
"Tuan..." kini raut wajah Nayuwan telah berubah seluruhnya menjadi wajah datar dan kaku khas dirinya. Gavin yang melihat hal itu seketika berusaha menelan salivanya dengan susah payah.
"Maaf,, jika mungkin keputusan ku akan membuatmu kecewa dan mungkin jawaban yang aku ungkapan tidak seperti yang Tuan harapkan." suasana kembali hening begitu mereka mendengar penuturan Nayuwan yang mulai memberi jawaban lamaran Gavin.
"Tapi percayalah, aku hanya ingin Tuan bahagia. Maaf jika aku.." Nayuwan kembali berhenti sejenak, Gavin perlahan menunduk pasrah kalau-kalau Nayuwan mungkin masih butuh waktu untuk menerima lamarannya, raut wajahnya mulai muram seakan ia sudah tahu jawaban yang akan didengar saat ini.
Perlahan Nayuwan mundur beberapa langkah ke belakang hingga ke belakang ke dua putrinya dengan menundukan wajahnya. Orang-orang di sana nampak bingung dengan apa yang Nayuwan lakukan, jawaban Nayuwan yang menggantung seolah sudah menunjukan dengan jelas jika ia menolak lamaran Gavin. Dari raut wajah mereka tergambar raut iba kepada Gavin.
Gavin menatap nanar Nayuwan yang kini berdiri di belakang tubuh kedua putrinya. Alea dan Nadia yang sejak tadi memperhatikan Nayuwan kini saling melirik satu sama lain memberikan pertanyaan melalui ekspresi dan gerik matanya.
"Kalian pikir cuma kalian aja yang bisa buat permainan, rasakan pembalasan ku, tau rasa kalian ku buat sport jantung" ucap Nayuwan dalam hati.
"Sebelummya aku minta maaf pada kalian semua, tapi percayalah aku sudah memikirnya dengan matang. Ini adalah keputusan ku, dan siapapun tidak boleh mempertanyakan kenapa aku mengambil keputusan ini." ucap Nayuwan.
Moya, Ardilla, Reva, Vito, Rendra, Haidar yang semua orang yang hadir di sana mulai berbisik-bisik kemungkinan Nayuwan akan menolak lamaran Gavin.
"Moy,," Moya menggelengkan kepalanya saat Ardilla mencoba bertanya apa yang terjadi.
__ADS_1
"Tuan.. Aku tahu semua yang sudah kita lewati bukanlah sebuah perjalanan yang mudah hingga kita bisa sampai ke tahap ini. Tapi aku ingin kamu mengerti, aku terpaksa mengatakan jika..." lagi-lagi ucapan Nayuwan menggantung, sekali lagi ia mengedarkan matanya menatap wajah orang-orang yang cemas dan bingung dengan apa yang Nayuwan lakukan.
"Aku benar-benar minta maaf pada mu, karena aku.. "Gavin terlihat makin frustasi, senyum tipis tanda kemenangan Nayuwan mengulas di bibirnya.
"karena aku.. harus menjadikan mu ayah untuk kedua bocah tukang jajan ini" ucap Nayuwan tanpa ekspresi.
"Mammmmiiiiii ih nyebelin deh!!" pekik Alea kesal menghentakan kaki lantas berhambur memeluk Nayuwan setelah loading mencerna kalimat yang di tuturkan ibunya itu. Lalu disusul riuh tepuk tangan menyambut jawabannya. Gavin pun mendecih berkacak pinggang menyeka air matanya setelah sempat jantungnya di buat hampir berhenti karena permainan kata-kata Nayuwan.
"Bisa-bisanya bikin sport jantung ngerjain semua orang" imbuh Rendra yang tersenyum kemudian.
"Kenapa kalian ngeliatin aku begitu?" tanya Nayuwan pada kedua putrinya setelah melepas pelukan mereka. Alih-alih menjawab pertanyaan Nayuwan, Alea dan Nadia kompak menyipitkan mata mereka sembari melipat tangan di depan dad*.
"Dan Tuan Gavin, mulai sekarang kamu sudah tidak bisa mundur lagi" tutur Nayuwan.
"Tidak akan. Terima kasih karena kamu tidak menolak ku" tutur Gavin sembari mencium tangan Nayuwan lalu mencuri cium kening Nayuwan dengan Cepat.
Kali ini Nayuwan menyambutnya dengan senyuman yang menunjukan ia telah benar-benar menerima pria itu dalam hidupnya dan ia sangat bahagia karena dicintai oleh pria yang dingin seperti dirinya.
__ADS_1
********
Hari esoknya acara baksos pun berlangsung seru rencananya akan berlangsung selama 5 hari ke depan, 3 hari berikutnya sunnat masal, yang di tutup tablig akbar sebagai acara penutupan. Total seluruh rangkaian acara berlangsung selama 11 hari berikut dengan acara ulangtahun Alea sebagai pembuka kegiatan acara.
Di hari kedua ini Panitia membagi stand antrian menjadi 10 barisan antrian dengan di batasi dengan tali webbing berwarna merah agar bisa lebih efisien dan menghindari penumpukan dan kericuhan masa. Panitia juga mendahulukan para lansia terlebih dahalu melalu pendataan ulang cukup dengan scan barcode yang tertera pada kupon yang telah mereka bagikan sebelumnya.
Panitia sendiri adalah team khusus yang di ketuai oleh Gina atas arahan Nayuwan. Sebagai pelaksana lapangan tentu oleh Satria yang akan lebih cekatan untuk kesana kemari karena memiliki banyak koneksi. Meski mereka sudah mendapatkan data warga kurang mampu dari pihak pemerintah setempat namun Gina dan Satria hanya memakai sekitar 30% saja dari jumlah data yang diserahkan oleh pemerintah. Mereka mendata ulang dan turun langsung ke rumah warga dan memastikan bahwa mereka memang berhak untuk mendapat bantuan tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar lebih tepat sasaran, tidak tanggung-tanggung mereka sudah mempersiapkannya sejak beberapa bulan sebelum acara itu dilaksakan.
Alasan mereka tidak terlalu melibatkan orang pemerintahan karena dalam paket baksos tersebut ada sejumlah uang tunai 1 juta rupiah didalamnya, selain kebutuhan pokok seperti beras 8kg, gula 2kg, minyak goreng 2liter, mie instan, garam beriodium, saus dan kecap, teh celup 1 box, 2 kaleng susu, 2 kaleng kornet, 2 kaleng sarden, beberapa biskuit dan wafer. Mereka tidak menyediakan telur karena alasan takut pecah kemudian mereka menggantinya dengan bawang merah dan bawang putih masing-masing seberat 250gram.
Jumlah dana yang digelontorkan juga tidak sedikit lebih dari 5Miliar rupiah. Sudah tentu itu akan menjadi lahan basah bagi mereka yang suka korup. Itulah alasan utama mereka untuk tidak terlalu melibatkan orang pemerintahan. Mereka lebih takut oleh ancaman Nayuwan yang bisa saja menyuruh orang untuk melenyapkan mereka jika sampai dirinya menemukan kecurangan dalam kegiatan tersebut. Mengingat boss mereka itu, baik Nayuwan ataupun Gavin adalah orang yang memiliki banyak kenalan dari dunia hitam, yang pastinya mereka akan dengan senang hati serta akan sangat rapi dalam melakukan hal kotor tersebut. Mereka tidak akan segan-segan apalagi itu atas permintaan Nayuwan sendiri. Mereka masih ingin hidup dipermukaan tanah dengan menghirup udara kotor bumi raya, dibanding harus dipaksa pindah hidup di bawah tanah yang belun tentu tempat baru mereka itu seindah alam raya yang mereka tinggali sekarang.
Bagi mereka yang rumahnya jauh, dari tempat acara. Mereka juga menyediakan bus untuk transportasi, dengan waktu terjadwal selang 15 menit sekali. Mereka juga menempatkan tim medis di beberapa titik, 10 ambulance dengan akses khusus yang bisa mengantar mereka ke klinik terdekat dengan cepat. Selain para aparat yang berwenang, mereka juga menyewa pengawal khusus dari orang timur yang terkenal memilik wajah cadas serta memiliki posture tubuh tinggi besar cukup yang dicampur dengan orang dari dunia hitam. Dan cara ini cukup efektif, terbukti dengan antrian ramai lancar, tidak macet, berlangsung cukup tertib, serta menekan mental orang-orang yang berusaha menyerobot antrian atau membuat kekacauan dalam acara tersebut.
********
sarangheo,
__ADS_1
beberapa episode lagi kita akan berpisah 🥲
*******