
" Vin, nanti malam aku telephone kamu ya, bye.." Nayuwan dengan terburu-buru mengakhiri sambungan vidiocallsnya dengan Gavin.
"Huuuuffftt" Nayuwan tertunduk lesu, sekelebat bayangan wajah Gavin yang terlihat begitu cemburu dengan kedekatannya dengan Kent membuatnya sedikit frustasi. Ia masih ragu dengan segala hal yang Gavin tunjukan beberapa waktu ini. Namun satu hal yang pasti Gavin mulai mengawasi setiap gerak-geriknya dan memproteksi dengan siapa saja dirinya bergaul.
"Benar, ini gila, tidak mungkin Gavin benar-benar cemburu dan dia sedang mengejarku, tapi untuk apa? Bahkan jelas-jelas kami ini seperti sepasang singa yang siap saling menyerang kapanpun atau dimanapun. Tapi sejak aku dibegal tempo hari sikapnya jauh lebih posessif, " Nayuwan termenung sesaat, memikirkan apa Gavin benar-benar menyukainya atau hanya penasaran karena selami mereka selalu terlibat perdebatan dan masalah di luar perusaan. Nayuwan bersedekap sedang mulutnya sibuk menggigiti kuku jempol tangan kanannya. Akhirnya dia hanya mendengus dongkol sendiri dengan tingkah Gavin.
"Dan apa apaan dia tadi? Menyebutku apa? Perempuanku?? Wah benar-benar sudah gila si bujang lapuk itu! " gumam Nayuwan mengumpat sambil berkacak pingggang. Kemudian menyodorkan gawai masih ia pegang pada pemiliknya dengan tatapan tajam.
"Gina !"
"I.iiya bu"
"Kamu, lama-lama saya mutasi ke kutub utara, mau?!"ucap Nayuwan ketus.
"Jangan bu, nanti ribet lo kalo kita LDR"Nayuwan yang mendengar jawaban Gina langsung menatap Gina dengan tatapan tajam yang makin menohok.
"Glek! Bu,.. saya ke sana ya, Bu Moya kayanya butuh tukang Foto" Gina segera melarikana diri dari Nayuwan sebelum Nayuwan benar-benar memutasinya ke Kutub utara. Nayuwan mendengus kasar, dongkol, kesal, namun entah mengapa ada perasaan mengelitik ketika mengingat sikap dan tingkah Gavin yang menunjukan dirinya sedang cemburu terhadap dirinya dan Kent. Tanpa sadar membuat wajahnya kembali merona dan senyum manis tersungging dari bibir.
"Ekhm..!" Nayuwan berdehem netranya melirik ke kanan dan ke kiri sesaat setelah menyadari jika kedua putrinya tengah memperhatikan dirinya. Nayuwan kembali dengan kegiatan memotretnya untuk menetralkan suasana yag sedikit terasa canggung.
"Le, ada yang aneh ngga sih sama mommy?" ucap Nadia menyiku adiknya yang tengah bersedekap memperhatikan tingkah ibunya.
"Wah kayanya pulang dari sini kita bakal ngospek calon ayah kita yang baru Teh" seringai Alea tanpa melepaskan tatapannya pada Kent yang sedang mengarahkan shoot angle pada Nayuwan.
"Wajib dong itu mah" ujar Nadia menyeringai sama julid dengan adiknya itu.
*********
Nayuwan duduk di sofa sambil memandangi langit malam Seoul, gemerlap lampu yang berkelap-kelip yang berasal dari kendaraan yang berlalu lalang serta dari bangunan yang berdiri kokoh di sekitarnya. Hilang rasanya penat dan rasa lelah setelah seharian tadi menikmati bunga sakura yang membuatnya susah move on dari tempat tadi.
__ADS_1
"Le, maaf tolong ambilin ponsel mommy nak" seru Nayuwan kepada putrinya yang sedang bersantai seru mabar dengan kakaknya, Moya, dan Ardilla. Dengan langkah gontai tangannya mencabut gawai milik ibunya tersebut. Alea menyipitkan matanya yang sudah sudah sipit dari lahir. Keningnya berkerut ketika melihat rentetan panggilan tak terjawab dan puluhan pesan yang berasal hanya dari satu kontak yang bertuliskan "Si kampret" belum di buka ibunya.
"Mom, si kampret telephone nih, Alea angkat ya" seru Alea lirih. Alea mendehem lalu menggeser ikon hijau di aplikasi tersebut.
"Ya halo" ucap Alea membuka percakapan.
"Hallo, Queen, kamu lupa kalau kamu janji akan menelphone ku malam ini?"
"Maaf tapi ini ponsel mommy ku, dan namanya Nayuwan Gava Pramesti, sepertinya bapak salah nomor kontak"
"Hmmm tunggu,, kamu bukan Nayuwan, siapa kamu?"
"Mau tau aja atau mau tau banget?" jawab Alea mempermainkan Gavin.
"Tunggu biar Om coba tebak, ini pasti putrinya Nayuwan kan?" tebak Gavin
"Wah, sepertinya Om dekat sekali ya dengan Mommy, hmm coba tebak, aku Alea atau Nadia, kalo jawaban Om benar aku hubungkan dengan Mommy, tapi kalo tidak jangan harap malam ini Om bisa berbicara dengan Mommy" Gavin mengurut keningnya yang tiba-tiba pening, karena jelas Gavin tidak tahu siapa yang mana Alea atau Nadia karena mereka memang belum pernah berbicara sebelum. Kemudian Gavin ingat dengan file yang diberikan Satria mengenai segala hal mengenai Nayuwan. Dan ternyata di dalam File tersebut juga mencamtumkan data pribadi beserta foto keluarga dan teman-teman Nayuwan.
"Hmm baiklah, aku juga bukan orang yang pelit memberi clue"ujar Alea yang termakan akal bulus Gavinpun membuka kamera depannya dan membuka percakapan melalui vidiocalls.
"Hmm Kamu sama cantikny sama Mommy kamu Le"ujar Gavin tersenyum saat layar ponselnya menampilkan wajah Alea.
"Lah, dari mana Om tau aku Alea? Om curang ya?" sungut Alea karena permainannya selesai begitu saja.
"Kalung kamu Le" jawab Gavin santai. Alea menepok jidatnya saat ingat jika kalungnya bertuliskan namanya sendiri.
"Ish nyebelin" gerutu Alea menghentakan kakinya.
"Leee,, ponsel Mommy nak, cepet ambilin Mommy mau telephone Raja singa" seru Nayuwan yang masih betah memandangi pemandangan malam yang romantis dari balik kaca jendela kamarnya yang luas.
"Om raja singa? buahhahahahhaahha" Alea tergelak begitu saja saat melihat ekspresi Gavin saat mendengar Nayuwan memanggil dirinya raja singa.
__ADS_1
"Le, tolong Om mau bicara sama Ibu kamu" Alea pun mencabut kabel charge lalu bergegas menghampiri Nayuwan yang menatapnya keheranan saat melihat Alea terbahak sendiri.
"Kenapa kamu Le, ketawa-ketaw sendiri?" tanya Nayuwan yang penasaran.
"Ngga apa-apa, mabarnya seru jadi pengen ketawa aja." jawab Alea.
"Eh Mom, Raja singa itu siapa?" tanya Alea setelah menenangkan tawanya.
"Itu temen mommy.."
"Temen apa demen mih?" tanya Nadia tanpa melepaskan pandangannya dari layar ponsel.
"kepo!" ujar Nayuwan memalingkan wajahnya ke arah jendela kembali.
"Yang ini bukan Mom?" tanya Alea sambil menunjukan ponselnya yang tengah melakukan vidiocalls dengan Gavin. Mata Nayuwan seketika membola begitu mendapati Gavin yang tersenyum kecut padanya.
"Hai Vin, " ucap Nayuwan melambaikan tangannya. Dengan gaya khas serta senyuman miring menyungging dibibirnya terlihat sengak namun tetap staycool.
"Hai Ratu singa" cibir Gavin melambaikan tangannya kepada Nayuwan. Moya, Nadia, Reva, Alea, Gina, dan Clara nampak terkekeh mengulum tawa mereka dalam senyuman.
"Ekhm.." Nayuwan menggaruk lehernya salah tingkah.
"Dari mana kamu tau kalo aku raja singa, memang kamu pernah mencobanya?" sindir Gavin.
"Ii itu.. euhhhh, itu, Gina yang ngasih nama begi..tu di kontak ponselnya.. a. aku..cumaa.."
"Oh Gina? Tapi perasaan kamu kok yang manggil aku dengan sebutan Raja singa itu bukan Gina" Nayuwan meringis saat Gavin mengembalikan ucapannya.
********
sarangheo
__ADS_1
**********