
Suasana kantor terasa santai dan lengang karena memang masih pagi, baru sekitar jam 7 pagi lewat beberapa menit, tapi meski begitu sudah ada beberapa karyawan dan staff yang ontime 15 menit sebelum jam kerja di mulai, ada yang sekedar mengombrol ada yang mencari sarapan di area gedung perkantoran tersebut. Juga beberapa OB dan OG juga terlihat sedang sibuk membersihkan area gedung yang berdesain minimalis, dinamis namun tetap terkesan asri berkat beberapa tanaman hidup yang melengkapi dekorasi.
Nyaman,itulah kesan pertama yang bisa dirasakan siapapun saat pertama kali menjejaki gedung IC group.
Gedung yang terletak di jantung ibu kota ini merupakan gedung pusat perusahaan IC group milik Nayuwan, yg dia rintis beberapa tahun silam.
Di indonesia sendiri IC group sudah mulai di kenal dan menjadi perbincangan hangat di kalangan menengah ke atas. Karena performanya yang memang baik dan selalu memuaskan para klientnya.
IC group sendiri mencukupi beberapa bidang. Namun di antara beberapa bidang yang digelutinya, bidang fashion dan Skincare-lah yang paling menonjol diantara yang lainnya.
Di bidang fashion sendiri IC group selalu menghadirkan design-design terbaru dengan ciri khas unik dan menarik yg membuat para buyer selalu merasa tertarik dan juga puas dengan hasil akhirnya.
Bahkan produk-produk racikan dari IC group dengan merk "Annora" sendiri di korea sudah memasuki peringkat ke 2, karena mampu bersaing dengan beberapa perusahan besar lainnya. Selain karena berbahan dasar alami juga tentu saja karena harganya relatif terjangkau semua kalangan masyarakat.
Tentu tidak mudah bagi Nayuwan saat dirinya mulai merintis dan membangun perusahaannya hingga sebesar ini. Berawal tekadnya saat memutuskan bekerja menjadi buruh migran di Hongkong, kemudian nyambi berjualan online, hingga memiliki beberapa reseller, serta mengembangkan chanel yutubenya.
Semua ia jalani tanpa banyak mengeluh, seperti itulah Nayuwan, seorang wanita opportunis, penuh dengan ambisi dan tekad kuat, namun karena sifatnya yang keras itulah yang membuat dirinya bangkit dari bayang-bayang masalalunya yang penuh dengan kegetiran, kelam, dan nyaris tak bercahaya.
Di looby tepatnya di meja resepsionis, terlihat beberapa staff sedang asyik berbincang, Gibah tentu saja. Kemudian tiba-tiba seorang staf yang notabennya masih baru bertanya pada rekannya yang sedang sibuk mengecek komputernya.
"Eh katanya bigboss kita hari ini masuk kantor ya ?" tanya Mira pada Sifa dan Ani.
"Katanya sih iya.. Tapi mudah-mudahan jangan deh" sahut Ani dengan wajah yang lesu.
"Lah, emang kenapa ?" tanya Sifa heran mengernyitkan dahinya.
"Kamu ga lihat adeknya aja stranger kayak gitu.. apalagi bigboss" ujar Ani sambil menunjukan wajah kecemasan.
"Ah pagi ini aku ngerasain yang bakal dateng itu seorang killer bukan kedatangan bigboss" lanjutnya.
"Hahahhaa hus jangan kamu...." Sifa terkekeh melihat tingkah kedua rekannya tersebut.
__ADS_1
"Eh bentar dulu, menurut aku justru adek nya ga terlihat stranger deh, malah dia terkesan lawak dan bobrok" Ujar Mira.
"Ih seriusan, dia itu stranger, judes gitu kalo ketemu sama aku" Ani masih kekeh.
"Udah-udah jangan berdebat lagi, mau stranger atau pun ngga, mereka adalah boss kita, yang penting kita tunjukin kinerja yang baik aja, biar dapet reward bonus pas gajian" ujar Sifa mengingangatkan ke dua rekannya yang malah berdebat atau lebih tepatnya bergossip.
"Ya menurut aku sih, mungkin karena kalian belum mengenal mereka dengan baik, jadinya terkesan stranger di mata kalian, padahal aslinya mereka hangat dan menyenangkan kok. Ya walau terkadang mereka melakukan hal di luar ekspektasi kita sih" sahut Sifa yang sudah cukup lama kerja di IC group dan seakan mengenal karakter kk beradik itu. Mira dan Ani hanya mengangguk saja, membenarkan apa yang dikatakan Sifa. Namun di sisi lain Sifa bisa memakluminya, karena mereka tergolong anak baru di perusahaan tersebut jadi wajar jika ada perasaan seperti itu karena dulu pun dia juga sempah merasakan hal yang sama seperti mereka saat ini, istilahnya tak kenal maka tak sayang.
Di dalam ruangan dengan warna dominasi abu-abu dan warna kayu, memberi kesan minimalis modern dan maskulin, sejurus sudut mata Nayuwan memicing, seakan memindai dari atas sampai memperhatikan Gina yang berdiri tegap dengan wajah sok galak. Terpampang jelas gadis itu merasa terintimadasi oleh tatapan Nayuwan, namun yang sebenarnya tengah terjadi Nayuwan dan Clara mereka mati-matian mengulum senyumnya dengan susah payah supaya tidak terbahak-bahak karena mengerjai Gina calon sekertaris sekaligus Asisten pribadi Nayuwan yang sudah beberapa hari ini memulai trainingnya.
Gina Ramdania, dia berhasil lulus seleksi menjadi asisten pribadi Nayuwan, bukan karena jalur prestasi, meskipun ia memguasai bela diri, komputer, bisa 5 bahasa, memasak, mencuci dan lain-lain tapi yang membuatnya lulus adalah karena tanpa sengaja Nayuwan melihatnya menolong anak kucing yang masuk gorong-gorong, dan membantu seorang nenek yang sedang mendorong gerobak berisi banyak karton dan sampah daur ulang yang sudah dikumpulkan dengan susah payah nenek itu. Nayuwan memang seperti serampangan dalam melihat karakter seseorang, tapi dia juga cukup berhati-hati apalagi orang itu nantinya akan mendapat banyak "priviliege" menjadi orang kepercayaan yang nantinya akan bertanggungjawab mengurusi segala keperluan Nayuwan, dari hal kecil remeh temeh sampai hal paling serius.
"Gina, kamu fahamkan apa yang saya kemarin perintahkan? kamu udah berapa lama kerja di sini?" suara Nayuwan terdengar horor ditelinga Gina, yang sudah berkeringat dingin.
"Ii.. Iya bu, saya sudah mau satu minggu bu" Gina tergagap ia berusaha menetralkan rasa gugupnya.
"Satu minggu dan kamu masih belum faham apa yang saya perintahkan"
"Maaf bu, saya teledor"
"Iya saya bu," Gina makin gugup keringat dikeningnya sudah sebesar jagung sekarang. Nayuwan beranjak dari tempat duduk sembari menyelipkan keduatangan disaku celananya. Degup jantung Gina makin tidak karuan, Gina sudah mendengar kalau calon bossnya ini mempunyai sifat tegas dan dingin, tapi dia tidak menyangka akan semencekam ini, berkali-kali dia mencuri pandang sembari menelan salivanya dengan susah payah.
"Pokoknya saya ngga mau tau telur itu harus ada sekarang juga?" seloroh Nayuwan sambil memperagakan seperti vloger kuliner kebanyakan.
"Heh? Telur? Maksud ibu?"
"Iya telur soalnya saya mau masak mie" goda Nayuwan sambil menepuk pundak Gina membuatnya terperanjat kaget dengan gerakan bossnya itu, Nayuwan dan Clara kali ini sudah tidak bisa lagi menahan tawanya.
"Bwaaahhahahahaaahahahaa "Gina bingung kenapa para atasannya tertawa terbahak-bahak seperti itu.
"Ibu mau ngerjain saya ya?" Gina benar-benar kena serangan panik, tapi Nayuwan malah semakin terpingkal melihat tingkah Gina yang terlihat takut-takut padanya.
__ADS_1
"Gina" goda Nayuwan.
"Ii..iya bu"
" heuheuheu cepet bikinin mie rebus plus kasih telur mata sapi anti pecah ya, dua porsi satu untuk saya satu untuk kamu." Nayuwan mengulum tawanya.
"Huaaaaaah hiks hik,, Kirain saya bener-bener ngelakuin satu kesalahan sampai buat ibu murka sama saya?" tangis Gina pecah lantaran atasannya ternyata hanya mengerjainya, meskipun tau Nayuwan itu suka iseng saat membuat vlog Yutubenya tapi dia jarang melakukakannya ketika di kantor.
"kamu Gin, kaya ngga tau si teteh aja kalo lagi gabut, mau-maunya juga kamu make baju pengawal begitu Emang kamu mau daftar jadi anggota Man In Black ya?hehehe" Clara benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan tawanya. Sedang Gina meringis sambil terisak dan menggaruk kepalanya yang berhijab padahal ngga gatal.
"Saya ngga nyaman sih bu pake baju formal begini, tapi kan ibu yang nyuruh saya kemarin buat pake begini" isak Gina sambil mengelap ingusnya dengan lengan jasnya.
"Jadi kalau saya suruh kamu lompat gedung kamu mau lompat gitu?" tanya Nayuwan mendelik sambil masih menggoda Gina yang masih syok.
"Ya kalau itu buat nyelametin ibu saya akan lakukan, kan itu tugas saya" Gina masih terisak.
"Hah" Nayuwan kemudian memeluk Gina karena iba dan merasa bersalah pada bawahannya tersebut.
"Maaf tadi saya hanya mengerjaimu saja, santai saja ya, dan kamu juga ngga perlu sampai ngorbanin nyawa kamu untuk saya, lagian kita ini bukan mafia yang jalan hidupnya banyak musuh" Nayuwan mencoba lebih mencairkan suasana, Gina menatap Nayuwan lekat-lekat.
Karena baru kali ini dia melihat Nayuwan sangat terlihat begitu marah, yang ternyata bertujuan mengerjainya saja.Dia tahu betul Bossnya ini sebenarnya sangat baik dan tulus, tapi memang kadang kelakuannya rada Absurd kalau lagi gabut, makanya dia benar-benar syok begitu Nayuwan membentak dirinya. Beberapa hari terus mengikuti Nayuwan, dia mulai faham jika Nayuwan seorang yang fleksible, rada-rada koclak untuk ukuran seorang Bisboss yang mempunyai aura killer, ia malah merasa perlakuan para atasan sangat baik padanya bahkan cenderung terlalu baik dan ramah, meskipun tugas yang diembannya itu lumayan membuatnya pusing, tapi untungnya Clara masih akan membantunya menyesuaikan diri dengan pekerjaannya barunya itu.
"Selamat datang ya Gina, mohon tahan banting jika sekali-kali kamu merasa terdzolimi dengan sikap kami, khususnya" Nayuwan masih ngulurtangannya juga dengan senyum lebar yang hangat setelah melepaskan pelukannya.
"Iya, terikakasih bu, mohon bantuannya, agar saya tahan banting" seloroh Gina sambil menjabat tangan atasannya dengan perasaan masi campur aduk.
*************
sarangheo..
****
__ADS_1
( ˘ ³˘)❤
************