Merpati Hitam

Merpati Hitam
SAH !!


__ADS_3

"Nah baru yang terakhir, syarat sah nikah yakni ijab dan qabul. Ijab dan qabul adalah janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali, dan saksi. Saat kalimat "Saya terima nikahnya", maka dalam waktu bersamaan dua mempelai laki-laki dan perempuan sah untuk menjadi sepasang suami istri. Paham ya nak Gavin?"ucap pak penghulu dengan tatapan mendelik.


"Paham pak, insya Allah" jawab Gavin agar jiper.


"Silahkan neng Nayuwan, meminta izin dulu kepada ayahandanya agar bersedia menjadi wali nikah neng hari ini." kemudian Nayuwan segera mengambil microphone yang di arahkan kepadanya.


"Bismillahirrahmanirrahim, Abah,, walian neng dinten ayeuna, bade ditikah ku kang Gavin Harraz Wijadjaya. Insya Allah neng ridho dimaskawin ku artos 3 Milyar, emas logam mulia 33gram, sareng alat sholat, dibayar kontan"


"Digenggam erat-erat ya nak, ini kita latihan dulu, jangan tergesa-gesa dan jangan tegang-tegang, nanti saja kalo mau tegang-tegang kalau sudah berdua" kini Gavin dibuat cengo sekali lagi dengan ucapan pak penghulu yang terus menggodanya.


"Sebentar atuh, meni gurung gusuh, katinggali bujang na teh nyak, asli bujang na teh hoyong buru-buru wae"


"Di coba dulu pak, silahkan"


"Bapak nikahkan dan bapak kawinkan engkau ananda Gavin Harraz Widjaya bin bapak Dewa Widjaya dengan anak kandung bapak yang bernama Nayuwan Gava Pramesty dengan maskawinnya berupa uang tunai sejumlah 3 Milyar rupiah, emas logam mulia seberat 33 gram, dan alat sholat dibayar tunai"


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nayuwan Gava Pramesti binti bapak Hidayat dengan mas kawin uang tunai sejumlah 3 Milyar rupiah, emas logam mulia 33 gram, dan alat sholat di bayar tunai ! Sah!!" ucap Gavin semangat. Seketika gelegar semua orang tertawa begitu mendengar kata SAH ! yang diucapkan oleh Gavin.


"Tuh kan untung ini cuma latihan, belum apa-apa sudah main rebut pekerjaan saya sebagai penghulu." Gelak tawa hadirin kembali bergemuruh.

__ADS_1


"Nanti saya yang menanyakan kepada saksi-saksi untuk menyatakan sah atau tidak kan saya penghulunya."ujar pak penghulu kembali menggoda Gavin yang sedang kepalang malu.


"Eh.. iya pak, naaf" ringis Gavin melirik Nayuwan yang mengulum tawanya agar tidak pecah.


"Vin, benaran ngga butuh joki ijab kabul,, hahaha?" teriak salah satu saudaranya lagi. Gavin memutar tubuhnya ke arah sumber suara lantas mengacungkan jari tengahnya sembari mengerucutkan bibirnya.


"Baik sudah hafal ya berarti, Nanti dalam pada saat ayah neng Nayuwan mengatakan kata tunai, nak.Gavin harus langsung menghentakkan tangannya bersamaan dengan mengucapkan saya terima nikahnya dan seterusnya dengan satu tarikan nafas. Bisa ya?" Gavin mengangguk serius berusaha tenang.


"Baca 2 kalimat Syahadat dulu A" seru pak penghulu.


" Bismillahirrahmanirrahim.. Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah" ucap Gavin, suasana kini sedikit berubah menjadi lebih hening


"Silahkan pak dimulai" ucap pak penghulu menyilahkan pak Hidayat untuk berjabat tangan dengan Gavin.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nayuwan Gava Pramesti.." ucap Gavin tiba-tiba dan tentu saja untuk kesekian kalinya mengundang gelak tawa para hadirin.


"Sabar dulu pak Gavin, bapak Hidayat belum berijab.." seru pak Anis dengan terkekeh.


"Di maklum pak, kalau yang baru pertama suka pengen buru-buru" seloroh pak penghulu. Kemudian dengan inisiatif Nayuwan meminta segelas air minum air putih untuk Gavin agar calon suaminya itu bisa lebih tenang. Setelah kembali tenang lalu pak Hidahat mulai ijabnya dengan serius.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim,Allahulaila haila huwal hayyul qayyum.." Pak Hidayat berhenti sejenak membuang nafas kemudian dengan satu tarikan nafas seraya menatap Gavin dengan tajam. Gavin pun menegapkan tubuhnya agar ia lebih siap saat Qabul.


" Ananda Gavin Harraz Widjaya bin bapak Dewa Widjaya. bapak nikahkan dan bapak kawinkan engkau ananda Gavin Harraz Widjaya bin bapak Dewa Widjaya dengan anak kandung bapak yang bernama Nayuwan Gava Pramesty suka sama suka dengan maskawinnya berupa alat sholat, emas logam mulia seberat 33gram, dan uang tunai sejumlah 3 Milyar, dibayar tunai!"


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nayuwan Gava Pramesty binti bapak Hidayat Kartasasmita dengan mas kawinnya Alat sholat, emas logam mulia seberat 33gram, dan uang tunai sejumlah 3 Milyar,di tunai!”ucap Gavin tegas dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana bapak saksi-saksi, Sah?"


"SAH ! SAH ! SAH ! SAH !" ujar para hadirin saling bersahutan


"Al hamdulillah Sah! Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama'a bainakuma fi khoir" pak penghulu kemudian membacakan doa-doa untuk kedua pengantin. Kemudian pak penghulu nyilahkan Gavin untuk mengucapkan sighat taklik talaq.


"Sesudah akad nikah ini saya Gavin Harraz Widjaya berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan mempergauli isteri saya bernama Nayuwan Gava Pramesti Binti Bapak Hidayat Kartasasmita dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam. Kepada isteri saya tersebut saya menyatakan sighat taklik sebagai berikut: Apabila saya, meninggalkan isteri saya 2 (dua) tahun berturut-turut, atau tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya, atau menyakiti badan/jasmani isteri saya, atau membiarkan (tidak memperdulikan) isteri saya 6 (enam) bulan atau lebih, dan karena perbuatan saya tersebut isteri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut, kemudian isteri saya membayar Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, jatuhlah talak saya satu kepadanya. Kepada Pengadilan tersebut saya memberi kuasa untuk menerima uang iwadh tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial" ucap Gavin dengan suara yang terdengar dengar. Setelah menyelesaikam segala pemberkasan, Gavin kini sudah bisa bernafas lega karena ia kini telah resmi menjadi suami Nayuwan, sah secara agama dan diakui oleh negara. Terlempar doa-doa kepada mereka. Acara akad selesai namun prosesi adat dan acara lainnya baru akan dilaksanakan nanti sore, karena terhelat sementara sholat Jumat. Meski agak sedikit ribet, namun Nayuwan dan Gavin melaksanakan semuanya dengan suka cita. Karena menikah di hari Jumat memanglah cita-cita Nayuwan, dan Gavin hanya menuruti apa yang menjadi inginan wanita yang dicintainya.


...****************...



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2