Merpati Hitam

Merpati Hitam
Area Canggung


__ADS_3

07.45 saat Gavin melihat arlojinya, dia berjalan keluar dari bandara dengan bahu yang terlihat kokoh, tegak dan tegas, meski dibalut dengan blazer, aura maskulinnya tetap atau malah makin terpancar. Beberapa pengawal mengikuti dan berjaga disekelilingnya, seperti biasa ekspresinya sangat dingin dan tenang saat dia bertanya kepada asistennya Satria kemana tujuan wisata Nayuwan untuk hari ini bersama rombongannya. Satria menjelaskan bahwa hari ini mereka akan berwisata di kawasan Namsan tower kemudian ia pun segera memerintahkan Satria agar segera bersiap menuju lokasi wisata yang akan dikunjungi oleh Nayuwan dan rombongan pagi ini.


Nayuwan nampak masih bermalas-malasan di tempat tidurnya menunggu giliran mandi, karena kamar hotel yang ia sewa hanya satu. Bukan Nayuwan tidak mampu menyewa kamar lainnya tapi karena yang lainnya menolak untuk menempati ruangan yang berbeda dengannya. Beruntung pihak hotel mau mengerti, lalu merekapun akhirnya merombak kamar hotel itu dengan merubah posisi beberpa sofa dan mengatur beberapa tempat tidur baru. sehingga mereka akhirnya bisa tetap berkumpul dalam satu ruangan saja. Hanya karena hanya satu ruangan yang artinya mereka hanya memiliki 1 fasilitas kamar mandi.


Alea dan Nadia yang sudah selesai mandi dan sedang merias diri sambil melakukan live streaming di pagi itu.


" Le coba tolong ambilin blazer punya tetehtuh di samping kamu." pinta Nadis pada Alea yang kebetulan duduk disampingnya. Alea pun merogoh blazer yang di maksud kakaknya.


"Kalian kok bisa sih cantiknya kompak banget gitu??" tulis salah satu akun.


"Eh Le.. itu yang lagi duduk di sofa siapa?" tanya salah satu akun.


"Itu.. " tunjuk Alea sambil mengarahkan kameranya pada Nayuwan yang sedang menunggu giliran untuk mandi.


"Oh itu.. Itu Mommy aku lah siapa lagi?"


"Itu Nayuwan kan ? Mommy lo Nayuwan Le ? DEMI APA GUE BISA NGELIAT NAYUWAN" Alea yang melihat komentnya makin cepat segera menghampiri Nayuwan yang sedang menyandar pada sandaran sofa.


"Mom.. say hai dong" pinta Alea sambil bermanja.


"Le,, mommy belum mandi lho.."ujar Nayuwan pada Alea yang menggelendoti dirinya.


"Say hai dulu makanya Mom.." pinta Alea . Nayuwan pun mau tak mau menuruti kemauan anaknya itu.


"Halo haii pagi semua" ucap menyapa penduduk toktok, jumlah penonton Alea pun bertambah 3 kali lipat dengan drastis. Yang awalnya sudah 100K sekarang menjadi 300,6K.


" Ini benaran Nayuwan? Yang punya Beauty house itu?"


"Kok baru tau gue,,"


"Kalian yang kemana aja,, perasaan gue pernah deh up beberapa kali malah pernah streaming sama mommy, tapi di akunnya Mommy,, hahahahha" gelak Alea.


"Bu,, di IC atau di Beauty ada lowongan kerja ngga ya?"


"Lowongan di IC,, banyak kok, coba aja masukin lamaran langsung jangan via email, kalo beruntung hari itu interview, hari besok mungkin ada panggilannya, coba aja, Atau buat kalian yang ada di kawasan Kopo, Karawang, Subang, Purwakarta kalo kalian punya skill di dunia Garment coba aja lamar,, lagi ada pemutihan soalnya, tanp admin ya,, kalo ada yang minta admin ke ke kalian walopun cuma seratus rupiah kalian laporin ke skuriti lamgsung ya,, biar oknumnya bisa langsung di proses" jawab Nayuwan dengan ramah.


"Masya Allah,, suaranya adem benerrr,,"


"Bu Nayuwan kalo saya lamar ibu aja boleh?"

__ADS_1


"Udah ada pawang" jawab Nayuwan singkat.


"Spill pawangnya dong bu,,"


"Nanti siang ya" jawab Nayuwan ngasal. Alea yang mendengar jawaban Nayuwan meliriknya dengan tatapan cengo.


"Nanti kan kita ke Namsan tower, di sana pasti banyak oppa- oppa yang ganteng dan keren masa iya ngg a ada yang nyantol hahahahaha" ucap Nayuwan sembari beranjak menuju kamar mandi sudah kosong. Mendengar jawaban seperti itu tentu saja membuat warga toktok makin heboh, terutama para kaum adam yang seakan diberi tanda masih ada kesempatan untuk mengeejar atau sekedar lebih dekat dengan Nayuwan. Live streaming Alea pun akhiri saat roomboy mengantar sarapan untuk mereka semua.


***************


Di ruang makan keluarga Augustin, Terresia dan orangtuanya tengah menikmati sarapan mereka, Terressia nampak momotong dan mnengunyah roti panggangnya dengan anggun dan perlahan, tanpa bersuara menunjukan tatakrama seorang ningrat.


"Re, bagaimana hubunganmu dengan Gavin ? " tanya Pak Rizal, papa Teressia tiba-tiba. Tere menyimpan pisau dan garpu yang di tangannya lalu mengambil serbet melap bibirnya dengan penuh kesopanan.


"Kami masih bersahabat" Sahut Tere singkat.


"Usia kamu sudah sangat matang untuk segera menikah Nak, apa kamu tidak ingin segera memiliki orang anak?" mama Feni ikut nimbrung. Perempuan cantik itu hanya diam saja menundukkan kepalanya seakan tengah mencari jawaban yang tepat untuk orangtuanya tersebut.


Kemudian wanita itu pun menarik nafasny dengan perlahan, sambil memikirkan rasa penasarannya terhadap sikapnya Gavin yang biasa hanya bersikap dingin kepada kaum hawa kini sedikit berubah menjadi lebih terbuka dan hangat, sikap seperti ia ketika bersama Freya, pasti ada penyebab dibalik sikap sahabatnya tersebut. Dia terhanyut dalam pikirannya sehingga tak menyadari kedua orang tuanya yang tengah menatapnya dengan heran,


"Ekhm!" Rizal berdehem cukup keras hingga membuyarkan lamunan Tere yang mengawang entah kemana.


"Kok tanya papa? Harusnya kamu lebih kenal Gavin dong" celetuh Rizal seraya melap mulutnya, tersenyum kecut.


"1 tahun ini Gavin selalu sibuk, kami jarang mengobrol, aku pernah menanyaka soal perempuan itu, tapi Gavin hanya bilang dia hanya seorang rekan kerja. Tapi perubahan sikap Gavin belakangan ini jelas menunjukan hal lain."ujar Tere.


" Jika kamu tau harusnya kamu sudah mengerti bagaimana kamu mengambil sikap jika kamu masih ingin berdiri di samping Gavin" ucap Rizal menekankan.


****************


Tak membuang banyak waktu mobil Porshe Panamera melaju menuju kawasan Namsan tower. Gavin duduk dengan tenang bersilang kaki, Satria sibuk dengan tabletnya mengecek beberapa jadwal hari ini.


"Maaf Pak,, baru saja pihak Mr. Kim menghubungi kita melalui email, meminta agar bisa diaturkan jadwal agar bisa bertemu dengan Bapak dan Ibu Nayuwan." Gavin berkerut kening ketika nama Nayuwan ikut di sebut.


"Katakan padanya, tanyakan pada pihak Nayuwan apa bersedia atau tidak, jika pihak Nayuwan menolak maka kitapun dengan berat hati harus menolaknya.


Kembali pada rombongan Nayuwan


"Teeteeehh " Hansa melambaikan tangannya begitu melihat rombongan Nayuwan di pintu lift hotel yang akan mereka huni.

__ADS_1


" Hansa ! Kok baru ke sini bude kangen juga" ucap Evi ibunya Nayuwan, meraih tubuh jangkis milik Hansa dan menghujaninya dengan ciuman pipi kiri kanannya.


"Bude sih ngga mau tinggal apartementnya aku," sahut Hansa mengerucutkan bibirnya.


"Teh Hansa aja yang ikut ngingep di sini." sahut Nadia dari belakang.


"Jauh dari kantor, bukannya ngga mau, Teteh pengen cuti ke Indo, jadi jadinya tahan-tahan ngga ambil libur.


"Padahal perusahaan fleksible" Ucap Nayuwan.


"Fleksible pun harus profesional dong, apalagi aku yang jadi atasan." sahut Hansa berkelit.


"Jadi kita mau kemana hari ini?" tanya Hansa.


"Tunggu Kent dulu, pemandu kita, baru abis itu kita ke kawasan Namsan Tower." Jawab Clara.


"Kalian sewa mobil ngga? kalo ngga mending kita naik bus, nah Nah pulangnya naik Cable car." ujar Hansa memberi usulan.


"Ide yang bagus" sahut Kent tiba-tiba sudah ada di belakang Hansa. Hansa tertegun membeku begitu mendengar suara Kent yang memang tidak asing ditelinganya. Dengan perlahan dia membalikan tubuhnya dan benar itu adalah Kent seseorang yang masih ia cintai hingga saat ini. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan canggung.


"Hansa?" Kent menatap cengo begitu mendapati gadis yang ia cintai tahun lalu.


"Kalian saling kenal?" tanya Nayuwan penasaran.


"Ah.. iya teh, Kent dulu pernah jadi pemandu wisata aku pas pertama dateng kesini" jawab Hansa dengan perasaan masygul.


"Oowh gitu, " ucap Alea yang tidak mempercayai jawaban Hansa. Dan bagaimana mungkin mereka akan percaya, jika melihat tatapan keduanya yang seakan ingin saling memeluk satu sama lain.


"Lu percaya Dill?" bisik Moya.


"Ngga.." sahut Ardilla.


"Kalian bergibahnya kurang kenceng" hardik Reva yang cekikikan melihat tingkah sahabatnya.


Dan tentu saja membuat suasana makin canggung di antara Hansa dan Kent yang mereka tinggalkan begitu saja kereta bawah tanah dengan berjalan kaki.


********


sarangheo

__ADS_1


********


__ADS_2