotak yang di bawanya di atas meja. Perlahan teman-teman Gavin menuyun Gavin menuju kotak-kotak itu diletakan. Gavin mulai meraba-raba kotak-kotak itu lalu mengambil kotak yang berwarna biru.
"Yakin? kotak yang itu, ngga mau ganti lagi?"
"Bismillahirrahmanirrahim, insya Allah yakin"
"Okay.." lantas Nayuwan memberi kode pada Satria untuk membuka tangannya yang menutupi mata Gavin.
"Bukalah" ucap Nayuwan dengan tersenyum lebar dan mata yang berbinar-binar.
"Isinya bukan Bom asap kan?" Gavin lalu menggoyang-goyangkan kotak tersebut.
"Jangan digoyang-goyang gitu" gerutu Nayuwan lagi.
"Please mommy dan Daddy jangan ngomongi hal 21+++ "protes Alea bersedekap menyilang tangannya di depan dad*nya sambil menghentakan kakinya serta memanyunkan bibirnya hingga mengerucut.
"Tuh anakmu protes Tuan ahahhahaa" gelak Nayuwan.
"Harka !! Awas kamu jangan macem-macemin anak saya !!" ancam Gavin pada Harka yang berdiri di samping Alea, spontan langsung memberi hormat komandan pada Gavin, dan membuat semua orang tertawa.
"Lagian umben tuan m*sum depan orang"
"Pck, kali-kali boleh ya bu," Ibu Vina hanya tersenyum mendengar gurauan menantunya itu.
"lagian emang kamu mau aku mesum sama orang lain?"
"Gih sana, yang bakal nyesel juga bukan aku" ucap Nayuwan dengan senyuman mengece.
"Aahhh gini nih, kalo menikahi perempuan mandiri, ngga ada takut-takutnya."ucap Gavin sembari mulai membuka kotak hadiah dengan menarik pita yang menjadi kunciannya.
"Jadi tuan nyesel??" pekik Nayuwan.
__ADS_1
"Ngga lah sayang, justru karena hal itu aku menjadi ingin lebih berusaha menjadi sosok suami yang bisa diandalkan oleh..mu.." ucap Gavin perlahan membuka penutup kotak yang dipilihnya sambil terus sesekali melihat ke arah Nayuwan dan yang lainnya. Tiba-tiba ia menjadi cengo, terperangah menatap isi kotak tersebut seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Are you pregnant, Queen??" ucap Gavin sembari menatap bulak balik pada Nayuwan dan kado yang tengah dipegangnya sekarang.
"Congrats Sir, we will have a baby" ucap Nayuwan kepada suaminya dengan sinar mata berbinar kebahagiaan.
"Bu serius hamil ??" tanya Reva saling menatap satu sama lain dengan Dilla dan Moya.
"Iya, baru 3 minggu" ungkap Nayuwan tersenyum penuh arti sambil mengusap perutnya yang rata dengan lembut. Lalu kembali menatap suaminya yang masih melongo cengo masih tak percaya dengan isi kadonya.
"Are you happy sir?" tanya Nayuwan tersenyum lebar.
"Sure.. "ucap Gavin seraya memeluk Nayuwan, mencium puncak kepala istrinya sambil menangis haru. Padahal sebelumnya mereka sudah membicarakan tentang hal ini, mereka tidak akan memaksakan Nayuwan untuk hamil lagi. Alea dan Nadiapun mendekati orang tuanya. Gavin segera merakul semuanya dalam dekapannya. Allah Maha baik, ia memberikannya kado terindah tepat disaat ulang tahun Gavin yang ke 42 tahun.
"Ini kado yang benar-benar indah dan berharga Queen, Thank you so much, Queen, hiiikkkss.. thank you hhhiiiiiikksss" ungkap Gavin mencium pelipis istri dan anak-anaknya. Semua orang termasuk kru merasakan haru yang sama. Bahkan ketiga sahabatnya ikut meneteskan air mata bahagia.
Gavin dengan lembut saat ia menciumi perut Nayuwan yang masih rata.
"Hi ade, ini daddy nak, hiiiikkss.. sehat kamu di dalam perut mommy ya.. Daddy sayang kamu nak...hiiiikss" bisik Gavin di depan perut Nayuwan
"Allahummahfadz waladi ma dama fi bathni zaujati wasyfihi anta asy-syafi la syifa`an illa syifauka syifa`an la yughadiru saqaman. Allahumma shawwirhu fi bathni zaujati shuratan hasanatan watsabbit qolbahu imanan bika wa bi-Rasulika. Allahumma akhrijhu mim bathni zaujati waqta wiladatiha sahlan wa tasliman. Allahumma ij'alhu shahihan kamilan wa'aqilan hadziqan'amilan. Allahumma thowwil'umrohu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqohu wa afshah lisanahu wa ahsin shautahu liqirooatil haditsi wal qur`anil'adzim bibarokati Muhammadin shallallau'alaihi wasallam. Walhamdulillahi Robbil'alamin."
Artinya: “Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan Rasul-Mu.Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, banyak beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur'an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad saw. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam." setelah berdoa Gavin lantas mendekatkan pipinya ke perut istrinya, Nayuwan menyugar lembut rambut suaminya.
"Adek juga sayang daddy" Nayuwan dan Gavin saling menatap dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Ibu Vina dan mamih Hellen saling berpelukan dengan kejutan yang diberikan kepada mereka semua.
Dan bagi Nayuwan ini adalah bagian kisah terindah hidupnya. Ia memiliki sahabat-sahabat yang begitu peduli, ia memiliki sosok ibu yang tegar, memiliki seorang adik yang sangat mendukung, mertua yang sangat perhatian, dua orang putri yang sangat pengertian dan mandiri, serta memiliki suami yang sangat mencintainya. Sungguh ini adalah kisah yang tidak pernah ia duga-duga akan menjadi kisah dalam lembar hidupnya.
"Al hamdulillah Ya Allah atas segala karuniamu kepada hamba" ungkap Nayuwan dalam hati.
The End
...-------------...
Sehancur-hancurnya masa lalu mu,
Kau selalu berhak dan selalu memiliki hak
Untuk memiliki sebaik-baiknya masa depan
__ADS_1
Fajar Sulaiman
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...