
"Keukeu? Keukeu kenal Tuan Gavin?" Nayuwan menautkan alis serta mengerucutkan bibirnya hingga hanya terlihat garis.bibirnya.
"Tentu saja kami kenal, jangan lupa calon suamimu
ini presdir sebuah perusahaan besar, yang terkadang terpaksa harus bergesekan dengan para preman ini, justru aku yang heran kenapa kamu bisa akrab dengan mafia ini ?"
"Bro, preman ini sudah jadi ketua mafia sekarang" ucap Feng Ying berlagak tengil, seolah meremehkan Gavin.
"Ketua mafia ? Mafia perempuan maksudnya?" sahut Gavin seolah meremehkan Feng Ying.
"Hmm boleh juga, bagaimana kalau aku jadikan Nayuwan sebagai wanita ku saja, bukan menjadi adik ku?" tantang Feng Ying.
"Coba saja kalau berani!!?" ucap Gavin maju selangkah seraya mendongak sedikit menerima tantangan Feng Ying.
Rendra, Vito, Haidar dan Satria pun pasang badan, bersiaga jika terjadi hal-hal yang diluar kendali Nayuwan.
"Sudah -Sudah !! Kalian malah mau berantem di sini? Kalian anggap aku ini apa hah??!" tegur Nayuwan menyadari Gavin sepertinya sedang cemburu, sedang Feng Ying juga terlihat terus memprovokasinya. Namun kemudian
"Pfht !! buahahahaha!!" Feng Ying tiba-tiba tertawa setelah mendapat teguran dari Nayuwan, yang tentu saja membuat kebingungan.
"Ah ! Padahal sedikit lagi kita bisa membuat Nayuwan menangis" omel Gavin.
"Hahahaha,,, mana mungkin dia menangis, yang ada kita berdua yang akan dihajar olehnya. bahhahhaaha" ucap Feng Ying seraya memegangi perutnya yang pegal saat terbahak.
"Haaaisshh !! Jadi maksudnya kalian saling kenal? Begitu?!" ucap Nayuwan ketus.
"Hahahaha.. Vin, kau lihat adik ku ini seperti rubah ekor 9, kharimatik namun mematikan. Itulah alasanku aku menjadikannya adik angkat ku"
"Aku anggap itu sebuah sanjungan" cibir Nayuwan sembari bersedakap dengan wajah jengah.
"Hahahahaha..." namun ekspresi Nayuwan yang judes malah terlihat lucu oleh Feng Ying dan kembali membuatnya terpingkal. Ekspresi semua orang seragam seolah tidak ingin percaya, 2 orang yang mereka kenal sebagai pasangan iblis, ternyata memang sepasang psychopat.
"Lalu bagaimana kalian saling kenal " telisik Nayuwan seolah lupa jika di san masih ada Rizal yang sedang terlihat gusar.
__ADS_1
"Hmmm aku lupa tepatnya, tapi kalo tidak salah kami pertama kali bertemu saat aku di London, sekitar 15tahun yang lalu." kata Gavin berusaha mengingat kejadian silam.
"Jadi dulu waktu itu dia pernah membantuku saat di London sewaktu kakak mu ini masih belum menjadi ketua Black Fox. Dan kalo waktu aku tidak bertemu Gavin mungkin hari ini aku tidak akan bertemu dengan adik ku ini" sambunh Feng Ying sembari menjawil pucuk hidung Nayuwan, memperlakukan Nayuwan persis boneka yang menggemaskan
"Heii.. "
"Dia calon istri ku jika kamu lupa dan hanya aku yang boleh memperlakukannya seperti itu" Gavin meraih lengan Nayuwan dengan protektif, menjauhkannya dari jangkauan Feng Ying
"Haaissh,, dia adik ku" kata Feng Ying menarik lengan Nayuwan yang sebelah lagi, tidak nerima Gavin ingin menguasai Nayuwan seorang diri.
"Dia calon istri ku"
"Dia adik ku" Nayuwan membuang nafas frustasi, memutar bola matanya, terlalu malas dia berada dalam perdebatan antara kakak angkatnya dan calon suaminya.
"hhaahha.. Si Gavin makin tua makin jadi aja sifat possesifnya." ucap Haidar dengan tampang jijik menggeleng-geleng kepalanya.
Mendengar penuturan Feng Ying, Rendra kembali teringat kejadian belasan tahun yang sudah berlalu.
Ketika ia dan Gavin menemukan seorang pemuda yang terkapar di jalanan yang tengah di guyur hujan dengan kondisi babak belur, kemudian mereka merawatnya selama beberapa hari hingga luka-lukanya membaik karena si pemuda bersikeras menolak untuk di bawake rumah sakit. Namun setelah ia sembuh, kemudian ia pamit karena ia harus mencari adiknya dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi, siapa sangka Gavin ternyata masih berhubungan baik dengannya. Dan kini si berandalan itu sudah berdiri diantara mereka sebagai ketua mafia Black Fox.
"Cih,," Nayuwan mendecih namun disertai senyum geli melihat tingkah dua orang kutub itu.
"Sudah, kalian sudah tua bangka masih saja berebut. Aku selamanya adik keukeu," Nayuwan mengulas senyum manis pada Feng Ying,
"Dan Tuan,.. " Nayuwan sekali lagi menghela nafas dalam dalam.
"Sebelum ijab kabul terikrar, Tuan masih tetap di posisi partner bisnis ku"
"Kau dengar itu" ejek Feng Ying.
"ppphhhfftt"
"Satria, Haidar, sepertinya kalian sudah sangat ini bekerja di Luar negeri" ucap Gavin sinis.
__ADS_1
"Sayang tolong selamatkan aku" ujar Satria sembunyi dibalik tubuh Gina.
"Boss sama anak buah sama gilanya" cibir Nayuwan.
"Keu, pesanan ku?"
"Ada, sebentar aku hubungi Liam"
Beberapa menit berlalu, terlihat Liam dengan dibantu beberapa anak buahnya membopong bungkusan kantong hitam, mungkin ini adalah yang maksud dengan pesanan Nayuwan.
"Ini bukan mayat kan?" tanya Nayuwan ketus dalam bahasa kantonis.
"Saya belum segila itu Nona" jawab Liam singkat. Nayuwan berjongkok seperti bersimpuh dengan satu kaki. Terresia yang tadi tidak terlalu ambil pusing sekarang ikut penasaran dengan apa yang ada di dalam corpse body bag itu. Perlahan Nayuwan membuka resletingnya dan menyembul kepala seseorang dengan wajah yang sudah babakbelur, kemudian ia memeriksa denyut nadinya dengan menggunakan jari telujuk dan jafi tengahnya menekan area bagian samping leher bawah,tepat di bawah tulang rahang tanpa rasa ngeri teriak diwajahnya. Sebaliknya pemandangan itu cukup mengerikan hingga membuat bibir Clara dan Terresia berkedut bergedik ngeri tatkala melihat darah di seluruh wajah orang yang ada di dalam coprse body bag tersebut.
"Nah pak rizal ini hadiah untuk anda" ucap Nayuwan dengan mengarahkan lirikan matanya pada tubuh Frank yang tengah pingsan serta bibir yang tersenyum sumbringah. Degup jantung Rizal seketika berdegup lebih cepat hingga membuatnya tubuhnya oleng hampir tersungkur ke lantai jika bukan karena Terresia yang menahannya. Melihat keadaan Frank yang mengenaskan benar-benar membuatnya melongo cengok karena syok. Padahal kemarin rencananya mereka akan menculik Nayuwan dan memaksanya untuk menyetujui kontrakkerja sama yang ia suruh untuk membatalkannya.
Keringat dingin mulai membanjiri sekujur tubuhnya, bahkan beberapa sudah mengalir deras dipelipisnya. Nayuwan mendekati Rizal yang kini sudah duduk di kursi seolah hilang rohnya sebagaian.
"Bagaimana bapak suka hadiah saya? Saya memang berasal dari kampung, bukan kalangan atas, udik, kurang berpendidikan. Tapi setidaknya saya masih punya etika dan harga diri" Nayuwan melirik sekilas pada Terresia yang sedang membantu ayahnya agar lebih tenang, kemudian perempuan itu kembali memarkan seringai tipis penuh kemenangan menyungging di sudut bibirnya disertai gerak alisnya seolah mengatakan
"Sudah tau, siapa boss yang sesungguhnya di sini?"
"Dar, lu liat senyum si Nayuwan, bener-bener psycho ini cewek. Gue jadi curiga, apa Moya, Ardilla, dan Reva juga begitu."
"Kalo Reva dia sejauh ini ngga, tapi rada pendiem kalo dibanding dengan sahabat-sahabat yang memang vibesnya cewek brutal, bar-bar, spesifikasi villain " ungkap Vito seraya bersedekap memperhatikan Nayuwan yang tidak pernah terduga, selalu out of the box, berhasil membuat semua orang terheran, bingung, ngeri, sekaligus berdecak kagum.
Dalam kasus Rizal, mereka sepakat akan menutup kasus ini tanpa proses jalur hukum. Cahaya Gemilanga akan mereka tutup sementara untuk dilakukan pemutihan menyuluruh. Sejumlah pegawai yang terbukti bersalah karena sudah melakukan tindak korupsi atau karena membantu penyelundupan terselubung yang dilakukan oleh Rizal. Mereka dipecat namun tetap mendapatkan seluruh hak mereka.
Sedang Terresia akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke London beserta orang tuanya, mereka di beri sejumlah modal untuk memulai usaha baru di sana, setelah Austin Factory dinyatakan bangkrut. Dan Frank ia dia bawa oleh Feng Ying ke maskas yang di Hongkong, karena meski Frank memiliki klan sendiri, namun faktanya klan Tiger masih berada didalam wilayah kekuasaan Black Fox, bagaimana nasib Frank hanya Liam yang tahu.
*******
sarangheo
__ADS_1
😁😁