Merpati Hitam

Merpati Hitam
Rendra


__ADS_3

Tepat jam dua siang, pembukaan RUPS FJC Grup akhirnya di buka lancar terkendali. Konsep RUPS kali ini sedikit berbeda dengan RUPS biasanya karena berlangsung selama 2 hari, padahal biasanya paling 2-3jam saja selesai. Yang lebih mencolok dari RUPS kali ini yaitu para peserta undangan yang tidakk hanya di hadiri dewan direksi dan para pemegang saham FJC grup saja, tapi juga disertai para kepala bagian seluruh anak cabang FJC Grup dan Bamantara Corporation.


Pembahasan yang menjadi rumusan RUPS kali ini pun menyeluruh berkaitan pengembangan saham, pengembangan sumber daya, pengarahan bisnis secara keseluruhan guna peningkatan produksi dan jasa, pengimplatasian strategi di pasaran, beberapa kebijakan baru yang tentunya akan menguntungkan semua pihak, dan acara akan di tutup dengan pesta dan syukuran penggabungan FJC grup dan Bamantara Corporation yang mengukuhkan Gavin sebagai presdirnya.


Rangkaian acara begitu padat, namun semua berjalan sesuai susunan acara, meskipun harus tertunda di awal selama satu jam akibat insiden Nayuwan yang sempat membuat geger kemudian menjadi hot topik semua orang.


Tepat jam 04.30 meeting dan konfrensi diistirahatkan sementara guna untuk menjalankan sholat ashar bagi mereka yang muslim, itupun sudah molor satu jam sejak adzan berkumandang. Kemudian acara akan dilanjutkan jam delapan malam sampai jam 11 malam, sebenarnya ketimbang ini di sebut Meeting konfrensi RUPS mungkin acara ini akan lebih tepat dengan sebutan Gatering RUPS FJC dan Bamantara Corporation karena saking banyak peserta dan rangkain acara yang cukup melelahkan.


"Dek, orang-orang kok pada ngeliatin teteh ya?" bisik Nayuwan pada Clara, Clara hanya mencibir kakaknya tanpa menjawab pertanyaan kakaknya itu. Dia masih kesal karena sudah dibuat khawatir saat tahu kakaknya mengkonsumsi obat tidur sebanyak itu. Sampai-sampai seorang Bapak Gavin Harraz Widjaya yang berhati gunung es pun ikut dibuat panik saat Nayuwan tak kunjung sadarkan diri, sedang orang mereka cemaskan malah watados tidak peka dengan keributan yang sudah dia buat tadi pagi.


"Ibu beneran ingin tau kenapa ibu sekarang jadi sorotan di ballroom ini?" pancing Gina menaik turunkan alisnya, sedang Nayuwan langsung mengernyitkan dahi serta memanyunkan bibirnya penasaran. Kemudian Gina menscroll tabletnya, di sana ternyata sudah terputar sebuah vidio yang sukses membuat wajah Nayuwan merah padam saking malunya, mulutnya menganga lebar langsung ia tangkup dengan telapak tangannya.


"Ya Tuhan, kenapa aku sampai ngga sadar kalau kejadiannya se-chaos ini, mau taroh di mana ini muka Ya Allah?" ringisnya Nayuwan dalam hati, ia langsung tertunduk menutupi wajahnya dengan buku rangkaian acara ketika menyadari tingkahnya mendapat diperhatikan Gavin,


"Iiish kok bisa sih sampai dibopong si Kampret itu?" alih-alih merasa bersalah atau berhutang budi Nayuwan malah menngumpat karena yang membopongnya ke kamar hotel adalah Gavin, Gina yang memperhatikan perbahan wajah Nayuwaan tersenyum miring, mengulum senyumnya menahan agar tawanya tidak sampai terkekeh berlebihan.


Ruangan ballroom sudah nyaris sepi Gina, Nayuwan dan Clara masih duduk di tempat mereka, mereka sengaja keluar paling akhir karena enggan berdesakan dengan peserta undangan lainnya, sekaligus melindungi telinga mereka dari gossip perkara tadi pagi. Rendra yang juga masih mengobrol dengan Vito, Haidar juga Gavin mengundur diri lalu mendekati meja Nayuwan.


"Kok ngga keluar, emang ngga lagi sholat ya?" tanya Haidar menyapa ramah sambil duduk di kursi kosong samping Nayuwan.


"Mau sholat kok, tapi nunggu pintunya lengang dulu, males desek-desekan sama yang lain" jawab Nayuwan tersenyum sungkan. Rendra yang melebarkan senyumnya karena melihat Nayuwan yang meskipun umurnya sudah kepala 3 tetapi masih terlihat menggemaskan dimatanya.

__ADS_1


"Ngga nyangka lho, kalau kamu ternyata pemilik IC grup"


"Kenapa karena pas dulu kita ketemu aku seorang TKW ya?" celoteh Nayuwan, Rendra mengangguk mengiyakan tapi tetap dengan senyum ramah yang terkembang.


"Iya lah siapa yang bakal nyangka coba? Tapi untungnya kita partner bisnis, ngga kebayang kalau kita jadi rival"


"Padahal seru ya kalo kita jadi rival?" goda Nayuwan.


"Wih jangan dong, urusan aku udah banyak Non, saingan sama Annora ngga deh"


"Pak Rendra emang pernah ketemu si teteh emangnya?" tanya Clara antusias, Rendra mengangguk sambil membuka segel dan meminum sebotol air mineral yang ada dihadapannya. Kemudian Rendra pun menceritakan kejadian pertama kali Rendra Cs bertemu dengan Nayuwan yang saat itu masih bekerja sebagai buruh Migran di Hongkong.


Clara sebenarnya sudah tahu, tapi cerita Rendra tetap menjadi minat untuk didengarkan. Apalagi Gina yang benar-benar antusias mendengar aksi Nayuwan saat bertemu Rendra Cs saat di Hongkong, dia juga baru tahu jika atasannya ternyata pernah bekerja jadi TkW selama 4tahun lamanya. Gina yang sejak awal sudah kagum pada Nayuwan kini makin mengidolakan sosok wanita yang ada di sampingnya itu. Keriuhan mereka terbawa sampai mereka harus terpisah di depan pintu lift, tanpa mereka sadari sepasang mata elang terus menatap mereka dengan tajam.


Malam hari acara di awali dengan acara makan malam bersama di restoran hotel yang sudah di sulap menjadi tempat perasmanan yang mewah untuk para peserta RUPS . Lidah para peserta RUPS begitu dimanjakan dengan berbagai pilihan makanan dan minuman Western maupun khas nusantara. Lezat juga lengkap.


Nayuwan masih duduk setelah selesai menyantap makan malamnya, dia sangat sadar dirinya masih menjadi buah bibir namun ia sudah tidak peduli lagi, toh selama ini juga hidupnya selalu menjadi sumber gibah, padahal dirinya tidak pernah ikut campur urusan orang lain. Bola matanya memutar jengah saat mendengar dengan jelas tanpa filter beberapa wanita peserta bergossip tentang dirinya yang sepertinya memang sengaja melakukan hal itu karena mereka tanpa risih menggibah volume suara yang cukup lantang.


Alih-alih menanggapi para hatersnya Nayuwan lebih memilih fokus pada ponselnya memeriksa beberapa e-mail yang di kirim Novi, tanpa dia sadari seseorang tengah mendekati dirinya,


"DOR!" sebuah suara dan tepukan dibahunya dari belakang sukses membuat dirnya kaget, bahkan Gina hampir tersedak minuman yang sedang ia tenggak karena ikutan kaget.

__ADS_1


"Haiish ngo haksei Rendra !" pekik Nayuwan begitu melihat sosok Rendra yang tengah mengulum tawa dalam senyum, begitupun Gina yang ikut-ikutan mendelik dirinya karena sama-sama di buat kaget ulah Rendra barusan, Nayuwan yang kesal memukul lengan Rendra cukup keras beberapa kali sampai yang empunya meringis kesakitan sambil memegangi lengannya yang terasa agak ngilu akibat pukulan Nayuwan.


"Ampun ampun haahahaa aku minta maaf " meski meminta ampunan Nayuwan Rendra masih tetap tertawa lepas karena gemas melihat mimik wajah Nayuwan yang seakan merajuk padanya.


"Au Ah!" jawab Nayuwan ketus, Rendra tak habis akal, dia kemudian berlutut dengan satu kaki ditekuk ke belakang ala-ala pangeran mau melamar.


"Bisakah dirimu menerima permintaan maafku, My Sweety?"


"Iih apa-apaan sih, bangun Ren, malu" Nayuwan dibuat salah tingkah karena mereka mulai menjadi pusat perhatian para peserta RUPS yang masih melakukan sesi makan malam.


"No no, sebelum kamu memaafkan aku, aku akan tetap berlutut" tolak Rendra dengan wajah memelas manja.


"Iissh cepetan bangun" Nayuwan makin merasa setelah netranya menangkap sosok Gavin yang tengah meminum segelas wine, ikut-ikutan menatap mereka dengan sorot mata yang ingin membunuh. Rendra yang masih berlutut memberi isyarat dengan memiringkan kepalanya di sertai alis yang naik turun.


"Iya .. iya aku maafin sekarang bangun cepetan ngga enak nih jadi tontotan, aku ngga mau nambah catatan skandal ku di acara ini" cepat-cepat Nayuwan meraih lengan Rendra begitupun sebaliknya, sungguh itu adalah pemandangan yang mencubit bagi para jomblo pastinya.


"Kamu seneng ya jadi bahan gibah?" sarkas Nayuwan


"Biarin aja, ngurangin dosa"jawab Rendra santai. Nayuwan menggeleng tidak faham dengan sikap Rendra yang sejak sore tadi terus menempelinya. Mau menghindarinya juga dia tidak mungkin, Nayuwan akhirnya hanya menghela nafas pasrah, dia malas berdebat karena masih menghemat tenaga hingga tengah malam nanti.


***********

__ADS_1


sarangheo, buat reader yang udah bersedia baca kaya pertamaku ini ( ˘ ³˘)❤


__ADS_2